Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Nurti Yunika Kristina Gea
"

Anak dengan pneumonia berisiko mengalami penurunan nilai saturasi oksigen yang mempengaruhi pernapasan hingga terjadi komplikasi hipoksemia. Jika tidak ditangani dapat mengakibatkan kematian. Salah satu intervensi modifikasi PLB meniup mainan kincir angin dapat dilakukan untuk meningkatkan nilai saturasi oksigen, sehingga risiko bertambahnya jumlah kematian anak akibat pneumonia dapat dihindari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh modifikasi PLB meniup mainan kincir angin terhadap nilai saturasi oksigen pada anak pra sekolah pasca pneumonia. Desain penelitian adalah quasi eksperimental pre-posttest with control group design. Responden berjumlah 30 orang anak usia pra sekolah dengan pneumonia (15 orang anak kelompok intervensi, 15 orang anak kelompok kontrol) dan dipilih dengan cara consecutive sampling. Izin etik penelitian diperoleh dari tim etik Universitas Indonesia dan tim etik dari Rumah Sakit Umum Daerah kota Bekasi. Analisis yang dilakukan adalah univariate dan bivariate. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan bermakna pada nilai saturasi oksigen antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p=0,018 < ,05) Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah agar menggunakan True Eksperiment dengan sampel yang lebih besar serta tidak hanya terbatas pada PLB namun dapat juga diukur kemampuan meniupnya.


Pediatric with pneumonia are at risk of experiencing a decrease in oxygen saturation value that affect breathing, causing complications of hypoxemia. If not treated it can be caused of death. One of the modified interventions PLB blowing windmill can be done to increase the oxygen saturation value, there for the risk of increasing the number of children deaths due to post pneumonia can be avoided. The purpose of this study was to identify the effect of blowing windmill on the oxygen saturation value of post pneumonia preschool children. The study design was a quasi experimental pre-posttest with control group design. Respondents were 30 preschool age with pneumonia (15 = blowing windmill and 15= control group) and selected by consecutive sampling. Ethics permission was obtained from the ethics team of the University of Indonesia and the ethics team from the regional general hospital of Bekasi city. The analysis performed were Univariate and bivariate. The result showed a difference in oxygen saturation values between the intervention group and the control group (p=0,018<.05). Recommendations for futher studies are to use The true experiment with a larger sample and not only limited to PLB but can also measure the ability to blow.

"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2020
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Gultom, Magdalena
"Pneumonia merupakan penyakit yang menjadi penyebab utama banyaknya angka kematian pada anak-anak di bawah usia lima tahun diantara penyakit lainnya seperti AIDS, malaria dan campak disebut juga. Pneumonia pada balita dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor karakteristik balita, ibu responden dan lingkungan tempat tinggal di Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor yang paling berhubungan dengan kejadian pneumonia pada balita di Provinsi Jawa Barat. Metode penelitian menggunakan cross-sectional dengan menggunakan data sekunder dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2017 Provinsi Jawa Barat dengan populasi penelitian sebanyak 196 balita yang mengalami pneumonia. Hasil analisis menunjukkan sebanyak 69,9% persen balita mengalami pneumonia di Provinsi Jawa Barat. Riwayat berat lahir balita dan bahan bakar tidak memenuhi syarat yang digunakan untuk memasak berhubungan secara signifikan terhadap pneumonia pada balita dengan nilai OR 95%CI masing-masing 1,105 (1,047-1,166), 9,915 (1,298-75,708). Bahan bakar tidak memenuhi syarat yang digunakan untuk memasak merupakan variabel yang paling dominan terhadap kejadian pneumonia pada balita di Provinsi Jawa Barat

