Hasil Pencarian

Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Purwanto
"Manusia selalu menginginkan lingkungan yang nyaman secara thermal. Hal ini terlihal dari perkembangan teknologi AC yang simultan dilakukan. Baik itu pada gedung maupun pada mobil- Misalnya seperti perkembangan penggunaan refrigerant yang ramah lingkungan, otomatisasi penyesuaian tempcratur maupun pengaturan inlet aliran udara dingin kedalam kabin. Dalam merancang pengaturan inlet aliran pada AC mobil diperlukan perhitungan dan simulasi pengaturan sirkulasi udara didalam kabin mobil tersebut. Dalam hal ini menggunakan perbandingan dua model ducting. Penelitian ini dilakukan uutuk mcngetahui waktu yang diperlukan untuk mencapai keadaan l‘§€I}§"?._"'.'1?_I13Il thermal didalam kabin mobil MPV dengan enam penumpang, sehingga hasil yang diharapkan adalah model ducting yang paling optimal dalam memenuhi kenyamana thermal. Dalam perancangan ini, digunakan program CFD (Computational Fluid Dynamics). Tujuan pemakaian program ini adalah untuk mendapatkan hasil yang lcbih cepat dan alcurat. Dengan penggunaan CFD dapat disimulasikan kondisi yang kita inginkan dan hasilnya dapat menampilkan kontur temperatur dan kecepatam udara didalam kabin penumpang yang akan dipakai sebagai parameter kenyamanan thermal dalam kabin. Setelah hasil perhitungan didapat dan dibandingkan dengan referensi standar kenyamanan them1al berdasarkan ISO 7730, terlihat bahwa kabin MPV dengan keadaan temperatur awal yang linggi dan waktu idle 3 menit sorta arah inlet seperti yang dilakukan dalam simulasi ini tidak memenuhi standar kenyamanan thermal untuk penumpangnya."
Lengkap +
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2005
S37794
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Puspitaningtyas Widarti
"ABSTRAK
Dalam proses deformasi panas, baja HSLA 0.017% Ti as_cast memiliki sifat hot ducfility yang berbeda pada temperatur yang berbeda. Untuk mencapai hasil defom1asi yang optimal maka perlu ditetapkan temperatur deformasi yang menghasilkan sifat hot ductility yang terbaik dan perlu dihindari temperatur kritis yang menghasilkan sifat hot ducti/ity yang rendah.
Penelitian ini diarahkan untuk menemukan rentang temperatur terbaik dalam proses penarikan panas dan menemukan jenis perpatahan yang terjadi dalam proses penarikan tersebut.
Penelitian ini menggunakan material baja HSLA dengan kandungan 0.017% Ti as_cast yang ditarik pada temperatur 700°C, 750°C, 800°C, 850°C, 900°C dan 950°C dengan kecepatan 0,004/s".
Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada temperatur 700 clan 750°C benda uji G memiliki sifat hot ductifity yang baik yang ditunjukkan dengan nilai reduksi luas penampang sebesar 74% pada temperatur 700°C dan 82% pada (emperatur 750°C dan didukung pula dengan nilai mekanis yang balk yang ditunjukkan dengan nilai kekuatan luluh sebesar 132 Nlmmz pada temperatur 700°C dan 99 Nlmmz pada temperatur 750°C serta nilai kekualan tarik maksimum yaitu sebesar 192 Nlmm? pada temperatur 700°C dan 141 NImm2 pada temperatur 750°C.
Jenis perpatahan ulet intergranular terjadi pada temperatur penarikan 700°C, 750°C dan 850°C dengan penampakan dimpfe serta microvofd sedangkan jenis perpatahan getas inlergranular terjadi pada temperatur B00°C, 900°C dan 950°C dengan penampilan permukaan patahan yang halus dan dengan jumlah dimple yang sedikit.

"
Lengkap +
2001
S41539
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library