Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 6 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Retno Wulandari
Abstrak :
ABSTRAK
Pertumbuhan penduduk kota yang cepat dan tak terkendali menyebabkan tekanan terhadap ketersediaan lahan. Selain itu berbagai masalah seperti fasilitas umum yang tidak merata hingga bencana seperti banjir dan longsor yang terjadi saat ini akan semakin parah di masa yang akan datang. Penelitian ini berusaha untuk melakukan proyeksi mengenai pertambahan penduduk agar ketersediaan lahan yang ada dapat digunakan secara berkelanjutan. Sistem pemodelan merupakan metode yang dapat menggambarkan situasi nyata mengenai ketersediaan lahan. Penilaian kesesuaian penggunaan lahan merupakan penentu utama dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan. Variabel yang diambil untuk penelitian ini adalah kemiringan, ketinggian, dan tutupan lahan. Studi ini memberikan informasi mengenai proyeksi pertumbuhan penduduk dan wilayah terbangun, serta kesesuaian lahan untuk pembentukan kota di masa depan dan strategi mitigasi bencana banjir dan longsor untuk pengembangan wilayah terbangun.


The rapid and uncontrolled population growth of the city causes pressure on the availability of land. In addition, various problems such as uneven public facilities such as disasters such as floods and landslides that occur at this time will be even worse in the future. This research attempts to make projections regarding population growth so that the available land can be used sustainably. Modeling system is a method that can describe real situations regarding land availability. Land use suitability assessment is the main determinant in the planning and decision making process. The variables taken for this study are slope, altitude, and land cover. This study provides information on projections of population growth and built areas, as well as land suitability for future city formation and flood and landslide mitigation strategies for the development of built areas.

Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2018
T52308
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rudolf Doni Abrauw
Abstrak :
[ABSTRAK
Kota Jayapura merupakan salah satu wilayah yang berada di utara pulau Papua dan berhadapan langsung dengan lempeng pasifik, sehingga berpotensi terhadap bencana geologi, salah satunya adalah longsor, walaupun demikian tidak hanya dipengaruhi oleh pergerakan lempeng pasifik tetapi juga dari kondisi kemiringan lereng di Kota Jayapura yang bervariasi dari dataran rendah (0-8%) sampai perbukitan (>45%), sehingga untuk kajian ini kemiringan lereng serta sesar dan juga kondisi kegempaan yang sewaktu-waktu terjadi karena kota Jayapura berada pada wilayah rawan gempa maka sangatlah berpotensi terhadap longsor yang dipengaruhi oleh kegempaan dan adanya sesar. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan wilayah rawan dan risiko longsor di Kota Jayapura dengan menggunakan dua model pendugaan, pertama adalah Model Pendugaan Longsor Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi dengan paramater curah hujan, geologi, jenis tanah, lereng dan penggunaan lahan; kedua adalah Model Pendugaan Kombinasi (Puslittanak tahun 2004 dan Shabi, H. et. al tahun 2012) dengan parameter kemiringan lereng, curah hujan, geologi, jenis tanah, jarak sesar dan kerapatan vegetasi. Hasil penelitian dengan menggunakan olahan Sistem Informasi Geografis (SIG) serta validasi lapangan menujukkan bahwa dari total luas wilayah kajian ada perbedaan luas wilayah rawan longsor dengan klasifikasi tinggi, yang mana model pendugaan pertama menghasilkan luas wilayah rawan longsor tinggi sebesar 16.780 Ha, sementara itu model kedua sebesar 2.184 Ha. Kedua model tersebut divalidasi dengan data di lapangan dan data kejadian longsor, menunjukkan bahwa model kedua lebih sesuai dengan kondisi lapangan dan representatif untuk mengindentifikasi rawan longsor di Kota Jayapura, sehingga dapat disimpulkan bahwa model tersebut dapat digunakan lebih lanjut untuk keperluan mitigasi.
ABSTRACT
Jayapura city is one area in the north of the island of Papua and dealing directly with the Pacific plate, so the potential for geological disasters, one of which is a landslide, however is not only affected by the influence of the Pacific plate movement but also of the condition of the slope in the city of Jayapura varies from lowlands (0-8%) to the hills (> 45%), so that for the assessment of slope and seismic faults and also the condition that at any time there because the city of Jayapura located in earthquake region then it has the potential to landslides which affected by seismicity and the presence of faults. This study aims to map landslide susceptibility areas and risk in Jayapura by using two prediction models, the first is the Model Estimation of landslide Directorate of Volcanology and Geological Hazard Mitigation with parameters rainfall, geology, soil type, slope and land use; The second is a combination Estimation Model (Puslittanak 2004 and Shabi, H. et. al in 2012) with the parameters slope, rainfall, geology, soil type, fault distance and density of vegetation. Processed research results using Geographic Information System (GIS) and field validation showed that of the total study area there are vast differences in landslide-prone areas with higher classification, which first prediction models to produce high landslide prone area of 16,780 hectares, while the second model of 2,184 Ha. Both models are validated with field data and landslide occurrence data, showing that both models are better suited to field conditions and to identify landslide prone representative in Jayapura, so that it can be concluded that the model can be used further for mitigation purposes.;Jayapura city is one area in the north of the island of Papua and dealing directly with the Pacific plate, so the potential for geological disasters, one of which is a landslide, however is not only affected by the influence of the Pacific plate movement but also of the condition of the slope in the city of Jayapura varies from lowlands (0-8%) to the hills (> 45%), so that for the assessment of slope and seismic faults and also the condition that at any time there because the city of Jayapura located in earthquake region then it has the potential to landslides which affected by seismicity and the presence of faults. This study aims to map landslide susceptibility areas and risk in Jayapura by using two prediction models, the first is the Model Estimation of landslide Directorate of Volcanology and Geological Hazard Mitigation with parameters rainfall, geology, soil type, slope and land use; The second is a combination Estimation Model (Puslittanak 2004 and Shabi, H. et. al in 2012) with the parameters slope, rainfall, geology, soil type, fault distance and density of vegetation. Processed research results using Geographic Information System (GIS) and field validation showed that of the total study area there are vast differences in landslide-prone areas with higher classification, which first prediction models to produce high landslide prone area of 16,780 hectares, while the second model of 2,184 Ha. Both models are validated with field data and landslide occurrence data, showing that both models are better suited to field conditions and to identify landslide prone representative in Jayapura, so that it can be concluded that the model can be used further for mitigation purposes., Jayapura city is one area in the north of the island of Papua and dealing directly with the Pacific plate, so the potential for geological disasters, one of which is a landslide, however is not only affected by the influence of the Pacific plate movement but also of the condition of the slope in the city of Jayapura varies from lowlands (0-8%) to the hills (> 45%), so that for the assessment of slope and seismic faults and also the condition that at any time there because the city of Jayapura located in earthquake region then it has the potential to landslides which affected by seismicity and the presence of faults. This study aims to map landslide susceptibility areas and risk in Jayapura by using two prediction models, the first is the Model Estimation of landslide Directorate of Volcanology and Geological Hazard Mitigation with parameters rainfall, geology, soil type, slope and land use; The second is a combination Estimation Model (Puslittanak 2004 and Shabi, H. et. al in 2012) with the parameters slope, rainfall, geology, soil type, fault distance and density of vegetation. Processed research results using Geographic Information System (GIS) and field validation showed that of the total study area there are vast differences in landslide-prone areas with higher classification, which first prediction models to produce high landslide prone area of 16,780 hectares, while the second model of 2,184 Ha. Both models are validated with field data and landslide occurrence data, showing that both models are better suited to field conditions and to identify landslide prone representative in Jayapura, so that it can be concluded that the model can be used further for mitigation purposes.]
2015
T43571
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hermansyah
Abstrak :
Longsor merupakan bencana yang sering terjadi di Indonesia dan Provinsi Jawa Barat, termasuk Kabupaten Sukabumi di dalamnya merupakan daerah yang sering terjadi longsor. Oleh karena itu, sudah seharusnya diwaspadai dan dianalisis lebih baik agar tidak memakan korban yang lebih banyak. Salah satu metode yang digunakan untuk menganalisis potensi longsor adalah Stability Index Mapping (SINMAP) dengan menggunakan beberapa data, yaitu Digital Elevation Model (DEM), jenis tanah, dan curah hujan. Data tersebut nantinya digunakan untuk menganalisis wilayah potensi longsor di Kecamatan Simpenan. Kemudian peta potensi longsor hasil pemodelan SINMAP di-overlay dengan permukiman untuk mendapatkan wilayah bahaya longsor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 65,56% (11.034,81 Ha) dari luas wilayah Kecamatan Simpenan berpotensi longsor dan wilayah bahaya longsor seluas 192,82 Ha atau 36,90% dari total luas wilayah permukiman.
Landslide is a kind of disaster that happens so many times in Indonesia and West Java Province, especially Sukabumi Regency is region that experience landslide disaster often. Therefore, landslide hazard should get more attention in order to surpess disaster?s victims. One of method that can be used to analyze landslide potential is Stability Index Mapping (SINMAP). SINMAP uses some kind of data, such as Digital Elevation Model (DEM), soil type, and rainfall. Those data will be analyzed to get landslide potential in Simpenan Sub-District. The result of SINMAP modelling is overlayed with settlement region to get landslide hazard region. The result of this research showed that 65,56% (11.034,81 Ha) of the Simpenan Sub-District area has a landslide potential and 192,82 Ha or 36,90% of settlement area are in landslide hazard region.
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2015
S61440
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rokhmat Hidayat
Abstrak :
Mayoritas tanah longsor terjadi akibat curah hujan yang tinggi dalam kurun waktu tertentu pada daerah yang memiliki sifat geologis berpotensi longsor. Untuk itu perlu dilakukan penelitian mengenai karakteristik hujan yang memicu tanah longsor sehingga dapat digunakan untuk membangun hubungan antara curah hujan dan prediksi terjadinya tanah longsor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menentukan ambang batas curah hujan harian dan 3 harian yang digunakan untuk peringatan dini terjadinya tanah longsor dengan LEWS (landslide early warning sistem). Daerah yang dimodelkan adalah area yang sangat rawan longsor dan area rawan longsor sesuai peta gerakan tanah dari Badan Geologi. Analisis dilakukan berdasarkan data kejadian longsor dari BNPB, serta data curah hujan TRMM (Tropical Rainfall Measuring Mission) dan ECMWF (The European Centre for Medium-Range Weather Forecasts),. Setelah dilakukan pendataan kejadian longsor pada berbagai lokasi, selanjutnya dilakukan identifikasi nilai hujan pemicu longsor dari data hujan TRMM. Hasil analisis menunjukan ambang hujan yang menjadi pemicu terjadinya tanah longsor yaitu hujan 61 mm/hari dan 91 mm/3hari.
Bandung : Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, 2020
551 JSDA 16:1 (2020)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Gunawan Aribowo
Abstrak :
ABSTRAK
Penelitian ini menguji pengaruh bendungan besar di Indonesia terhadap kesejahteraan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan mengungkap potensi penurunan kesejahteraan khususnya pada rumah tangga yang tinggal relatif dekat lokasi bendungan. Hal ini penting sebagai upaya mitigasi masalah sosial ekonomi terhadap kebijakan pembangunan bendungan besar. Sampel rumah tangga didapatkan dari Survei Sosial Ekonomi Rumah Tangga (SUSENAS) tahun 2013-2018 serta Indonesia Family Life Survey (IFLS) gelombang 4 dan 5 pada 997 kecamatan terpilih. Hasil pengujian dengan menggunakan regresi ordinary least square dengan fixed effect menunjukkan korelasi negatif antara penambahan bendungan terhadap kesejahteraan rumah tangga yang tinggal relatif dekat lokasi bendungan dari sisi produksi, dan pengeluaran rumah tangga serta tidak signifikannya terhadap aktivitas kerja. Hasil ini mengindikasikan terjadinya potensi penurunan kesejahteraan khususnya pada rumah tangga yang tinggal dekat dengan bendungan besar.
ABSTRACT
This research aims to study effect of large dams development to the household-welfare in Indonesia. The purpose is to reveal potential welfare loss particularly to the household living in sub-district close to the dams placement. This is important to mitigate social and economic problem from dams policy perpective. Household sample data selected from National Social Economy Survey (SUSENAS) 2013-2018 and Indonesia Family Life Survey (IFLS) waves 4 and 5 in 997 sub-district sample. Using ordinary least square with fixed effect, this result show negative correlation both household-welfare and farm-productivity. In addition, the result have insignificance effect to work-activity. This result indicates potential welfare-disjunction to the household close to the large dams placement.
2019
T54886
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fajar Arifianto
Abstrak :

