Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 20 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Reza Alexander Antonius Wattimewa
"ABSTRAK
Tulisan ini meruapakan sebuah kajian atas agama sebagai sebuah institusi kompleks yang tertanam dalam budaya sebuah masyarakat. Metode yang digunakan adalah analisis terhadap makna agama dalam kaitan dengan bidang-bidang kehidupan manusia lainnya, seperti budaya, politik dan bahkan kepribadian manusia. Agama lahir dari kompleksitas tersebut, dan turut serta membentuk serta melestarikan kompleksitas yang ada."
Jakarta: The Ary Suta Center, 2019
330 ASCSM 45 (2019)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Dandy Adrian Azkara
"ABSTRAK
Telemedicine adalah pemanfaatan data restoratif diperdagangkan dimulai dengan satu situs ke situs lain dengan cara susun elektronik untuk meningkatkan status kesehatan klinis pasien. Misalnya, beragam mengembangkan kegunaan dan administrasi memanfaatkan video yang dua arah, email, jenis terpencil dan berbagai inovasi transfer informasi. Laporan ini akan menjelaskan tentang betapa pentingnya Telemedicine, dan serta itu akan memecahkan kedua masalah manajemen dan pertanyaan penelitian.

ABSTRACT
Telemedicine is the utilization of restorative data traded starting with one site to others by means of electronic interchanges to enhance a patient's clinical health status. For example, a developing assortment of uses and administrations utilizing two-way video, email, remote and different types of information transfers innovation. This report will explain about how important the Telemedicine, and as well as it will solve both of the management problem and research question."
Depok: [Fakultas Eknomi Universitas Indonesia, ], 2016
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Vici Sofianna Putera
"Perilaku mahasiswa yang merokok merupakan suatu masalah yang nyata di kantin Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Intervensi berupa spanduk larangan merokok belum bisa menghilangkan perilaku merokok yang terjadi di kantin Fakultas Psikologi. Kondisi ini jelas menimbulkan masalah lain karena dampak yang ditimbulkannya terhadap para perokok pasif, udara yang tercemar, dll. Perilaku bermasalah dapat terjadi karena adanya mispersepsi antara actual norms dengan perceived norms. Actual norms merupakan representasi sikap atau perilaku individu yang sebenarnya, sedangkan perceived norms adalah persepsi terhadap representasi sikap atau perilaku orang lain di sekitarnya. Norma sosial terbagi menjadi dua jenis norma yaitu injunctive norms dan descriptive norms. Injunctive norms adalah persetujuan orang lain terhadap suatu perilaku, sedangkan descriptive norms merupakan representasi perilaku individu dalam kelompok. Berdasarkan temuan studi baseline, ditemukan terjadi mispersepsi pada aspek descriptive norms.
Intervensi dilakukan dengan memasang spanduk di kantin Fakultas Psikologi yang berisi descriptive norms messages, yaitu sebuah pesan yang berisi informasi tentang jumlah sebenarnya dari orang yang tidak merokok maupun orang yang merokok. Penelitian intervensi menggunakan disain quasy experiment one group pre-post test. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat penurunan secara signifikan skor mispersepsi dengan p value < 0.05 pada aspek descriptive norms. Namun perilaku merokok mahasiswa tidak menurun secara signifikan p value > 0.05. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan intervensi norma sosial ini berhasil mengurangi mispersepsi pada aspek descriptive norms namun belum mampu mengurangi jumlah mahasiswa yang merokok.

