Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 5 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Chempaka Syahbuddin
"Penelitian ini berfokus pada intervensi yang dilalcukan oleh manajemen di PT KOE untuk mcmbcntuk perilaku hemat energi pada karyawan meialui program carpooling. Pada saat ini ketersediaan energi BBM semakin berkurang. Menurut UU Konsewasi Encrgi no.30 tahun 2007 adalah tanggungjawab semua pihak untuk melakukan konservasi energi. Karena pemakaian BBM di Indonesia terbanynk dikonsumsi oleh sektor industrl, dengan perincian sebagai berikut : yaitu sektor rumah tangga sebesar 21,5%, sektor transportasi 37,9% serta sektor industri sebesar 40,6%, maka sektor indushi sangat mcnaruh perhatian khusus untuk menghemat energi. Disinilah perusahaan dapat berpanisipasi. Energi dalam arti spcsifik yang dipakai industri adalah energi listrik yang menggunakan bahan bakar minyak untuk pembangkilnya. Dalam rangka ikut berpartsisi dalam melakukan pcnghematan energi di perusahaan, managemen PT KOE mcncari program konservasi energi yang sesuai dengan keseharian karyawannya. Melalui observasi dan wawancara yang dilakukan penulis, tergambarkan pola keseharian karyawan di PT KOE yang mengakibatkan pemakaian listrik yang melebihi semestinya di dalam kantor. Hal ini menyebabkan membengkaknya biaya listrik yang harus dibayarkan oleh perusahaan. Untuk menimbulkan perilaku konscrvasi cnergi, penul is mengusulkan kepada perusahaan untuk melakukan program kompetisi carpooling, yaitu sebuah perilaku dimana karyawan menggunakan satu mobil beramai-ramai sewaklu berangkat dan pulang kerja. Bertujuan untuk melihat intensi karyawan dalam melakukan carpooling, penulis melakukan intervensi di perusahaan dengan menyebarkan informasi selama tiga hari benurut-turut kcpada kclompok yang terdiri dari 30 orang dengan kritcria mcmiliki mobil pxibadi dan berdomisili di luar Jakarta. Dilakukan juga pengukuran intensi, sebelum dan sesudah intervensi. Hasil yang didapat adalah teljadi kcnaikan intcnsi untuk melakukan cmpooling puda karyawan setelah diadakan intervensi. Berdasarkan hasil intervensi ini, pcnulis mengusulkzm kepada pemsahaan untuk mclaksanakan kompetisi carpooling antar karyawan untuk membentuk perilaku melakukan carpooling sewaktu berangkat dam pulang kantor bcrsama rekan sekerja.

Today, the supply of energy from fossil fuel is depleting, white the demand is increasingly higher. Consequently, the price is also rising higher every day. The Conservation Bill no.30 year 2007 (Undang-undang Konservasi no.30 tahun 2007) has stated that it is the responsibility ot' all involved in society such as the industry, the transportation and the households sector to conserve energy. The statistics shows that the industrial sector has consumed 40,6% ot? all energy consumption, followed by the transportation sector that reaches 37% and the household sector is 21 ,5%. Therefore, the industry is the sector most conccmcd to safe energy a way to cut energy cost. Energy in industrial term means electricity; as such electric power plant to be able to operate needs fossil fuel as the energy. The intervention in corporation done by PT KOE company toward its employees is done because the company is seeking a solution, a way to conserve energy meaning to cut electricity cost. From observation and interviews, the writer finds out the routines of the everyday life of the employees of PT KOE company which eventually effects the consumption of electricity which is higher than it should be. The management of PT KOE has agreed to a proposal submitted bythe writer to conduct intervention within corporation which is the carpooling, a behavior in which employees to go to work and go home together sharing one car with fellow employees. The writer conducts intervention in corporation by spreading infonnation to a group of 30 employees in a three days? time in sequence, with the following criteria: each has a private car, each lives in outer J akarta. Intention measurement is also done before and after intervention. The result is the raise of intention of the employees atier the intervention conducted. Based on the result of the intervention, the writer proposes to the management of PT KOE to conduct carpooling competition to develop carpooling behavior to go to work and to go home together with colleague by sharing a car.
