Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 293 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Mayhew, Lewis B.
San Fransisco: Jossey-Bass, 1973
378 MAY c
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Paris: UNESCO, 1978
378 INT r
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Brubacher, John S.
New York: McGraw-Hill, 1965
378 BRU b
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Seoul: Kynghee University Press, 1975
378.111 WOR i
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Syaiful Sahar
"Penelitian ini bertujuan, untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara kemampuan awal, minat, disiplin peserta didik terhadap prestasi yang dicapai. Jika ada pengaruh di antara kemampuan awal, minat , disiplin terhadap prestasi yang ingin diketahui, seberapa besar pengaruh dari hubungan tersebut dengan metode korelasi dan regresi.
Penelitian ini dilaksanakan di Politeknik kerjasama Universitas Indonesia dan Depnaker di Puslattas Cevest dengan jumlah subyek penelitian sebanyak 76 orang. Penelitian ini disebut ex post facto, yang mana data diperoleh setelah semua yang dipermasalahkan berlalu. Pengambilan data untuk variabel kemampuan awal (X1) diamhil dari Politeknik Universitas Indonesia di Kampus UI Depok yaitu hasil nilai ujian masuk UMPTN mahasiswa Politeknik. Untuk variabel disiplin (X2) dan variabel prestasi (Y) diambil data laporan di Puslattas Cevest berupa laporan jumlah ketidak hadiran don nilai Indeks Prestasi mahasiswa setiap semester dan Indek Prestasi kumulatif akhir. Untuk variabel minat (X3), dilakukan dengan cam menyebar luaskan kuesioner untuk menjaring persepsi siswa.
Penelitian menyimpulkan bahwa, terdapat pengaruh yang sangat kuat secara bersama-sama antara kemampuan awal, disiplin dan minat peserta terhadap prestasi yang dicapai. Untuk koefisien regresi selanjutnya, didapat persamaan regresi prestasi belajar siswa atas variabel kemampuan awal, disiplin dan minat yaitu, Untuk variabel kemampuan awal nilai Beta sebesar 0,539, diartikan jika skor kemampuan awal meningkat sebesar satu simpangan bake, maka nilai prestasi akan meningkat sebesar 0,539. Variabel Tidak hadir nilai koefisien regresi sebesar - 0,367 , hal ini diartikan jika skor ketidakhadiran meningkat sebesar satu simpangan baku, maka nilai prestasi akan menurun sebesar 0,367 , ini diasumsikan bahwa semakin banyak mahasiswa tidak hadir maka prestasinya akan menurun. Untuk variabel Minat sebesar 0,102 , hal ini diartikan jika skor minat meningkat sebesar satu simpangan baku, maka nilai prestasi akan meningkat sebesar 0,102.
Uji asumsi regresi berganda normalitas (Charts) dilakukan, terlihat data (thik-titik) menyebar disekitar garis diagonal dari grafik dan penyebarannya mengikuti arah gads diagonal, diasumsikan model regresi memenuhi normalitas, maka model regresi layak dipakai untuk prediksi prestasi berdasar masukan variabel independent-nya."
2001
T7667
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Saragih, Albina Rosalina
"Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk mengetahui sejauhmana hubungan antara kurikulum terselubung dengan modernitas individu di lembaga pendidikan non formal dan lembaga pendidikan formal serta perbedaan kemampuan/efektivitas kedua lembaga pendidikan tersebut dalam menanamkan modernitas bagi pesertanya. Adapun yang menjadi alasan dari penulis mengkaji topik di atas adalah mengingat nilai modernitas masih dan tetap dibutuhkan oleh setiap individu untuk dapat bertahan di era industrialisasi dan globalisasi ini.