The behavior of students who smoke is a real problem in the cafeteria of the Faculty of Psychology, University Indonesia. Intervention in the form of banners smoking ban has not been able to eliminate the smoking behavior that occurs in the cafeteria of the Faculty of Psychology. This situation clearly raises other problems because of their impact on passive smokers, polluted air, etc. Behavioral problems can occur because of the misperception between the actual norms with perceived norms. Actual norms is actual representation of individual attitude and behavior, while perceived norms is the perception of attitude and behavior of others in the vicinity . Social norms are divided into two types of norms that injunctive and descriptive norms. Injunctive norms is the approval of others to a behavior, while descriptive norms is a representation of the behavior of individuals in the group. Based on the findings of the baseline study, found a misperception on the aspect of descriptive norms.
The intervention is done by putting up banners in the cafeteria of the Faculty of Psychology, which contains descriptive norms messages, which is a message that contains information about the actual number of people who do not smoke and those who smoke. Interventions research using quasy experimental design one group pre post test. The results of this study indicate that there is a significant reduction in scores misperception with p value 0.05 on aspects of descriptive norms. However, the smoking behavior of students not decrease significantly with p value 0.05. The conclusion of this study indicate social norms intervention is successful decreasing misperception on the aspect of descriptive norms but have not been able to decreasing the number of students who smoke.
"
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2016
T46885
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yogi Pambudi
"Penelitian ini menguji intervensi norma sosial dan arsitektur pilihan untuk mengurangi penggunaan sedotan plastik di restoran. Penelitian ini terdapat dua tahap, yaitu studi baseline dan intervensi. Pada tahap studi baseline menerapkan metode wawancara, observasi dan kuesioner. Target responden baseline terdiri dari 106 kuesioner dan 12 responden wawancara. Selama studi baseline ditemukan bahwa alasan penggunaan sedotan pada pengunjung karena disediakan, kebiasaan, dan penggunaan praktis. Norma deskriptif yang tergambarkan adalah sebagian besar pengunjung menggunakan sedotan ketika meminum, dan untuk norma injungtif menyatakan bahwa pengunjung mempercayai tidak menggunakan sedotan salah satu cara mengurangi sampah plastik. Pada tahap intervensi menggunakan quasi-ekperimental selama lima hari di ketiga kelompok , yakni dua kelompok intervensi dan satu kelompok kontrol. Studi intervensi menguji pemberian teknik arsitektur pilihan dengan pesan norma sosial dibandingkan kelompok kontrol, pemberian intervensi arsitektur pilihan dengan kelompok kontrol, dan pembandingan pemberian intervensi berganda arsitektur pilihan dengan pesan norma sosial dengan intervensi tunggal arsitektur pilihan. Hasil uji dengan Kruskal-Wallis terdapat perbedaan signifikan dari ketiga kelompok (p<,05). Selanjutnya dilakukan pengujian Mann-Whitney antar kelompok dengan p<,0167. Sehingga disimpulkan bahwa penerapan intervensi dinyatakan terdapat perbedaan penggunaan sedotan dibandingkan kelompok kontrol, dan jika dibandingkan antar kelompok intervensi ditemukan bahwa penerapan intervensi berganda arsitektur pilihan dan pesan norma sosial lebih signifikan dibandingkan intervensi tunggal arsitektur pilihan saja.

This study examined social norm interventions and architectural choices to reduce the use of plastic straws in restaurants. This study had two stages, namely the baseline study and intervention. At the baseline study stage, the interview method, observation, and questionnaire were applied. The target of the baseline respondents consisted of 106 questionnaires and 12 interview respondents. During the baseline study, it was found that the reason visitors using staws were because the straws are provided, habits, and practical use. Descriptive norms illustrated that most visitors use straws when drinking, and while in injunctive norms stated that visitors believe that they do not use straws one way to reduce plastic waste. At the intervention stage using quasi-experimental for five days in the three groups, namely two intervention groups, and one control group. Intervention studies examined the administration of selected architectural techniques with social norm messages versus the control group, the choice of architectural intervention options with the control group, and a comparison of the provision of multiple intervention architectural choices with messages of social norms with a single intervention of choice architecture. The results of the Kruskal-Wallis test showed significant differences from the three groups (p <.05). The Mann-Whitney test was then carried out between groups with p <.0167. So it was concluded that the application of the intervention stated that there were differences in the use of straws compared to the control group, and when compared between intervention groups it was found that the application of multiple intervention architectural choices and messages of social norms was more significant than single-choice architectural interventions."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2019
T53338
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Meltry Silvani Desta
"Penelitian ini bertujuan untuk menemukan ada atau tidaknya hubungan antara sikap, norma sosial, dan kontrol perilaku dengan willingness to buy pada kosmetik vegan di Indonesia. Sikap, norma sosial, dan kontrol perilaku terbukti memiliki peranan dalam willingness to buy produk kosmetik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian korelasional dan regresi. Partisipan mahasiswi Sarjana/Diploma (N = 70) yang mana pernah memakai, membeli, atau berniat menggunakan produk kosmetik vegan. Temuan utama dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang kuat dan positif antara sikap, norma sosial, dan kontrol perilaku dengan willingness to buy r(70) = 0,844 , R2 = 0,7, F = 54,668, p < .05. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya peranan sikap, norma sosial, dan kontrol perilaku dalam meningkatkan perilaku sustainability. Penelitian ini konsisten dengan prediksi theory planned behavior.

