Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 6 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Sofiah Zulfa
"Penelitian ini berfokus pada pengaruh terpaan social media influencer terhadap perilaku konsumtif pada mahasiswa Generasi Z. Selain itu, penelitian ini menggunakan jenis kelamin sebagai variabel kontrol untuk melihat bagaimana pengaruh terpaan social media influencer terhadap perilaku konsumtif mahasiswa Generasi Z. Peneliti memiliki hipotesis di mana semakin tinggi terpaan social media influencer, maka semakin tinggi pula perilaku konsumtif melalui variabel kontrol jenis kelamin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan menggunakan metode pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner online menggunakan Google Form. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara terpaan social media influencer dengan perilaku konsumtif dengan kekuatan hubungan yang kuat dan memiliki arah yang positif serta signifikan di tingkat populasi. Hasil analisis bivariat yang menunjukkan hubungan kuat ini juga didukung oleh data kualitatif melalui wawancara mendalam. Adapun, hasil analisis multivariat menunjukkan adanya perbedaan pengaruh terpaan social media influencer terhadap perilaku konsumtif pada jenis kelamin yang berbeda di mana laki-laki cenderung lebih konsumtif dibandingkan perempuan.

This study focuses on the influence of exposure to social media influencers on consumptive behavior in students of Generation Z. In addition, this study uses gender as a control variable to see how the influence of exposure to social media influencers on the consumptive behavior of students of Generation Z based on different genders. Based on previous research, The researcher has a hypothesis in which the higher the exposure to social media influencers, the higher the consumptive behavior through the control variable of gender. This research uses a descriptive quantitative approach using data collection methods through distributing online questionnaires using Google Form The results showed that there is a significant influence between exposure to social media influencers and consumptive behavior with a strong relationship strength and has a positive direction and is significant at the population level. The results of bivariate analysis showing this strong relationship are also supported by qualitative data through in-depth interviews. Meanwhile, the results of multivariate analysis show that there are differences in the influence of exposure to social media influencers on consumptive behavior in different genders where men tend to be more consumptive than women. "
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sarwesti
"Media sosial menghadirkan cara baru bagi pemerintah untuk menjangkau dan melibatkan publik dalam mewujudkan pemerintahan yang terbuka dan kolaboratif. Media sosial pemerintah juga dimanfaatkan untuk menampilkan brand positif organisasi dengan melakukan komunikasi persuasi, baik ke eksternal dan internal. Studi ini melihat upaya komunikasi persuasi ke pihak eksternal. Tesis ini membahas pemilihan sumber semiotika sebagai elemen pembentuk makna persuasif pada sebuah video di media sosial pemerintah dalam membangun employer branding. Analisis dilakukan pada video berjudul “BPSDM Menuju SDM Unggul, Indonesia Maju” yang diunggah melalui kanal YouTube resmi Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode analisis multimodalitas yang mengkaji metafungsi ideasional, interaksional dan komposisional untuk mengidentifikasi sumber-sumber semiotik yang digunakan dalam pembuatan pesan persuasi dalam rangka employer branding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan representasi konseptual dan narasi, pemilihan interaksi serta komposisi yang digunakan menunjukkan bahwa video ini menekankan pada penggunaan motivational appeal dalam menyusun pesan persuasi dengan mengedepankan interest value, development value, dan application value dalam kaitannya dengan employer branding.

Social media provides a new way for governments to reach and engage the public in achieving open and collaborative governance. Government social media is also utilized to showcase a positive organizational brand through persuasive communication, both externally and internally. This study examines efforts in persuasive communication to external stakeholders. The thesis discusses the use of semiotic sources to shape persuasive meaning in a government social media video for employer branding. The study is based on a video named "BPSDM Menuju SDM Unggul, Indonesia Maju" that was uploaded to the official YouTube channel of the Human Resources Development Agency of the Ministry of Public Works and Housing. This is a descriptive qualitative study that employs multimodality analysis methods to investigate ideational, interactional, and compositional metafunctions in order to identify semiotic sources used in creating persuasive messages for employer branding purposes. The findings of the study show that the use of conceptual representations and narratives, as well as the choice of interactions and composition, emphasizes the use of motivational appeal in crafting persuasive messages by emphasizing interest value, development value, and application value in relation to employer branding."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2023
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Andhika Febi Hardina
"Perkembangan media sosial ini telah membentuk praktik keputusan strategis bagi merek untuk berinteraksi, berkolaborasi, serta berbagi sehingga produsen menggunakan strategi penjualan dengan menggunakan social media influencer (SMI). Purchase intention atau niat beli tidak ditentukan secara langsung oleh adanya pengetahan konsumen mengenai produk tertentu, terlebih green product yang saat ini menjadi tren saat ini dianggap ramah lingkungan dan dibuat dari bahan daur ulang yang tidak beracun, alami, serta kemasan ramah lingkungan. Maka dari itu, untuk mencapai tujuan ini, penulis mengusulkan model konseptual yang menggabungkan teori perilaku terencana (TPB) dengan konstruksi tambahan seperti, influencers' perceived credibility, trust, expertise, and congruence.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner secara online. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purpossive sampling dengan subjek merupakan Followers Rania Yamin sebagai Social Media Influencer yang berdomisili di DKI Jakarta dan berjumlah 100 responden. Hasil penelitian bahwa peran SMI dapat mempengaruhi dalam niat beli green product. Namun, perceived credibility tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap attitude toward the social media influencer sehingga memiliki implikasi terhadap purchase intention karena hasil T-statistics lebih kecil dari critical value (1,341 < 1,960), dan p-values lebih besar dari α (0,181 > 0,05).

