Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Ibnu Fahmy Prayogo
"ABSTRAK
<
Penelitian  ini  ditujukan  untuk  mengetahui  ukuran  dan  konsentrasi  optimum  partikel  yang  ditambahkan  kedalam nanofluida untuk proses pendinginan cepat. Nanofluida digunakan dalam media pendingin untuk meningkatkan nilai konduktivitas termal dalam proses pendinginan cepat. Dalam penelitian ini, digunakan partikel TiO 2  berukuran 44  μm, TiO 2 berukuran 44  μm kemudian dilakukan proses penggilingan, dan TiO 2  berukuran 21 nm. Nanofluida diperoleh dengan mencampurkan 0,1, 0,2, 0,3, 0,4, dan 0,5 % TiO 2  ke dalam air. Planetary ball mill  digunakan untuk mereduksi ukuran TiO 2-44 μm. Karakterisasi komposisi TiO 2  menggunakan Energy Dispersive Spectroscopy (EDS). Dari hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai kekerasan nilai kekerasan tertinggi pada  kadar 0,5 % serbuk TiO 2  berukuran 21 nm dengan nilai kekerasan 64 HRC. Untuk pengujian kekerasan dengan media pendingin berupa air didapatkan nilai kekerasan sebesar 55 HRC. Hasil pengujian juga menunjukkan kecenderungan semakin kecil ukuran partikel, maka kekerasan pada material akan semakin meningkat. 

ABSTRACT
Recently,  nanofluid  is  used  to  improve  the  thermal  conductivity  of  the  quench medium in the heat treatment industry. In this research, micro-sized TiO 2  powder, ball-milled micro-sized TiO 2   powder and  nano-sized  TiO 2 particle  were  used  and  compared  for  their  cooling  characteristic  in  a microfluid. The microfluid were produced by mixing 0.1%, 0,2%, 0.3%, 0,4%, and 0.5% volume of both micro- and nano-sized particle into 100 ml of distilled water. The planetary ball mill was used at 500 rpm  for 15 hours to  reduce the dimension of micron-sized  TiO 2. Composition characterization by Energy Dispersive Spectroscopy (EDS) showed that the powder used were free from impurities. The hardness test result showed that the sample quenched with 0.5%addition of the nano-sized particle  in  nanofluid had the highest number up to 64 HRC, more than  5 HRC increment  from  a  water-quenched  sample where  the  hardness  was  55 HRC, showing that the cooling rate in the nanofluid was  much  higher. The addition of micro-size particle in fluid generally had a lower cooling rate than the addition of nano-size particle."
2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Regina Calysta Natalie
"Dalam beberapa tahun terakhir, telah terjadi kemajuan signifikan di bidang mikrofluidika, yang telah meningkatkan minat dan penelitian pada micromixer yang sangat berharga karena kemampuannya dalam memfasilitasi pencampuran yang cepat dan homogen pada skala mikro. Penelitian ini menginvestigasi micromixer dalam mencapai intensitas pencampuran yang tinggi sambil meminimalkan penurunan tekanan. Peneliti mengembangkan model yang diusulkan oleh Bhagat untuk simulasi dinamika fluida komputasional (CFD) 2D dengan menggabungkan empat variasi penghalang: Lingkaran, Segitiga, Berlian, dan Berlian yang Dimodifikasi. Temuan penelitian ini menyoroti pengaruh signifikan dari bentuk penghalang, jumlah garis, dan jarak antara penghalang terhadap intensitas pencampuran dan penurunan tekanan. Penelitian ini mengidentifikasi dua model superior dengan intensitas pencampuran yang luar biasa: Berlian (77,26%) untuk penghalang satu garis dan Lingkaran (98,95%) untuk penghalang dua garis, yang menunjukkan penurunan tekanan yang rendah.

In recent years, there has been a significant advancement in the field of microfluidics, leading to increased interest and research in micromixers which are highly valuable for their ability to facilitate fast and homogenous mixing at the microscale. This study investigates micromixers in achieving high mixing intensity while minimizing pressure drop. The researcher expands on the model proposed by Bhagat for 2D computational fluid dynamics (CFD) simulation by incorporating four obstruction variations: Circle, Triangle, Diamond, and Modified Diamond. The findings highlight the significant influence of obstruction shape, number of lines, and distance between obstacles on mixing intensity and pressure drop. The study identifies two superior models with exceptional mixing intensity: Diamond (77.26%) for single-line obstruction and Circle (98.95%) for two lines obstruction, exhibiting low-pressure drop."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library