This study aims to determine whether or not there is a relationship between attitudes, social norms, and behavioral control with willingness to buy on vegan cosmetics in Indonesia. Attitudes, social norms, and behavioral control are proven to have a role in willingness to buy cosmetic products. This research uses correlational and regression research methods. Participants were undergraduate/diploma students (N = 70) who had used, purchased, or intended to use vegan cosmetic products. The main finding of this study is that there is a strong and positive relationship between attitudes, social norms, and behavioral control with willingness to buy r(70) = 0.844 , R2 = 0.7, F = 54.668, p < .05. The implication of this research is the importance of the role of attitudes, social norms, and behavior control in increasing sustainability behavior.This study is consistent with the predictions of the theory of planned behavior."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Alfiannor
"Penelitian ini mengkaji norma sosial seperti norma deskriptif dan injungtif yang mempengaruhi cara individu melihat serta memberi bantuan terhadap kelompok minoritas seksual. Selain itu, penelitian ini juga menginvestigasi faktor psikologis seperti dorongan untuk menghindari patogen yang memoderasi pengaruh norma sosial terhadap perilaku prososial terhadap kaum homoseksual. Sebelumnya, belum ada penelitian yang secara spesifik membahas hubungan antara norma sosial dan perilaku prososial terhadap kelompok luar serta mempertimbangkan efek dari penghindaran patogen. Penelitian ini terdiri dari dua studi: yang pertama adalah studi kuantitatif korelasional dengan 254 partisipan menggunakan formulir daring, yang meneliti bagaimana norma deskriptif dan injungtif membentuk perilaku prososial terhadap kelompok homoseksual, mengungkapkan efek utama dan efek interaksi melalui analisis regresi hierarkis. Studi kedua adalah studi eksperimental dengan 98 partisipan menggunakan ANOVA campuran, yang mengeksplorasi peran moderasi faktor psikologis seperti kejijikan terhadap patogen dalam hubungan antara norma sosial dan perilaku prososial terhadap individu berorientasi homoseksual, yang menemukan tidak adanya efek signifikan dari norma kelompok atau efek interaksi. Temuan ini memberikan wawasan lebih mendalam tentang bagaimana persepsi dan penerimaan sosial terhadap kaum homoseksual memengaruhi perilaku sosial dan respons masyarakat secara umum.

This research examined social norms such as descriptive and injunctive norms that influenced how individuals viewed and provided support to sexual minority groups. Additionally, the research investigated psychological factors such as the drive to avoid pathogens that moderated the influence of social norms on prosocial behavior towards homosexuals. Previously, no studies had specifically addressed the relationship between social norms and prosocial behavior towards out-groups while considering the effects of pathogen avoidance. The research consisted of two studies: the first was a quantitative correlational study with 254 participants using online forms, which investigated how descriptive and injunctive norms shaped prosocial behavior towards homosexual groups. We found both main effects and interaction effects through hierarchical regression analysis. The second study was an experimental study with 98 participants using mixed ANOVA, which explored the moderating role of psychological factors such as pathogen disgust in the relationship between social norms and prosocial behavior towards individuals with homosexual orientations. We found neither significant main effects of group norms nor interaction effects. These findings provided deeper insights into how social perceptions and acceptance of homosexuals influenced social behavior and general societal responses."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2024
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Zein Permana
"Penelitian ini bermaksud untuk menemukan stigma yang menjadi target prasangka dalam konteks masyarakat Indonesia; menguji pengaruh sosial dalam ekspresi prasangka; serta menguji peran kejelasan norma sosial dan perceived controllability stigma dalam memoderasi pengaruh sosial terhadap ekspresi prasangka. Dari 373 mahasiswi dalam rentang usia antara 19 - 22 tahun ditemukan bahwa pengaruh sosial dalam bentuk kehadiran orang lain yang mengutuk atau mendukung diskriminasi akan mempengaruhi ekspresi prasangka. Pengaruh kehadiran orang lain yang mengutuk atau mendukung diskriminasi terhadap ekspresi prasangka dimoderasi oleh kejelasan norma sosial. Sementara itu pengaruh sosial terhadap ekspresi prasangka tidak dimoderasi oleh perceived controlability stigma.

This present study assesses stigma in Indonesian context and examined the effects social influence toward expression of prejudice through moderation of social norm clarity and perceived controllability stigma. Results from373 female college students aged between 19-22 years old showed that social influence has direct effect on expression of prejudice and social norm clarity was proved to moderating the effect of social influence on expression of prejudice. On the other hand, perceived controllability was not proved to be the moderator.
"
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2014
T43163
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rizqa Akbar Romdloni
"ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh attitude toward behavior, social norm dan perceived behavioral control terhadap entrepreneurial intention pada founder dan co-founder startup inkubasi DIIB UI. Teori yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengukur entrepreneurial intention adalah theory of planned behavior, Ajzen 1991. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode survei penyebaran kuesioner untuk memperoleh data, penarikan sampel sendiri menggunakan teknik total sampling, adapun sampel yang terkumpul adalah sebanyak 60 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan pada dua variabel independennya yaitu attitude toward behavior dan perceived behavioral control terhadap entrepreneurial intention, namun social norm tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap entrepreneurial intention pada founder dan co-founder startup inkubasi DIIB UI.