Penelitian ini merupakan studi kasus dengan pendekatan noneksperimen yang berbentuk korelasi dan komparasi. Pengumpulan datanya melalui kuesioner yang dibagikan kepada responden yaitu peserta pelatihan program setara D1 kejuruan Elektronika di BLKI Pasar Rebo dan mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta Kejuruan Elektronika Semester 2. Teknik samplingnya adalah sampel jenuh dengan jumlah responden 36 orang peserta pelatihan dan 80 orang mahasiswa.
Masalah yang dianalisis dalam penelitian ini adalah: (1) adakah hubungan kurikulum terselubung dengan tingkat modernitas individu di lembaga pendidikan non-formal?; (2) adakah hubungan kurikulum terselubung dengan tingkat modernitas individu di lembaga pendidikan formal?; (3) apakah ada perbedaan yang signifikan antara tingkat modernitas individu di lembaga pendidikan non-formal dengan tingkat modernitas individu di lembaga pendidikan formal pada periode waktu belajar yang sama?.
Hasil analisis data memperlihatkan bahwa tidak ada hubungan antara kurikulum terselubung dengan tingkat modernitas individu di lembaga pendidikan non-formal, dimana skore r = 0,165, dan r2 = 0,027. Dari hasil uji t persamaan regresi Y = 158,736 + 0,275X didapatkan hasil bahwa koofisien konstanta 158,736 sangat signifikan sedangkan koefisien b = 0,275 tidak signifikan. Selanjutnya, dari uji F didapatkan hasil bahwa persamaan regresi di atas tidak signifikan pada a = 0,05.
Hasil analisis data memperlihatkan bahwa ada hubungan antara kurikulum terselubung dengan tingkat modernitas individu di lembaga pendidikan formal meskipun kekuatan hubungan tersebut cenderung rendah,
dimana r = 0,263 signifikan pada a = 0,05 sedangkan r2 = 0,069. Dari hasil uji t persamaan regresi Y = 150,073 + 0,377X didapatkan hasil bahwa koefisien konstanta 150,073 sangat signifikan sedangkan koefisien b = 0,377
signifikan pada a = 0,019. Dari uji F didapatkan hasil bahwa persamaan regresi di atas signifikan pada a = 0,019.
Hasil uji Z menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara tingkat modernitas individu di lembaga pendidikan non-formal dengan di lembaga pendidikan formal pada waktu belajar yang sama (2 semester). Perhitungan statistik memperlihatkan hasil Zo = 0,1038 dan Z tabel = 1,96 pada a = 0,05 maka Zo berada di daerah penerimaan Ho.
Pada lembaga pendidika formal ditemukan bahwa dimensi kurikulum terselubung: sikap guru yang tidak diskriminatif memiliki hubungan yang signifikan dengan dimensi modernitas: keterbukaan dan kesediaan untuk menerima perubahan social; selanjutnya kegiatan ekstrakulikuler berhubungan dengan aspirasi pekerjaan."
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2001
T7986
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Merupakan kelaziman bagi seorang Rektor untuk menyampaikan laporan tahunan pada setiap perayaan Dies Natalis Universitasnya. Namun, pada kesempatan perayaan Dies Natalis ke 32 Universitas Indonesia ini kelaziman itu belum dapat kami laksanakan, karena pada hari ini baru genap 27 hari memangku jabatan Rektor sehingga belum ada hal-hal berarti yang dapat kami laporkan.
Karena itulah pada kesempatan ini kami mohon idzin untuk menyampaikan gagasan-gagasan pokok mengenai apa yang kami anggap perlu dilakukan dalam waktu 4 tahun yang mendatang ini. Sedangkan dalam suatu lampiran khusus disajikan laporan kegiatan Universitas Indonesia di bawah pimpinan pendahulu kami, Prof. Dr. Mahar Mardjono.
