Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Olivi, Giovanni
Chicago: Quintessence Publishing Co, Inc, 2011
617.645 OLI p
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
"Nyeri dan kualitas hidup terkait kesehatan setelah intervensi bedah jaringan lunak mulut: keuntungan penggunaan laser Nd:YAG. Teknologi laser neodymium-doped yttrium aluminum garnet (Nd:YAG) telah banyak digunakan untuk bedah jaringan lunak mulut. Penelitian terdahulu memperlihatkan bahwa bedah laser menurunkan angka morbiditas dan komplikasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan membandingkan penggunaan laser Nd:YAG dan pisau bedah untuk tatalaksana bedah lesi jaringan lunak mulut. Metode: Studi ini memeriksa 118 lesi yang dilakukan bedah. Grup 1 (G1) terdiri dari 77 kasus yang ditatalaksana dengan laser Nd:YAG; Grup 2 (G2) terdiri dari 41 kasus yang ditatalaksana bedah dengan pisau bedah. Nyeri akut paska operasi dievaluasi dengan visual analogue scale (VAS), numeric rating scale (NRS) dan verbal rating scale-6 (VRS-6) pada hari operasi dan 1, 3 dan 7 hari setelah operasi. HRQoL dievaluasi pada hari ke-10 menggunakan kuesioner dengan skor 0-45. Data dianalisis dengan STATA 12 (StataCorp LP, College Station, Texas, USA). Hasil: Tidak ada perbedaan bermakna antara skor VAS dan NRS pada kedua grup. Namun, terdapar perbedaan bermakna pada skor nyeri dengan VRS-6 di hari ke-1 (47,14% vs 13,16%) dan hari ke-3 (62,86% vs 21,05%) kedua grup. Penelitian ini memperlihatkan bahwa HRQoL pada G1 lebih baik daripada G2. Simpulan: HRQoL yang lebih baik dan nyeri paska operasi yang lebih rendah terlihat pada pasien yang dilakukan bedah laser Nd:YAG. Hasil ini kemungkinan berkaitan dengan efek bio-modulasi dari laser.

The new technology such as the neodymium-doped yttrium aluminum garnet (Nd:YAG) laser has been used for oral soft tissue surgery. Previous study shown that laser surgery resulted in lower morbidity and complication rates. Objective: This study aims to evaluate the differences in the post-operative course associated to the use of Nd:YAG laser and to cold blade after oral soft tissue surgery. Methods: One-hundred and eighteen comparable surgical interventions were evaluated. Group 1 (G1) included 77 interventions performed with Nd:YAG laser; group 2 (G2) 41 with cold blade. Acute post-operative pain was evaluated with visual analogue scale (VAS), numeric rating
scale (NRS) and verbal rating scale-6 (VRS-6) on the same day of surgery, and at 1, 3 and 7 days after surgery.The HRQoL was evaluated on day 7 using a 0-45 score range questionnaire. Data were analyzed using the software STATA 12 (StataCorp LP, College Station, Texas, USA). Results: No statistically significant differences could be highlighted in VAS and NRS scores. The VRS-6 scores resulted statistically significant at days 1 and 3. At day 1, 47.14% of patients in G1 and 13.16% in G2 had no pain; at day 3, 62.86% in G1 and 21.05% in G2 had no pain. The HRQoL in G1 was statistically higher than G2. Conclusion: The better HRQoL and the lower post-operative pain observed in laser-treated patients may be associated to the possible bio-modulating effect of the laser."