ABSTRACT
This study aims to analyze the influences of attitude toward behavior, social norm and perceived behavioral control on entrepreneurial intention of DIIB UI s incubated startup founder and co-founder. This study used theory of planned behavior, Ajzen 1991 to measure the intention. This study used a quantitative approach by using survey method, in obtaining data, this study used a structured questionnaire. Total sampling is used for determining the sample number. The sample collected on this study were 60 respondents. The results of this study indicate that there is a significant influence among two independent variables, that is attitude toward behavior and perceived behavioral control toward entrepreneurial intention, while social norm did not have a significant influences on incubated startups founder and co-founder in DIIB UI entrepreneurial intention.>i/>
"
Depok: Fakultas Ilmu Admnistrasi Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yulia Setia Rina
"Studi ini bertujuan untuk memeriksa pengaruh isi pesan, dan in-group identification terhadap perilaku compliance. Dimana dari teori norma sosial diketahui bahwa isi pesan dengan norma deskriptif dapat meningkatkan perilaku compliance jika dibandingkan dengan norma injunctive (Cialdini, Reno, & Kallgren, 1991). Pengaruh norma deskriptif juga diketahui semakin kuat bila mendapatkan saliensi identitas kelompok yang terlibat di dalamnya (Goldstein, Cialdini, & Girskevicius, 2008). Untuk memeriksa hal ini dilakukan eksperimen lapangan pada setting ruang publik yaitu laboratorium komputer milik Universitas Indonesia dengan independent groups design. Sebanyak 79 pengunjung perpustakaan terlibat dalam pengambilan data. Pesan yang berisi norma deskriptif dengan identitas kelompok yang salien justru menghasilkan perilaku compliance penerima pesan yang mirip dengan pesan yang berisi norma injunctive dan lebih rendah daripada pesan norma deskriptif yang tidak membawa atribut perguruan tinggi bersangkutan χ2 (2, N = 79) = 13,776, p < 0,001. Penurunan compliance pada norma yang mengandung atribut perguruan tinggi ini terbukti dimoderasi oleh tingkat in-group identification partisipan terhadap identitasnya sebagai mahasiswa perguruan tinggi tersebut χ2 (1) = 5,28, p < 0,021.

This study is aimed to examine the effect of message?s content, and in-group identification on compliance. According to social norm theory, the descriptive type of norm in message?s content may increase compliance behavior (Cialdini, Reno, & Kallgren, 1991) and the greater effect would rise if the descriptive norm has salient reference group?s attribute (Goldstein, Cialdini, & Girskevicius, 2008). A field experiment with independent groups design was conducted in public setting, which was Universitas Indonesia Library. Seventy nine visitors are participated in this study. The result shows significance difference of compliance between injunctive message group, descriptive norms only message group and descriptive norm with reference?s group attribute χ2 (2, N = 79) = 13,776, p < 0,001. Yet, compliance level is low when the descriptive norm use a group attribute while there is no decent in-group identification in the message receiver χ2 (1) = 5,28, p < 0,021. The in-group identification level contributed as moderator."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2015
S58734
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sona Pribady
"Melalui penelitian ini, penulis ingin melihat pengaruh identifikasi dan ancaman terhadap identitas sosial, terutama yang mengarah pada diri individu, dalam pengambilan keputusan pada kondisi dilema sosial melalui permainan prisoner`s dilemma. Berdasarkan penjelasan pada teori identitas sosial dan teori mengenai ancaman terhadap identitas sosial, penulis menduga bahwa tingkat identifikasi dan kehadiran ancaman identitas sosial yang mengarah pada diri individu akan mempengaruhi pengambilan keputusan partisipan ketika dihadapkan pada kondisi dilema sosial, yaitu apakah partisipan akan lebih kooperatif atau non-kooperatif. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental, dengan desain within-subject 2 (Identifikasi: Tinggi vs rendah) X 3 (Ancaman terhadap identitas sosial: prototypical vs kategorisasi vs kontrol). Hasil analisis dari penelitian yang dilakukan tidak menunjukan dukungan terhadap dugaan tersebut χ (1, N = 165) = 1.610, p > 0.05. Dengan demikian, tidak ada pengaruh yang signifikan dari tingkat identifikasi dan ancaman terhadap identitas sosial pada pengambilan keputusan dalam kondisi dilema sosial.

Within this research, author wanted to study about identification level and social identity threat, especially which is directed on individual self, on decision making in social dilema condition through prisoner`s dilema game. Based on social identity theory and social identity threat theory, author predicted that identification level and social identity threat which is directed on individual self will influence decision making process on participant when they were being on social dilemma condition, whether they will be more cooperative or noncooperative. This research used experimental method, within subject design 2 (Identification: High vs low) X 3 (Social identity threat: prototypical vs categorization vs control). Our results of analysis from this research showed that there were no supportive finding to our hypotheses χ (1, N = 165) = 1.610, p > 0.05. This finding concludes that there is no significant effect from identification level and social identity threat on decision making process in social dilemma condition."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2015
T43884
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>