Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 49 dokumen yang sesuai dengan query
cover
"Penelitian ini merupakan pernanfaatari serat nenas sebagai bahan baku alternatif untuk pembuatan komposit otomotif sunvisor tahan api untuk kendaraan/mobiL Bahan penguat kornpeslt dalam percobaan ini berupa bentuk potongan serat nenas degummed sistem acak. Sebagai pengikat untuk membentuk komposit dipilih matriks resin epoksi dan poliuretan, Proses dilakukan dengan sistem hot press moulding denqan tekanan 40 kg/cm2 dan suhu 130°C. Oari hasil penelitian rnenunjukkan bahwa proses degumming pada serat nenas mernpenqaruhi struktur rnorfoloqi serat, sehingga derajat kekristalan serat menjacli lebih tinggi. Untuk pembLiatan komposit dengan serat degummed berpengaruh terhadap peningkatan sifat fisika yang dibuktikan dab hasH uji SEM. Zat aditif untuk mendapatkan sifat tahan api digunakan ZnCI2, KSBN, Na2SiG3 dan MgCI2 bari hasil percobaan diperoleh sifat tahan api relatif baik d'engan proses impregnasi zal aditif, sedangkan denqan cara pelarutan bersama resin pengikat menghasilkan komposit yang tidak tahan api (terbakar). Oari hasil pengujian komposit sun visor serat nenas baik dengan resin epoksi rnaupun poliuretan, disarankan menggunakan Na2Si03 untuk mendapatkan sifat tahan api. Kondisi optimum pernbuatan komposit terseb'ut baik dengan resin epoksi maupun poliuretan meliputi uji tebal, densitas, moisture content, absorpsi air, perubahan ukuran pada kondisi normal dan setelah pemanasan, ketahanan bending dan modulus elastrsitas ((pada kondlsi normal, kondisi suhu 110°C selama 5 menit dan kondisi suhu 50°C selama '48 jam), itahan •api serta sme!/Ii(bau;), memenuhi persyaratan sesuai standar perusahaan otornotlt, Rev 7," Fiberboard for Moulding T~im". Kontinyuitas serat 'nanas diharapkan berjalan baik denga"n harga serat dapat ditekan, rnelalui pengelolaan perkebunan sistem penanaman bergilir dan melakukan budi da.ya sam ping misalnya pembuatan kompJ0s klorofil atau pakan ternak."
661 JRI 5:3 (2011)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Nita Magfirah Ilyas
"Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan memurnikan bromelain yang diekstrak dari bagian tanaman nanas (Ananas comosus) melalui metode fraksinasi menggunakan garam ammonium sulfat, diikuti dengan proses dialisis dan dilanjutkan dengan tahap pemurnian menggunakan metode kromatografi kolom gel filtrasi. Aktivitas spesifik tertinggi terdapat pada fraksi ammonium sulfat 50-80% (fraksi 3) baik untuk sampel bagian bonggol maupun bagian daging buah nanas, masing-masing adalah sebesar 0,30 U/mg dan 0,21 U/mg. Fraksi 3 dari bagian bonggol memiliki tingkat kemurnian 132,65 kali enzim kasarnya sedangkan fraksi 3 dari bagian daging buah nanas memiliki tingkat kemurnian 108,47 kali dari enzim kasarnya. Proses dialisis memberikan nilai aktivitas spesifik dan tingkat kemurnian enzim tertinggi pada fraksi 3 dari bagian bonggol nanas yaitu sebesar 0,33 U/mg dengan kenaikan tingkat kemurnian menjadi sebesar 141,58 kali enzim kasarnya. Uji kestabilan termal terhadap fraksi enzim hasil dialisis menunjukkan bromelain dari bonggol nanas mengalami inaktivasi pada suhu 80°C, sedangkan bromelain dari daging buah nanas mengalami inaktivasi pada suhu 70°C. Pemurnian lebih lanjut terhadap enzim fraksi 3 dengan metode kromatografi kolom menggunakan Sephadex G-100 menghasilkan kenaikan nilai aktifitas spesifiknya menjadi 1,67 U/mg dengan tingkat kemurnian 720,93 kali dari enzim kasarnya. Enzim bromelain dari bonggol nanas hasil pemurnian diketahui memiliki pH dan suhu optimum berturut-turut : 7,0 dan 37oC. Enzim bromelain dari bonggol nanas diinhibisi oleh EDTA, Hg2+, Cu2+ masing-masing sebesar 29,33% ; 13,88% ; 6,43% dan diaktifkan oleh ion Ca2+dan Na+ masing-masing sebesar 1,62% dan 1,95%.