The evolution of social media has shaped strategic decision-making practices for brands to engage, collaborate, and share, leading manufacturers to employ sales strategies through social media influencers (SMIs). Purchase intentions aren't solely determined by consumers' awareness of specific products, especially with the current trend of green products being considered environmentally friendly, made from non-toxic, natural, and eco-friendly recycled materials. Therefore, to achieve this goal, the author proposes a conceptual model that merges the Theory of Planned Behavior (TPB) with additional constructs such as influencers' perceived credibility, trust, expertise, and congruence. This research adopts a quantitative approach, distributing questionnaires online. The sampling technique employed is purposive sampling, targeting 100 respondents who are followers of Rania Yamin, a Social Media Influencer based in DKI Jakarta. The research findings suggest that the role of SMI can influence the purchase intention of green products. However, the perceived credibility does not significantly impact the attitude toward the social media influencer, thus affecting the purchase intention because the T-statistics result is smaller than the critical value (1,341 < 1,960), and the p-values are larger than α (0,181 > 0,05)."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2023
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Larasati
"Pesatnya pertumbuhan media sosial dan e-commerce membuka sebuah era baru yaitu social commerce, dimana orang didorong untuk terlibat dalam berbagai interaksi sosial yang kondusif. Sociolla merupakan social commerce yang menyediakan produk skincare terpopuler di Indonesia, penelitian ini akan mengukur pengaruh technology attractiveness pada social involvement dan engagement dengan mempertimbangkan personal interest yang berperan sebagai moderasi untuk mengetahui bagaimana technology attractiveness dan community involvement berpengaruh pada social commerce, Sociolla. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling pada 165 responden yang didapatkan melalui kuisioner secara online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa community involvement berpengaruh secara signifikan terhadap social commerce engagement, task dan social attractiveness berpengaruh signifikan terhadap community involvement, sedangkan physical attractiveness tidak berpengaruh signifikan terhadap community involvement. Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa personal interest tidak memoderasi antara task, social, dan physical attractiveness pada community involvement, serta community involvement pada social commerce engagement.

Growth in social media and e-commerce are opening a new era, namely social commerce, where people are involved in engaging in various conducive social interactions. Sociolla is social commerce that provides the most popular skincare products in Indonesia, this study will measure the influence of technology attractiveness on social involvement and engagement by considering personal interests that act as moderating to find out how the attractiveness of technology and community involvement affect social commerce, Sociolla. This study uses a quantitative approach with a purposive sampling technique on 165 respondents obtained through an online questionnaire. The results showed that community involvement had a significant effect on social commerce engagement tasks and social attractiveness had a significant effect on community involvement, while physical attractiveness had no significant effect on community involvement. This study also revealed that personal interest did not moderate between task, social, and physical attractiveness on community engagement, as well as community involvement on social trading engagement."
Depok: Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Tristan
"Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media sosial terhadap kesehatan mental masyarakat selama pandemi COVID-19. Ada banyak jenis penyakit mental yang disebabkan oleh penggunaan media sosial yang telah dilaporkan, namun makalah ini akan fokus pada tiga penyakit mental: depresi, kecemasan, dan stres traumatis sekunder. “Seberapa signifikan dampak konten yang terlihat di media sosial terhadap kesejahteraan psikologis orang?” akan membantu makalah untuk meneliti lebih spesifik tentang jenis konten yang dilihat dan bagaimana konten tersebut menyebabkan penyakit mental (depresi, kecemasan, stres traumatis sekunder). Selanjutnya makalah ini menggunakan teori Uses and Gratification. Metode dalam penulisan ini adalah melalui penggunaan metode penelitian sekunder, dengan menggunakan lima artikel jurnal yang berbeda. Temuan menunjukkan bahwa orang mempunyai keinginan untuk mengumpulkan informasi mengenai COVID-19 karena kebutuhan kognitif mereka, oleh karena itu media sosial digunakan untuk menerima berita tentang pandemi. Jenis konten dilihat di media sosial yang menyebabkan penyakit mental ini adalah konten terkait bencana, yaitu berita pandemi COVID-19 (jumlah kematian, jumlah orang yang terinfeksi) dan juga berita palsu yang beredar di media sosial yang terbukti menimbulkan kepanikan.

