Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 18 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Jakarta: Ikatan Arsitek Lansekap Indonesia, 1997
R 712 KAR
Buku Referensi  Universitas Indonesia Library
cover
Mark, Richard
Illinois: Quite Light Publishing, 2004
973 Mac a
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Talitha Tiara Ramadhani
"ABSTRAK
Sebuah plaza di Kota New York bernama Plaza Javitz mengalami empat tahap perubahan. Perubahan terjadi akibat adanya penambahan objek-objek yang mengintervensi perubahan pola pergerakan dan penggunaan ruang di plaza. Intervensi setiap objek memberikan pemaknaan yang berbeda bagi plaza. Manusia memberikan makna ketika mengalami sebuah ruang. Makna yang diberikan berupa hasil interaksi manusia dengan objek dalam ruang melalui persepsi. Perubahan makna dapat terjadi akibat adanya kualitas pemaknaan yang dihasilkan sebuah tempat. Skripsi ini mencoba membahas bagaimana makna ruang plaza berubah akibat adanya intervensi objek. Penulisan ini dimaksudkan untuk mengetahui peran objek dalam proses pemaknaan pada ruang plaza tersebut.

ABSTRAK
A plaza in New York City named Plaza Javitz underwent four stages of change. Changes occur due to the addition of objects that interfere with changes in the pattern of movement and use of space in the plaza. Intervention of each object provides a different meaning for the plaza. Humans give meaning while in space. The meaning given is the result of human interaction with objects in space through perception. Changes in meaning can occur due to the quality of meaning generated a place. This thesis tries to discuss how the meaning of plaza space changed due to object intervention. This writing aims to know the role of objects in the process of meaning in the plaza space. "
2017
S68774
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ko, Jong-sok
Seoul: Munhak gawajiseongsa, 2007
R KOR 495.7 KOJ g
Buku Referensi  Universitas Indonesia Library
cover
JTart
China: JTart Publishing & Media, 2012
R 728.37 JTA o III
Buku Referensi  Universitas Indonesia Library
cover
Walker, Theodore D.
Jakarta: Erlangga, 2000
712 WAL pt
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Angra Angreni
"Merupakan segmen dari lingkungan bersejarah yaitu Kompleks Kawasan Gedung Sate yang menjadi tempat representatif untuk melakukan berbagai macam aktivitas budaya masyarakat. Wujud yang paling nyata dari proses budaya tersebut yaitu munculnya beragam budaya populer di ruang terbuka Lapangan Gasibu dan Koridor Taman MPRJB. Wujud budaya populer itu diantaranya adalah : kegiatan festival dan kesenian, aktivitas olah raga, kegiatan perkumpulan komunitas, dan pasar kaget. Namun, kondisi ini menyebabkan terjadinya problema yang dilematis pada perwajahan lingkungan menyangkut ide awal dan kenyataan yang ada sekarang. Untuk mencegah semakin memburuknya kondisi, maka diperlukan sebuah upaya untuk membentuk sebuah pusat budaya sebagai ruang yang representatif agar aktivitas berkebudayaan itu mendapatkan ruang yang memadai. Perancangan pusat budaya tersebut adalah di daerah Sekeloa dan Koridor Taman Monumen. Bertujuan untuk mewujudkan gagasan membuat garis lurus (sumbu imajiner) Gedung Sate ke Gunung Tangkuban Perahu. Konsep perancangan dirumuskan berdasarkan pendekatan cultural landscape. Cultural landscape dapat menjadi tolak ukur untuk menilai dan membangun lingkungan tempat tinggal; sarana untuk mengatasi perbedaan antara lingkungan bersejarah dan lingkungan dengan segala pengembangan barunya; sarana yang mengakomodasi segala bentuk budaya yang berkembang. Metode penelusuran sejarah dan survey digunakan untuk menemukan pembentuk cultural landscape yang paling menonjol pada kawasan, yaitu berupa : nilai historis kawasan, beragam budaya, dan keunikan kondisi geografis kawasan tersebut yang menjadikan kawasan ini berpotensi menjadi sebuah kawasan wisata sejarah, pendidikan, budaya, dan kuliner. Dengan demikian, pemahaman cultural landscape dapat dijadikan sebagai pedoman dalam pengaturan kuantitas dan kualitas unsur-unsur yang berhubungan dengan pembentukan dan penataan Kawasan Penggal Koridor dan Simpul Aksis Kawasan Gedung Sate ini, guna melestarikan dan mengembangkan kawasan tersebut agar tidak kehilangan identitas historis dan budayanya. Penataan dengan pendekatan cultural landscape diwujudkan dengan menggunakan prinsip desain Ekologikal Demokrasi, yang mengkaji manusia, alam, budaya, dan warisan bangunan bersejarah sebagai satu kesatuan pembentuk citra dan identitas tempat.

