"Dalam era arus informasi yang semakin dipenuhi data, literasi statistik—kemampuan untuk memahami, menginterpretasi, menyajikan, dan mengomunikasikan data statistik menjadi aspek penting dalam pemberitaan media massa daring. Media tidak hanya menjembatani data dan publik, tetapi juga turut membentuk pemahaman masyarakat berbasis bukti. Penelitian ini bertujuan mengukur tingkat literasi statistik dalam pemberitaan lima media daring terpopuler di Indonesia, mengidentifikasi topik utama, serta memetakan perbedaan literasi statistik antar media berdasarkan topik. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan analisis isi komputasional dan teknik text mining untuk mengklasifikasikan level literasi statistik, mengidentifikasi topik, serta melakukan analisis klaster. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar artikel berada pada level literasi dasar (Level 1: konsisten non-kritis), disusul oleh level tinggi (Level 3: kritis matematis), dan proporsi terkecil pada level menengah (Level 2: kritis). Temuan juga menunjukkan adanya variasi topik dan pendekatan antar media yang mencerminkan perbedaan preferensi redaksional dalam menyajikan data statistik. Penelitian ini menegaskan bahwa media massa daring memegang peran strategis dalam mencerminkan sekaligus membentuk literasi statistik masyarakat. Oleh karena itu, tingkat literasi statistik media dapat menjadi indikator penting dalam mendorong pemahaman publik terhadap informasi berbasis data.
Dalam era arus informasi yang semakin dipenuhi data, kemampuan media massa daring dalam memahami, menginterpretasi, menyajikan, dan mengomunikasikan data statistik atau disebut dengan literasi statistik menjadi sangat penting. Media massa tidak hanya berperan sebagai penghubung antara data dan publik, tetapi juga sebagai aktor dengan kapasitas literasi statistik yang turut membentuk pemahaman masyarakat secara rasional dan berbasis bukti. Penelitian ini bertujuan untuk menilai sejauh mana tingkat literasi statistik tercermin dalam pemberitaan berbasis data statistik pada lima media massa daring Indonesia, mengidentifikasi topik utama dalam pemberitaan, dan mengidentifikasi pola perbedaan literasi statistik berdasarkan topik antar media. Dengan menggunakan konstruk literasi statistik, penelitian ini bermaksud untuk mengukur tingkat literasi statistik melalui penggunaan dan keterlibatan kritis terhadap data statistik pada 5 (lima) media massa daring terpopuler di Indonesia. Melalui pendekataan kuantitatif, data diolah dengan metode analisis isi komputasional dan teknik text mining untuk klasifikasi level literasi statistik, pencarian topik, dan analisis klaster. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa media menunjukkan keragaman dalam kemampuan memahami, menginterpretasi, dan mengomunikasikan data statistik. Sebagian besar artikel masih berada pada level literasi statistik dasar (Level 1: konsisten non-kritis), diikuti artikel pada level literasi tinggi (Level 3: kritis matematis) dan terakhir artikel pada level menengah (Level 2: kritis) menunjukkan proporsi terendah. Selain itu, keragaman topik yang diangkat melalui data statistik mencerminkan perbedaan fokus tematik dan pendekatan antar media, yang menunjukkan adanya hubungan antara preferensi redaksional dan cara penyampaian data. Temuan ini menegaskan bahwa media massa daring memegang peran strategis dalam mencerminkan sekaligus membentuk literasi statistik masyarakat, sehingga tingkat literasi statistik suatu media menjadi indikator penting dalam peningkatan pemahaman publik terhadap informasi berbasis data.
In today's data-saturated information landscape, the ability of online news media to understand, interpret, present, and communicate statistical data—known as statistical literacy—is increasingly essential. This study aims to assess the level of statistical literacy reflected in data-driven news articles across five major online media platforms in Indonesia, identify the main topics presented, and explore variations in literacy levels based on topical differences between media. Using the concept of statistical literacy, this research measures the extent of usage and critical engagement with statistical data in Detik.com, Tribunnews.com, Kompas.com, Liputan6.com, and Kumparan.com. Using quantitative approach, the study applies computational content analysis and text mining techniques for classifying literacy levels, topic modeling, and cluster analysis. The findings reveal varying levels of statistical literacy among the media, with Liputan6.com demonstrating the highest level. Most articles are categorized as Level 1 (consistent, non-critical), followed by Level 3 (critical mathematic), and the fewest at Level 2 (critical). The topical diversity also reflects differences in editorial focus and statistical framing across platforms. These results highlight the strategic role of online media in both reflecting and shaping public statistical literacy, making media-based statistical literacy a key indicator of how well the public understands data-informed issues."
Jakarta: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2025