Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
Bianca Ludwina Callysta Richyana
"Stigma terhadap homoseksual masih kuat di Indonesia, representasi queer dalam media dipandang memiliki potensi sebagai sarana perubahan sikap. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh menonton film queer terhadap sikap terhadap homoseksual di Indonesia. Menggunakan metode pre-experimental design pretest-posttest one group, sebanyak 39 partisipan berusia 18–-27 tahun (M = 21.02, SD = 1.81) mengikuti sesi menonton film Pria (2017). Paired sample t-test menunjukkan bahwa penayangan film queer tidak menghasilkan perubahan sikap yang signifikan (t(38) = -0,907, p > 0.05). Mayoritas partisipan juga sudah memiliki sikap yang tergolong sedang hingga tinggi, sehingga ada dugaan ceiling effect. Tidak adanya perubahan sikap diduga terhambat faktor sosial budaya. Uji korelasi menunjukkan kepentingan nilai-nilai agama berhubungan negatif signifikan dengan sikap terhadap homoseksual, sedangkan frekuensi konsumsi media, sikap lingkungan terdekat dan interaksi dengan komunitas LGBTQIA+ berhubungan positif signifikan. Film dapat menjadi pemicu kesadaran awal, tetapi memerlukan strategi lain untuk menciptakan perubahan sikap berkelanjutan.
The stigma against homosexuals is still strong in Indonesia, queer representation in the media is seen as having the potential as a means of attitude change. This study aims to examine the effect of watching queer films on attitudes towards homosexuals in Indonesia. Using the pre-experimental design pretest-posttest one group method, 39 participants aged 18–27 years (M = 21.02, SD = 1.81) participated in a session of watching the film Pria (2017). A paired sample t-test showed that presenting queer films did not result in significant changes in attitudes (t(38) = -0.907, p > 0.05). The majority of participants also already had moderate to high attitudes, so there is a suspicion of a ceiling effect. The absence of attitude change is thought to be hampered by socio-cultural factors. The correlation test showed that religious importance values were significantly negatively related to attitudes towards homosexuals, while the frequency of media consumption, attitudes of the immediate environment and interaction with the LGBTQIA+ community were significantly positively related. Films can be a trigger for initial awareness, but require other strategies to create sustainable attitude change."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Ayu Annisa
"Film Nocturnal Animals 2016 membuka perdebatan tentang keberadaan substansi dibalik mewahnya gaya yang diimplementasikan di film itu oleh sang sutradara yang juga seorang desainer terkemuka, Tom Ford. Salah satu bagian subtansi film tersebut adalah cerita bahwa dibalik modernitas dan kemewahan, kedua karakter utamanya, Edward dan Susan, adalah dua orang yang menderita trauma dan kehilangan. Disampaikan dengan dua struktur narasi yang berbeda yakni atemporal dan linear serta dikemas dalam dua dunia atau latar yang berbeda yaitu fiksional dan nyata, trauma dan kehilangan ternyata memiliki peran dalam pembentukan subjektivitas kedua karakter tersebut.
Menggunakan pendekatan psikoanalisa serta konsep yang diperkenalkan oleh Todd McGowan tentang atemporal cinema dan kehilangan sebagai pembentuk subjektivitas, skripsi ini bertujuan mencari fungsi sesungguhnya dari peradaban kontemporer dan kehilangan dalam pembentukan subjektivitas seseorang. Pada akhirnya, studi ini menyimpulkan bahwa dalam pembentukan subjektivitas, seseorang harus mengalami kehilangan dan menemukan kepuasaan dari pengalaman tersebut terlepas dari pengaruh peradaban kontemporer.
Nocturnal Animals 2016 opens a discussion on the existence of its substance underneath all the lavish style implemented by its fashion designer director, Tom Ford. One of the most pivotal substances in the movie is the story behind all the sophistication about the lead characters, Edward and Susan, who suffer from traumatic loss. Told through two different narrative structures, namely atemporal and linear as well as set in two different settings of fictional and reality, traumatic loss, in fact, has significance in constructing someone's subjectivity. Using psychoanalytic approach and theories initiated by Todd McGowan on atemporal cinema and loss as an element of subjectivity, this study explores the function of loss in contemporary era in the construction of subjectivity. In the end, the study finds that in constructing subjectivity, one must embrace loss and find enjoyment in it regardless of the influence of civilized contemporary era. "
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2017
S67704
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library