Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 123 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Abbott, Michael M.
Jakarta: Erlangga, 1994
536.7 ABB t
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Saad, Michel A.
Upper Saddle River, NJ: Prentice-Hall, 1997
536.7 SAA t
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Moran, Michael J.
New York: John Wiley & Sons, 1996
621.402 MOR f
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Cengel, Yunus A.
New York : McGraw-Hill, 1994
621.402 1 CEN t
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Roy, Bimalendu N.
New York: John Wiley & Sons, 2002
536.7 ROY f
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Awaludin Martin
"Unjuk kerja dan rotary desiccant dehumidifier dapat diwakili oleh nilai efektivitasnya, dimana secara teoritis efektivitas adalah perbandingan antara jumlah kandungan air yang terserap dengan jumlah kandungan air yang mungkin terserap secara maksimum.
Tulisan ini menghasilkan sebuah formula sederhana untuk menghitung efektivitas ideal rotary desiccant dehumidifier sebagai fungsi koefisien perpindahan massa, kepadatan desiccant, tebal silinder, dan fluks massa udara. Dan persamaan-persamaan yang diturunkan pada proses keseimbangan massa, maka didapat sebuah formula E=1-e Gu. Formula tersebut sebangun dengan formula efektivitas dengan metode E-Ntu pada sebuah heat exchanger dengan aliran counterflow dan juga dengan formula efektivitas pada evaporative cooling dan cooling tower.
Dari data-data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa efektivitas ideal rotary desiccant dehumidifier akan bertambah besar seiring dengan bertambah besarnya temperatur udara masuk yang berada pada kisaran 46.12% sampai dengan 61.49%. Sedangkan pada pengukuran yang dilakukan efektivitas rotary desiccant dehumidifier semakin berkurang seiring dengan bertambahnya temperatur udara masuk.
Efektivitas ideal rotary desiccant dehumidifier tidak terpengaruh oleh besarnya temperatur udara regenerasi, karena formula yang digunakan tidak meliputi properti udara regenerasi. Pada pengukuran yang dilakukan efektivitas semakin berkurang dengan semakin bertambahnya temperatur udara regenerasi. Rasio kelembaban udara keluar proses jumlahnya bertambah seiring dengan bertambahnya rasio kelembaban udara masuk, hal tersebut juga terjadi pada eksperimen yang dilakukan.
Dari penulisan ini dapat diambil kesimpulan bahwa formula yang didapat ini dapat disempurnakan dengan menambahkan properti udara regenerasi.

Performance of the rotary desiccant dehumidifier can be represented by the value of effectiveness, as per theoretical, effectiveness is a ratio of actual moisture extraction with maximum possible moisture extraction.
The result from this paper is a simple formula to account the effectiveness of the rotary desiccant dehumidifier as function from mass transfer coefficient, desiccant compactness, desiccant wheel thickness, and mass flux of the air. The formula can be found by develop muss balance equation and the effectiveness equation is E=1-e Ga. This formula is similar with the effectiveness of counter flow of heat exchanger by E - Ntu method and also similar with the effectiveness of evaporative cooling and cooling tower.
From the experiment, the increasing of ideal effectiveness depends on the increasing inlet process temperature. The range ideal effectiveness is 46.12% to 61.49%. The actual effectiveness will be decreased with increasing inlet process temperature.
The ideal effectiveness of the rotary desiccant dehumidifier doesn't influence by regeneration temperature, because this formula doesn't include the properties of the air of regeneration. On measurement, effectiveness will decrease with increasing regeneration temperature. Humidity ratio of the outlet process of the air will increase with increasing humidity ratio of the inlet temperature, which occurs on the experiment.
From this paper, we can take a summary that this formula can be completed by the properties of regeneration addition.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2000
T4541
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aloysius Nugroho S.
"Ada tiga tahap utama dalam pengenalan ucapan yaitu tahap segmentasi untuk menemukan batas-batas fonem, tahap ekstraksi untuk mendapatkan nilai atas segmen-segmen sinyal dan tahap klasifikasi untuk pembandingan nilai segmen dengan nilai acuan. Di antara ketiganya, segmentasi merupakan tahap yang paling menentukan, karena jika keluarannya salah maka dua tahap beriktnya menjadi sia-sia.
Berbagai metode dipergunakan dalam teknik segmentasi. Salah satunya Adapted Local Trigonometric Transforms (ALIT) yang mendekomposisi sinyal suara menjadi partisi-partisi trigonometris dan orthonormal dengan pemanfaatan DCT (Discrete Cosine Transform) yang memang memiliki keunggulan dalam hal kompresi sinyal [7]. Meski demikian, teknik ini juga memiliki kekurangan yaitu sensitif terhadap pergeseran sinyal ucapan.
Teknik lain yang lebih tahan terhadap pergeseran sinyal ucapan dan bahkan derau adalah Parametric Filtering (PF) [8]. Teknik ini menggabungkan parametric filter bank dengan sebuah analisa otokorelasi selisih-satu (lag-one autocorrelation) untuk menghasilkan fungsi karakterisasi yang baru sama sekali dan tahan terhadap perubahan frekuensi dan derau. Otokorelasi selisih-satu merupakan korelasi sinyal terhadap sinyal itu sendiri setelah mengalami penundaan sebesar satu sekuensi. Fungsi ini mampu menampilkan dan menangkap perubahan spektral dan energi walau dalam domain waktu.
Sinyal di-filter dalam sebuah filter bank yang berupa Parametric HR filter all-pole orde satu, lalu dikolerasikan dan didemodulasi untuk diambil yang diperlukan. Sambil dilakukan pengukuran distorsi untuk mencari nilai batas segmen, sinyal dapat ditampilkan sehingga mempermudah analisa. Tesis ini dilakukan dengan mensegmentasikan suku-kata bahasa Indonesia secara hampir real time dengan penundaan maksimum 10 detik.
Analisa dilakukan terhadap performansi sistem dari sisi akurasi, waktu proses dan stabilitas. Diharapkan ini akan menjadi langkah awal yang tepat bagi tahap-tahap pengenalan ucapan selanjutnya dalam merintis sistem Voice To Text yang sesuai untuk suku-kata bahasa Indonesia.

