Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 20 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Gilang Girih Samudra
"ABSTRAK
Dalam beberapa tahun terakhir tren berwisata ke objek wisata mancanegara berkembang pesat. Jepang menjadi salah satu negara yang paling ingin dikunjungi oleh wisatawan asing. Dengan begitu Jepang selalu mengambil sikap serius untuk mempromosikan dan mengembangkan pertumbuhan pariwisatanya. Salah satu hasilnya adalah objek wisata Tateyama Kurobe Alpine Route menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hal apa saja yang menjadi daya tarik Tateyama Kurobe Alpine Route sehingga menjadi objek wisata mancanegara yang cukup popular dalam beberapa tahun terakhir. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif yang berasal dari kajian kepustakaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Tateyama Kurobe Alpine Route memiliki daya tarik tersendiri diantara objek wisata salju di Jepang. Daya tarik tersebut adalah bendungan Kurobe dengan pemandangan keindahan alam gunung Tateyama dan dinding salju yang ikonis.

ABSTRACT
In the past few years the trend of traveling to foreign tourism objeck is growing rapidly. Japan become one of the most wanted to be visited country by foreign tourists. Thereby, Japan always took a serious attitude to promote and develop its tourism growth. One result is the Tateyama Kurobe Alpine Route tourist attraction is the main attraction for foreign tourists. The purpose of this research is to identify what is the main attraction of Tateyama Kurobe Alpine Route so that it becomes a popular foreign tourism object in recent years. The method use in writing of this research is descriptive analysis derived from the study of literature. The results showed that Tateyama Kurobe Alpine Route has a special attraction among snow tourism objects in Japan. The attraction is a Kurobe dam with views of the natural beauty of Mount Tateyama and the iconic snow wall.
"
Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2018
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Dona Meriana
"Skripsi ini membahas pemanfaatan yuru-kyara Hikonyan sebagai media promosi wisata kota Hikone, Jepang. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini membahas mengenai pemanfaatan yuru-kyara Hikonyan dalam memajukan pariwisata kota Hikone dan peningkatan pada sektor ekonomi kota Hikone. Makna semiotik yang dikandung oleh yuru-kyara Hikonyan juga akan di analisis. Hasil penelitian mengungkapkan pemanfaatan yuru-kyara Hikonyan berdampak positif kepada kemajuan pariwisata dan ekonomi kota Hikone. Hal ini karena makna semiotik yang dikandung yuru-kyara Hikonyan menyampaikan informasi mengenai kota Hikone kepada masyarakat Jepang.

The focus of this study is the utilization of yuru-kyara Hikonyan as Media Promotion of Hikone City’s Tourism, Japan. The purpose of this study is to understand the utization of yuru-kyara Hikonyan for media tourism campaign in increasing the tourism and economy of Hikone city, also to understand the semiotic meaning in Yuru-kyara Hikonyan design that informed the tourist about information of Hikone city. This research is qualitative descriptive interpretive. The data were collected by means of deep researcher interpretation. The result of this study show that the utilization of yuru-kyara Hikonyan help the progress to increasing the tourism in Hikone city."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2013
S44017
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Surfia Miana
"Gempa Bumi Besar Jepang Timur dan Tsunami Maret 2011 telah mempengaruhi perkembangan ekonomi dan industri di Jepang. Industri pariwisata merupakan salah satu industri yang terkena dampak bencana tersebut. Skripsi ini membahas mengenai dampak yang diakibatkan gempa bumi dan tsunami terhadap pertumbuhan pariwisata Jepang, khususnya pada inbound dan outbound, hingga akhir tahun 2012. Penelitian ini merupakan kajian kepustakaan dengan metode deskriptif analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah Jepang melalui berbagai upaya dan kebijakannya di bidang pariwisata mampu merekonstruksi wilayah Tohoku dan memulihkan pariwisata di wilayah tersebut. Jepang bahkan berhasil meningkatkan rasio pertumbuhan pariwisata nasional secara positif.

The Great East Japan Earthquake and Tsunami March 2011 has affected the economic and industry growth in Japan. Tourism industry is one of the industries affected by the disaster. The focus of this study is about the impacts of earthquake and tsunami on Japanese tourism growth, especially inbound and outbound tourism, until the end of fiscal year 2012. This study is a literature review using descriptive-analytical method. The result shows that Japanese government, through various efforts and act, was able to reconstruct Tohoku and recover Japanese tourism in the affected area. Japan even succeeded to increase the growth rate of national tourism positively."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2013
S46939
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hestiarsi
"Jepang merupakan salah satu daerah tujuan wisata yang menarik bagi wisatawan asing. Skripsi ini membahas motivasi yang membuat wisatawan asing datang ke Jepang. Terdapat dua puluh motivasi wisatawan asing yang akan dibahas dalam skripsi ini. Skripsi ini juga membahas karakteristik wisatawan asing dan wisatawan Jepang ketika melakukan perjalanan wisata dilihat dari jenis kelamin, usia, jenis pekerjaan, dan lamanya kunjungan ke Jepang. Penelitian ini merupakan kajian kepustakaan dengan metode deskriptif analisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi terbesar wisatawan asing berkunjung ke Jepang adalah melihat keindahan arsitektur tradisonal Jepang.

