Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Indraprasetya J.
"Banyak benda yang dikonsumsi manusia selama hidupnya. Bagi perempuan, kosmetik menjadi salah satu kebutuhan penting yang harus dipenuhi. Karena itu, bermunculan berbagai produk kosmetik yang ditawarkan melalui eksekusi iklan, di mana di dalamnya ditampilkan paras-paras rupawan secara terus-menerus. Tanpa disadari, eksposure dari iklan kosmetik memunculkan definisi mengenai kecantikan. Stereotip akan perempuan yang cantik adalah mereka yang berambut panjang dan lurus, berkulit putih, serta bertubuh langsing. Hal ini kemudian menjadi hal yang diperdebatkan karena seolah-olah orang-orang yang tidak memenuhi kriteria tersebut berarti tidak cantik. Iklan produk kosmetik disalahkan atas terbentuknya definisi tersebut. Namun demikian, penggunaan paras rupawan dalam eksekusi iklan kosmetik tetap tidak dapat dihindari karena pada dasarnya manusia memang senang melihat penampilan yang rupawan. Memang itu yang ingin mereka lihat pada eksekusi iklan kosmetik.

Many objects are consumed by humans on their lifetime. For women, cosmetics became one of the important needs that must be fulfilled. Therefore, various cosmetic products offered through the advertisements, which constantly displays beautiful faces on an ongoing basis. Subconciously, the exposure of cosmetics advertising defines the definition of beauty. The stereotype of beautiful women is they with long and straight hair, light skin, and slender body. This becomes moot as if the people who do not meet these criteria means not pretty. Cosmetic products advertisements get blamed for the formation of these definitions. Nevertheless, the use of beautiful faces in cosmetics advertisements still can not be avoided because humans are basically prefer to see good-looking appearance. That’s what they want to see in cosmetics advertisements.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2014
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Laudza Rakin Taufiq
"ABSTRAK
Tingginya permintaan terhadap produk kosmetik halal memberikan peluang bagi produsen kosmetik, khususnya di Indonesia, untuk memperluas pasar mereka di dalam negeri maupun di luar negeri. Saat ini, halal tidak lagi hanya diartikan sebagai kewajiban agama, tetapi sudah dianggap sebagai standar pilihan baik bagi konsumen Muslim maupun non-Muslim di seluruh dunia, sehingga terdapat potensi yang besar untuk menjangkau konsumen non-Muslim sebagai pasar baru untuk produk kosmetik halal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi konsumen non-Muslim dalam melakukan pembelian produk kosmetik halal. Responden dalam penelitian ini adalah konsumen non-Muslim yang pernah membeli dan menggunakan produk kosmetik halal di Indonesia. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian adalah Structural Equation Modelling (SEM) menggunakan software Lisrel 8.8 untuk menganalisis pengaruh faktor persepsi terkait safety pada attitude, dan juga faktor Theory of Planned Behavior (attitude, subjective norm, perceived behavioral control) dan 4Ps Marketing Mix (product, price, promotion, dan place) sebagai variabel yang memengaruhi repurchase intention produk kosmetik halal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor safety memengaruhi attitude, dan dari empat bauran pemasaran, hanya product dan promotion yang memengaruhi repurchase intention pada konsumen non-Muslim dalam pembelian produk kosmetik halal.

ABSTRACT
The high demand for halal cosmetic products provides opportunities for cosmetic manufacturers, especially in Indonesia, to expand their markets domestically and global. At present, halal is no longer only interpreted as a religious obligation, but has been considered a standard of choice for both Muslim and non-Muslim consumers worldwide, so there is great potential to reach out to non-Muslim consumers as a new market for halal cosmetic products. The purpose of this study was to determine the factors that influence non-Muslim consumers in purchasing halal cosmetic products. Respondents in this study are non-Muslim consumers who have bought and used halal cosmetic products in Indonesia. The analytical method used in this research is Structural Equation Modeling (SEM) using Lisrel 8.8 software to analyze the influence of perception factors related to safety on attitude, and also Theory of Planned Behavior factors (attitude, subjective norm, perceived behavioral control) and 4Ps Marketing Mix (product, price, promotion, and place) as variables that influence the repurchase intention of halal cosmetic products. The results showed that the safety factor affects attitude, and from the 4Ps Marketing Mix, only product and promotion affect the repurchase intention of non-Muslim consumers toward purchasing halal cosmetic products."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library