Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query
Ignatius Frank Zinatra Poetiray
"Proses pengelolaan data dan informasi di Instansi XYZ memiliki ancaman risiko insiden keamanan informasi dan belum fokus terhadap aspek penanganan insiden keamanan informasi. Hal ini dikarenakan pemetaan ancaman, dampak dan potensi risiko insiden keamanan informasi yang ada di Instansi XYZ belum memadai dan belum tersedianya strategi dalam meningkatkan manajemen insiden keamanan informasi agar dapat membantu Instansi XYZ dalam menghadapi ancaman insiden keamanan informasi dan menjamin keamanan pelayanan data informasi instansi kepada masyarakat. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan pejabat dilingkungan Instansi XYZ dan hasil analisis risiko didapatkan jumlah total 271 risiko yang dimiliki Instansi XYZ, dengan jumlah risiko inheren terdapat 4 risiko dengan level tinggi, 184 risiko dengan level sedang dan 79 risiko dengan level rendah. Dalam melakukan penyusunan rekomendasi, digunakan pendekatan kesesuaian dari insiden manajemen keamanan informasi menurut SNI ISO/IEC 27035 dengan proses bisnis. Penelitian menghasilkan bahan evaluasi dan rekomendasi dalam aspek kerangka kerja yang digunakan bagi peningkatan kinerja Instansi XYZ dalam penanganan ancaman insiden keamanan informasi.
The process of managing data and information at the XYZ Agency has a risk of information security incidents and has not focused on aspects of handling information security incidents. This is due to the inadequate mapping of threats, impacts and potential risks of information security incidents at the XYZ Agency and the unavailability of strategies to improve information security incident management so that they can assist XYZ Agencies in dealing with the threat of information security incidents and guarantee the security of agency information data services to the public. Data collection was carried out through interviews with officials within the XYZ Agency and the results of the risk analysis obtained a total of 271 risks owned by the XYZ Agency, with the total inherent risk being 4 risks with a high level, 184 risks with a moderate level and 79 risks with a low level. In preparing the recommendations, the conformity approach of information security incident management according to SNI ISO/IEC 27035 with business processes is used. The research produced evaluation materials and recommendations in terms of the framework used to improve the performance of the XYZ Agency in handling information security incident threats."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2023
T-pdf
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library
Joshua Diogenes Samuel Rihi
"Pesatnya perkembangan penggunaan layanan mobile banking (m-banking) tidak hanya mempermudah berbagai aktivitas transaksi, namun juga memicu peningkatan jumlah kasus serangan keamanan dan pencurian data. Pelaku serangan keamanan memanfaatkan informasi pribadi orang lain untuk melakukan serangan rekayasa sosial (social engineering) dan mencuri data atau uang yang terdapat pada sistem m-banking korban. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari faktor individu yang memengaruhi information security awareness (ISA) dan bagaimana tingkat ISA tersebut akan memengaruhi intensi dalam menolak serangan social engineering. Penelitian ini menguraikan faktor individu menjadi faktor internal dan faktor eksternal. Kemudian, penelitian ini juga menggunakan theory of planned behaviour (TPB) sebagai teori psikologi yang digunakan untuk memprediksi dan menjelaskan perilaku manusia. Penelitian ini dilakukan dengan metode mix-method yang terdiri dari tiga fase penelitian. Pada fase pertama, dilakukan wawancara terbuka terhadap 18 pengguna m-banking dan analisis tematik untuk pembentukan model. Selanjutnya, fase kedua memvalidasi model penelitian secara empiris dengan menganalisis data survei dari 653 pengguna aplikasi mbanking. Data survei dianalisis dengan menggunakan Covariance-based Structural Equation Model (CB-SEM) dengan bantuan program AMOS 26. Kemudian, pada fase ketiga dilakukan validasi hasil fase kedua untuk mendukung dan memperluas analisis hasil temuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa trust, self-cognitive, information security culture, dan security education, training, and awareness (SETA) Programs berpengaruh positif terhadap ISA. ISA berpengaruh positif terhadap ketiga komponen TPB (attitude, self-efficacy, normative beliefs). Dari ketiga komponen tersebut, didapati bahwa komponen self-efficacy berpengaruh signifikan dan positif terhadap intensi pengguna m-banking untuk menghindari serangan social engineering. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan berkontribusi bagi pengguna m-banking dalam meningkatkan kesadaran keamanan informasi dan juga bagi industri perbankan dalam meningkatkan kualitas layanan dan keamanan m-banking.