Japan is one of the most interesting tourist destinations for foreign tourists. This thesis analyses the motives that make foreign tourists attracted to come to Japan. There are twenty motivations of foreign tourists which will be discussed in this thesis. This thesis also analyses the characteristics of foreign tourists and Japanese travelers from the aspect of gender, age, profession, and length of visit to Japan. This study is a review of literature with descriptive-analysis method. The result of this study indicates that the biggest motivation of foreign tourists to visit Japan is to see the beauty of Japanese traditional architecture."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2013
S46924
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Juwita Lisnawati
"ABSTRAK
Penelitian ini akan membahas faktor pendorong dan penarik yang memengaruhi Jumlah kunjungan wisatawan Indonesia ke Jepang. Jumlah wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Jepang mengalami peningkatan signifikan secara terus menerus selama lima tahun terakhir 2012-2016 . Teori yang digunakan dalah penelitian ini adalah teori push and pull factors menurut Klenosky 2002 . Melalui teori tersebut, kita dapat mengetahui faktor pendorong dan penarik yang memengaruhi keputusan wisatawan Indonesia untuk berkunjung ke Jepang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada banyak faktor yang memengaruhi wisatawan Indonesia berkunjung ke Jepang. Salah satu faktor pendorong yaitu ldquo;ingin mewujudkan impian berwisata ke Jepang rdquo; bersamaan dengan ldquo;ketersediaan transportasi umum rdquo; yang memudahkan akses dari satu tempat wisata ke tempat wisata lain menjadi salah satu daya tarik pariwisata Jepang.Kata kunci : Faktor Pendorong, Faktor Penarik, Kunjungan, Peningkatan, Wisatawan

ABSTRACT
This research discusses the push and and pull factors that affect the number of Indonesian tourist arrivals to Japan. The number of Indonesian tourists visiting Japan has increased significantly continuously over the last five years 2012 2016 . The theory used in this research is the theory of push and pull factors according to Klenosky 2002 . Through this theory, we can know the driving factors and pullers that influence the decision of Indonesian tourists to visit Japan. The results showed that there are many factors that influence Indonesian tourists to visit Japan. One of the push factors is lsquo dream fulfillment rdquo of traveling to Japan along with 39 availability of public transportation 39 which makes it easy to access from one place to another to be one of the attractions of Japanese tourism.Keywords Push Factors, Pull Factors, Visits, Improvements, Tourists"
Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2017
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Marga Apsari
"[ ABSTRAK
Awa Odori (tarian Awa) adalah bagian dari perayaan obon yang diadakan pada tanggal 12—15 Agustus di Tokushima, Jepang. Sejak 1920-an, Awa Odori mulai dikembangkan menjadi objek pariwisata kebudayaan Tokushima. Sebagai objek pariwisata, Awa Odori diharapakan dapat berkontribusi di bidang ekonomi. Jumlah wisatawan yang datang ke Tokushima untuk menonton Awa Odori naik setiap tahunnya. Pada tahun 2011, 1,3 juta wisatawan datang ke Tokushima untuk menikmati Awa Odori. Seiring dengan naiknya jumlah wisatawan dan penginap, Produk domestik bruto (PDB) Tokushima pun juga naik. Berkembangnya Awa Odori sebagai objek pariwisata kebudayaan Tokushima tidak lepas dari peran pemerintah, swasta dan masyarakat setempat. Pemerintah mempromosikan Awa Odori, pihak swasta dan masyarakat setempat memfasilitasi para wisatawan