There are three major steps in speech recognition which are accordingly segmentation for end-point detection, extraction to get the values upon the segmented signals and classification that yielding the corresponding references. Among the three, segmentation is the most important step since once it's output is incorrect then the next two will be nothing.
There are methods used in this step. Among others are the so-called Adapted Local Trigonometric Transforms (ALIT} which decomposite signals into orthonormal-trigonometrical parts using Discrete Cosine Transform (DC?) that is good in signal compressing [7]. Anyway, this method lacks of sensitivity over unstable signals.
Another method that is robust to such sigwls as well as noise is Parametric Filtering (PF) [8]. This method combines a parametric filter bank and a lag-one autocorrelation analysis to produce a new characterisation function that overcome the frequency shift and noise. Lag-one autocorrelation means correlating the signal toward itself after one-sequence delayed. It also displays and cacthes spectral and energy changes even in time domain.
Signal is filtered in a filter banks which are all-pole first order parametric IIR filter, after which it is correlated by lag-one autocorrelation. Next, signal is demodulated to yield what is needed. While being processed by distortion measures to find end-points, the signal can be displayed to make the analysis visible. Research done by segmenting Indonesia syllabels in almost real time with ten-second maximum delay.
There are analysis upon system performances in accusation, time consuming and stability point of view. Hopefully, this will become fisrt step for the next speech recognition steps and lead to the suitable VoiceToText system for Indonesia syllabels."
2001
T5119
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Napitupulu, Richard A.M.
"Pengembangan model matematika telah dilakukan untuk memprediksi temperatur selama proses canai panas jenis satu tingkat dari suatu pelat baja karbon rendah, dengan menggunakan model thermal yang ada dan data-data eksperimen di laboratorium. Perhatian utama ditujukan untuk memprediksi model temperatur masuk dan keluar rol dengan mengasumsikan temperatur keluar. Hal-hal yang mempengaruhinya adalah perpindahan panas secara radiasi dan konveksi dari permukaan ketika material dibawa dari dapur ke rol, dan perpindahan panas secara konduksi dari material ke rol, serta kenaikan temperatur akibat kerja mekanis ketika material sedang dicanai.
Hasil dari model tersebut dapat digunakan sebagai dasar untuk mengevaluasi temperatur material yang akan dicanai di Iaborastorium tersebut dan dasar untuk pemodelan beban pengerolan dan mikrostruktur. Langkah-langkah untuk memprediksi model temperatur masuk tersebut dapat digunakan sebagai dasar atau pembanding bagi pabrik canai panas untuk mengevaluasi temperatur material.

A mathematical model has been developed to predict the thermal during a single pass hot rolling of a low carbon steel plate, by using thermal model and data from laboratory experiments. Particular attention was paid to prediction the entry and exit temperature model by assuming the exit temperature. The effects taken into account are radiation and convection from the surface when the material has been reheated until rolled, and conduction to the rolls and the temperature increase due to mechanical work when the material is in the roll gap.
The result of the temperature model can be used for the material temperature evaluation at the laboratory and a basis to predict the rolling force and microstructure evaluation. The steps of the prediction can be used as a comparison for plants mills to predict their material temperature.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2000
T5114
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sutopo
"Potongan suatu isotermal dari sistem Besi-Nikel-Sulfur pada temperatur 1173 K telah ditentukan secara eksperimental diseluruh rentangan komposisi. Serbuk murni dari besi dan nikel sebagai material utama direduksi dengan gas hydrogen pads temperatur 1273 K, sebelum mereka dicampur dengan sulfur dengan jumlah yang telah ditentukan sebelumnya dan kemudian ditutup dalam kapsul quartz dalam keadaan vakum. Kapsul quartz tersebut dipanaskan pada temperatur 1173 K dan kemudian di celupkan dengan cepat (quenching) ke dalam air es. Sampel-sampel tersebut dipelajari secara metalografi dan analisa secara kuantitatif dengan elektronmikro probe. Dari hasil analisa tersebut dikorelasikan dengan data-data yang ada dalam literatur baik dari binary maupun ternary dari sistem Besi-Nikel-Sulfur dan dievaluasi secara termodinamik."
Depok: Lembaga Penelitian Universitas Indonesia, 1994
LP-Pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
Cengel, Yunus A.
Boston : McGraw-HIll, 2002
621.402 1 CEN t
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>