Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 10 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Sri Wastuti
"Pertumbuhan proyek - proyek jalan dan jembatan di Indonesia dewasa ini berkembang cukup pesat. Dunia konstruksi sebagai obyek sarana untuk mewujudkan media bangunan sangat dituntut terhadap persaingan yang ketat, terutama pada sisi hasil produk, metode keda dan teknologi yang dipakai. Seirmg dengan hal tersebut, tuntutan terhadap mute, ketepatan waktu dan sektor biaya sangat mutlak dilakukan dan bukan merupakan slogan saja, dalam arti proses pelaksanaan selalu memberfl= hal yang terbaik dan selalu memberikan aspek - aspek inovasi kearah yang lebih efisien dan berdaya guna sangat tinggi. Penggunaan balok beton prategang tipe I dalam suatu proyek jalan, merupakan bagian terpenting dalam unsur struktur jembatan. Salah satu desain Flyover di proyek Tanjung Barat dan Raya Bogor Flyover untuk posisi super structure adalaah menggunakan Prestressed Concrete I Girder dengan standar mute K-500.
Kendala yang tedadi dalam pelaksanaan proyek tersebut adalah balok beton prategang bentuk I yang didesain oleh Konsultan Perencana menggunakan monolith system tetapi dalam proses pelaksa annya tcdadi kendala dilapangan yang mengakibatkan perubahan desain balok prategang bentuk I tersebut menjadi segmental system. Dalam penulisan tugas akhir ini penulis ingin membandingkan balok beton prategang bentuk I antara sitem monolith dan sistem segmental dengan menggunakan tahapan-tahapan dalam metode Value Engineering. Proses perubahan desain kerap kali terjadi dalam suatu proyek konsbvksi, tetapi hal-hal yang patut dipertimbangkan adalah mengenai biaya dan kemudahan dalam pelaksanaan pekedaannya."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2006
S35860
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Imam Jauhari Maknun
"ABSTRAK
Teori "Poutres voiles" yang banyak digunakan saat ini adalah teori klasik Vlassov. Teori ini merupakan teori satu dimensi dari balok dengan ketebalan yang sangat tipis. Akan tetapi dalam teori Vlassov, torsi dan lentur dipisahkan. Teori lain yang akan dipelajari adalah teori dimana ada hubungan antara torsi dan lentur. Teori satu dimensi ini diperoleh dari persamaan keseimbangan 3 dimensi dalam kondisi elastik linier. Keunikan teori ini adalah adanya tambahan kopling jika dibandingkan dengan teori Vlassov. Dalam penelitian ini, kami akan membandingkan hasil teoritis (Vlassov dan Couple), hasil eksperimen dan hasil numerik dengan program ANSYS.
Kami menemukan bahwa hasil dari balok dengan bukaan θ0=90°, hasil eksperimental dan teoritis (model couple) sangat dekat. Sedangkan hasil ANSYS cukup dekat dengan hasil yang diperoleh dari teori Vlassov. Kemudian, hasil U1c ANSYS dekat dengan hasil teoritis (model couple). Untuk balok dengan bukaan θ0 lebih kecil dari 90°, hasil eksperimen dekat dengan hasil yang diberikan oleh ANSYS untuk sudut torsi θ. Selain itu, untuk balok dengan θ0 lebih kecil dari 90o, hasilnya cukup memuaskan untuk U1c.

Abstract
Theory "Poutres Voiles" widely used today is the classical theory Vlassov. This theory is one-dimensional theory of beams with a very thin thickness. However, in theory Vlassov, torsion and bending are separated. Another theory is a theory that will be studied in which there is a relation between torsion and bending. This theory is obtained from three-dimensional equilibrium equations in linear elastic conditions. The uniqueness of this theory is the addition of coupling when compared with Vlassov theory. In this study, we will compare the theoretical results (Vlassov and Couple), experimental results and numerical results with the ANSYS program.
We found the results of beams with openings θ0 = 90°, the results of experimental and theoretical (model couple) are very close. While the results of ANSYS is quite close to the results obtained from Vlassov theory. Then, the results of ANSYS U1c close to the theoretical results (model couple). For beams with openings θ0 smaller than 90°, close to the experimental results with the results given by ANSYS for the torsion angle θ. Moreover, for beams with θ0 smaller than 90°, the results are quite satisfactory for U1c.