ABSTRACTAwa Odori (Awa dance) is a part of obon festival which is held on August 12—15 in Tokushima, Japan. Since around 1920, Awa Odori was developed into Tokushima’s cultural tourism object. As a tourism object, Awa Odori is expected to contribute in the economic field. The tourists who come to Tokushima to watch Awa Odori is rising every year. In 2011, 1,3 million tourists came to Tokushima to enjoy Awa Odori. Along with the rising number of tourists and overnight tourists, Tokushima’s GDP is also rising. Government, private sectors and local communities also have role in the development of Awa Odori as Tokushima’s cultural tourism object. The government promotes Awa Odori, while private sectors and local communities provides the facility for tourists.;Awa Odori (Awa dance) is a part of obon festival which is held on August 12—15 in Tokushima, Japan. Since around 1920, Awa Odori was developed into Tokushima’s cultural tourism object. As a tourism object, Awa Odori is expected to contribute in the economic field. The tourists who come to Tokushima to watch Awa Odori is rising every year. In 2011, 1,3 million tourists came to Tokushima to enjoy Awa Odori. Along with the rising number of tourists and overnight tourists, Tokushima’s GDP is also rising. Government, private sectors and local communities also have role in the development of Awa Odori as Tokushima’s cultural tourism object. The government promotes Awa Odori, while private sectors and local communities provides the facility for tourists., Awa Odori (Awa dance) is a part of obon festival which is held on August 12—15 in Tokushima, Japan. Since around 1920, Awa Odori was developed into Tokushima’s cultural tourism object. As a tourism object, Awa Odori is expected to contribute in the economic field. The tourists who come to Tokushima to watch Awa Odori is rising every year. In 2011, 1,3 million tourists came to Tokushima to enjoy Awa Odori. Along with the rising number of tourists and overnight tourists, Tokushima’s GDP is also rising. Government, private sectors and local communities also have role in the development of Awa Odori as Tokushima’s cultural tourism object. The government promotes Awa Odori, while private sectors and local communities provides the facility for tourists.]"
Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2015
MK-PDF
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
"From the migrant care-workers arriving in Japan from the Philippines and Indonesia to support the depleted social support system for the large population of the elderly (Ogawa 2012) to the increasing number of retiring Japanese embarking on long-stay tourism in Malaysia (Ono 2015), the Japanese image of Southeast Asia as an exotic destination offering cheap labor in return for official development assistance seems to be fading away. Yet these changes are not necessarily reflected in the way contemporary Japanese, especially those who belong to the global, “spiritual-but not-religious” (Fuller 2001) population, think of and “consume” Southeast Asia in their daily lives. Using three case-studies, spiritual tours, Thai massage, and an NGO founded by a Japanese spiritual therapist, this paper argues that in Japan’s large spiritual market, which targets people seeking alternative ways to express their religiosity, the old-fashioned colonial exoticism of Southeast Asian narratives were integrated in a totalizing discourse, in which Japan remains the exceptional outlier (Tanaka 1993), a country still claimed to be “advanced” both spiritually and economically."
300 SVB 8 (1) 2016
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Iqbal Adzhani
"Skripsi ini membahas mengenai perkembangan pariwisata di Jepang pada zaman Meiji yang berlangsung dari tahun 1868 sampai 1912. Fokus utama penelitian ini adalah menjelaskan bagaimana Jepang yang pada saat itu baru membuka negaranya kepada dunia luar menghadapi hal-hal baru dan asing dari barat seperti ilmu pengetahuan, teknologi dan Ideologi/pemikiran serta bagaimana mereka memanfaatkannya untuk mengembangkan Pariwisata Jepang. penelitian ini mengindikasikan bahwa Jepang dapat menggunakan ilmu pengetahuan, teknologi dan pemikiran-pemikiran dari barat untuk memodernisasi industri pariwisatanya sehingga Jepang dapat melayani wisatawan, terutama wisatawan asing dari barat dengan baik dan menunjukkan bahwa Jepang memiliki tingkat peradaban yang setara dengan mereka.

This study Japan Tourism development by Japanese Government and society in Meiji era under Emperor Meiji'rule from 1868 1912 to the development of Japanese Tourism at that time. The main focus on this study is are to explain how Japanese at that time who had just opened their country to the world faced new and foreign things from the west like knowledge, technologies, and ideologies ideals and then how they utilized it to developed Japan tourism. This study results reveals that Japan can used those western knowledge, technologies and ideals to modernized their tourism industry so that Japan could serve the tourists, especially those from the western hemisphere nicely and showed them that Japan are at the same level as them in terms of civilization.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tiara Darmashanti
"Pariwisata merupakan kebutuhan hidup manusia dimana manusia perlu berpergian keluar dari tempat tinggalnya. Hadirnya media sosial dan social media influencer orang yang berpengaruh di media sosial pada era digital ini telah mengubah metode pemasaran pariwisata menjadi lebih masif dan efektif. Penelitian ini membahas tentang unggahan Dorippu di media sosial yang bertema perjalanan wisata serta pengaruhnya terhadap minat pengikut Dorippu di media sosial untuk berwisata ke Jepang. Hal tersebut secara langsung menjadikan Dorippu sebagai agen promosi pariwisata Jepang melalui media sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah uji sampel melalui survei dengan tujuan untuk mengetahui respons pengikut terhadap unggahan Dorippu. Kunci keberhasilan promosi pariwisata Jepang terletak pada kekuatan personal brand Dorippu sehinga mampu mempengaruhi pengikutnya. Peluang tersebut dimanfaatkan oleh pihak pemasar pariwisata Jepang untuk menerapkan metode pemasaran melalui media sosial dengan cara menjadikan Dorippu sebagai endorser. Penelitian ini menemukan bahwa kuatnya personal brand Dorippu berhasil memunculkan keinginan pengikutnya di media sosial untuk berwisata ke Jepang serta informasi yang disampaikan melalui unggahannya menjadi sumber informasi wisata Jepang yang dapat diandalkan oleh calon wisatawan yang ingin berkunjung ke Jepang.

