Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Arini Shafia Afkari
"Saat ini, karena masalah lingkungan, ketersediaan dan keterbaruan, pengembangan komposit polimer berpenguat serat alam meningkat. Serat kenaf Sumberejo merupakan salah satu serat alam yang melimpah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh sifat mekanik komposit berpenguat serat kenaf Sumberejo anyam menggunakan model analitik dengan memvariasikan jenis polimer pada komposit. Orientasi serat anyam dengan perlakuan alkali adalah 0o/90o. Polimer yang digunakan adalah polimer termoset (epoksi dan vinil ester) dan termoplastik (polipropilena dan poli asam laktat). Rule of Mixtures (ROM) dan Teori Lamina diterapkan sebagai model analitik. Hasil menunjukkan bahwa nilai modulus tarik, kuat tarik longitudinal, kuat tarik transversal, modulus geser, dan kuat geser komposit tertinggi terdapat pada komposit epoksi berpenguat serat kenaf Sumberejo, masing-masing yaitu 6,58 GPa, 131,04 MPa, 114,93 MPa, 1,78 GPa, dan 8,92 MPa. Mengacu pada Standar Nasional Indonesia 01-4449-2006 tentang papan serat komposit, keempat komposit polimer berpenguat serat kenaf Sumberejo anyam 0o/90o digolongkan sebagai papan serat kerapatan tinggi.

Nowadays, due to environmental concerns, availability and renewable issues, the development of natural fiber reinforced polymer composites is increasing. Sumberejo kenaf fiber is one of the abundant natural fibers in Indonesia. The purpose of this study was to obtain the mechanical properties of woven Sumberejo kenaf fiber composite using analytical models by varying the types of polymers in the composite. The orientation of the woven alkaline-treated fiber was 0o/90o. Polymers used were thermosets (epoxy and vinyl esters) and thermoplastics (polypropylene and polylactic acid). Rule of Mixtures (ROM) and Lamina Theory were applied for the analytical model. The results showed that the highest value of tensile modulus, longitudinal tensile strength, transverse tensile strength, shear modulus, and shear strength were found in Sumberejo kenaf fiber reinforced epoxy composite, 6,58 GPa, 131,04 MPa, 114,93 MPa, 1,78 GPa, and 8,92 MPa respectively. Referring to Indonesian National Standard 01-4449-2006 for composite fiber board, four 0o/90o woven Sumberejo kenaf fiber reinforced polymer composites were classified as high density fiber board."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dhia Religio Musyaffa Mukarob P.
"Industri otomotif membutuhkan material alternatif yang ringan, kuat, dan ramah lingkungan untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar dan mengurangi dampak lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan sifat mekanik komposit lamina epoksi berpenguat serat kenaf dan graphene oxide (GO). Serat kenaf dialkalisasi dengan larutan NaOH 5% dan disusun secara searah, sedangkan epoksi dicampur dengan GO dalam fraksi berat 0,5 wt%; 0,75 wt%; dan 1 wt%. Komposit difabrikasi menggunakan metode hand lay-up diikuti dengan vacuum bagging. Pengujian mekanik komposit meliputi uji tarik dan uji three-point bending. Karakterisasi GO meliputi analisis Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) dan X-Ray Diffraction (XRD), serta pengamatan morfologi menggunakan mikroskop optik. Komposit epoksi berpenguat serat kenaf dengan kandungan GO 0,75 wt% menunjukkan sifat mekanik terbaik, yaitu 64,21 MPa dan 97,38 MPa, masing-masing untuk kuat tarik dan kuat lentur.

The automotive industry requires alternative materials that are lightweight, strong, and environmentally friendly aiming to improve fuel efficiency and reduce environmental impact. This research aimed to determine the mechanical properties of epoxy reinforced by kenaf fiber and graphene oxide (GO) composites. Kenaf fibers were treated with a 5% NaOH solution and arranged unidirectionally, while the epoxy was mixed with GO in weight fractions of 0.5 wt%; 0.75 wt%; and 1 wt%. The composites were fabricated using the hand lay-up followed by vacuum bagging method. Mechanical testing included tensile test and three-point bending test. GO characterization included Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) and X-Ray Diffraction (XRD) analysis, as well as morphology observation using an optical microscope. The epoxy reinforced by kenaf fiber with 0,75 wt% GO exhibited the best mechanical properties, namely 64.21 MPa and 97.38 MPa for tensile strength and bending strength respectively."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library