Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query
M. Bisri
Abstrak :
Meskipun pengembangan keterampilan kepemimpinan melalui kegiatan ekstrakurikuler dan seluruh kegiatan yang ada di pondok pesantren sangat bermanfaat, namun penilaian/pengukuran pengembangan keterampilan kepemimpinan masih relatif kurang. Santri pondok pesantren Darunnajah Cipining Bogor dijadikan target penelitian untuk mendapatkan data yang berkaitan dengan pengembangan keterampilan kepemimpinan santri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan partisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler dengan pencapaian keterampilan kepemimpinan yang dipersepsikan santri. Peneliti menyimpulkan tiga hal: Pertama, sebagian besar responden merasakan manfaat selama mereka aktif berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler di pondok pesantren. Kedua, penelitian ini memperlihatkan bahwa jenis kelamin, usia, suku, dan latar belakang lingkungan santri tidak berhubungan secara signifikan dengan pencapaian keterampilan kepemimpinan. Ketiga, penelitian ini menunjukkan bahwa partisipasi santri dalam kegiatan ekstrakurikuler di pondok pesantren berhubungan positif dan signifikan dengan pencapaian keterampilan kepemimpinan.
Although the development of leadership skills through the extracurricular activities in Islamic Boarding School (Pondok Pesantren) is highly valued, measurement of leadership skill development of it has been lacking. Santri of pondok pesantren Darunnajah Cipining Bogor were targeted in this study in order to gather data about leadership development among santri. The purpose of this study was to investigate relationships that exist between youth leadership life skills development and participation in extracurricular activities. This study utilized descriptive survey methodology and a correlational design. The independent variables were participation and involvement in extracurricular activities. The dependent variable was selfperceived gain of leadership life skill development as a result of the participation in extracurricular activities measured by the Youth Leadership Life Skills Development Scale. The findings of this study were; respondents recorded a moderately high gain in leadership life skills development from their participation in extracurricular activities. No significant relationships were found between gender, age, ethnicity, and place of residence and the total YLLSDS score (leadership skills). Significant relationships were found between the quantity of participation in extracurricular activities and the total YLLSDS score.
Depok: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2009
T-Pdf
UI - Tesis Open Universitas Indonesia Library
Amalia
Abstrak :
Latar belakang: kemampuan komunikasi yang efektif merupakan salah satu
kompetensi dasar yang harns dimiliki dokter. Sepanjang masa studi di fakultas
kedokteran mahasiswa dituntut untuk bisa mengembangkan kemampuan komunikasi
Selain melalui materi yang diberikan dalam kurikulum, mahasiswa diharapkan dapat
meningkatkan kemampuan dengan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Namun
demikian belum pemah dilakukan penelitian untuk melihat hubungan antara kegiatan
ekstrakurikuler dengan kemampuan komunikasi. Tujuao: mengetahui adanya
hubungan kegiatan ekstrakwikuler dengan kompetensi komun ikasi interpersonal
mahasiswa FKUL Metode: studi cross-sectional dilakukan pada mahasiswa tingkat
empat Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dengan instrument kuesioner
Imerpef:':>onaf Communication Competency sea/e. Rerata skor maltasiswa dianalisis
berdasarkan jenis dan jumlah kegiatan ekstrakurikuler serta peran mahasiswa dalarn
ke!,rlatan ekstrakurikuler yang diikuti. HasH: nilai p untuk jumlah dan peran
mahasiswa dalam kegiatan ekstrakurikuler adalah 0,364 dan 0,533. Nilai p untuk
kegiatan kerohanian, seni dan olahraga, keilmuan, keorganisasian, dan sukarelawan
adaJah 0,234; 0,145; 0,619; 0,502; dan 0,034 Kesimpulao: terdapat hubungan antara
kegiatan sukarelawan dengan kompetensi komunikasi interpersonal mahasiswa.
Sementara itu jumlah kegi at an , peran dalam kegiatan, dan jenis kegiatan selain
sukarelawan tidak berhubungan dengan kompetensi komunikasi interpersonal
mahasiswa.
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2016
S70454
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Dwi Indah Sekarsari
Abstrak :
ABSTRAK
Penelitian-penelitian sebelumnya telah membuktikan hubungan keterlibatan dalam kegiatan ekstrakurikuler dan adaptabilitas karier tetapi menunjukkan hasil yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran efikasi diri pengambilan keputusan karier dalam memediasi hubungan keterlibatan dalam kegiatan ekstrakurikuler dan adaptabilitas karier pada mahasiswa. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, Career Adapt-Abilities Scale (CAAS), Extracurricular Involvement Inventory (EII), dan Career Decision Self-Efficacy Scale-Short Form (CDSE-SF) yang telah diadaptasi ke bahasa Indonesia. Uji statistik dari 116 partisipan menunjukkan bahwa efikasi diri pengambilan keputusan karier memediasi secara penuh hubungan antara keterlibatan dalam kegiatan ekstrakurikuler dan adaptabilitas karier dengan direct effect tidak signifikan (c = 0,30, p,05) dan indirect effect signifikan (c = 1,28, p,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa individu yang terlibat dalam kegiatan ekstrakurikuler akan memiliki efikasi diri pengambilan keputusan karier yang lebih tinggi yang mana individu dengan efikasi diri pengambilan keputusan karier yang tinggi akan lebih siap untuk menghadapi tugas, peran, dan tantangan kariernya.
ABSTRACT
Previous studies have proven the relationship of participation in extracurricular activities and career adaptability but show different results.This study aims to look at the role of career decision self-efficacy in mediating the relationship of participation in extracurricular activities and career adaptability among higher education student. The instruments that used in this study were Career Adaptation Capability Scale (CAAS), Inventory of Extracurricular Involvement (EII), and Career Scale Self-Efficacy Career Decisions-Short Forms (CDSE-SF) that have been adapted into Indonesian. The statistical test of 116 participants showed that career decision self-efficacy fully mediated the relationships between extracurricular activities involvement and career adaptations with insignificant direct effects (c = 0.30, p .05) and significant indirect effects (c = 1.28, p .05). These results indicate that individuals involved in extracurricular activities will have higher career decision self-efficacy where individuals with high career decision self-efficacy will be better prepared for the needs of their duties, roles, and career struggles.
2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library