Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 49 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Sungkar, Lubna
"LATAR BELAKANG
Pada dasarnya karya sastra merupakan bagian dari kehidupan, sehingga tidak mungkin karya sastra dipisahkan dari lingkup masyarakat, seperti halnya sastrawan yang tidak mungkin memisahkan diri dari masyarakatnya. Sastra memang bukan kenyataan sosial tetapi merupakan gambaran sosial yang dituangkan dalam cerita. Lebih jauh dari itu sastra bisa mengandung gagasan yang mungkin dimanfaatkan untuk menumbuhkan sikap sosial tertentu atau bahkan untuk mencetuskan peristiwa sosial tertentu (Damono:1978:2). Jadi pada hakekatnya melalui karya sastra kita dapat mencurahkan segala aspirasi yang ada di dalam sanubari, di samping itu kita juga dapat melihat masalah yang tak terungkap dalam kehidupan kita sehari-hari.
Seperti yang dikatakan oleh Wellek dan Warren (1990: 109), sastra mempunyai fungsi sosial atau "manfaat" yang tidak sepenuhnya bersifat pribadi. Jadi permasalahan sastra menyiratkan atau merupakan masalah sosial : masalah tradisi, konvensi, norma, simbol dan mitos. Selanjutnya, dalam buku ini pula dikemukakan pula oleh De Bonald bahwa sastra adalah ungkapan masyarakat. Dengan demikian, sastra dapat dianggap sebagai dokumen sosial karena memang ada semacam cermin sosial yang bisa ditarik dari karya sastra, tetapi tak ada hubungan yang ketat dengan kebenaran. Teks sastra dapat mencerminkan kehidupan sosial sama seperti memutarbalikkannya (Todorov, 1985 : 16). Seorang sejarahwan tidak dapat mengambil fakta sejarah dari karya sastra begitu saja, karena walaupun dikatakan karya sastra itu cermin sosial, cermin itu seringkali menipu atau palsu. Selain itu, apabila kita meletakkan karya sastra setingkat dengan dokumen sosial atau sejarah itu, berarti kita menolak unsur-unsur yang memberikan kualitas pada karya tersebut sebagai karya sastra. Sebagaimana dikatakan oleh Tomars, lembaga estetik tidak berdasarkan lembaga sosial. (Wellek dan Warren, 1990:109).
Di dalam dunia sastra terdapat berbagai jenis sastra yang kadar faktualnya tidak sama. Ada karya sastra yang menampilkan gagasan atau filsafat hidup, ada yang menampilkan kehidupan sangat indah sehingga tidak manusiawi, seperti dalam dongeng-dongeng, ada karya sastra yang bersifat satirik dan memutarbalikkan kenyataan, ada pula karya sastra yang memberikan gambaran mendekati "kenyataan" yang disebut roman realis."
1995
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Apsanti Djokosuyatno
Jakarta: Djambatan, 2005
808.83 APS c
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Risha Jilian Ch.
"Skripsi ini membahas tentang absurditas dalam Le Ping-Pong karya Arthur Adamov. Le Ping-Pong merupakan sebuah karya Nouveau Théâtre yang mengisahkan tentang dua lelaki yang sangat tertarik pada mesin pinball. Kedua tokoh tersebut terus-menerus berusaha untuk mendapatkan keuntungan dari mesin pinball. Namun secara perlahan-lahan mesin pinball itu mengendalikan kedua tokoh tersebut hingga mereka tua. Tanpa kedua tokoh itu sadari, mereka menghabiskan waktu mereka hanya untuk permainan yang berakhir pada kesia-siaan. Oleh karena itu tujuan dari penulisan ini adalah untuk memaparkan nilai absurditas yang terkandung dalam Le Ping-Pong. Kesimpulan sementara yang didapat adalah bahwa Le Ping-Pong menunjukkan tentang kesia-siaan usaha manusia.