The aim of this study was to isolate and purify the bromelain extracted from part of pineapple fruit (Ananas comosus) through fractionation method using ammonium sulfate followed by dialysis and then purification using filtration gel of column chromatography method. The highest specific activity on ammonium sulfate fraction was 50-80% (fraction 3) both for the sample of the core and the flesh of pineapple, each was 0,30 U/mg and 0,21 U/mg. The fraction 3 of the core had a purity level 132,65 times of the crude enzyme while fraction 3 of the pineapple flesh had a purity level 108,47 times of the crude enzyme. From the dialysis process found the highest value of specific activity on fraction 3 of the pineapple core of 0,33 U/mg with a purity level of and 141,58 times of the crude enzyme. Effect of increase in temperature caused complete inactivation of enzyme from the pineapple flesh fraction at 70°C, and enzyme from the pineapple core fraction at 80°C. Further purification to the the fraction 3 from the pineapple core using Sephadex G-100 obtained bromelain with specific activity to 1.67 U/mg with a purity level of 720.93 times of the crude enzyme. The temperature and pH optimum of this enzyme was 37oC and 7.0. Proteolytic activity of this enzyme was inhibited by EDTA, Hg2+, Cu2+ each by 29.33%; 13.88%; and 6.43%, but this enzyme was activated by Ca2+ and Na+ ion of 1.62% and 1.95% respectively."
2015
S62588
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Karina Febriani
"Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan memurnikan enzim bromelain dari bonggol nanas (Ananas comosus) dengan metode pengendapan fraksionasi menggunakan garam ammonium sulfat, diikuti dengan dialisis dan kromatografi kolom gel filtrasi. Fraksi termurni diuji aktifitas antiplatelet dan ditentukan nilai IC50. Tahap ekstraksi menghasilkan enzim kasar dengan aktifitas spesifik 0.0059 U/mg. Tahap fraksionasi pengendapan, menghasilkan fraksi enzim dengan aktifitas spesifik tertinggi pada fraksi 50 ? 80% (ke 3) yaitu sebesar 8.2243 U/mg. Fraksi 3 setelah didialisis menghasil aktifitas spesifik sebesar 8.3118 U/mg. Proses kromatografi menggunakan Sephadex G-50 menghasil fraksi enzim dengan nilai aktifitas spesifik sebesar 8.5177 U/mg pada fraksi pertama (Kr 1). Fraksi Kr 1 diuji aktifitas spesifiknya dengan metode Born dimodifikasi dan menghasilkan persen aggregasi sebesar 70.59% dan persen inhibisi sebesar 24.34%. Nilai IC50 diperoleh sebesar 57.4040 mL/mL PRP.

This study aim to isolate and purify bromelain enzyme from pineapple core (Ananas Comosus) through fractional precipitation by ammonium sulfate, followed by dialysis and column chromatography gel filtration. The purest enzyme fraction is then measured it?s antiplatelet activity and IC50. Crude extract obtain through extraction gives 0.0059 U/mg specific activity. Fraction 3 from fractional precipitation gives the highest specific activity with 8.2243 U/mg and range from 50% to 80%. After dialysis, specific activity increase to 8.3118 U/mg and increased again through chromatography process to 8.5177 U/mg on fraction Kr 1. Antiplatelet activity of Kr 1 is then tested, and has 70.59 % aggregation, 24.34% inhibition and an IC50 value of 57.4040 mL/mL PRP."
