Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 546 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Shaffer, Dale Eugene
Metuchen, NJ: Scarecrow Press, 1968
023.2 SHA m
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Thompson, James
London : Clive Bingley , 1982
026 THO e
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Mohamad Fajar
"Indikator kinerja perpustakaan adalah pernyataan numerik, simbol, atau verbal yang diperoleh dari statistik dan data perpustakaan yang digunakan untuk memberi ciri terhadap kinerja sebuah perpustakaan dan menggambarkan tingkat pencapaian suatu sasaran yang telah ditetapkan. Pengukuran indikator kinerja dapat digunakan untuk membandingkan kinerja satu perpustakaan dari waktu ke waktu, maupun membandingkan beberapa perpustakaan, atau di antara unit-unit kerja pada satu perpustakaan dengan tugas yang setara.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur dan memperbandingkan tingkat kinerja layanan perpustakaan dan informasi pada Kelompok Layanan Bahan Pustaka Baru dan Kelompok Layanan Bahan Pustaka Langka di Perpustakaan Nasional RI. Hal itu dilakukan melalui pengukuran indikator kinerja berdasarkan ISO 11620-1998 tentang indikator kinerja perpustakaan.
Indikator kinerja ditentukan dan dipilih yang berkaitan dengan layanan perpustakaan yaitu: Persentase Judul yang Diminta dalam Koleksi; Median Waktu Temu Kembali Dokumen dari Koleksi Tertutup; Tingkat Ketepatan Jawaban yang Diberikan; Tingkat Keberhasilan Penelusuran Melalui Katalog Judul; Tingkat Keberhasilan Penelusuran Melalui Katalog Subyek; Tingkat Penggunaan Fasilitas dirinci menjadi 4 sub indikator: Tingkat Penggunaan Kursi. Tingkat Penggunaan Meja Baca, Tingkat Penggunaan Monitor OPAC, dan Tingkat Penggunaan Mesin Fotokopi.; serta Tingkat Keterisian Kursi.
Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan teknik penelitian survei. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Mei 2004. Subjek penelitian ini adalah pengguna Layanan Bahan Pustaka Baru dan Layanan Bahan Pustaka Langka. Sampel penelitian pada pengguna Layanan Bahan Pustaka Baru sebanyak 232 orang dan pengguna Layanan Bahan Pustaka Langka sebanyak 33 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran langsung di lapangan, observasi, penyebaran kuesioner, dan data statistik. Hasil pengukuran dikaji lebih jauh melalui analisis deskriptif dengan melihat keterkaitannya di antara indikator-indikator kinerja.
Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah :
  1. Mengetahui tingkat keberhasilan dan kegagalan kinerja layanan perpustakaan.
  2. Memberikan masukan yang obyektif bagi manajemen perpustakaan khususnya bidang layanan perpustakaan.
  3. Memperbaiki dan meningkatkan kualitas layanan agar lebih efektif dan efisien.
  4. Diharapkan dapat mensosialisasikan ISO 11620-1998 kepada lembaga perpustakaan lainnya untuk menggunakan indikator-indikator kinerja yang ada di dalam standar ISO 11620-1998, khususnya untuk mengevaluasi kinerja layanan perpustakaan.

Library performance indicator is statement of numeric, symbol, or verbal which derived from library statistics and data, used to characterize the library performance and describe level of goals attainment that have specified. Performance indicator measurement can be used for comparison of performance over time within the same library, also between some libraries or among work units with equivalent duty from one library.
This research goal was to compare and to measure performance level of information and library service at Service Group of New Book Materials and Service Group of Scarce Book Materials in National Library of Indonesia Republic. That used through of performance indicator measurement to pursuant ISO 11620-1998, about library performance indicators.
Performance indicators selected and determined be relate of library service. Those indicators were Percentage of Required Titles in the Collections; Required Titles Extended Availability; Median Time of Document Retrieval from Closed Stacks; Correct Answer Fill Rate; Title Catalogue Search Success Rate; Subject Catalogue Search Success Rate; Facilities Use Rate, detailed become of 4 indicators: Seat Use Rate, Read Desk Use Rate, OPAC Monitor Use Rate, Copier Use Rate; Facilities Use Rate; and Seat Occupancy Rate.