Tourism is a necessity of human life that humans need to travel out of their homes. The presence of social media and social media influencers digital influential people in this digital era has changed the method of tourism marketing to become more massive and effective. This study discusses about Dorippu rsquo s post on social media that influence her followers to travel to Japan. It directly makes Dorippu a promotional agent of Japan tourism through social media. The research method is using sample test through survey with the aim to know the Dorippus followers response to Dorippus post. The success key of Japan tourism promotion lies in the strength of the Dorippus personal brand that has power to influence her followers. This opportunity is utilized by the Japan tourism marketers to apply marketing methods through social media by making Dorippu as an endorser. The research finds that Dorippus personal brand power has succeeded in raising the desire of her followers in social media to travel to Japan as well as the information conveyed through her post into a reliable source of Japanese tourist information by would be tourists who want to visit Japan.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Alisa Nur Rachmawati
"Pemerintah Jepang melakukan berbagai upaya untuk mempromosikan pariwisata. Anime merupakan salah satu bentuk dari budaya populer yang berperan sebagai media promosi oleh pemerintah Jepang dalam upaya tersebut. Salah satunya adalah anime Yuru Camp yang diluncurkan pada tahun 2018. Yuru Camp adalah anime yang bertema kemah dan kegiatan outdoor pada musim dingin. Anime ini menstimulus penontonnya untuk berkunjung ke prefektur Yamanashi. Penelitian ini akan membahas mengenai upaya yang dilakukan guna  mengembangkan pariwisata Yamanashi serta dampak dari kerjasama tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji seberapa besar pengaruh anime Yuru Camp terhadap pariwisata prefektur Yamanashi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan analisis deskriptif, yaitu dengan memaparkan bentuk dari upaya mendongkrak pariwisata Yamanashi dan menganalisis anime Yuru Camp dengan kajian contents tourism oleh Horiuchi Junichi. Data dari penelitian ini diperoleh dari berbagai sumber internet, terutama website resmi pariwisata prefektur Yamanashi. Hasil penelitian ini adalah, pada Tahun 2018 yaitu saat anime Yuru Camp tayang, jumlah wisatawan prefektur Yamanashi mengalami kenaikan yang signifikan. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, wisatawan yang masuk mengalami kenaikan sebesar 17.2%. Yuru Camp terbukti mengoptimalkan ketiga elemen yang ada pada teori contents tourism yaitu produser, otoritas lokal, dan penggemar, dalam upayanya untuk mempromosikan prefektur Yamanashi.

Japanese Government are committing to boost their tourism through miscellaneous strategies. Anime is one of the culture pop which plays its role as promotion instrument that helps the Japanese Government to achieve their goals. Yuru Camp is one of the anime released in 2018. Yuru Camp mainly talks about camping and various winter outdoor activities. This anime stimulates the audiences to visit Yamanashi Prefecture. This paper would examine the method of the efforts, and what are the impacts of the cooperation that both parties have done to develop Yamanashi`s tourism. The purpose of the paper is to analyze how significant Yuru Camp can affect Yamanashi`s tourism through anime. The method of the study are qualitative and descriptive analysis, first, this paper would explain the efforts to develop tourism in Yamanashi and investigate Yuru Camp with contents tourism theory by Horiuchi Junichi. The data collected are sourced from various literature such as the internet, especially the official website of Yamanashi`s tourism department. The result of the study shows that in 2018 is when Yuru Camp released, the number of inbound tourists in Yamanashi is highly increased. Compared to the years before, inbound tourists have increased by the number of 17.2%. Yuru Camp is proven to optimize the three elements of contents tourism theory; producer, local authorities, and fans, in its effort to promote Yamanashi`s tourism.

"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2019
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>