Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 6 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Fort Worth: Harcourt Brace College, 1996
155.9 ENV
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Aribowo Abdurrahman
"Jl. Kali Besar Barat dan Timur merupakan cikal bakal perkembangan kota Jakarta ke arah Selatan yang dimulai sejak Abad ke 15. Pemerintah Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta menetapkan daerah ini termasuk ke dalam Kawasan Wisata Budaya dan Sejarah karena memiliki ciri khusus berupa deretan bangunan tua dan plaza Iinier kota berupa arkade dan trotoar. Untuk itu akan dilaksanakan progam revitalisasi di daerah ini dengan meningkatkan kualitas ruang Iuar (open space) dan menghidupkan suasana kota di malam hari. Program ini melibatkan penghuni lahan dan masyarakat setempat dalam bentuk Public Private Partnership. Menurut Canter, keterlibatan ini akan efektif bila masyarakat diminta pendapatnya berupa persepsi dan preferensi yang obyektif dalam menentukan alternatif manajemen, perencanaan dan penilaian terhadap pembangunan tersebut. Untuk itu digunakan kuesioner user survey yang merupakan langkah efektif untuk mendapatkan gambaran sikap terhadap revitalisasi berupa sikap terhadap kualitas ruang luar dan preferensi terhadap peningkatan kualitas ruang luar. Skala yang dikembangkan terdiri dari aspek-aspek architectural features yang menjadi obyek program revitalisasi, yaitu aspek arkade/trotoar, bangunan bersejarah, tepi kali, jalan/lalulintas dan utilitas. Menurut Gifford, pengamat (dalam penelitian ini ialah penghuni atau user) dapat menilai arsitektur pada sejumlah kota tidak saja menilai kualitas, tapi juga melakukan preferensi terhadap bentuk-bentuk arsitektural. Hasilnya berupa gambaran respon subyek penelitian terhadap kondisi kualitas ruang luar dan preferensi tindakan yang diharapkan dari pelaksana program revitalisasi di JI. Kali Besar Barat dan Timur. Metode analisis deskriptif ini dipilih karena menurut Canter tidak ada penelitian atau studi (pendekatan psikologi) yang memberikan gambaran secara deskriptif yang dapat langsung memberikan rekomendasi desain spesifik yang diinginkan dari responden. Penggunaan user survey berupa kuesioner ini diharapkan dapat menjadi alternatif bagi pemda DKI Jakarta dalam merumuskan model pembangunan yang mengikutkan partisipasi masyarakat."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 1998
S2645
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
San Fransisco: New Lexington Press, 1997
155.9 ENV
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Istiqomah Wibowo
"ABSTRAK
Pendekatan psikologi lingkungan muncul sebagai protes terhadap pendekatan yang hanya memperhatikan faktor-faktor individual sebagai penyebab dari munculnya masalah-masalah sosiat Selama tahun 1970-an dan awal tahun 1980-an, kontekstualisme makin diperhatikan di beberapa area penelitian psikoIogi. Para psikolog di semua bidang pemusatan utama psikologi melihat adanya kelemahan dan penelitian-penelitian yang tidak memperhatikan konteks, dan menyemkan perlunya penelitian penlaku yang tebih menggunakan pendekatan yang holistik dan memakai dasar ekologis (Stokols, 1987 dalam Stokols & Altman 1987).
Studi tentang penanggulangan sampah di perkotaan ini dilakukan untuk mencari solusi pelsoalan masyarakat dalam menghadapi masalah sampah yang dihasilkan mereka. Psikologi Iingkungan menyediakan peluang untuk meninjau masalah tersebut Iebih mendalam, karena dalam psikologi Iingkungan hubungan perilaku dan Iingkungan dibahas sebagai suatu unit yang saling terkait bukan berdiri sendiri-sendiri.
Asumsi dasar mengenai studi setting perilaku adalah bahwa perilaku manusia tak dapat dipahami secara memadai tanpa mempelajari konteks di mana perilaku tersebut berlangsung. Konsep sering perilaku memberi jawaban terhadap kelemahan-kelemahan dari studi-studi perilaku yang tidak memperhatikan konteks. Studi setting perilaku mengubah analisis yang tadinya bersifat satu arah dan mekanistik menjadi model yang transaksional dan berorientasi konteks.
Secara umum tujuan penelitian ini adalah menemukan pola perilaku masyarakat yang menentukan tingkat kebersihan Iingkungan perkotaan di mana mereka hidup. Untuk itu dilakukan penelitian dalam kehidupan keseharian penghuni di wilayah dengan kondisi kotor dan bersih.
Peneliti bertindak sebagai primary instrument, mengamati dan mengawasi langsung peristiwa atau kejadian-kejadian yang terjadi secara alamiah di perkotaan dengan hidup dan melibatkan diri di antara mereka (Participatory Approach). Melalui pembandingan konstan dan analisis data-data yang muncul pada kondisi lingkungan bersih dan kotor di perkotaan ditemukan bahwa terdapat perbedaan dan persamaan yang relevan sehubungan dengan komponen yang membentuk kondisi kebersihan di Iingkungan perkotaan tersebut. Kejelasan mengenai dinamika perilaku kebersihan diperoleh melalui analisis yang mengarah pada 2 proses yang berlangsung secara simultan. Analisis pertama dilakukan pada kejadian-kejadian yang berlangsung sehari-hari yaitu proses interaksi antarorang-orang serta benda-benda di dalam setting (dinamika internal). dan analisis ke-2 mengarah pada proses interaksi antarsistem sosiai yang terkait dengan setting (jaringan kerja).