"
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2008
T34106
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Anis Masyruroh
"Peningkatan jumlah penduduk Kota Serang berdampak pada pengalih fungsi lahan bervegetasi menjadi area terbangun, sehingga mengurangi luas Ruang Terbuka Hijau (RTH) kota. Dampak yang terjadi akibat meningkatnya pengalihan fungsi lahan akan terjadi pada peningkatan area tutupan lahan. Tutupan lahan ini berdampak pada berkurangnya kualitas lingkungan hidup seperti kemampuan vegetasi menyerap CO2, meningkatkanya suhu udara, menurunkan kelembapan, sehingga dapat berpengaruh terhadap tingkat kenyaman kota. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) menganalisis hubungan hutan kota dengan lingkungan, sosial, dan ekonomi, 2). membuat model hutan kota dalam perlindungan lingkungan hidup, dan 3) menentukan arah kebijakan dalam mengimplementasikan pembangunan hutan kota. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan tiga analisis pertama adalah menggunakan analisis statistik, kedua menggunakan system dynamics, dan yang ketiga adalah menggunakan ANP. Hasil dari penelitian ini yang pertama adalah menunjukkan bahwa ada hubungan antara hutan kota dengan kualitas lingkungan kota, yang kedua didapatkan hasil intervensi terhadap hutan kota dalam rangka meningkatkan kualitas lingkungan dilakukan sejak tahun 2023-2045 menunjukan adanya peningkatan kualitas lingkungan. Berdasarkan hasil model intervensi dengan penambahan luas lahan hutan kota sebesar 8% pertahun, dengan memaksimalkan tutupan lahan terhadap hutan kota dengan sebesar 100% menggunakan intervensi tipe-1, tipe-2, dan tipe-3, menunjukan bahwa luas hutan kota dan luas tutupan dapat mempengaruhi terhadap suhu udara, kelembapan, tingkat emisi udara dan tingkat kenyamanan. Hal ini dapat dilihat pada hasil intervensi rata-rata dapat menurunkan suhu udara sebesar 1,240C, meningkatkan kelembapan sebesar 1,19%, menurunkan polusi udara sebesar 12.195,90 ton, serta menurunkan nilai tingkat kenyamanan sebesar 01% pertahun. Hasil yang ketiga adalah dalam rangka mengimplementasikan pembangunan hutan kota, maka diperlukan dukungan peraturan,dengan pemerintah dan swasta sebagai penyelanggara, serta perluasan hutan kota sebagai alternatif.

The increase in the population of the city of Serang has an impact on the diversion of the function of vegetated land into a built area, thereby reducing the area of green open space of the city. The impact that occurs as a result of increasing land use change will occur in an increase in land cover area. This land cover has an impact on the reduced quality of the environment such as the ability of vegetation to absorb CO2, increase air temperature, reduce humidity, so that it can affect the level of comfort of the city. the purpose of this study is: 1) to analyze the relationship of urban forests to the environment, social, and economy, 2). make models of urban forests in environmental protection, and 3) determine the direction of policy in implementing urban forest development. The method used in this study is to use the first three analyzes using statistical analysis, the second using system dynamics, and the third is using ANP. The results of this first study show that there is a relationship between urban forest and the quality of the city environment, the second is the result of intervention on urban forests in order to improve environmental quality carried out from 2023-2045 showing an increase in environmental quality. Based on the results of the intervention model with the addition of urban forest area by 8% per year, by maximizing land cover for urban forests by 100% using type-1, type-2, and type-3 interventions, indicating that urban forest area and cover area can be affect air temperature, humidity,air emision level and comfort level. This can be seen in the results of type-3 intervention can reduce the air temperature by 1.240C, increase humidity by 1.19%, reduce air pollution by 12,195.90 ton, and reduce the value of comfort level by 01% per year. The third result is in order to implement the development of urban forests, it requires regulatory support, with the government and the private sector as the guarantor, and the expansion of urban forests as an alternative."
Depok: Universitas Indonesia, 2019
D2633
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hariyadi
"Program pengembangan PLTP memiliki nilai strategis untuk mendukung kepentingan pencapaian ketahanan energi berbasis sumber energi terbarukan, mitigasi iklim, dan misi pembangunan berkelanjutan sekaligus pembangunan sosial. Meskipun demikian, dalam tahapan awal pembangunannya, pengembangan PLTP biasanya diwarnai dengan rendahnya dukungan/penerimaan sosial. Lemahnya penerimaan sosial tersebut biasanya diakibatkan oleh dampak negatif pembangunannya secara sosial dan lingkungan. Belum optimalnya implementasi kebijakan pengelolaan persoalan sosial tersebut oleh negara dan/atau pengembang menjadikan isu ini selalu muncul dalam pengembangan PLTP. Riset ini ditujukan untuk membangun sebuah model penerimaan sosial dalam pengembangan PLTP dengan mengambil sampel studi dalam pengembangan PLTP di Baturraden.