The rapid development of mobile banking (m-banking) not only facilitates various transaction activities, but also triggers an increase in the number of cases of security attacks and data theft. Perpetrators of security attacks utilize other people's personal information to conduct social engineering attacks and steal data or money contained in the victim's m-banking system. This research aims to study the individual factors that influence information security awareness (ISA) and how this will affect the intention to resist social engineering attacks. This research decomposes individual factors into internal factors and external factors. Then, this research also uses the theory of planned behavior (TPB) as a psychological theory used to predict and explain human behavior. This research was conducted using a mix-method research design consisting of three research phases. In the first phase, open-ended interviews with 18 m-banking users and thematic analysis for model building were conducted. Further, the second phase validated the research model empirically by analyzing survey data from 653 m-banking users. The survey data was analyzed using Covariance-based Structural Equation Model (CB-SEM) with the help of AMOS 26 program. Then, in the third phase, the results of the second phase were validated to support and expand the analysis of the findings. The results of this study indicate that trust, self-cognitive, information security culture, and security education, training, and awareness (SETA) programs have a positive effect on ISA. ISA has a positive effect on the three TPB components (attitude, self-efficacy, normative beliefs). Of the three components, it is found that the self-efficacy component has a significant and positive effect on the intention of m-banking users to avoid social engineering attacks. The results of this study are expected to contribute to m-banking users in increasing information security awareness and also for the banking industry in improving service quality and m-banking security."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Tanjung, Aldiyan Muhammad
"Teknologi informasi saat ini telah berkembang dengan pesat dan membawa dampak besar pada kehidupan manusia, baik secara personal maupun organisasional. Namun, penggunaan teknologi informasi juga membawa risiko keamanan yang semakin meningkat. Dalam menghadapi risiko keamanan informasi ini, organisasi perlu membuat perlindungan dari segala risiko risiko tersebut. Dalam sistem informasi suatu organisasi perlu acuan atau guide untuk dijadikan standar dalam hal tersebut. Dalam hal sistem keamanan informasi, standar yang dipakai secara internasional adalah ISO 27001:2022. Perusahaan yang dijadikan studi kasus ini akan diberlangsungkan pengukuran tingkat kematangan pada sistem keamanan informasinya untuk mengetahui pada aspek manakah yang dapat ditingkatkan kembali. Pengukuran tingkat kematangannya menggunakan framework ISO 27001:2002. Kemudian hasil pengukuran tersebut akan dianalisa menggunakan metode PDCA untuk nantinya akan menghasilkan rekomendasi yang akan digunakan pada perusahaan studi kasus.
Information technology has rapidly evolved and had a significant impact on human life, both personally and organizationally. However, the use of information technology also brings increasing security risks. In dealing with these information security risks, organizations need to establish protection against all these risks. In the information system of an organization, there needs to be a reference or guide to serve as a standard in this regard. Regarding information security systems, the internationally recognized standard used is ISO 27001:2022. The company chosen as a case study will undergo a measurement of the maturity level of its information security system to identify areas that can be further improved. The measurement of maturity level will utilize the ISO 27001:2002 framework. Afterward, the results of the measurement will be analyzed using the PDCA method to generate recommendations that will be implemented in the case study company."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2024
TA-pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
R. Hendra Kusumawardhana
"Era digitalisasi memiliki dampak yang sangat signifikan yaitu berupa transformasi digital bagi banyak organisasi. Transformasi digital yang dilakukan di PT TASPEN (Persero) tidak hanya memberikan banyak kemudahan bagi peserta maupun karyawan internal Perusahaan, namun juga menimbulkan adanya potensi keamanan karena adanya penggunaan teknologi dan internet yang masif. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan evaluasi terhadap pengelolaan keamanan informasi di PT TASPEN (Persero) menggunakan alat bantu yaitu Indeks KAMI 5.0. Selanjutnya peneliti melakukan analisis lebih lanjut dan membandingkannya dengan standar SNI ISO/IEC 27001:2022 sehingga didapatkan rekomendasi yang dapat diberikan kepada untuk meningkatkan pengelolaan keamanan informasi di perusahaan tersebut. Evaluasi pengelolaan keamanan informasi menunjukkan bahwa PT TASPEN (Persero) berada pada level sistem elektronik strategis dengan skor 822 dan status “cukup baik”. Sebagai tindak lanjut hasil evaluasi, penelitian ini menghasilkan 35 buah rekomendasi yang dapat dilakukan oleh PT TASPEN (Persero) untuk meningkatkan keamanan informasinya.
The era of digitization has had a significant impact, namely the digital transformation of many organizations. The digital transformation undertaken by PT TASPEN (Persero) not only provides many conveniences for participants and internal employees of the company but also raises potential security concerns due to the extensive use of technology and the internet. In this research, the researcher evaluates information security management at PT TASPEN (Persero) using the KAMI 5.0 Index as a tool. Subsequently, the researcher conducts further analysis and compares it with the SNI ISO/IEC 27001:2022 standard to provide recommendations for improving information security management in the company. The evaluation of information security management indicates that PT TASPEN (Persero) is at the level of a strategic electronic system with a score of 822 and a status of "fairly good." As a follow-up to the evaluation results, this research produces 35 recommendations that PT TASPEN (Persero) can implement to enhance its information security."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2024
TA-pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library