Melalui Studi ini disimpulkan bahwa pola perilaku kebersihan adalah tindakan kolektif terhadap sampah yang ditampilkan terus-menems oleh orang-orang penghuni yang berada di suatu wilayah. Ada dua bentuk pola perilaku kebersihan (PPK), yaitu PPK X dan PPK Y. PPK X adalah pola perilaku kebersaman yang berdampak lingkungan kotor, sedangkan PPK Y mempakan pola perilaku kebersihan yang berdampak Iingkungan bersih.
Pola perilaku Y mampu bertahan dan berkelanjutan karena di wilayah tersebut terdapat orang-orang yang mampu memimpin dan menggerakkan atau mempengaruhi penghuni lain untuk melakukan tindakan-tindakan yang sesuai dengan tujuan bersama yaitu menciptakan dan memelihara kebersihan lingkungan. Di Iingkungan bersih terdapat kerja sama yang sinergi antara masyarakat dan institusi-institusi yang menangani kebersihan Kota. Lain halnya di lingkungan kotor, hampir tidak ada orang yang memimpin dan mengkoordinir penghuni untuk aktif terlibat dalam memelihara kebersihan lingkungan.
Saran yang dapat disumbangkan dari studi ini sebagai berikut: (1)
Pendidikan yang berorientasi pada lingkungan (proenvironmental behavior) perlu diajarkan dilatih sejak dini. (2) Untuk mengembangkan program kebersihan di suatu wilayah diperlukan kepemimpinan. Perlu ada orang-orang yang mau melaksanakan, mengaiak, menggiatkan warga untuk bersama-sama berperilaku bersih. (3) Sampah sebagai limbah perlu dikelola secara bijak untuk menjaga keseimbangan dan kelangsungan ekosistem (4) Pengelolaan sampah perkotaan harus menggunakan teknologi tepat guna (5) Kebersihan Lingkungan publik menuntut keterlibatan dan partisipasi aktif dari masyarakat penghuni di sekitarnya. (6) Mendukung organisasi-organisasi kemasyarakatan yang berorientasi pada penyelamatan lingkungan. (7) Dalam rangka menciptakan dan memelihara kebersihan kota, tugas dan kewajiban masyarakat dan berbagai institusi di bidang kebersihan kota, perlu dikoordinir dan dikontrol agar dalam pelaksanaannya tidak menyimpang dari tujuan."
2004
D-Pdf
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tengku Muhammad Zikrie Maulana
"Penelitian ini menganalisis pengaruh internal values, subjective norms, dan green attitudes terhadap Green Customer Citizenship Behaviour (GCCB) pada konsumen kendaraan listrik di Jakarta, Indonesia. Studi ini muncul dari latar belakang meningkatnya kekhawatiran terhadap lingkungan dan inisiatif pemerintah Indonesia untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik, yang hingga kini belum berhasil menarik minat konsumen secara luas. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan langsung dan tidak langsung antara internal values, subjective norms, green attitudes dan green customer citizenship behaviour, dengan mengadaptasi kerangka dari Van Tonder et al. (2023) ke dalam konteks pasar yang sedang berkembang. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk metode purposive sampling melalui survei daring terhadap 105 pengguna kendaraan listrik di Jakarta. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan SmartPLS untuk menguji hipotesis dan menilai daya jelaskan model. Temuan menunjukkan bahwa internal values secara signifikan memengaruhi green attitudes, yang kemudian berdampak positif terhadap green customer citizenship behaviour. Subjective norms memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap green attitudes dan green customer citizenship behaviour. Selain itu, green attitudes memediasi hubungan antar internal values dan green customer citizenship behaviour, yang menekankan pentingnya pembentukan sikap dalam menerjemahkan nilai-nilai menjadi tindakan pro-lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internal values, green attitudes, dan subjective norms memainkan peran penting dalam membentuk green customer citizenship behaviour seperti advokasi, membantu, dan memberikan masukan di kalangan pengguna kendaraan listrik. Studi ini memberikan kontribusi teoretis dengan memvalidasi penerapan model Van Tonder dalam konteks Indonesia serta menawarkan wawasan praktis untuk mendorong konsumsi berkelanjutan melalui penguatan nilai pribadi dan pengaruh sosial

This research analyze the influence of internal values, subjective norms, and green attitudes on Green Customer Citizenship Behaviour (GCCB) among electric vehicle (EV) consumers in Jakarta, Indonesia. The study emerges from the backdrop of growing environmental concerns and the Indonesian government’s initiatives to accelerate electric vehicle adoption, which have yet to translate into widespread consumer uptake. The main objective is to analyze the direct and indirect relationships between internal values, subjective norms, green attitudes, and green customer citizenship behaviour, adapting the framework of Van Tonder et al. (2023) to this emerging market context. A quantitative approach was employed using purposive sampling and an online survey of 105 electric vehicle users in Jakarta. Data were analyzed through Structural Equation Modeling (SEM) with SmartPLS to test hypothesis and assess the model’s explanatory power. The findings reveal that internal values significantly influence green attitudes, which, in turn positively affect green customer citizenship behaviour. Subjective norms were found to have significant direct effects on both green attitudes and green customer citizenship behaviour. Moreover, green attitudes mediates the relationships between internal values and green customer citizenship behaviour, underscoring the importance of attitudinal formation in translating values into pro-environmental actions. The results shows that internal values, green attitudes, and subjective norms play a critical role in shaping voluntary green behaviours such as advocacy, helping, and feedback among electric vehicle consumers. The study contributes theoretically by validating the applicability of the Van Tonder model in the Indonesian context and offers practical insights to promote sustainable consumption by strengthening personal values and leveraging social influence."
Depok: Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Germain, Carel Bailey
New York: Columbia Universary Press, 1991
302 GER h
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library