The focus of this study is absurdity of Arthur Adamov`s play, Le Ping-Pong. Le Ping-Pong is one of the best known play of Nouveau Théâtre. It was about two man fascinated by pinball machine. They make every endeavor to reach the benefit from that machine. But unconsciously, they wasted their lifelong just for the plaything, in the futile. So the purpose of this study is to explain the absurdity contained in Le Ping-Ping. The hypothesis is that Le Ping-Pong is concerned with the futility of human endeavor."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2009
S14521
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Rezza Regina Supriatin
"Skripsi ini merupakan penelitian mengenai kegiatan loisirs yang dilakukan oleh kategori sosioprofesional di Prancis. Data-data kegiatan loisirs diambil sebanyak 12 kegiatan yang menurut INSEE termasuk kegiatan loisirs. Tujuan penelitian ini adalah mencari kegiatan loisirs yang menjadi indikator pembeda dari setiap kategori sosioprofesional. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan tentang konsep waktu luang yang ada dalam masyarakat Prancis serta pembagian kategori sosioprofesional yang digunakan oleh pemerintah Prancis. Dari analisis ke-12 kegiatan loisirs tersebut, terdapat hubungan yang erat antara kegiatan loisirs dan kategori sosioprofesional yang dapat dilihat dalam tiga aspek, yakni banyaknya waktu luang, tingkat kemakmuran serta latar belakang sosial suatu kategori sosioprofesional. Namun demikian tidak ditemukan kegiatan yang menjadi indikator pembeda dari setiap kategori sosioprofesional."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2008
S13830
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Lina Rais
"ABSTRAK
Bahasa adalah salah satu unsur kebudayaan yang ber_sifat universal (Koentjaraningrat, 1979:77). Hal ini berarti bahwa setiap masyarakat mengenal bahasa sebagai salah satu unsur dari seluruh hasil cipta manusia itu sendiri yaitu kebudayaan. Bahasa dengan demikian merupakan unsur kebudayaan yang penting, yang dapat digunakan sebagai pembeda antara masyarakat yang satu dengan masyarakat lainnya. Apabila A mempergunakan bahasa yang berbeda dengan B, berarti mereka tidak berasal dari masyarakat yang lama. Bahasa sebagai alat komunikasi merupakan perwujudan dari apa yang kita pikirkan ataupun yang kita rasakan. Pada mulanya, komunikasi yang terjadi hanya terbatas antara anggota suatu masyarakat saja, tetapi lama kelamaan, komunikasi juga terjadi antar masyarakat, misalnya me_lalui hubungan politik, hubungan ekonomi, dan hubungan kesenian. Kontak antara masyarakat mengakibatkan bahasa dari satu masyarakat mendapat pengaruh dari bahasa mas_yarakat lain, meskipun pengaruhnya sangat sedikit (Louie Guilbert, 4.975 :89). Dengan terjadinya kontak antara bangsa Prancis dengan bangsa Indonesia; bahasa merekapun saling mempengaruhi, sehingga istilah-istilah dari bahasa Prancis (selanjutnya disingkat BP)

"
1985
S14476
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Le drama, tel que les romantiques l'ont mis en honneur, n_est pas un genre propre au genie francais. Avant le XIX_ siecle, des influences etrangeres, particulierement d_Angleterre et d'Espagne, lui preparent les voies. Au XVII_ siecle, Lope de Vega, ecrivain espagnol a fait beaucoup pour la naissance de 1'ecole dramatique valen_cienne. Alexandre Hardy et Corneille sent, en France, les admirateurs et quelquefois les imitateurs de Lope; ils mettent en pratique, dans leurs oeuvres, leurs idees dramatiques, comme Victor Hugo les remet en valeur, dans la Preface de Cromwell, centre les idees classiques. L'influence anglaise est aussi profonde et dura_ble. Au XVII1_ siecle, on a commence a traduire 1'oeuvre de Shakespeare. Jean-Francois Ducis a fait representer en 1792, 1'Othello de Shakespeare qu_il a remanie. Cette adap_tation de Ducis est bien accueillie par les Parisiens. L'oeuvre de Shakespeare resume les traits principaux du drame, qui permettent de comparer les systemes dramatiques_"
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1970
S14383
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Zunainah
"Walaupun berasal dari rumpun yang berbeda, dengan sistem kebahasaan yang berbeda pula, ditemukan banyak kata bahasa Indonesia yang memiliki kemiripan fonis dan gratis dengan kata bahasa Prancis. Biasanya orang akan langsung beranggapan bahwa kata semacam itu mempunyai makna yang lama. Namun, apakah benar demikian ? Penelitian ini akan memaparkan persamaan dan perbedaan makna serta identifikasi kolokasi dari kata bahasa Prancis dan bahasa Indonesia dengan kemiripan fonis dan grafis. Adapun teori yang digunakan untuk mendasari analisis adalah teori mengenai kata pinjaman, analisis makna, dan kolokasi. Untuk membantu penelitian, digunakan kamus ekabahasa Petit Robert (2003) dan Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002) sebagai kamus sumber untuk menganalisis makna dan mengidentifikasi kolokasi. Selain itu, digunakan juga kuesioner jika tidak ditemukan makna dan konteks yang jelas pada kamus sumber. Kuesioner tersebut diberikan kepada dua orang informan (seorang penutur bahasa Francis dan seorang penutur bahasa Indonesia)."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2005
S14491
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Saint-Exupery, Antoine de, 1900-1944
Paris: Gallimard, 1939
843.9 SAI t (1)
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Hartiasri Ariviani
"Perwujudan irama tersebut didukung oleh unsur tokoh, latar ruang, dan waktu. Para tokoh dalam roman ini menjalani kehidupan yang teratur dan monoton. Tindakan-tindakan mereka selalu sama dan berulang. Latar ruang juga disajikan secara berulang dan merupakan latar tempat berlangsungnya suatu aturan yang berbeda-beda sesuai dengan kualitas masing-masing ruang. Adapun waktu yang ditampilkan di sepanjang cerita selalu sama, yaitu setelah lewat tengah hari. Dengan demikian masing-asing unsur memperlihatkan pengulangan dan keteraturan sebagai faktor yang dominan."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1995
S14351
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Anak Agung Ariyani Kartika Dewi
"Skripsi ini adalah penelitian mengenai pelacakan yang dilakukan tokoh detektif Maigret dalam roman Un Crime en Hollande. Tujuannya adalah untuk memperlihatkan jalan pelacakan Maigret dan kendala-kendala yang dihadapi tokoh tersebut dalam pelacakannya. Penelitian ini memakai pendekatan struktural dengan menggunakan teori Ronald Barthes mengenai hubungan sintagmatik dan paradigmatik, serta teori Schmitt dan Viala mengenai sekuen."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1996
S13835
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5   >>