The research used quantitative method with technique survey. Time of research conducted during of May 2004. Subject of research was consumer of Service Group of New Book Materials and Service Group of Scarce Book Materials. Research sample at Service Group of New Book Materials was 232 people and Service Group of Scarce Book Materials was 33 people. Data was collected through direct measurement in field, observation, questioner, and statistical. Results measurement analyzed through by descriptive analysis and related with other performance indicators.
Benefits from this research was:
  1. Knowing of efficacy and failure level of library service performance.
  2. Giving of objective input for library management specially the library service unit.
  3. Repairing and improving of service quality that to be more effective and efficient.
  4. Have expected to socialize ISO 11620-1998 to other library institution and use performance indicators of ISO 11620-1998, that specially to evaluate library service performance.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2004
T11604
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ardi Siswanto
"Kajian pengelolaan perpustakaan mencakup sistem pengelolaan secara umum, peran dan fungsi perpustakaan, dan hambatan-hambatan dalam pengelolaan perpustakaan. Karena penelitian dalam pengelolaan perpustakaan di lembaga perguruan tinggi swasta masih langka, maka penelitian ini memfokuskan pada pengelolaan perpustakaan di lembaga perguruan tinggi swasta tersebut. Penelitian ini mempunyai nilai yang sangat penting dalam kaitannya dengan peran dan fungsi perpustakaan di perguruan tinggi swasta.
Tujuan penelitian ini secara umum untuk menggambarkan sistem pengelolaan perpustakaan pada delapan universitas swasta, khususnya pengelolaan koleksi perpustakaan, layanan, sarana dan prasarana, sumber daya manusia, dan sumberdaya finansial, dan juga mengidentifikasi peran masing-masing perpustakaan universitas tersebut.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2002 sampai bulan Agusuts 2002, melibatkan delapan universitas swasta di DKI Jakarta sebagai sampel, terdiri dari Unika Atmajaya, Universitas Nasional, Universitas Darma Persada, Universitas Krisnadwipayana, Universitas Bina Nusantara, Universitas Islam As-Syafiiyah, Universitas Tarumanegara, dan Universitas 17 Agustus 1945. Data diambil dari survai 520 responden mencakup pimpinan perpustakaan, tenaga administrasi, staf pengajar dan mahasiswa. Instrumen pengumpulan data melalui kuesioner dan pedoman wawancara.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa [1] secara umum sistem pengelolaan perpustakaan universitas swasta di DKI Jakarta menunjukkan tidak berfungsi dengan baik. Khususnya alur pengelolaan termasuk di dalamnya perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan penilaian tidak berkelanjutan, karena kurangnya dukungan lembaga dan kurangnya sumber daya manusia, dan sumber daya finansial. Oleh sebab itu para pimpinan perpustakaan mempunyai kesulitan dalam melaksanakan tujuan program-programnya untuk memfungsikan perpustakaan universitas swasta tersebut. Akibatnya, perpustakaan tidak dapat memenuhi hasil yang diharapkan dalam memberikan pelayanan terhadap pengguna informasi, bahkan dalam kalangan perguruan tinggi tersebut. [2] perpustakaan masih dianggap mempunyai peran dan fungsi penunjang (peripheral) dalam kehidupan akademik universitas swasta. Perpustakaan hanya merupakan unit penunjang, sebagai ganti unit sumber untuk kegiatan akademik yang terdapat dalam universitas swasta. Sementara itu, perpustakaan dalam keadaan yang kurang menguntungkan karena kurang memperoleh dukungan kebijakan lembaga, padahal universitas begitu juga pengguna perpustakaan mempunyai tuntutan yang tinggi terhadap layanan perpustakaan yang cepat, mencakup koleksi perpustakaan, berbagai layanan pengguna, fasilitas perpustakaan, sarana dan prasarana dan jaringan kerjasama antar perpustakaan.

