Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Fitri
"ABSTRAK Bising merupakan dampak yang timbul mengikuti kemajuan industri yang dapat dirasakan termasuk oleh ibu hamil. Pajanan bising saat kehamilan diketahui dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin. Sebaliknya musik dapat memberikan efek positif dalam berbagai reaksi fisiologis, yaitu kognisi, emosi, dan imunitas. Akan tetapi, belum diketahui dampak gabungan pajanan keduanya saat prenatal, serta pengaruhnya terhadap fungsi otak, khususnya hippocampus yang berperan dalam kognisi dan memori spasial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pajanan suara gabungan (musik dan bising) dapat mengkompensasi dampak negatif bising pada perkembangan hippocampus. Penelitian dilakukan dengan membandingkan pengaruh pajanan suara musik, bising dan kombinasinya selama perkembangan prenatal terhadap fungsi hippocampus neonatus Gallus gallus domesticus. Telur yang telah difertilisasi diinkubasi dalam mesin tetas yang dilengkapi pengeras suara untuk tiga jenis suara, yaitu musik, bising dan gabungan, serta sebuah kelompok kontrol. Pajanan suara diberikan sejak embrio berusia 10 hari sampai menetas. Selanjutnya dilakukan penilaian memori spasial menggunakan labirin T, penimbangan berat otak, penghitungan jumlah neuron dengan pewarnaan Hematoxylin eosin, serta penilaian ekspresi protein BDNF pada hippocampus dengan pewarnaan imunohistokimia. Hasil menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna berat otak pada masing-masing kelompok. Selain itu, pajanan musik dapat memfasilitasi pembentukkan memori spasial didukung dengan peningkatan jumlah neuron dan ekspresi protein BDNF pada hippocampus; sebaliknya pajanan bising menginhibisi konsolidasi memori spasial, menurunkan jumlah neuron dan ekspresi BDNF di hippocampus. Pajanan gabungan memberikan hasil yang tidak berbeda dengan kelompok kontrol pada tiap parameter. Disimpulkan bahwa pajanan gabungan dapat mengkompensasi

ABSTRACT
Noise has become a critical issue following industrial evolution, especially pregnant women. Noise exposure during prenatal period may disrupt fetal growth and development. Otherwise, music gives various positive physiological responses to the development of cognition, emotion, and immunity. However, the effect of combination of both sound during prenatal to brain, especially hippocampus that manage cognition and spatial memory has never been studied. This research aimed to know whether combination of music and noise exposures can compensate negative effect of noise in hippocampus development. Research conducted by comparing the effect of music, noise and combination of both exposures during prenatal development to the function of Gallus gallus domesticus neonate hippocampus. Fertilized eggs were incubated in hatchery machine equipped with a loud speaker for three exposures groups, i.e. music, noise and combination, and a control group; given from E10 until hatching. Data collected for evaluation were spatial memory assessment that was done using T-maze, brain weight, total hippocampus neuron number and BDNF expression in hippocampus. As result, there was no significant difference in brain weight among these groups. Furthermore, prenatal music stimulus enhanced spatial memory formation supported by the increasing number of total neuron and BDNF expression in hippocampus. Besides, prenatal noise stimulus elicited spatial memory inhibition, decreased of total neuron number and BDNF expression in hippocampus. Combination group showed no significant result compare to control group in each measurements. In conclusion, combination of both music and noise stimulus during prenatal period could compensate the negative effect of prenatal noise exposure.
"
Depok: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2018
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Gulshan Fahmi El Bayani
"Overtraining meningkatkan IL-1B sistemik akibat mikrotrauma otot sehinggga memengaruhi hipokampus yang penting dalam pembentukan konsolidasi memori spasial. Pemberian H. sabdariffa diharapkan menurunkan IL-1? dan meningkatkan IL-1ra sehingga berpotensi mencegah gangguan konsolidasi memori spasial. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental terhadap 20 tikus Wistar jantan Rattus norvegicus, 250-300 gram , terbagi ke dalam 4 kelompok yaitu kontrol C , kontrol H. sabdarifa C-Hib , latihan fisik overtraining OT dan latihan fisik overtraining yang diberi H. sabdarifa OT-Hib . Pemberian ekstrak metanol H. sabdariffa 500 mg/kgBB berpotensi sebagai antiinflamasi melalui peningkatan sitokin antiinflamasi IL-1ra plasma darah secara bermakna sehingga mencegah gangguan fungsi konsolidasi memori spasial tikus overtraining.