2016
S64946
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ahmad Aly Irfan
"ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mempertahankan aktivitas antiplatelet bromelain hasil isolasi bonggol nanas dari degradasi oleh cairan lambung dengan mengenkapsulasinya pada alginat-guar gum terikat silang glutaraldehid. Isolasi bromelain diikuti oleh tahap pemurnian yang meliputi fraksinasi dengan ammonium sulfat dan dialisis. Aktivitas spesifik dari tiap fraksi menunjukkan adanya peningkatan, dimulai dari enzim kasar 20,11 U/mg , fraksi ammonium sulfat 190,64 U/mg , dan dialisis 229,77 U/mg . Hasil dialisis kemudian dienkapsulasi secara in situ loading dalam hidrogel alginat-guar gum dengan konsentrasi glutaraldehid 1.25 v/v , dengan rasio swelling sebesar 234,37 pada pH 1,2; 1375.91 pada pH 7,4; dan efisiensi sebesar 60,42 . Hasil uji disolusi memperlihatkan pelepasan maksimal bromelain yang relatif tinggi pada lingkungan usus artifisial 1,79 mg/l daripada cairan lambung artifisial 0,13 mg/l , dengan aktivitas proteolitik maksimal berturut ndash; turut sebesar 1,2 U/mL dan 0,11 U/mL. Uji antiplatelet memperlihatkan persen inhibisi yang baik terhadap enzim hasil dialisis 50,6 dan larutan hasil disolusi 34,86.

ABSTRACT
The aim of this study is to maintain the antiplatelet activity of pineapple core bromelain from degradation in gastric fluid by encapsulating the enzyme in alginate guar gum crosslinked with glutaraldehyde. Bromelain isolation is followed by purification process such as ammonium sulphate precipitation and dialysis. The specific activity obtained showed an enhancement started for crude enzyme 20,11 U mg , ammonium sulphate fraction 190,64 U mg , and dialysis fraction 229,77 U mg . Dialysis fraction is encapsulated by in situ loading method in alginate guar gum hydrogel with 1,25 v v glutaraldehyde concentration. The swelling ratio of the hydrogel is 234,37 in acidity of 1,2 1375,91 in acidity of 7,4 and the encapsulation efficiency amount is 60,42 . In addition, maximum concentration of bromelain released in dissolution test is higher in artificial intestinal environment 1,79 mg l than in artificial gastric fluid 0,1378 mg l , with maximum proteolytic activity of 1,2 U mL dan 0,11 U mL, respectively. In vitro study of antiplatelet activity showed a good inhibition for both dialysis fraction 50,6 and dissolution product 34,86."
2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Asher Reyhan
"ABSTRACT
Seiring dengan tingginya produksi nanas di indonesia, jumlah limbah nanas yang dihasilkan juga semakin tinggi, salah satunya adalah bonggol nanas dengan enzim proteolitik yang disebut `bromelain` dalam jumlah besar. Bromelain memiliki banyak manfaat, terutama karena kemanjurannya dalam berbagai pengobatan penyakit, seperti agregasi trombosit, peradangan yang terkait dengan infeksi, sinusitis, osteoarthritis dan kanker. Namun, untuk penggunaan oral, bromelain dapat terdegradasi oleh adanya protease dan kondisi pH asam di lambung, sehingga bromelain akan kehilangan aktivitasnya (terdenaturasi). Dalam penelitian ini, bromelain yang diisolasi dan dimurnikan dari bonggol nanas kemudian disalut dalam mikrokapsul alginat-kitosan sebagai media distribusi obat sehingga bromelain dapat mencapai usus tanpa terdenaturasi di lambung. Pemurnian menggunakan 20%-50% amonium sulfat menghasilkan bromelain dengan aktivitas spesifik 5,44 U/mg dan kemurnian 2,80 kali dibandingkan dengan enzim kasar. Enzim yang dimurnikan kemudian didialisis dan menghasilkan 8,27 U/ mg dengan tingkat kemurnian 4,30 kali. Uji disolusi bromelain yang disalut dalam mikrokapsul alginat menghasilkan efisiensi 76,99% yang dilarutkan pada pH 1,2 sebanyak 13,53% dan pada pH 7,4 sebesar 80,09%, sedangkan pada mikrokapsul alginat yang dilapisi kitosan, efisiensi diperoleh sebesar 86,40% dengan hasil disolusi pada pH 1,2 dan 7,4 masing-masing adalah 8,59% dan 77,35%.