The area of library management comprises of management system in general, role and function of a library, and constraints in the management of a library. Since research in the area of library management is rare, this research, focusing on library management of private higher education institutions, is highly important.
In general, the purpose of this research is to illustrate the library management systems on eight private universities, specifically the management of library collection, services, structure and infrastructure, human and financial resources, and to identify the role of each library within its university.
The study was conducted from April 2002 up to August 2002, involving eight private universities in Jakarta as sample institutions, i.e., Unika Atmajaya, Universitas Nasional, Universitas Darma Persada, Universitas Krisnadwipayana,Universitas Bina Nusantara, Universitas Islam As-Syafiiyah, Universitas Tarumanegara, dan Universitas 17 Agustus 1945. Data were surveyed from 520 respondents, i.e., library managers, administrative staff, academic staff and students. The data collection instruments were questionnaire and interview guidelines.
Results of the study show that [1] in general, the management of library system in private universities in Jakarta tends to be not functioning well. Specifically, the management cycle (planning, organization, actuating, controlling and evaluation) was not followed through, due to lack of support from the institution, and lack of human and financial resources. Therefore, library managers were having difficulties in implementing its programs aiming toward the functioning of their libraries within the private universities. Thus far, the library was not able to fulfill its expected performance in serving the users' needs of information, even within its own university. [2] Library was still perceived to have a peripheral role and function in the academic life of private universities. It was only a supporting unit, instead of a resource unit for academic interactivities to take place within a university. While the library have some disadvantages of lacking support from institutional policy and support, universities, as well as library users demanded high and rapid improvement of library services, including library collection, variety of users' services, library facilities, structure and infrastructure, and networking among libraries.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2004
T11698
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Astuti Damayanti
"Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kualitas layanan CD-ROM di PUSTAKA dengan menggunakan metode LibQUAL+TM. Penelitian ini dilakukan di Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (PUSTAKA) Bogor. Responden penelitian diambil berdasarkan teknik pengambilan sampel accidental sampling yang berjumlah 32 orang, terbagi menjadi 3 kelompok responden, yaitu 17 orang kelompok responden mahasiswa, 10 orang kelompok responden pustakawanlpetugas perpustakaan dan 5 orang kelompok responden pegawai negeri lingkup Departemen Pertanian.
Metode pengukuran yang digunakan adalah LibQUAL+TM, yaitu metode pengukuran kualitas layanan perpustakaan berdasarkan harapan dan persepsi pengguna terhadap empat dimensi layanan, yaitu I). Access to Information (AI) 2). Affect of Service (AS) 3). Personal Control (PC) 4). Library as a Place (LP). Harapan yang din ilai oleh responden terdiri atas harapan minimum (minimum), yaitu harapan akan layanan yang dapat diterimanya serta harapan sesungguhnya (desired), yaitu harapan akan layanan yang sesungguhnya diinginkan. Responden juga diminta untuk menilai persepsi (perceived), yaitu layanan yang dirasakan atau diterimanya. Nilai kesenjangan (gap score) yang diperoleh dari nilai harapan minimum, harapan sesungguhnya dan persepsi menyatakan kualitas layanan. Responden diminta untuk menilai 23 item pernyataan dengan skala 1-9.
Hasil penelitian menyatakan bahwa kualitas layanan CD-ROM di PUSTAKA dinilai balk oleh penggunanya. Secara umum, pengguna merasa cukup puas akan layanan yang diterimanya. Hal ini ditunjukkan oleh nilai persepsi, yaitu 5,71 yang masih lebih tinggi jika dibandingkan dengan nilai harapan minimum pengguna, yaitu 5,50. Nilai kesenjangan yang terjadi adalah 0,20 yang menunjukkan bahwa nilai Adequacy Gap (AG) yang diperoleh bernilai positif. Nilai harapan sesungguhnya yang diperoleh adalah 7,27 yang menghasilkan nilai kesenjangan Superiority Gap (SG) yang bernilai negatif, yaitu -1,55. Nilai tersebut menunjukkan bahwa kualitas layanan masih berada pada wilayah batas toleransi (zone of tolerance).