Gagasan-gagasan yang ingin kami ketengahkan pada kesempatan ini merupakan kumulasi daripada pengamatan dan pengalaman selama kami menjadi mahasiswa UI pada tahun 50 an maupun kemudian selama menjadi dosen pada Alma Mater ini selama hampir 1 /4 abad. Dalam pada itu selama 2 minggu yang terakhir ini kami telah secara marathon mengadakan kunjungan ke sepuluh fakultas dalam lingkungan UI untuk mengadakan perkenalan dan orientasi. Pada masing-masing fakultas kami telah bertatap muka dengan para karyawan, dosen dan mahasiswa serta telah menerima input atau masukan setelah kami mengeksposekan persepsi kami mengenai pelaksanaan missi selaku Rektor.
Daripada segalanya itu kami telah menarik kesimpulan lebih tajam mengenai apa yang seyogyanya kita lakukan pada masamasa yang akan datang, khususnya selama masa-jabatan kami. Jelas, bahwa kita tidak akan dapat melaksanakan semuanya secara sekaligus. Namun kita dapat berupaya untuk melangkah sejauh-jauh mungkin dalam waktu yang teramat singkat ini.
Gagasan pokok mengenai apa yang seyogyanya kita lakukan adalah, bahwa kita perlu melakukan penyadaran kembali mengenai fungsi Universitas Indonesia di dalarn masyarakat kita serta apa peranan kita sebagai sivitas akademika di dalam lingkungan Alma Mater kita. Usaha penyadaran kembali itu kiranya perlu kita lakukan dari waktu ke waktu. Karena seringkali kita terisap tenggelam ke dalam pusaran rutin sehari-hari. Sehingga perlu dari waktu ke waktu kita tegakkan kepala untuk melontarkan pandangan jauh ke depan untuk melihat ke mana kita pergi.;Merupakan kelaziman bagi seorang Rektor untuk menyampaikan laporan tahunan pada setiap perayaan Dies Natalis Universitasnya. Namun, pada kesempatan perayaan Dies Natalis ke 32 Universitas Indonesia ini kelaziman itu belum dapat kami laksanakan, karena pada hari ini baru genap 27 hari memangku jabatan Rektor sehingga belum ada hal-hal berarti yang dapat kami laporkan.
Karena itulah pada kesempatan ini kami mohon idzin untuk menyampaikan gagasan-gagasan pokok mengenai apa yang kami anggap perlu dilakukan dalam waktu 4 tahun yang mendatang ini. Sedangkan dalam suatu lampiran khusus disajikan laporan kegiatan Universitas Indonesia di bawah pimpinan pendahulu kami, Prof. Dr. Mahar Mardjono.
Gagasan-gagasan yang ingin kami ketengahkan pada kesempatan ini merupakan kumulasi daripada pengamatan dan pengalaman selama kami menjadi mahasiswa UI pada tahun 50 an maupun kemudian selama menjadi dosen pada Alma Mater ini selama hampir 1 /4 abad. Dalam pada itu selama 2 minggu yang terakhir ini kami telah secara marathon mengadakan kunjungan ke sepuluh fakultas dalam lingkungan UI untuk mengadakan perkenalan dan orientasi. Pada masing-masing fakultas kami telah bertatap muka dengan para karyawan, dosen dan mahasiswa serta telah menerima input atau masukan setelah kami mengeksposekan persepsi kami mengenai pelaksanaan missi selaku Rektor.
Daripada segalanya itu kami telah menarik kesimpulan lebih tajam mengenai apa yang seyogyanya kita lakukan pada masamasa yang akan datang, khususnya selama masa-jabatan kami. Jelas, bahwa kita tidak akan dapat melaksanakan semuanya secara sekaligus. Namun kita dapat berupaya untuk melangkah sejauh-jauh mungkin dalam waktu yang teramat singkat ini.
