Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 6 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Hamner, Tommie
New Jersey: Prentice-Hall, 1990
649.1 HAM p
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Knapp, Sarah Edison
Canada: John Wiley & Sons, 2005
649.1 KNA p
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Intan Nurul Dwi Utari
"ABSTRAK
Siswa di sekolah berbasis Islam rentan mengalami stres akademik. Pola asuh yang sesuai dari orangtua dapat menurunkan stres akademik siswa. Di sisi lain, spiritualitas juga dapat menjadi sumber koping bagi individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara pola asuh dan tingkat spiritualitas dengan tingkat stres akademik siswa di sekolah berbasis Islam. Pene korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan secara online terhitung sejak 03 Apri 10 Mei 2020 dengan sampel sejumlah 109 siswa kelas XII di sekolah berbasis Islam MAN Jakarta Timur yang diambil dengan metode simple random sampling. Instrumen The Parental Care Style Questionnaire digunakan untuk mengidentifikasi pola asuh orangtua, instrumen Spiritual Involvement and Beliefs Scale untuk mengukur tingkat spiritualitas, dan instrumen Educational Stress Scale for Adolescents untuk mengukur tingkat stres akademik. Berdasarkan hasil analisis korelasi Pearson (CI 95%), peneliti menemukan bahwa terdapat hubungan bermakna negatif antara pola asuh demokratis dengan tingkat stres akademik (p=0,000), terdapat hubungan bermakna positif antara pola asuh otoriter dengan tingkat stres akademik (p=0,036), dan terdapat hubungan bermakna negatif antara pola asuh permisif dengan tingkat stres akademik (p=0,005). Pola asuh demokratis memiliki hubungan yang paling signifikan dengan tingkat stres akademik dibandingkan dengan pola asuh otoriter dan permisif. Hasil analisis korelasi Pearson juga menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dan bermakna negatif antara tingkat spiritualitas dengan tingkat stres akademik pada siswa di sekolah berbasis Islam (p=0,000). Hasil penelitian ini dapat membantu pengembangan pelayanan, pendidikan, dan penelitian keperawatan. Orangtua diharapkan untuk menerapkan pola asuh demokratis dan sekolah agar dapat membuat program untuk meningkatkan spiritualitas siswa dalam rangka mengurangi stres akademik
.
Students in Islamic-based schools are vulnerable to experiencing academic stress. An appropriate parenting style from parents can reduce it. Besides, spirituality can be a source of coping for individuals. This study aims to identify the correlation between parenting style and level of spirituality with academic stress level in students of Islamic- based school. Descriptive correlative with cross-sectional approach was used. Data was collected online starting from April 3rd to May 10th, 2020 with a total of 109 respondents of 12th-grade senior students at Islamic-based high school MAN Jakarta Timur. Respondents were selected by simple random sampling. The Parental Care Style Questionnaire was used to identifying parenting style, the Spiritual Involvement and Beliefs Scale was used to measuring spirituality level, and the Educational Stress Scale for Adolescents was used to measuring academic stress level. Data were analysed using Pearson correlation analysis (CI 95%). Results showed that there was a negative correlation between the democratic parenting style with academic stress level (p=0.000), there was a positive correlation between the authoritative parenting style with academic stress level (p=0.036), and there was a negative correlation between the permissive parenting style with academic stress level (p=0.005). The democratic parenting style had the most significant correlation with academic stress level than the authoritative and permissive parenting style. The finding also showed that there was a significant negative correlation between the level of spirituality and academic stress level in students of the Islamic-based school (p=0.000). Results from this study can be used to develop nursing practice, education, and research. In addition, parents are expected to be able to use a democratic parenting style, and schools can develop some programs to increase student’s spirituality to reduce academic stress level
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Barkley, Russell A.
New York: The Guilford Press, 1987
649.107 BAR d
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Fatma Dewi
"ABSTRAK
Prestasi belajar digunakan oleh pendidik sebagai tolok ukur untuk mengetahui
sampai seberapa jauh pengetahuan dan ketrampilan yang diajarkan pendidik telah
diterima seorang siswa. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi prestasi belajar
seorang siswa, salah satunya adalah motivasi berprestasi. Menurut para ahli motivasi
berprestasi dapat meramalkan berhasil atau tidaknya seseorang dalam mencapai suatu
prestasi. Masa kritis pertumbuhan motivasi berprestasi tinggi pada usia sekolah, dimana
anak membentuk kebiasaan untuk mencapai keberhasilan dalam belajar. Oleh
karenanya, motivasi berprestasi hendaknya dipupuk sejak anak mulai sekolah.
Ada banyak faktor yang mempengaruhi motivasi berprestasi siswa, diantaranya
adalah lingkungan keluarga yang didalamnya mencakup pola pengasuhan dan
dukungan sosial orang tua. Ada tiga jenis pola pengasuhan yang biasa diterapkan
orang tua pada anak, yaitu: authoritative, authoritarian, dan permissive. Ketiga pola
pengasuhan tersebut di atas akan mempengaruhi perkembangan anak secara berbeda,
yang tentunya akan berpengaruh pada proses penyesuaian diri anak terhadap
Iingkungannya termasuk lingkungan sekolah dimana ia memperoleh pendidikan dan
belajar untuk mencapai prestasinya secara optimal.