Layanan yang belum dapat memuaskan responden tersebut, sehingga perlu mendapatkan perhatian dari manajemen perpustakaan adalah mengenai a). Kelengkapan koleksi CD-ROM, b). Waktu tunggu yang lama, c). Bimbingan pustakawanlpetugas perpustakaan dalam mencari informasi. d). Kemudahan akses, e). Kecepatan akses, f), Kerelevanan dan keakuratan informasi, g). Kebaruan informasi, h). Waktu pelayanan, i). Kejelasan petunjuk penggunaan CD-ROM, j). Kemandirian pengguna, k). Ketersediaan alat tulis yang dapat dipinjamldipakai pengguna saat memanfaatkan layanan CD-ROM. Dimensi yang penting untuk mengevaluasi kualitas layanan CD-ROM, yaitu Access to Information dan Personal Control belum dapat memenuhi harapan minimum penggunanya.
Layanan yang paling memuaskan responden adalah layanan yang berkaitan dengan sikap dan kemampuan pustakawanlpetugas perpustakaan dalam melayani pengguna, yaitu mengenai a). Kesopanan dan keramahan pustakawanlpetugas perpustakaan, b). Ketanggapanikecepatan pustakawanlpetugas perpustakaan dalam membantu pengguna memanfaatkan layanan CD-ROM.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang paling merasa puas akan layanan CD-ROM di PUSTAKA adalah kelompok responden pustakawanlpetugas perpustakaan dan yang paling merasa belum puas adalah kelompok responden mahasiswa. Kelompok responden pegawai negeri di lingkup Departemen Pertanian sebagai pengguna potensial menilai bahwa layanan CD-ROM yang diterimanya belum memenuhi harapan minimum mereka.

The objective of this research is to measure CD-ROM service quality at PUSTAKA using the LibQUAL+TM method. The research took place at Center for Agricultural Library and Technology Dissemination, PUSTAKA, Bogor. The 32 respondents on this research was taken using the accidental sampling technique. Respondents were grouped into 3 major respondents; 17 respondents of college students, 10 respondents of librarians/library staffs and 5 respondents of government employees at Agricultural Department.
LibQUAL+TM method used for measuring library service quality is based on user's expectation and perception of four quality dimensions; 1). Access to Information (AI) 2). Affect of Service (AS) 3). Personal Control (PC) 4). Library as a Place (LP). Each respondent was asked to jugde their minimum level of service that would find acceptable (minimum), level of service that they personally wanted and also the level of service that they believed the library has already provided. The gap score of minimum expectation, desired and perception stated the library service quality. Respondents were asked to rate on scale 1-9 of 23 item statements.
The results stated that respondents jugded the CD-ROM service quality at PUSTAKA was in the level of good service. In general, user felt quite satisfied with the service. It was shown by the perception value 5,71 that is higher than the minimum value 5,50. The gap score was 0,20 indicated that the Adequacy Gap (AG) value was positif while the Superiority Gap (SG) value was negatif, -1,55 which showed that level of quality service was in the zone of tolerance.
Several services that user perceived unsatisfied and need to be repaired were related to a). Completeness of CD-ROM collections, b). Waiting time, c). Librarian/library staff guidance in finding information, d). Easy access, e). Faster access, f). Relevancy and accuracy of information, g). Up to date information, h). Service time, i). Clarity of the manual instructions or guide of CD-ROM , j). Users independence in finding information, k). Availability of stationery supplies to be used in order to help user using the CD-ROM service. The dimensions which are important for measuring CD-ROM service quality, Access to Information and Personal Control found to be not satisfied user yet. Several services that user found satified were related to the performance of librarian/library staff, a). Courtesy of librarian/library staff, b). Responsiveness of librarian/library staff in helping user to use the CD-ROM service.