Corridor Segment Area and Kompleks Gedung Sate Axis Node is a part of the historic environment which is became the representative to perform a wide variety of cultural activities. The most obvious manifestation of the cultural process is the emergence of the variety popular culture in Gasibu Field and Corridor Segment Area. Manifestation popular culture that include : festivals and arts activities, sports activities, community association activities, and Pasar Kaget. However, this condition causes dilemma problems in the typographical arrangement environmental regarding the initial idea be compared with the fact now. To prevent worsening of the condition, it would require an effort to establish a cultural center as a representative space in order to the culture activity get the comfortable space. The design of the cultural center is in the Sekeloa area and Corridor Segment Area. Aimed to realize the idea of making a straight line (the imaginary axis) from Gedung Sate to Tangkuban Perahu Mount. The concept design was formulated based on the cultural landscape approach. Cultural landscape can be a benchmark for assessing and building living environments; means to resolve differences between the historic environment and the environment with all the new development; facilities that accommodate all forms of culture that flourished. History research and survey methods used to discover the cultural landscape forming the most prominent in the region, which are : the historical value of the area, diversity of culture, and the unique of geographical conditions area, that made this area could potentially become a tourist destination, like history tourism, education tourism, culture tourism, and culinary tourism. Thereby, understanding the cultural landscape can be used as a guide to arrangements the quantity and quality of the elements involved in the formation and structuring Corridor Segment Area and Kompleks Gedung Sate Axis Node, to preserve and develop the area in order not lose the historical and cultural identity. Arrangement of the cultural landscape approach is realized by using ecological democracy design principles, which examines the human, natural, cultural, historic and heritage buildings as a whole forming the image and identity of the place.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2014
T42203
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Annisa Rahmah
"Taman tematik kerap memiliki lanskap dengan narasi ataupun cerita tertentu, namun narasi tersebut tidak selalu dapat diperlihatkan kepada pengunjung. Skripsi ini membahas mengenai bagaimana narasi digunakan pada taman tematik dan lanskap sebagai penyampai narasinya. Penyusunan elemen fisik lanskap penyampai narasi berupa form, path, elemen alami, dan signage sehingga membentuk suatu ruang yang dapat menyampaikan cerita. TMII menjadi studi kasus dalam mengamati elemen lanskap yang menjelaskan narasi. Dari studi kasus tersebut diketahui bahwa elemen lanskap dapat menjadi media penyampai narasi dengan memperhatikan sudut pandang dalam menyusun narasi dan menangkap narasi yang disampaikan dan sudut pandang penting untuk memahami dan merasakan kualitas ruang yang dibentuk pada ruang luar.

The landscape of a theme park is often seen with a certain narrative or story that is sometimes not explicitly shown to the visitors. This thesis discusses about how the landscape of a theme park becomes an agent of the narration used in the theme park. The physical elements of landscape that are used as the narrative agent, such as form, path, natural elements, and signage, composed to form a space that can tell the stories it holds. The case study of this thesis is TMII, observed thoroughly to see how the landscape of the said theme park became a narrative agent. From the observation, it can be concluded that the landscape can be a narrative agent, with point of view as a consideration to compose and to capture the narrative that is trying to be delivered. Point of view itself is an important factor for understanding and experiencing the spatial quality formed in an outdoor space. It is also important to consider what kind of element suits the narrative of the space, and how people experience the narrative itself.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2017
S67651
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ricky Wulan Noviyanthi
"ABSTRAK
Potensi Benda Berharga Asal Muatan Kapal Tenggelam di perairan Indonesia sangatlah besar. Dalam memanfaatkan potensi tersebut, Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan Keppres tentang Panitia Nasional Pengangkatan dan Pemanfaatan BMKT pada tahun 1989. Kemudian pada tahun 1992, Pemerintah Indonesia juga telah mengeluarkan UU tentang Benda Cagar Budaya, yang pada tahun 2010 dicabut dengan UU Cagar Budaya. Pengaturan antara kebijakan tersebut ternyata tidak mudah untuk diimplementasikan. Hal ini memaksa Pemerintah Indonesia untuk mengeluarkan kebijakan moratorium perizinan survei dan pengangkatan BMKT pada tahun 2011. Penelitian ini menggunakan pendekatan post positivis dengan metode kualitatif melalui wawancara mendalam dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan moratorium tersebut telah menimbulkan dampak bagi pemerintah dan pengusaha, baik dari aspek sosial, ekonomi, dan pertahanan keamanan. Selain itu juga telah menimbulkan opportunity cost berupa hilangnya kesempatan untuk mendapatkan pemasukan ke kas negara, di sisi lain kesempatan untuk menjaga kelestarian BMKT, kesempatan untuk menjadikan nilai sejarah BMKT sebagai alat untuk meningkatkan jati diri bangsa, dan kesempatan menjadikan BMKT sebagai media pembelajaran juga hilang.