This paper aims to find the effects of social media on the mental health of people during the COVID-19 pandemic. There are many types of mental illnesses caused by social media usage that have been reported, however this paper will focus on three mental illnesses: depression, anxiety, and secondary traumatic stress. “How significant are the impacts of the content seen on social media on people’s psychological well-being?” will assist the paper to research more in specific on the types of content being seen and how that content causes these mental illnesses (depression, anxiety, secondary traumatic stress). Furthermore the paper uses the Uses and Gratification theory. The methods in this paper is through the use of secondary research methods, by using five different journal articles. The findings shows that people are in a constant need to gather knowledge of COVID-19 due to their cognitive needs, therefore social media is being used as a medium to receive news regarding the pandemic. The type of content being seen on social media that causes these mental illnesses are disaster-related content, which are the updates of the COVID-19 pandemic (death count, number of people being infected) and also the fake news that are circulating on social media which has proven to cause panic."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2022
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Henrico Aditya Rachmat
"Perkembangan industri halal secara global sangat menjanjikan. Perkembangan tersebut dapat dirasakan bagi Indonesia sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia. Media memegang peran penting terhadap perkembangan industri halal terutama dengan adanya perkembangan media sosial yang sangat cepat dan luas. Salah satu kelompok pengguna media sosial tersebut adalah Gen M. Gen M merupakan kelompok milenial muslim yang memiliki karakteristik melek akan teknologi, berdaya juang, muda, dan modern. Berdasarkan perkembangan pengguna media sosial dari tahun ke tahun yang terus meningkat tentu memberikan peluang baru dan besar bagi banyak industry termasuk industri fesyen yang didalamnya termasuk industri modest fesyen. Perusahaan pada industri telah merubah cara pemasaran mereka dengan lebih berfokus melakukan pemasaran menggunakan platform di media sosial. Penelitian ini akan menganalisis bagaimana pengaruh social media advertising terhadap perilaku pembelian konsumen Muslim terutama bagi Gen M. Penelitian ini juga akan memeriksa apakah terdapat efek moderasi brand image terhadap variable penelitian. Penelitian ini akan menggabungkan Partial Least Squares Structural Equation Model (PLS-SEM) dengan model S-O-R. Survei dilakukan terhadap 253 responden dengan menggunakan metode self-administered questioner. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa aspek hiburan, kredibilitas, ease of use, dan konten dalam social media advertising dapat mempengaruhi brand image dan juga perilaku pembelian konsumen Gen M secara positif dan signifikan. Ditemukan juga bahwa Brand Image dapat memoderasi pengaruh hiburan, ease of use, dan konten social media advertising terhadap consumer buying behavior Gen M.

The development of the global halal industry is very promising. This development can be felt for Indonesia as a country with the largest Muslim population in the world. The media plays an important role in the development of the halal industry, especially with the rapid and widespread development of social media. One group of social media users is Gen M. Gen M is a Muslim millennial group who has the characteristics of being literate in technology, fighting spirit, young, and modern. Based on the development of social media users from year to year, which continues to increase, it certainly provides new and great opportunities for many industries, including the fashion industry, which includes the simple fashion industry. Companies in the industry have changed their way of marketing by focusing more on marketing using platforms on social media. This study will analyze how social media advertising influences the buying behavior of Muslim consumers, especially for Gen M. This study will also examine whether there is a moderating effect of brand image on research variables. This research will combine the Partial Least Squares Structural Equation Model (PLS-SEM) with the S-O-R model. The survey was conducted on 253 respondents using a self-administered questioner method. The results of this study show that aspects of entertainment, credibility, ease of use, and content in social media advertising can positively and significantly influence brand image and buying behavior of Gen M consumers. It was also found that brand image can moderate the effect of entertainment, ease of use, and social media advertising content on Gen M consumer buying behavior."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library