The results showed that librarians/library staffs were the most satisfied respondent in this research while the college students were the most dissatisfied respondent. The potential user of the CD-ROM service at PUSTAKA, the government employees of agricultural department jugded the level of CD-ROM service quality at PUSTAKA has not met their minimum level of acceptable service yet.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2006
T17644
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
New York : Haworth Press , 1991
025.233 VEN
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Ziarnik, Natalie Reif
"In this revolutionary new book, expert liaison Natalie Reif Ziarnik draws on well-known children's literature and defining moments in history to expose the untapped potential that exists between schools and libraries."
Chicago: American Library Association, 2003
e20436229
eBooks  Universitas Indonesia Library
cover
"Sejak tahun 2007, Perpustakaan Nasional RI telah memberikan bantuan buku dan bimbingan teknik (bimtek) kepada perpustakaan desa yang operasionalisasinya dilaksanakan oleh Badan Perpustakaan Provinsi. Selanjutnya sosialisasi atau penyuluhan dilakukan oleh Perpustakaan umum Kabupaten Berau tentang arti penting membaca kepada masyarakat. Didorong atas kesadaran masyarakat akan kebutuhan membaca, maka perpustakaan umum kabupaten telah berperan untuk memfasilitasi terwujudnya suatu perpustakaan. Oleh karena di wilayah Kabupaten Berau tidak mengenal desa, sehingga perpustakaan yang dibentuk adalah perpustakaan kampung. Perpustakaan kampung yang telah terbentuk ada tiga yaitu Perpustakaan Kampung Merancang Ulu, Labanan Makarti dan Pegat Bukur. Pembentukan perpustakaan kampung ini tidak terlepas dari peran kerjasama dengan perusahaan tambang PT Berau Coal sebagai tanggung jawab sosial (Corporate Social Responsibility-CSR), United Traktor maupun lembaga lain seperti LSM. Setelah wujud perpustakaan kampung terbentuk, maka terdapat delapan aspek perpustakaan (kelembagaan, koleksi, sarana dan prasarana, SDM, manajemen, layanan, anggaram dan pemustaka) yang perlu diperhatikan agar keberadaan perpustakaan kampung terjadi berkelanjutan (sustainability)."
VIMAPER
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Eine Ayu Saraswati
"Penelitian ini mengenai penerapan manajemen promosi perpustakaan di Perpustakaan Pendidikan Nasonal. Fokus penelitian ini terbatas pada peninjauan terhadap prosedur manajemen promosi PPN melalui pemberitaan di media massa. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui penerapan manajemen promosi perpustakaan di Perpustakaan Pendidikan Nasional melalui pemberitaan di media massa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu kajian pustaka, wawancara dan dilengkapi observasi. Informan yang diwawancara adalah Koordinator Perpustakaan Pendidikan Nasional. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan manajemen promosi PPN melalui publisitas di media massa dilakukan dengan menerapkan tujuh pokok manajemen promosi yang diadaptasi dari teori yang dikemukakan Lovelock dan de Saez. Persamaan tersebut terdapat pada adanya langkah-langkah berikut ini. Dari 1000 bobot yang diberikan oleh peneliti nilai yang diperoleh PPN adalah: 1)160 untuk perencanaan promosi; 2) 80 untuk pembatasan promosi; 3) 100 untuk penentuan masa pelaksanaan strategi promosi; 4) 100 untuk kerjasama dengan media; 5) 0 untuk kombinasi strategi promosi; 6) 50 untuk motivasi staf; 7) 160 untuk realisasi ide kreatif, dan; 8) 100 untuk evaluasi. Keseluruhan nilai PPN adalah 700. Penelitian ini juga memberikan saran kepada PPN untuk mengembangkan kebijakan tertulis untuk promosi perpustakaan dan melakukan pelatihan sehingga staf lain dapat memahami cara bekerjasama dengan media serta tidak memiliki ketergantungan terhadap Koordinator Perpustakaan Pendidikan Nasional."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2007
S15243
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>