Overtraining lead to increase IL 1 systemically due to muscle mikrotrauma that affect hippocampus which was important in the formation of spatial memory consolidation. Administration H. Sabdariffa is expected to decrease IL 1 and increases IL 1ra thereby potentially preventing impairment of spatial memory consolidation. This research is an experimental study using 20 male Wistar rats Rattus norvegicus, 250 300 g were divided into 4 groups control C , H. sabdarifa control C Hib , physical exercise overtraining OT and physical exercise overtraining by H. sabdarifa OT Hib . Administration of the methanolic extract of H. Sabdariffa 500 mg kg body weight was a potential anti inflammatory by increase anti inflammatory cytokines IL 1ra in blood plasma so that prevent the impairment of spatial memory consolidation in overtraining Wistar rat.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2016
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dewi Agus Setyawati
"Tujuan: Studi ini merupakan studi MRI (Magnetic Resonance Imaging) untuk menilai hubungan asimetrisitas volume, hiperintensitas T2WI FLAIR dan nilai ADC hippokampus hubungannya dengan lateralisasi kejang. Pemeriksaan MRI sekuens rutin ditambah prosedur khusus pemeriksaan hipokampus yaitu sekuens T2WI Inversion Recovery dan T2WI Fluid-attenuated inversion recovery (FLAIR) dapat menilai volume hipokampus. Sekuens DWI (Diffusion Weighted Image) dan ADC (Appearent Difusion Coeffesient) merupakan pemeriksaan kuantitatif.
Metode: Penelitian potong lintang menggunakan data sekunder MRI kepala pasien dengan diagnosis epilepsi lobus temporal mesial. Dilakukan pengukuran volume pada potongan koronal sejajar sumbu hippokampus, mulai dari terlihat kepala hippokampus sebanyak 5 irisan. Melihat gambaran hiperintensitas T2WI FLAIR serta mengukur nilai ADC hippokampus dilakukan dengan meletakan ROI pada potongan aksial hippokampus terbesar pada ADC map. Analisis data dilakukan untuk menghitung nilai R Kappa hubungan masing masing variabel dan gabungan variabel.
Hasil: Jumlah subyek penelitian 54 orang, terdapat hubungan asosiasi yang cukup kuat (sedang) dan ipsilateral antara hiperintensitas T2WI FLAIR dan asimetrisitas volume dengan lateralisasi kejang dengan R Kappa sama sebesar + 0.52. Hubungan asosiasi yang lemah dan bersifat ipsi lateral dengan R Kappa + 0.37 antara nilai ADC dengan lateralisasi kejang. Hubungan asosiasi antara asimetrisitas volume dan asimetrisitas nilai ADC adalah kontralateral dengan hubungan asosiasi cukup kuat (sedang). Penentuan lateralisasi lesi dengan MRI pada masing masing variabel memiliki sensitivitas dan spesifisitas cukup tinggi. Hubungan asosiasi gabungan 2 dan 3 variabel adalah cukup kuat (sedang) dan bersifat ipsilateral, dengan nilai R Kappa, sensitifitas dan spesifisitanya yang lebih tinggi dibandingkan dengan hubungan masing masing variabel.
Kesimpulan: MRI memiliki peranan penting menentukan lateralisasi kejang. Menilai hubungan dari gabungan 2 dan 3 variabel didapatkan secara statistik lebih besar hubungannya dengan lateralisasi kejang dibandingkan dengan menghubungkan masing masing variabel secara terpisah, sehingga penilaian MRI yang dilakukan untuk ke 3 variabel ini akan lebih menguatkan diagnosis sisi hipokampus yang mengalami kelainan.

Objective: This study is MRI ( Magnetic Resonance Imaging ) to assess the relationship asymmetry volume, T2WI FLAIR hyperintensity and hippocampal ADC values its relationship with the lateralization of seizures. Routine MRI examination sequences plus a special procedure that hippocampal examination Inversion Recovery sequence T2WI and T2WI Fluid-attenuated inversion recovery ( FLAIR ) can assess hippocampal volume. Sequences DWI ( Diffusion Weighted Image ) and ADC ( Appearent Diffusion Coeffesient ) is a quantitative examination.
Methods: A cross-sectional study using secondary data MRI diagnosis of the patient's head with mesial temporal lobe epilepsy. Volume measurements performed on coronal slice axis parallel to the hippocampus, ranging from the visible head of the hippocampus as much as 5 slices. See picture T2WI FLAIR hyperintensity and measuring the ADC value hippocampus done by placing the ROI on axial cuts at the largest hippocampal ADC map. Data analysis was performed to calculate the value of R Kappa relationship each and combined variable.
Results: There is a fairly strong association relationship (medium) and ipsilateral between T2WI FLAIR hyperintensity volume and asymmetry with lateralization of seizures with R Kappa equal to + 0.52. A weak association relationship and are IPSI lateral with R Kappa + 0.37 between the ADC values with lateralization of seizures. Association relationship between volume and asymmetry value asymmetry ADC is contralateral to the association relationship is strong enough (medium). Determination of lateralization of lesions by MRI in each variable has a fairly high sensitivity and specificity. The combined association relationship 2 and 3 variables are strong enough (medium) and ipsilateral, with a value of R Kappa, sensitivity and spesifisitanya higher than the correlation of each variable.
Conclusion: MRI has an important role determining the lateralization of seizures. Assess the relationship of the combined second and third variables are statistically bigger obtained conjunction with lateralization of seizures compared to connecting each variable separately, so the MRI assessment carried out for 3 to this variable will further strengthen the diagnosis of hippocampal abnormalities.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2015
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library