Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Emi Nurlaela
"Tindakan induksi persalinan dapat menimbulkan dampak fisik dan psikologis yang dipersepsikan berbeda oleh setiap klien. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif fenomenologi pengalaman primipara yang dilakukan induksi di rumah sakit Islam Pekajangan Pekalongan Jawa Tengah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengekplorasi secara mendalam pengalaman primipara melahirkan yang dilakukan induksi persalinan. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini melibatkan lima partisipan primipara. Ibu yang menjadi partisipan sudah diidentifikasi mempunyai pengalaman melahirkan yang dilakukan induksi, sehat fisik dan mental, dan mampu menceritakan pengalamannya. Pengumpulan data dengan teknik wawancara mendalam. Metode yang digunakan untuk analisa data yaitu metode Colaizzi`s.
Setelah data dianalisa, peneliti mendapat 4 thema: (1) berbagai persepsi ibu primi tentang induksi persalinan, (2) berbagai respon pertama kali ibu primi saat dilakukan induksi, (3) kebutuhan ibu primi yang melahirkan saat dilakukan induksi, (4) dukungan yang diberikan petugas kesehatan pada ibu yang dilakukan induksi. Kesimpulan penelitian ini bahwa dari lima partisipan didominasi perasaan pasrah, bingung, panik dan tegang serta perlunya pemenuhan kebutuhan spiritual dan kebutuhan pendampingan. Beberapa partisipan dalam penelitian ini merasakan kepuasan terhadap dukungan perawatan yang dilakukan petugas kesehatan diantaranya oleh perawat. Namun beberapa partisipan lainnya dalam penelitian ini menyatakan kurang puas pada dukungan yang diberikan petugas. Kebutuhan spiritual didapat dari suami atau keluarga. Tenaga kesehatan perlu memenuhi kebutuhan spiritual klien. Penjelasan yang lengkap tentang induksi persalinan harus dilakukan untuk mengurangi kecemasan klien dan keluarga.

The background of maternal mortality in Indonesia was still high and one of the causes is distocia. The purpose of this research was to explore deeply an experience the women`s induction of labor. A qualitative research used phenomenological approach. The sample in this research consists of five participants with different characteristics. The women who became participants were identified that they had on experience of induction of labor, identified good physic and mental, and capable to explain their experiences. Data collection utilized in-dept interviews. The research becomes an instrument of data collection.
Colaizzi`s methode was used for data analysis, so researcher found fourth themes: (1) many perceptions from primi mothers about birth induction (2) many respons from primi mothers when they got induction for the first time (3) the need of primi mothers who have birth when induction is conducted (4) support from medics for the mothers who have induction. Conclusion of this research, the experience of each participant was dominated with confusing, panic, and nervous. Beside the mothers need fulfillment of spiritual need and assistance. Some of participants in this research feel satisfied for the medical support done by medics, includes the nurse. However, some of participans in this research feel not satisfied for the support that is given by the medics. It is caused by the minimum frequency of meeting with the officer who gives assistance to the participant who is having birth with first inductions. Fulfillment of spiritual need comes frome husband and family of participants. The support from medics who gives assistance have not entirely satisfied the participants need."
Jakarta: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2008
T-Pdf
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Rusmala Dewi
"Inisiasi menyusu dini (IMD) sangat bermanfaat untuk ibu dan bayi. IMD dapat dilakukan pada ibu yang melahirkan spontan, facum, forcep, induksi persalinan maupun seksio saesaria.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi ibu pasca induksi persalinan melakukan inisiasi menyusu dini. Desain penelitian yang digunakan adalah Cross Sectional dengan tehnik pengambilan sampel yaitu concecutive. Jumlah sampel sebanyak 90 ibu post partum induksi persalinan yang melakukan inisiasi menyusu dini.
Hasil Uji Regresi Logistik didapatkan hubungan yang bermakna antara pekerjaan ibu, pendidikan ibu, pendapatan keluarga dan IMD pada pasca induksi persalinan. Faktor paling dominan adalah pekerjaan ibu dengan nilai odd ratio yaitu sebesar 5,846. Hasil penelitian ini menganjurkan petugas kesehatan untuk tetap mendorong pasien melakukan IMD meskipun pada ibu yang dilakukan induksi persalinan.