ABSTRACT
The Potential of valuable items from the shiploads which are sinked in Indonesian waters is enormous. In taking advantages of this potency, the Government of Indonesia has issued Presidential Decree on National Committee of Appointment and Utilization of Valuable Items from The Shiploads which are Sinked in 1989. Then in 1992, the Government of Indonesia has also issued Law on Heritage Objects, in 2010 which is revoked by Cultural Heritage Act. The arrangement between the policies were not easy to implement. It forces the Government of Indonesian to issued a moratorium policy on survey licensing and the appointment of valuable items from the shiploads which are sinked in 2011. This research uses post positivist approach with qualitative method through in depth interview and literature study. The results show that the moratorium policy has had an impact on the government and entrepreneurs from social, economic, and defense aspects of security. In addition, it has also created an opportunity cost in the form of loss of opportunity to get income into the state treasury, on the other hand the opportunity to maintain the sustainability of valuable items from the shiploads which are sinked, the opportunity to make the historical value of valuable items from the shiploads which are sinked as a tool for improving the national identity, and the opportunity to make valuable items from the shiploads which are sinked as a learning media is also lost"
2017
T48626
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aditya Revianur
"ABSTRAK
Lanskap situs bangunan suci Hindu-Bali kuno tidak dibangun secara acak, posisi mereka dalam lansekap ditentukan oleh masyarakat pada abad ke-10 sampai 14 Masehi. Situs religi Hindu-Bali kuno dibangun di daerah aliran sungai DAS empat sungai besar di Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, yaitu Sungai Pakerisan, Sungai Petanu, Sungai Kungkang, dan Sungai Wos. Tesis ini membahas lanskap situs bangunan suci Bali Kuno dengan pendekatan Fenomenologi Heidegger. Arkeologi Lanskap memberikan petunjuk berharga mengenai wacana orang Bali kuno melihat pemandangan di sekitar mereka, dan bagaimana hal itu dikembangkan dan diciptakan. Tulisan ini juga menegaskan pentingnya ruang berdasarkan konsep kosmologi Hindu yang menentukan lanskap Bali Kuna. Ruang kosmologis juga mengungkapkan pembagian sungai Bali berdasarkan tingkat lokasi situs sesuai dengan konsep triloka yang merujuk pada dunia bawah Bhurloka , dunia tengah Bhuwarloka , dan dunia atas Swarloka . Tesis ini juga menawarkan refleksi tentang struktur tempat-tempat keagamaan dan hubungannya dengan ruang dikonsepsikan yang menunjukkan pengaruh pemikiran Hindu-India, serta batasannya.

ABSTRACT
Landscapes of Ancient Hindu Balinese religious sites were not built anywhere, their position determined by peoples in the 10th to 14th century. The ancient Hindu Balinese religious site was built in the watersheds of four major rivers in Gianyar Regency, Bali Province, Indonesia, i.e. Pakerisan river, Petanu river, Kungkang river, and Wos river. This thesis reveals the main trait of landscape archaeology with Heidegger Phenomenological approach in archaeology to religious sites in the ancient Balinese period 10th up to 14th centuries . Landscape Archaeology provides valuable clues about how ancient Balinese people saw the landscape around them, and how it was developed and created. It confirms the importance of space based on Hindu cosmology concept which determined the Ancient Balinese Landscape. This cosmological space also reveals the division of Balinese rivers based on the level of the ancient Balinese temples location according to Trailokya concept which explains lower world Bhurloka , middle world Bhuvarloka , and upper world Svarloka . This thesis also offers a reflection on the structure of the religious places and its relations with conceptualized space, showing the influence of Hindu Indian thought, as well as its limits"
2017
T48437
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>