Department of Biomedical, Biotechnological and Translational Sciences – Center of Oral Laser Surgery and Oral Medicine, Dental School, University of Parma, Italy, 2014
pdf
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Bayu Sakti Jiwandono
"Herniasi Nukleus Pulposus (HNP) lumbal adalah kondisi yang disebabkan proses degenerasi dari diskus intervertebralis (DIV) yang sering terjadi pada area lumbal. Kondisi ini dapat berkaitan dengan keluhan nyeri punggung bawah yang mengakibatkan kesakitan dan penurunan dari kualitas hidup pasien. Tindakan Percutaneous Laser Disc Reconstruction (PLDR) adalah tindakan yang diaplikasikan ke jaringan DIV untuk menginduksi proses regenerasi, perbaikan pada diskus yang mengalami kerusakan, dan mengurangi nyeri pada pasien. Studi prospektif cohort ini dilakukan di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo dan RSUD Dr. Moewardi Surakarta, yang melibatkan 21 pasien dengan HNP lumbal. Pemilihan sampel berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi tertentu menggunakan sampel purposif. Variabel yang dianalisis meliputi Visual Analoque Scale (VAS), Oswestry Disability Index (ODI), PROMIS (Patient-Reported Outcomes Measurement Information System) Global 10, dan Pfirrmann Grading berdaraskan MRI. Studi ini memperoleh persetujuan etik dari Komite Etik RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo dan RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Analisis statistik yang digunakan untuk menguji luaran klinis tindakan PLDR pada pasien HNP Lumbal adalah Uji Mann Whitney (p<0.05) dan Wilcoxon rank test. Evaluasi setelah 3 bulan pasca tindakan PLDR yang diberikan kepada pasien dengan HNP lumbal memberikan perbaikan rasa nyeri berdasarkan skor VAS sebesar 51,3% (rata-rata 7.25±0.68 menjadi 3.67±0.48). Tindakan PLDR juga memberikan perbaikan pada kualitas hidup pasien di mana terdapat perbaikan skor ODI sebesar 58,8% (rata-rata 38.57±7.19 menjadi 15.90±4.84) dan terdapat perbaikan skor SF-36 sampai sebesar 65,1% (rata-rata 46,43±9,64 menjadi 76,67±3,65) pada komponen health change. Evaluasi MRI berdasarkan Pfirrmann Grading menunjukkan adanya penurunan yang signifikan (p<0,05) pasca tindakan PLDR. Evaluasi skor PROMIS didapatkan skor Pain Interference 43.33±5.80 dan Physical function 50.76±2.43 yang menunjukkan skor PROMIS post tindakan PLDR masih belum mencapai nilai maksimal.

Lumbar Nucleus Pulposus Herniation is a common condition caused by the degeneration process of the intervertebral disc in the lumbar area. This condition can be associated with complaints of lower back pain which results in disability and a decrease in the patient's quality of life. Percutaneous Laser Disc Reconstruction (PLDR) is a procedure applied to disc tissue, to induce the regeneration process, repair damaged discs, and reduce pain in patients. This prospective cohort study was conducted at Dr. Cipto Mangunkusumo Hospital and Dr. Moewardi Hospital Surakarta, involving 21 patients with lumbar HNP. Sample selection is based on certain inclusion and exclusion criteria using purposive sampling. Variables analyzed included the Visual Analogue Scale (VAS), Oswestry Disability Index (ODI), PROMIS (Patient-Reported Outcomes Measurement Information System) Global 10, and Pfirrmann Grading.Evaluation after 3 months post PLDR given to patients with lumbar HNP provided an improvement in pain based on the VAS score of 51.3% (average 7.25±0.68 to 3.67±0.48). The PLDR procedure also provided an improvement in the patient's quality of life where there was an improvement in the ODI score of 58.8% (average 38.57±7.19 to 15.90±4.84) ​​and there was an improvement in the SF-36 score of up to 65.1% (average 46.43±9.64 to 76.67±3.65) in the health change component. MRI evaluation based on Pfirrmann Grading showed a significant decrease (p<0.05) after PLDR. PROMIS score evaluation obtained Pain Interference score of 43.33±5.80 and Physical function score of 50.76±2.43, showed that PROMIS score after PLDR had not yet reached the maximum value."
Depok: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2024
D-pdf
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library