Gagasan pokok mengenai apa yang seyogyanya kita lakukan adalah, bahwa kita perlu melakukan penyadaran kembali mengenai fungsi Universitas Indonesia di dalarn masyarakat kita serta apa peranan kita sebagai sivitas akademika di dalam lingkungan Alma Mater kita. Usaha penyadaran kembali itu kiranya perlu kita lakukan dari waktu ke waktu. Karena seringkali kita terisap tenggelam ke dalam pusaran rutin sehari-hari. Sehingga perlu dari waktu ke waktu kita tegakkan kepala untuk melontarkan pandangan jauh ke depan untuk melihat ke mana kita pergi."
Jakarta: UI-Press, 1985
PGB 0533
UI - Pidato  Universitas Indonesia Library
cover
Sujudi
"Hari ini umur almamater yang kita cintai yang memakai nama bangsa dan negara, Universitas Indonesia telah mencapai 39 tahun. Dalam perjalanan sejarahnya Universitas Indonesia tidak pemah jauh dari masyarakat, selalu memperjuangkan kepentingan rakyat dan menunjang kepentingan pembangunan nasional dengan mempersiapkan calon serta pelaksananya. Universitas Indonesia juga terlibat dalam mempersiapkan perangkat lunaknya untuk pembangunan nasional sesuai dengan kemampuan dan bidang yang ada di kampus Universitas Indonesia.
Puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah SWT karena atas perkenanNya kita dapat hadir untuk memperingati HUT UI. Terima kasih dan penghargaan kami ucapkan kepada hadirin yang memenuhi undangan kami. Tujuan dari peringatan HUT ialah untuk mengenang kembali masa yang lalu, kemudian menetapkan langkah-langkah yang akan dilakukan dalam menghadapi tantangan di tahun-tahun yang akan datang.
Masa Dulu
Walaupun baru lahir sebagai sebuah universitas pada tahun 1950, namun Kampus Salemba dengan Rumah Sakitnya dan gedung di sebelahnya yaitu Salemba Empat yang berfungsi sebagai pabrik opium serta Gedung Prapatan Sepuluh, tempat para mahasiswanya telah secara aktif turut dalam revolusi sejak diproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945. Kisah perjuangan Kampus Salemba dan Prapatan Sepuluh masih dalam bentuk "his story" belum tertulis sebagai "history", namun peran dan keterlibatan para mahasiswa sangat mengagumkan, baik dalam pertempuran fisik, politik maupun mengurus para tawanan perang.
Kemudian pada tahun 1966 Kampus Salemba menjadi tempat pertemuan para mahasiswa dan pelajar dari Jakarta dan luar Jakarta yang setelah mengadakan apel bersama dilanjutkan dengan serangkaian , aksinya yang juga ditunjang para sarjananya untuk meluruskan Pemerintah pada masa itu yang telah menyimpang dari Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Aksi yang dimulai dengan yang dikenal sebagai Tritura, kemudian melahirkan Supersemar dan Orde Baru. Mulai saat itu Kampus UI dikenal sebagai Kampus Perjuangan Orde Baru.
Sebagai sebuah perguruan tinggi dengan Tridharma-nya, UI melaksanakan misinya yaitu mencerdaskan bangsa, pendidikan kepada para mahasiswa terus berjalan dengan selalu berusaha untuk dapat ditingkatkan, baik mutu maupun jumlahnya. Menyadari bahwa perlu usaha untuk melaksanakan peningkatan dan pengembangan, baik bagi para staf pengajar maupun sarana dan kurikulumnya, maka pimpinan Universitas Indonesia memelopori untuk mengadakan kerjasama atau afiliasi dengan perguruan tinggi di luar negeri. Afiiliasi dengan universitas di Amerika Serikat dimulai tahun 1953 oleh Fakultas Kedokteran."
Jakarta: UI-Press, 1989
PDies-Pdf
UI - Pidato  Universitas Indonesia Library
cover
Alhadi Bustamam
"UUD 1945 di dalam penjelasannya menyatakan, bahwa Indonesia ialah negara yang berdasar atas Hukum (Rechtsstaat) dengan Sistem Konstitusional. Negara Indonesia berdasar atas Hukum (Rechtsstaat), tidak berdasar atas kekuasaan belaka (Machtsstaat). Pemerintahan berdasar atas sistem konstitusi (hukum dasar), tidak bersifat absolutisme (kekuasaan yang tidak terbatas).