Early initiation of breastfeeding is beneficial for the mother and baby. Early initiation of breastfeeding can be done by mothers who give birth spontaneously, facum, forceps, induction of labor or caesarea section. This study is done to identity the factors that influence early breastfeeding initiation among delivery women under induction. The study design used was cross sectional with concecutive sampling technique. Total sample are 90 post partum women after induction who has done early breastfeeding initiation.
The results with logistic regression test, there is a significant influence between maternal employment, maternal education, family income to early breastfeeding initiation among women with induction in their labor process. The most dominant factor is the mother's job (odd ratio 5.846). This result recomended to the health worker that they should do the early initiation breastfeeding technique to all patients although mother is under induction.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2013
T39323
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hilda Rizckya Badruddian
"LATAR BELAKANG: Perimbangan antara hormon progesteron P4 dan estrogen E diketahui memiliki peranan penting dalam mekanisme inisiasi persalinan sebagai pemicu kontraksi dan dapat menentukan waktu terjadinya persalinan. Penurunan rasio P4:E2 pada akhir kehamilan menunjukan kesuksesan untuk terjadinya persalinan normal. Sehingga penelitian ini akan mencoba mempelajari apakah terdapat hubungan antara kadar P4 dan E2 dengan tingkat keberhasilan induksi persalinan.
TUJUAN: Mengetahui hubungan antara kadar progesteron dan estradiol maternal terhadap keberhasilan induksi persalinan.
DESAIN DAN METODE: Penelitian ini menggunakan desain potong lintang yang berlangsung pada bulan Mei 2016 hingga April 2017 di Poliklinik dan IGD Kebidanan, RSCM. Pasien hamil aterm yang dilakukan induksi persalinan dan memenuhi kriteria penelitian akan diambil sampel darah untuk pemeriksaan kadar hormon progesteron dan estradiol pada sebelum memulai induksi. Subjek kemudian dinilai keberhasilan induksi persalinannya.
HASIL: Dari 44 subjek yang mengikuti penelitian, 24 subjek berhasil dilakukan induksi persalinan dan 20 subjek gagal. Tidak terdapat perbedaan bermakna kadar progesteron di atas 60 ng/ml pada kelompok gagal induksi maupun berhasil induksi 66,7 vs 75 , p=0,55 . Kadar estradiol pada pasien yang berhasil dilakukan induksi memiliki rata-rata 16.916,28 2.574,75 pg/mL yang tidak berbeda jauh dengan kadar estradiol pasien yang gagal induksi yaitu 14.832,24 2374,47 pg/mL p=0.65.
KESIMPULAN: Tidak terdapat perbedaan bermakna antara kadar progesteron dan estradiol maternal terhadap keberhasilan induksi persalinan. Penelitian lebih lanjut di multisenter dan dengan melakukan penyesuaian terhadap faktor-faktor lain perlu dilakukan untuk mengkonfirmasi hasil penelitian ini.

BACKGROUND: The ratio between progesterone P4 and estrogen E hormones is known to have an important role in the mechanism of initiation of labor as a contraction trigger and can determine the time of birth. Decrease in P4 E2 ratio at the end of pregnancy could predict successful vaginal delivery.
OBJECTIVE: This study was performed to evaluate the association of maternal P4 and E2 levels in patients who underwent labor induction and assess its success rate.
METHOD: This cross sectional study was conducted in outpatient clinic and emergency room, Cipto Mangunkusumo General Hospital, between May 2016 and April 2017. Term pregnancy women who fulfilled the study criteria were recruited and blood sample was taken initially before labor induction was conducted. The outcome of labor induction was then followed up.
RESULTS: 44 women were recruited in this study, 24 subjects had successful labor induction while the other 20 subjects were failed. There was no significant difference of progesterone level above 60 ng ml between failed of induction group and successful induction group 66,7 vs 75 , p 0,55 . Estradiol levels in subjects who successfully performed induction had an average of 16,916.28 2,574.75 pg mL which did not differ significantly from the failed of induction group with estradiol levels of 14,832.24 2374.47 pg mL p 0.65.
CONCLUSION: There is no significant association between maternal progesteron and estradiol level to the success rate of labor induction. A multi center study perfoming adjustment to external factors is needed to confirm current data.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2017
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library