Search Result  ::  Save as CSV :: Back

Search Result

Found 5 Document(s) match with the query
cover
Khadra, Yasmina
Jakarta: Pustaka Alvabet, 2006
843 KHA st
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Hosseini, Khaled
"Dasyat! Keren! Sangat menyentuh.
Hanya itu yang bisa saya ucapkan ketika 2 tahun lalu saya membaca novel yang banyak mendapat penghargaan kelas dunia ini. Karya perdana Khaled Hosseini (seorang dokter berkebangsaan Afganistan dan tinggal di Amerika) ini benar-benar memberi sentuhan yang luar biasa tentang hubungan antarmanusia (Amir dan Hassan, serta Baba), dan tragedi kehidupan yang seringkali baru dapat ditebus di kemudian hari. Sangat manusiawi. Khaled Hosseini berhasil mengaduk-aduk emosi pembaca melalui karakter tokoh-tokohnya yang sangat kuat. Pesan utama yang ingin disampaikan Khaled adalah bahwa penyesalan memanglah selalu datang terlambat, namun selalu ada kesempatan untuk menebus rasa bersalah.
Bagi yang sudah membaca, pasti setuju bahwa tokoh utama novel ini adalah Amir dan Hassan, karena Khaled memang bercerita seputar hubungan ke dua anak manusia ini. Tapi bagi saya, tokoh Baba lah si pengendali keseluruhan cerita. Kisah Amir dan Hassan semuanya bermuara dari Baba. Demikian juga akhirnya dengan Sohrab. Saya benar-benar ?jatuh cinta? pada kekuatan karakter tokoh Baba di novel ini. Alasannya sangat sentimentil: karakter Baba mirip sekali dengan karakter almarhum Bapak saya tercinta. Bedanya: Baba orang Afganistan, Bapak saya orang Batak ... :)
?Kite Runner? (KR) juga membuat kita melek soal Afganistan dan orang-orang Afgan lengkap dengan budaya, kehidupan sosial, serta trauma-trauma politik yang pernah dialami. Paparan Khaled mengenai Afganistan sangat natural dan membawa kita pada keprihatinan mendalam betapa menyebalkannya kehidupan yang selalu diganggu dengan intrik-intrik politik. Pemahaman akan Afganistan akan semakin sempurna jika Anda juga membaca ?My Forbidden Face? (MFF), karya Latifa. MFF adalah kisah nyata perjuangan seorang wanita Afganistan bernama Latifa ke luar dari negaranya yang tengah mengalami pengekangan oleh penguasa Taliban. Sama seperti Khaled Hosseini yang banyak mendapat penghargaan atas ?Kite Runner?, Latifa juga mendapat penghargaan atas keberaniannya menentang pengekangan atas kebebasan.
KR dan MFF sudah difilmkan. MFF bahkan sudah tiga kali ditayangkan Metro walaupun dengan berbagai modifikasi termasuk judul. Kisah sebenarnya Latifa melarikan diri ke Paris, tapi di film, Latifa mencari suaka ke Amerika *maklum, yang buat film nya Hollywood*.
Jika Anda belum membaca KR, teguhkan hati agar jangan sampai lupa bahwa ini hanyalah sebuah novel, karena Khaled berhasil mengaduk-aduk nurani pembaca dengan penggambaran karakter dan emosi yang sangat detil.
-----------------------------------
Risensi oleh: Kalarensi Naibaho
"
Bandung: Qanita, 2006
813 HOS k
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Hosseini, Khaled, 1965-
London : Bloomsbury Publishing, 2018
813 HOS k
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Hosseini, Khaled
London : Bloomsbury Publishing, 2013
813 HOS k
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Hashimi, Nadia
"Afghan-American Nadia Hashimi's literary debut novel is a searing tale of powerlessness, fate, and the freedom to control one's own fate that combines the cultural flavor and emotional resonance of the works of Khaled Hosseini, Jhumpa Lahiri, and Lisa See.In Kabul, 2007, with a drug-addicted father and no brothers, Rahima and her sisters can only sporadically attend school, and can rarely leave the house. Their only hope lies in the ancient custom of bacha posh, which allows young Rahima to dress and be treated as a boy until she is of marriageable age. As a son, she can attend school, go to the market, and chaperone her older sisters.But Rahima is not the first in her family to adopt this unusual custom. A century earlier, her great-aunt, Shekiba, left orphaned by an epidemic, saved herself and built a new life the same way.Crisscrossing in time, The Pearl the Broke Its Shell interweaves the tales of these two women separated by a century who share similar destinies. But what will happen once Rahima is of marriageable age? Will Shekiba always live as a man? And if Rahima cannot adapt to life as a bride, how will she survive?"
Jakarta: Bhuana Sastra, 2014
891.593 HAS p
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library