Search Result  ::  Save as CSV :: Back

Search Result

Found 3 Document(s) match with the query
cover
Agung Setya Sultani
"ABSTRAK
Artikel ini berusaha menjelaskan gejala digital piracy terjadi di kalangan mahasiswa menggunakan theory of planed behavior, persepsi risiko dan keuntungan, rasionalisasi dan habit. Penambahan komponen pada theory of planned behavior ditujukan untuk menjawab keterkaitan kondisi ekonomi dengan digital piracy di negara berkembang, serta mengapa terdapat stagnansi tingkat penggunaan digital piracy di suatu negara, sebagian dari artikel ini juga menelaah potensi mengurangi digital piracy menggunakan pendekatan kesejahteraan menggunakan subsidi oleh pemerintah. Dalam penulisan artikel ini digunakan studi pustaka sebagai metode penulisan serta penyusunan, temuan data menunjukkan adanya signifikansi antara persepsi keuntungan, rasionalisasi dan habit terhadap perilaku digital piracy di kalangan mahasiswa, persepsi keuntungan menjadi komponen yang mendasari hubungan digital piracy dengan kondisi ekonomi, komponen rasionalisasi menjelaskan adanya bentuk justifikasi oleh mahasiswa terhadap digital piracy yang mereka lakukan, serta habit yang menjelaskan mengapa terjadi stagnansi tingkat digital piracy. Persepsi risiko dalam bentuk IPR dan regulasi ditemukan gagal mengurangi niat digital piracy mahasiswa. Telaah menenai pendidikan tinggi dan subsidi menunjukkan suatu potensi jalan keluar dari gejala digital piracy yang dilakukan oleh mahasiswa.

ABSTRACT
This article attempts to explain the digital piracy behavior among students using the theory of planned behavior, perceived risk and benefit, rationalization, and habit. The modification of components to the theory of planned behavior is intended to address the relation of economic condition with digital piracy in developing countries, and why there is a stagnant level of digital piracy use in a certain country, part of this article also examines the potential for reducing digital piracy using a welfare approach by using subsidies from governments. Writer in this article used library research of the relevant past literature as the writing method, data findings indicate a significance between the perceived benefit, rationalization and habit of digital piracy behavior among students, the perceived benefit found to be relevant explaining the relationship of digital piracy with economic condition, the rationalization component explains the form of student justification for their digital piracy behavior, as well as a habit that explains why stagnation occurs in the digital piracy level. Risk perceptions in the form of IPR and regulation were found to fail to reduce the level of students 39 digital piracy intention. Studies on higher education and subsidies suggest a potential solution to the digital piracy behavior by students"
2018
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Pangaribuan, Meilinda Triana
"Laut menjadi salah satu wilayah terjadinya kejahatan lintas negara. Kejahatan di laut yang paling sering terjadi adalah pembajakan kapal maupun penyanderaan awak kapal. Warga Negara Indonesia berulang kali menjadi korban penyanderaan ASG, salah satu kelompok ekstrem dari Filipina. Penyanderaan WNI tersebut disertai dengan permintaan sejumlah uang tebusan. Penyanderaan tersebut terjadi di Laut Sulu berbatasan langsung dengan Laut Sulawesi dan Sabah. Penyanderaan WNI dengan tebusan perlu diwaspadai oleh Pemerintah Indonesia sebagai bentuk ancaman keamanan di wilayah perbatasan juga mengancam keselamatan warga negara Indonesia. Sebagai upaya pencegahan maka Indonesia menginisiasi sebuah kerja sama bersama Filipina dan Malaysia. Kerja sama tersebut dikenal dengan nama Trilateral Maritime Patrol Indomalphi (TMP Indomalphi) untuk meningkatkan keamanan maritim. Penelitian ini menggunakan konsep dan teori maritim piracy, kidnapping for ransom, keamanan maritim, dan kerja sama internasional. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Hasil penelitian bahwa TMP Indomalphi adalah upaya Indonesia mencegah penyanderaan WNI di Laut Sulu. Kesimpulan penelitian ini adalah kerja sama TMP Indomalphi dianggap berhasil meningkatkan keamanan maritim dan mencegah penyanderaan WNI oleh ASG, walaupun masih perlu didukung dengan pembangunan ekonomi dan pendekatan sosial budaya.

The sea is one of the areas where transnational crimes occur. The most common crimes at sea are ship hijacking and taking hostage. Indonesian citizens have been repeatedly taken hostage by ASG, an extremist group from the Philippines. The hostage-taking of the Indonesian citizen was accompanied by a demand for a ransom. The hostage-taking took place in the Sulu Sea, directly adjacent to the Sulawesi and Sabah Seas. The Indonesian government needs to be aware of the hostage-taking of Indonesian citizens with a ransom as a form of security threat in border areas that also threatens the safety of Indonesian citizens. As a prevention effort, Indonesia initiated a cooperation with the Philippines and Malaysia. The cooperation is known as the Trilateral Maritime Patrol Indomalphi (TMP Indomalphi) to improve maritime security. This study uses the concepts and theories of maritime piracy, kidnapping for ransom, maritime security, and international cooperation. The method used is descriptive qualitative research. The result of the research is that the Indomalphi TMP is Indonesia's effort to prevent Indonesian citizens from being held hostage in the Sulu Sea. The conclusion of this study is that the Indomalphi TMP cooperation is considered successful in improving maritime security and preventing Indonesian citizens from being held hostage by the ASG, although it still needs to be supported by economic development and a socio-cultural approach."
Jakarta: Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Chichester: Edward Elgar, 2013
364.164 MOD
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library