Perspektif ilmu lingkungan, pembangunan sosial dan peran negara menjadi alat analisis karena berpengaruh terhadap pengelolaan isu penerimaan sosial dalam pengembangan PLTP. Model tersebut dibangun menggunakan variabel bebas, yakni struktur, proses, dan kultur sebagai aspek-aspek penting sistem kehidupan sosial budaya, dari 100 sampel data yang dikumpulkan melalui metode survei, wawancara mendalam, dan observasi lapangan. Data diolah melalui metode permodelan persamaan struktural untuk menilai tingkat relasi antar-variabel dan analisis kualitatif.
Penelitian ini mengkonfirmasi arti penting ketiga variabel tersebut untuk menentukan tingkat penerimaan sosial terhadap pengembangan PLTP di WKP Baturraden, dan menemukan variabel/subvariabel bebas baru yang berperan penting untuk mengefektifkan kebijakan pengelolaan isu penerimaan sosial sebagai variabel terikat dalam pengembangan PLTP. Variabel/subvariabel tersebut adalah penguatan peran negara sebagai lembaga rechstaat dan kulturstaat. Temuan ini menjadi kontribusi ilmiah riset terhadap model penerimaan sosial dan sekaligus memperkuat kebijakan pengelolaan isu sosial dalam pengembangan PLTP bagi terwujudkan pembangunan sosial dan berkelanjutan.

The geothermal power plant (GPP) program has a strategic value to sustain the interests of achieving renewable source-based energy security, climate mitigation, and the sustainable development agenda as well as social development. Nevertheless, in the initial stages of its development, the GPP program is usually characterized by weak social acceptance. The weak social acceptance is usually caused by social and environmental development impacts. The lack of optimal implementation of the social issue management has made this issue always arise in the GPP program. This research is aimed at building a model of social acceptance in the GPP progam by taking a sample of study in the GPP project in Baturraden.
Environmental science perspective, social development and the role of the state become analytical tools because they influence the management of social acceptance issues in the project. The model is built using independent variables, namely structure, social process, and culture as important aspects of the socio-cultural life system, from 100 samples of data collected through survey method, indept interviews and field observations. Data is processed through structural equation modeling methods to assess the level of inter-variable relations and qualitative analysis.
This study confirms the importance of these three variables to determine the level of social acceptance of the Baturraden GPP project, and finds a variable/sub-variable that plays an important role in making effective social issue management policies in the project. This new variable/subvariable is the strengthening role of the state as a rechstaat and kulturstaat institution. This finding is a scientific contribution to this research on the model of social acceptance and simultaneously strengthens social issue management policies in the development of GPP to social and sustainable development.
"
Jakarta: Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia, 2019
D2670
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Wahyu Mulyana
"ABSTRAK
Air merupakan sumber daya kunci yang dibutuhkan untuk kehidupan manusia. Penyediaan air
perkotaan belum memenuhi target pemenuhan hak atas air secara kuantitas, kualitas dan
keterjangkauan. Sistem pengelolaan air perkotaan masih tradisional menekankan pembangunan fisik
infrastruktur dan masih dikelola terpisah-pisah (fragmented). Riset ini bertujuan mengembangkan
model dynamic governance dalam tata kelola air perkotaan. Pendekatan riset menggunakan metoda
gabungan, antara lain: Structural Equation Modelling (SEM) untuk menemukenali faktor-faktor
yang mempengaruhi kondisi tata kelola air perkotaan saat ini, Social Network Analysis (SNA) untuk
menilai tingkat interaksi antara aktor dan domain kebijakan siklus air perkotaan dan Soft System
Methodology (SSM) untuk pengembangan model konseptual. Keluaran riset berupa model
konseptual dynamic governance dalam tata kelola air perkotaan pada proses hirarki kebijakan mulai
level kebijakan, organisasional dan operasional untuk mewujudkan tujuan pengelolaan air perkotaan
berkelanjutan. Model konseptual digambarkan melalui jalur-jalur aktivitas yang dihasilkan dari
interaksi elemen kapabilitas dinamis dengan kultur organisasi. Model dynamic governance
diadaptasi di Kawasan Perkotaan Cekungan Bandung sebagai strategi implementasi pada kawasan
perkotaan yang cepat tumbuh.