Pneumonia is a disease that is the main cause of the number of deaths in children under the age of five years among other diseases such as AIDS, malaria and measles are also mentioned. Pneumonia in children under five is influenced by several factors such as the characteristics of children under five, the respondent's mother and the environment in which they live in West Java Province. The research method used is cross-sectional using secondary data from the Indonesian Demographic and Health Survey, 2017 West Java Province with populatiof 196 children who had pneumonia. The analysis showed that 69.9% percent of children under five had pneumonia in West Java Province. History of birth weight, where children live and fuel used for cooking were significantly associated with pneumonia in children under five with OR 95% CI values ​​of 1.105 (1.047-1.166), 0.557 (0.212-1.464), 9.915 (1.298-75.708), respectively. ). Age children, exclusive breastfeeding, history of vitamin A administration, completeness of vitamin DPT, and maternal knowledge had no significant relationship. Fuel used for cooking is the most dominant variable on the incidence of pneumonia in children under five in West Java Province."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2020
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Nuha Hafizh
"Latar belakang: Hingga saat ini, pneumonia merupakan salah satu penyebab utama kematian balita di dunia. Banyak faktor yang bisa berpengaruh terhadap peningkatan kejadian pneumonia pada balita, baik aspek individu dari anak itu sendiri, perilaku orang tua, dan lingkungan. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mencegah terjadinya pneumonia adalah vaksinasi Pneumococcal Conjugate Vaccine atau PCV
Tujuan: Mengetahui hubungan antara faktor pengetahuan, sosiodemografi, sikap, dan perilaku orangtua mengenai pneumonia, serta sikap orangtua terhadap vaksinasi dengan penerimaan orangtua terhadap Pneumococcal Conjugate Vaccine pada anak usia di bawah 5 tahun di Indonesia
Metode: Penelitian dilakukan di poliklinik departemen anak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, dan TPA Makara UI pada November 2020. pengambilan sampel dilakukan secara consecutive sampling. Perhitungan jumlah sampel menggunakan rumus sampel tunggal. Kriteria inklusi adalah orangtua yang memiliki anak berusia di bawah 5 tahun serta mengisi kuesioner dengan lengkap. Data dianalisis berdasarkan usia, pendidikan, pekerjaan, penghasilan, pengetahuan, sikap, dan perilaku terhadap pneumonia, serta sikap terhadap vaksinasi. Uji yang digunakan adalah metode uji Chi-square untuk mengetahui hubungan dari faktor tersebut dengan penerimaan terhadap vaksinasi pneumonia.
Hasil: Sebanyak 97 (84,1%) dari 107 responden dalam penelitian ini menerima pemberian pneumococcal conjugate vaccine.Sikap orangtua terhadap vaksinasi memiliki hubungan yang signifikan dengan penerimaan orangtua terhadap vaksinasi pneumonia (p=0,000). sementara untuk usia orangtua (p=0,172), pendidikan orangtua (1,000), pekerjaan orangtua (p=0,119), penghasilan orangtua (p=0,617), serta pengetahuan (p=0,253), sikap (p=0,597) dan perilaku (p=1,000) terhadap penyakit pneumonia tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan penerimaan orangtua terhadap vaksinasi pneumonia
Simpulan: Sikap orangtua terhadap vaksinasi dapat mempengaruhi penerimaan orang tua terhadap vaksinasi pneumonia

Background: Until now, pneumonia is one of the main causes of children under five mortality in the world, even in Indonesia. Many factors can influence the increase in the incidence of pneumonia in children under five, both in individual aspects of the child, the behavior of parents, and the environment. One way that can be used to prevent pneumonia is the Pneumococcal Conjugate Vaccine or PCV vaccination
Aim: To evaluate the relationship between knowledge, sociodemography, attitudes and behavior of parents regarding pneumonia, as well as parental attitudes towards vaccination and parental acceptance of Pneumococcal Conjugate Vaccine in children under 5 years of age in Indonesia.
Methods: The research was conducted at the Pediatric Department Polyclinic dr. Cipto Mangunkusumo Hospital, and Makara UI Children Day Care in November 2020. Sampling was carried out by consecutive sampling. The sample size calculation useds a single sample formula. The inclusion criteria were parents who had children under 5 years old and filled out a complete questionnaire. Data were analyzed based on age, education, occupation, income, knowledge, attitudes, and behavior towards pneumonia, as well as attitudes towards vaccination. The study used the Chi-square test method to determine the relationship between these factors and the acceptance of pneumonia vaccination.
Results: A total of 97 (84.1%) of the 107 respondents in this study accept pneumococcal conjugate vaccine. attitude towards vaccination had a significant correlation with parental acceptance of pneumonia vaccination (p = 0.000050). while for the parents age (p = 0.172), parental education (1,000), parent's job (p = 0.119), parental income (p = 0.625), as well as knowledge (p = 0.253), attitudes (p = 0.597) and behavior (p = 1,000) toward pneumonia did not have a significant correlation with parental acceptance of pneumonia vaccination
Conclusion : Parents attitudes towards vaccination showed signifigantly correlation to acceptance of pneumonia vaccination
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library