Keberadaan aktivitas penambangan batubara secara terbuka menyebabkan kerusakan lingkungan sekitar. Salah satu kerusakan tersebut yaitu terbentuknya lubang bekas tambang (void). Void tersebut dapat dideteksi dengan citra satelit. Kota Samarinda memiliki ratusan lubang void dan berpotensi untuk bertambah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memetakan sebaran void dan menganalisis void tersebut dengan analisis kesesuaian wilayah untuk area pengembangan panel surya terapung dan bendungan. Penelitian ini menggunakan metode dijitasi pada citra resolusi tinggi dan metode Fuzzy Logic. Tahapan pertama yaitu mengidentifikasi sebaran void menggunakan dijitasi citra satelit pada wilayah izin usaha pertambangan di Kota Samarinda. Setelah itu melakukan identifikasi kesesuaian wilayah panel surya dan bendungan. Kriteria kesesuaian wilayah diklasifikasikan menggunakan metode Fuzzy Membership dan metode Fuzzy Overlay. Selanjutnya, peta kesesuaian wilayah tersebut di overlay dengan peta sebaran void untuk mendapatkan wilayah kesesuaian panel surya terapung dan bendungan pada void di Kota Samarinda. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 442 void dengan luas total 7,901 km2. Tingkat kesesuaian wilayah panel surya terapung dan bendungan dibagi menjadi 4 kelas, yaitu S1, S2, S3, dan S4/N. Jumlah void pada kelas kesesuaian panel surya terapung berturut-turut 17, 26, 40, dan 359. Adapun jumlah void pada kesesuaian bendungan berturut-turut 45, 133, 210, dan 54. Mayoritas void tersebar pada wilayah yang memiliki aksesibilitas rendah dengan jarak lebih dari 1 km, berada pada wilayah dengan penyinaran matahari yang cukup tinggi dengan 1800-1900 kWh/m2/tahun, dan berada pada wilayah dengan kemiringan lereng yang lebih dari 10 %.