ABSTRACT
Along with the large number of pineapple products in indonesia, the amount of pineapple waste produced is also high, one of which is pineapple cores with large amount of proteolytic enzyme called `bromelain`. Bromelain has many benefits, particularly because of its efficacy in various treatments of diseases, such as platelet agregation, inflammation associated with infections, sinusitis, osteoarthritis and cancer. However, for oral use, bromelain may be degraded by the presence of proteases and the condition of acidic pH in the stomach, so that bromelain will lose its activity. In this study, the isolated and purified bromelain from pineapple cores was subsequently encapsulated in alginate-chitosan microcapsules as drug delivery medium so that bromelain could reach the intestine without degradation in the stomach. The purification using 20%-50% ammonium sulfate obtained bromelain with specific activity of 5.44 U/mg and purity of 2.80 times. The purified enzyme was subsequently  dialyzed and yielded of 8.27 U/mg with the purity level of 4.30 times. The dissolution test of bromelain encapsulated in alginate microcapsules resulted in efficiency of 76.99% which  dissoluted at pH 1.2 as much as 13.53% and at pH 7.4 of 80.09%, while in chitosan-coated alginate microcapsules, efficiency was obtained for 86.40% with dissolution result at pH 1.2 and 7.4 were 8.59% and 77.35% respectively."
2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Savira Cindy Anisa
"ABSTRAK
Salah satu kerajinan khas yang berasal dari Belanda adalah Delfts Blauw. Delfts Blauw sudah ada sejak abad ke-17. Pada umumnya Delfts Blauw berwarna biru dan putih, gambar yang terdapat di tengahnya adalah hal-hal khas Belanda, seperti kincir angin, bunga tulip, tokoh-tokoh khas Belanda, dan klompen. Namun terdapat Delfts Blauw yang mempunyai simbol nanas. Penelitian ini membahas tentang makna dan sejarah buah nanas di Belanda. Tujuannya adalah untuk memaparkan pemaknaan simbol nanas dan mengulik sejarah kemunculan nanas di Eropa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nanas menjadi simbol keramahtamahan, muncul pada material culture Delfts Blauw untuk mengenang masa lalu sewaktu nanas menjadi buah yang paling diidam-idamkan di Eropa. Sejarah nanas yang sangat legendaris masih berpengaruh hingga kini, walaupun sekarang nanas sudah tidak selangka dan semahal seperti zaman dahulu

ABSTRACT
One of the unique crafts from the Netherlands is the Delfts Blauw. Delfts Blauw has existed since the 17th century. In general, the Delfts Blauw s colors are blue and white, the images in the center are typical Dutch things, such as windmills, tulips, typical Dutch figures, and klompen. But there are Delfts Blauw that have pineapple symbols. This research discusses the meaning and history of pineapple in the Netherlands. The aim is to explain the meaning of the pineapple symbol and to explore the history of the emergence of pineapple in Europe. The results of this study indicate that pineapple is a symbol of hospitality, appearing in Delfts Blauw commemorates the past when pineapple was the most desirable fruit in Europe. The legendary history of pineapple is still influential today, although now pineapple is not as rare and expensive as in ancient times. The meaning in pineapple is hospitality"
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2019
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Hutasoit, Pandapotan
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1993
S36707
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Puti Zahra Hanifah