ABSTRACT
Water is a key resource needed for human life. Urban water supply has not met the target of fulfilling
water rights in quantity, quality and affordability. Urban water management systems still
traditionally emphasize the physical construction of infrastructure and are still managed
fragmented. This research aims to develop a dynamic governance model in urban water governance.
The research approach uses mixed methods, including: Structural Equation Modeling (SEM) to
identify the factors that influence the current state of urban water governance, Social Network
Analysis (SNA) to assess the level of interaction between actors and policy domains of urban water
cycles, and Soft System Methodology (SSM) for the development of conceptual model. The result of
research is a conceptual model of dynamic governance in urban water governance at policy
hierarchy process starting from policy, organizational and operational levels in order to achieve
the ultimate goals of sustainable urban water management. The conceptual model is described
through activity pathways resulting from the interaction of elements of dynamic capabilities and
organizational culture. The dynamic governance model is adapted in Kawasan Perkotaan Cekungan
Bandung as an implementation strategy in fast-growing urban areas.

"
2019
D2625
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dimbilalaina Faniry Anjarasoa
"Food waste is a major global challenge with significant impacts on the environment, economy, and society. As a major contributor to food waste, Indonesia has initiated several programs to address this issue. This study investigates the driving forces behind these efforts, focusing on the role of global governance and its influence at the national level. This research uses qualitative data from official documents, policy reports, conferences, and dialogues with stakeholders to uncover that global governance exerts significant influence on national policy-making. It applies the concept of global governance, particularly focusing on the way international norms, such as the SDGs, shape national strategies and policies. The study identifies political, economic, and environmental factors as key motivators for these measures. The findings suggest that despite progress in policy-making and stakeholder engagement, Indonesia faces challenges in implementation, public awareness, and infrastructure improvement. The influence of global governance is evident in the formulation of national strategies, highlighting the necessity for improved coordination between agencies and more robust public education initiatives to combat food waste effectively. This thesis contributes to the academic discourse by offering an extensive examination of Indonesia’s approach, underlining the relationship between international norms and domestic practices. It emphasizes the importance of food waste reduction policies to fit the specific conditions of each country. The results also have wider implications for other developing countries seeking to align their domestic policies with global sustainability targets.

Limbah makanan merupakan tantangan global dengan dampak signifikan terhadap lingkungan, ekonomi, dan masyarakat. Sebagai negara penyumbang sampah makanan terbesar, Indonesia telah memulai beberapa program untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini menganalisis kekuatan terhadap program-program tersebut, dengan berfokus pada peran tata kelola global dan pengaruhnya di tingkat nasional. Penelitian ini menggunakan data kualitatif dari dokumen resmi, laporan kebijakan, konferensi, dan dialog dengan pemangku kepentingan untuk mengungkap bahwa tata kelola global mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pembuatan kebijakan nasional. Penelitian ini menerapkan konsep tata kelola global, khususnya berfokus pada bagaimana norma-norma internasional, seperti SDGs, membentuk strategi dan kebijakan nasional. Penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor politik, ekonomi, dan lingkungan sebagai pendorong utama dalam inisiatif tersebut. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun ada kemajuan dalam pembuatan kebijakan dan keterlibatan pemangku kepentingan, Indonesia menghadapi tantangan dalam implementasi, kesadaran masyarakat, dan peningkatan infrastruktur. Pengaruh tata kelola global terlihat jelas dalam perumusan strategi nasional, terkhusus pada perlunya peningkatan koordinasi antar lembaga dan inisiatif pendidikan publik yang lebih kuat untuk memerangi limbah makanan secara efektif. Penelitian ini berkontribusi pada wacana akademis dengan menawarkan kajian ekstensif terhadap pendekatan Indonesia, yang menekankan pada hubungan antara norma-norma internasional dan praktik domestik. Penelitian ini juga menekankan pentingnya kebijakan tentang pengurangan limbah makanan menyesuaikan dengan kondisi spesifik setiap negara. Hasil-hasil pada penelitian ini mempunyai implikasi yang lebih luas bagi negara-negara berkembang lainnya yang berupaya menyelaraskan kebijakan dalam negeri mereka dengan target keberlanjutan global."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2024
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library