The existence of open coal mining activities causes damage to the surrounding environment. One such damage is the formation of a former mine pit (voids). These voids can be detected with satellite imagery. Samarinda City has hundreds of void holes and has the potential to increase. Therefore, this study aims to map the distribution of voids and analyze these voids by analyzing the suitability of the area for the development area of floating solar panels and dams. This research uses digitizing methods in high-resolution images and Fuzzy Logic methods. The first stage is identifying void distribution using digitalized satellite imagery in the mining business permit area in Samarinda City. After that, determine the suitability of the solar panel area and the dam. Region suitability criteria are classified using the Fuzzy Membership method and then overlaid using the Fuzzy Overlay method. Furthermore, the suitability map of the area is overlaid using the intersect with the void distribution map to get the suitability of the floating solar panels and the dams on the voids in Samarinda City. The results showed that there were 442 voids with a total area of 7,901 km2. The suitability level of the floating solar panel and dam is divided into four classes, namely S1, S2, S3, and S4/N. The number of voids in the suitability class of floating solar panels are 17, 26, 40, and 359. The number of voids in the suitability of the dam is 45, 133, 210, and 54. The majority of voids are scattered in areas that have low accessibility with a distance of more than 1 km, are in areas with high solar radiation with 1800-1900 kWh/m2/year, and are in areas with slopes of more than 10 %.

 

 

Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library