"Bromelain adalah nama umum untuk enzim proteolitik yang terdapat dalam berbagai jaringan tanaman nanas dari suku Bromeliaceae. Pada penelitian ini bromelain diisolasi dari bonggol nanas Ananas comosus [L.] Merr lalu dimurnikan dan diuji aktivitas agen antiplateletnya. Tahap pemurnian enzim pertama kali dilakukan dengan pengendapan bertingkat menggunakan variasi konsentrasi aseton diikuti dengan kromatografi kolom penukar ion menggunakan resin DEAE-Selulosa. Fraksi bromelain yang diperoleh dari tiap tahap pemurnian menunjukkan peningkatan aktivitas spesifik. Aktivitas spesifik fraksi bromelain tertinggi hasil fraksinasi dengan aseton terdapat pada fraksi aseton 50-80 sebesar 7,367 Unit/mg dengan tingkat kemurnian 48 kali dari enzim kasarnya, sedangkan hasil fraksinasi dengan kromatografi kolom penukar ion DEAE-Selulosa diperoleh sebesar 8,913 Unit/mg dengan tingkat kemurnian 58 kali lebih murni daripada enzim kasarnya. Pengujian aktivitas agen antiplatelet dilakukan secara in vitro dengan menggunakan PRP Platelet Rich Plasma dengan asetosal sebagai kontrol positif dan ADP sebagai senyawa agregator. Semua fraksi bromelain menunjukkan adanya aktivitas sebagai antiplatelet. Fraksi bromelain hasil pemurnian dengan aktivitas spesifik tertinggi mempunyai nilai persentase agregasi platelet sebesar 52,52 dan presentase inhibisi agregasi platelet sebesar 43,88 . Nilai IC50 dari enzim bromelain sebagai agen antiplatelet adalah 28,84 L/mL.

Bromelain is the proteolytic enzyme from pineapple plants within Bromeliaceae family. In this study, bromelain enzyme was isolated and purified from pineapple core Ananas comosus L. Merr so it can be tested as an antiplatelet agent. The first step of enzyme purification was precipitated by varying concentrations of acetone followed by column chromatography using ion exchange DEAE Cellulose resin. Each purification steps show increasing specific activity of the bromelain. The highest specific activity of the crude enzyme from fractionation with acetone 50 80 is 7,367 units mg with a purity level of the enzyme is 48 times higher compared to the crude extract. The highest specific activity of the enzyme from fractionation with ion exchange column chromatography with DEAE Cellulose is 8.913 units mg and a purity level of the enzyme is 58 times higher compared to the crude extract. The in vitro test of antiplatelet agent activity used PRP Platelet Rich Plasma with asetosal as a positive control, and ADP as an aggregator. All bromelain fractions show the activity as an antiplatelet agent. The percentage of platelet aggregation from bromelain enzyme with the highest specific activity is 52,52 and its percentage of platelet aggregation inhibition is 43,88 . The value of IC50 from the bromelain enzyme as an antiplatelet agent is 28,84 L mL.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2016
S66629
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Virda Dzikria Rahmawati
"ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan memurnikan enzim bromelain dari bonggol nanas (Ananas Comusus [L] Merr.). Tahap pemurnian enzim kasar dimulai dari fraksionasi dengan ammonium sulfat, dialisis, dan kromatografi penukar ion. Fraksi bromelain dengan aktivitas spesifik tertinggi kemudian uji antiplateletnya. Hasil fraksionasi enzim kasar dengan ammonium sulfat menghasilkan kenaikan aktivitas spesifik. Aktivitas spesifik tertinggi terdapat pada fraksi ammonium sulfat 50-80% yaitu 8,683 dengan tingkat kemurnian 160 kali. Pemurnian lebih lanjut dengan kromatografi kolom DEAE-Selulosa menghasilkan 6 puncak protein dengan aktivitas proteolitik. Aktivitas proteolitik tertinggi diperoleh pada puncak ke 5 yaitu sebesar 10,536. Uji aktivitas antiplatelet dengan metode Born yang menggunakan PRP (Patelet Rich Plasma) dan asetosal sebagai kontrol positif menghasilkan fraksi bromelain dengan persen agregasi sebesar 49.70 % dan persen inhibisi sebesar 46.89%.