ABSTRACT
Le modèle de poutres voiles le plus utilise actuellement est celui de modèle Vlassov. C'est un modèle unidimensionnel de poutre à paroi mince. Dans ce modèle, la torsion et la flexion sont totalement découplées. Un autre modèle à valider présente quant a lui un couplage entre les effets de flexion et de torsion. Ce modèle unidimensionnel a été obtenu par développement des équations d'équilibre 3D de l'élasticité linéaire. Ce modèle a la particularité de présenter un terme de couplage supplémentaire par rapport au modèle de Vlassov. Dans ce projet, nous allons comparer les resultats theorique (Vlassov et couple), les resultats experimentales et les resultats numerique par ANSYS.
Nous avons trouvé que les resultats des poutres avec une ouverture θ0=90o, les valeurs expérimentales et théorique (modèle couplé) sont proches. Les résultats ANSYS sont proches des résultats donnés par le modèle Vlassov. Et puis, les résultats U1c donnés par ANSYS sont proches des résultats théoriques (modèle couplé). Pour les poutres avec une ouverture θ0 inferieure à 90o, les résultats expérimentaux sont proches des résultats donnés par ANSYS pour l?angle de torsion θ. Pour les poutres avec une ouverture θ0 inferieure à 90o, les résultats obtenus pour U1c sont relativement satisfaisant.
"
2011
T29343
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
London: Applied Science, c1983
624.177 BEA
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
New York: John Wiley & Sons, 1976
624.182 STR g
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Ku, Yun C.
New York: McGraw-Hill, 1986
624.177 23 KU d
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
New York: John Wiley & Sons, 1988
624.182 GUI
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Sinaga, Robinhot
"Kolektor plat datar radiasi matahari adalah alat yang mengkonversikan energi radiasi menjadi energi panas. Kolektor penting dibuat untuk memenuhi kebutuhan manusia akan energi yang semakin lama semakin terbalas dan mengurangi darnpak yang ditimbulkan oleh penggunaan bahan bakar seperti minyak dan gas bumi.
Oleh karena itu perlu dilakukan perancangan dan pembuatan alat agar layak dipakai baik dari segi kualitas, ekonomis dan eiisiensinya.
Kolektor plat datar yang dibuat mempunyai luas 1 x 1,8 m2. Dari hasil percobaan yang dilakukan besarnya temperatur air mia-rata paling tinggi dalam tangki adalah 45,7°C pada jam 14, temperatur air masuk adalah 46,1°C juga jam 14, temperatur absorber 62,4°C jam 13, temperatur keluar 52°C pada jam 13 temperatur lingkungan adalah 29,9°C pada jam 13, radiasi global adalah 48,3 Kal/cm2 pada jam 13 dan radiasi diffuse adalah 25,6 Kal/cm2 pada jam 13 WIB. Sedangkan kolektor berfungsi sebagai pemanas udara mempunyai temperatur rata-rata paling tinggi dalam tangki sebesar 44,7°C pada jam 15 , temperamr udara masuk adalah 55°C, ternperatur absorber 83,3°C , temperamr udara keluar 63,66°C, temperatur lingkungan 27,5°C radiasi global 49,9 Kal/cm2 masing-masing pada jam 13 WIB dan radiasi diffuse 33,4 Kal/cm2 pada jam 14 WIB.
Besarnya transmittance-absorpiance produc adalah 0,885 dengan besarnya absorpsivitas absorber 0,98 dan tranmisivitas cover sama dengan 0,88. Hasil akhir yang dicapai pada pembahasan adalah efisiensi harian dari kolektor sebesar 36,11 % serta dilanjutkan dengan analisa hasil percobaan berupa grafik."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1996
S36683
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hetenyi, M.
Canada: John Wiley & Sons, 1983
624.177 23 HET b
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Connolly, William H.
New York: F.W. Dodge, 1960
624.183 CON d
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Donnell, Lloyd Hamilton
New York: McGraw-Hill, 1976
624.177 DON b (1)
Buku Teks  Universitas Indonesia Library