Selain pola pengasuhan orang tua, dukungan sosial yang diberikan orang tua
ternyata akan memberikan dampak positif bagi prestasi belajar seorang anak.
Dukungan sosial itu sendiri secara umum mengacu pada bantuan yang diberikan pada
seseorang oleh orang-orang yang berarti baginya seperti keluarga dan teman-teman.
Dukungan sosial yang diberikan orang tua kepada anak secara umum berfungsi untuk
memberikan perasaan diterima, diperhatikan, disayangi, dihargai dan dicintai. Dengan
adanya hal tersebut anak akan merasa bahagia dan tenang karena ia merasa ada orang
lain yang dapat diandalkan bantuannya bila mendapat kesulitan dalam mengikuti
pelajaran di sekolah. Dukungan sosial juga dapat berfungsi sebagai reward dan dapat
mengarahkan serta mendorong seseorang untuk berprestasi.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada hubungan antara pola
pengasuhan orang tua dan dukungan sosial orang tua dengan motivasi berprestasi
anak usia sekolah. Lebih jelasnya, penelitian ini ingin meiihat apakah ada hubungan
yang signifikan antara pola pengasuhan authoritative, authoritarian, dan permissive
dengan motivasi berprestasi anak usia sekolah, dan untuk mengetahui pula apakah ada
hubungan yang signifikan antara dukungan sosial orang tua dengan motivasi berprestasi
anak usia sekolah.
Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V SD (usia 9 - 10 tahun), karena masa
kritis pertumbuhan motivasi berprestasi tinggi pada usia sekolah dan pada usia tersebut,
motivasi berprestasi anak sudah mulai terbentuk dengan baik. Subyek penelitian ini
yang berjumlah 218 siswa diperoleh dari 8 SD yang ada di wilayah Jakarta Pusat.
Pengambilan sampel sekolah akan dilakukan secara accidental dan semua siswa kelas
V dari sekolah tersebut akan dijadikan subyek dalam penelitian ini. Alat yang digunakan
sebagai penjaring data ada tiga macam, yaitu (i) alat untuk mengukur motivasi
berprestasi; (ii) alat untuk mengukur pola pengasuhan orang tua yang dipersepsi anak;
(iii) alat untuk mengukur dukungan sosial orang tua berdasarkan pendapat anak. Ketiga
alat tersebut berupa kuesioner yang berbentuk skala. Pengolahan data penelitian
dilakukan dengan menggunakan teknik statistik deskriptif.
Dari penelitian diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan
antara pola pengasuhan authoritative dengan motivasi berprestasi; terdapat hubungan
negatif yang signifikan antara pola pengasuhan authoritarian dengan motivasi
berprestasi; dan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara pola pengasuhan
permissive dengan motivasi berprestasi. Selain itu diketahui pula terdapat hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial orang tua dengan motivasi berprestasi
anak usia sekolah.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dalam memberikan
sumbangan-sumbangan teoritis bagi peneliti lain yang ingin melakukan penelitian di
bidang yang sama. Dari segi praktis, diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan
informasi, khususnya bagi orang tua, mengenai pola pengasuhan yang paling tepat
agar anak termotivasi unluk menunjukkan prestasinya secara optimal. Sehingga para
orang tua dapat mengurangi perilaku yang menggambarkan pola pengasuhan
autoritharian dan permissive, dan meningkatkan perilaku yang mencerminkan pola
pengasuhan authoritative. Seiain itu hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi
manfaat praktis dalam rangka mengoptimalkan fungsi orang tua sebagai sumber
dukungan sosial utama bagi anaknya yang berusia sekolah, sehingga memiliki motivasi
berprestasi yang baik."
1997
S2452
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Meidyta Puspa M.
"Penelitian ini membahas peran orang tua bagi anak autis dalam kehidupan sehari-hari mereka. Penderita autis dapat diketahui dari terhambatnya interaksi sosial yang diikuti gangguan perkembangan komunikasi baik verbal maupun nonverbal. Untuk memperoleh kesejahteraannya, peran keluarga sangat diperlukan agar anak autis bisa mengaktualisasikan dirinya secara optimal terutama agar anak autis dapat diterima dengan baik oleh orang-orang di sekitar mereka. Dengan metode penelitian kualitatif menggunakan studi kasus terhadap 3 keluarga yang memiliki anak autis, penelitian ini memahas peran-peran yang dijalankan keluarga bagi anak autis. Didapati bahwa keluarga menjalankan peran yang cenderung berbeda dalam memenuhi kebutuhan fisik, psikologis dan sosial anak autis.

This research describes parents role for Autistic Children in their dialy life. Children with Autism can be known by their distracted social interaction followed by communication disorder either verbal or non-verbal communication. Family role is something that autism children really require to be actualized optimally, especially so that they can be accepted by the people they surrounded by. By using qualitative research method with case study, this research means to explain family roles for children with Autism. From this research known that family play pretty much different roles in sustaining and providing children with autism?s Physical, Psychological and social needs."
Depok: Universitas Indonesia, 2013
S45006
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library