ABSTRACT
This research aimed to isolate and purify the bromelain enzyme from pineapple core (Ananas Comusus [L] Merr). Steps of crude extract purification, start with fractionation using ammonium sulfate, dialysis, and ion exchange chromatography. The result of crude extract fractionation using ammonium sulfate is an increase of the specific activity. The highest specific activity ammonium sulfate is found in fraction 50-80%, which is 8,683 Units/mg and the degree of purity is 160 times. Further purification using column chromatography DEAE-Cellulose produce 6 protein peak with activity proteolytic. Highest proteolytic activity is obtained at 5th peak is 10,530 Unit/mg. The activity assay of antiplatelet with Born?s method that uses PRP (Platelet Rich Plasma) and asetosal as positive control produce bromelain?s percent aggregation of 49.70 percent % and inhibition of 46.89 %."
2017
S65840
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hegi Adi Prabowo
"ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk enkapsulasi bromelain hasil isolasi dalam hidogel kitosan terikat silang glutaraldehid agar masih memiliki aktivitas ketika mencapai usus. Isolasi bromelain dilakukan dengan beberapa pemurnian seperti fraksinasi dengan garam ammonium sulfat, dialisis dan kromatografi kolom penukar ion menggunakan matriks DEAE-Selulosa. Fraksi bromelain yang diperoleh dari setiap tahap pemurnian menunjukkan adanya peningkatan aktivitas spesifik, secara berurutan dari enzim kasar, fraksi amonium sulfat, fraksi dialisis dan fraksi kromatografi DEAE-Selulosa fraksi nomor 58-71 sebesar 24 U/mg; 122 U/mg; 125 U/mg; dan 195 U/mg. Sebagian fraksi bromelain hasil dialisis dienkapsulasi dengan metode post loading untuk diuji secara in vitro pada cairan pH lambung dan lingkungan pH usus artifisial. Enkapsulasi metode post loading menghasilkan efisiensi sebesar 96 . Interaksi yang terjadi antara bromelain dengan kitosan hanya interaksi fisik berupa interaksi hidrogen. Hasil uji disolusi menunjukan tingkat pelepasan bromelain yang relatif lebih besar di cairan lambung artifisial 37 dibandingkan lingkungan pH usus 10 . Namun aktivitas proteolitik dari bromelain dapat dipertahankan hingga mencapai 0,17 U/mL pada lingkungan pH usus artifisial.

ABSTRACT
The aim of this study is to encapsulate bromelain into chitosan crosslinked by glutaraldehyde hydrogel to maintain its activity until it reaches the intestines. Bromelain isolation step was done by purification through ammonium sulphate precipitation, dialysis and ionic exchange chromatography using DEAE cellulose matrix. The fraction of bromelain obtained from each purification step showed an increase in specific activity, sequentially from enzyme crude, ammonium sulfate bromelain fraction, dialysis fraction and DEAE chromatography fraction fraction number 58 71 of 23 U mg 122 U mg 125 U mg and 195 U mg. Furthermore, bromelain fraction resulted from dialysis step was encapsulated with post loading method for dissolution profile test in artificial gastric fluid and artificial intestinal environment. The efficiency of encapsulation bromelain with post loading method is 96. The interaction between hydrogel and bromelain is only physical interaction, that is a hydrogen interaction. In addition, dissolution bromelain in artificial gastric fluid is higher 37 than artificial intestinal environment 10. On the other hand, proteolytic activity of bromelain can be maintained up to 0,17 U mL until artificial intestinal environment."
2017
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5   >>