Sesudah Proklamasi Kemerdekaan yang melahirkan Negara Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, maka pembangunan Perguruan Tinggi Indonesia seharusnyalah berada di dalam Sistem Konstitusi Negara Indonesia yang bersumber kepada Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tersebut.
Pembukaan UUD 1945 kalimat keempat menyatakan, bahwa salah satu fungsi/tugas Pemerintah Negara Indonesia yaitu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
Pasal 31 UUD 1945 menyatakan: 1). Tiap-tiap warga negara berhak mendapat pengajaran; 2). Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pengajaran nasional, yang diatur dengan Undang-undang.
Perjuangan pergerakan kemerdekaan rakyat Indonesia yang berakibat Perang Kemerdekaan 1945-1949 mempunyai pengaruh yang besar terhadap hidup dan Kehidupan Negara Indonesia di dalam pelaksanaan hukum konstitusinya yang berpengaruh pula terhadap keadaan dan perkembangan Perguruan Tinggi Indonesia. Perang Kemerdekaan tersebut dengan segala akibat-akibatnya ternyata mempunyai pengaruh yang besar terhadap perkembangan dan perubahan konstitusi Negara Indonesia yang berbentuk UUD 1945, UUD 1949, UUD 1950. Oleh sebab itu penting dan perlulah dipelajari sejarah dan kenyataan dalam Perang Kemerdekaan 1945-1949 guna dapat mengetahui dan mengerti dengan baik mengenai perkembangan, perubahan dan isi dari Konstitusi Negara Indonesia yang sedang berlaku, yang merupakan landasan konstitusiona1 Perguruan Tinggi.
Dalam hubungan usaha dan kegiatan berjuang sambil membangun dan membangun sambil berjuang itulah rakyat dan Pemerintah Indonesia melakukan pembangunan Perguruan Tinggi. Pada saat itu Sistem Perguruan Tinggi tersebut terkenal sebagai Sistem Perguruan Tinggi Perang Kemerdekaan. Keadaan dan perkembangan Perguruan Tinggi Indonesia tidak dapat dipisahkan dari keadaan dan perkembangan perjuangan rakyat dan Negara Indonesia untuk mempertahankan dan membangun Negara Indonesia Proklamasi 17 Agustus 1945, yang di selenggarakan berdasar atas hukum dengan sistem Konstitusi.
Sesudah berakhirnya Perang Kemerdekaan 1945-1949, maka keadaan dan pembangunan Perguruan Tinggi didasarkan kepada perkembangan Konstitusi Negara Indonesia yang berlaku ketika itu, yaitu : UUD 1945, UUD 1949, UUD 1950, UUD 1945 menurut Dekrit 5 Juli 1959.
Kenyataannyya selama masa lebih kurang enam belas tahun, yaitu sejak Proklamasi Kemerdekaan Indonesia sampai dengan diundangkan dan berlakunya Undang-undang khusus tentang Perguruan Tinggi (UU No. 22 tahun 1961) pada tanggal 4 Desember 1961, keadaan dan perkembangan Perguruan Tinggi Indonesia masih terpaksa sedikit banyak dilakukan atas dasar peraturan-peraturan peninggalan zaman penjajahan Belanda, dan atas dasar Peraturan-peraturan Pemerintah Indonesia yang diadakan secara khusus untuk masing-masing Perguruan Tinggi, Universitas dan atau Fakultas sendiri-sendiri. Sangat lamanya waktu pembentukan Undang-undang Perguruan Tinggi itu disebabkan antara lain oleh adanya berbagai-bagai dan bermacam-macam pendapat."
Depok: Universitas Indonesia, 1991
D54
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>