Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2004
307.764 GRO
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library
Ibrahim Muslim Hanif
"Urbanisasi cepat dan keterbatasan kapasitas kota melahirkan kampung kota, kawasan padat, sempit, dan adaptif dengan fungsi ruang yang tumpang tindih. Jalan di kampung kota tidak hanya berfungsi untuk mobilitas, tetapi juga sebagai ruang publik untuk aktivitas domestik, sosial, dan ekonomi. Minimnya ruang memicu negosiasi antar penghuni untuk menjaga fluiditas penggunaan jalan. Studi ini berfokus pada Kampung Marlina di Muara Baru, Jakarta Utara, yang ditandai oleh tingginya kepadatan penduduk dan ketergantungan pada sektor informal. Penelitian bertujuan mengidentifikasi pola pemanfaatan jalan sebagai manifestasi fisik, serta menganalisis keterkaitannya dengan negosiasi ruang. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, analisis spasial, dan color coding untuk mengidentifikasi kasus-kasus kritis. Temuan menunjukkan bahwa jalan yang lebih lebar dan terhubung berfungsi sebagai ruang bersama untuk pergerakan dan penyimpanan, sementara jalan sempit cenderung menjadi perpanjangan ruang privat. Negosiasi ruang bersifat lokal dan berorientasi pada kepentingan individual. Kondisi ini menunjukkan perlunya agen spasial, seperti koperasi komunitas, yang dapat memfasilitasi proses negosiasi baru untuk membentuk kembali ruang publik di kampung kota.
Rapid urbanisation and the limited capacity of cities gave birth to urban villages, dense, narrow and adaptive areas with overlapping spatial functions. Roads in urban villages function not only for mobility, but also as public spaces for domestic, social, and economic activities. The lack of space triggers negotiations between residents to maintain the fluidity of road use. This study focuses on Marlina in Muara Baru, North Jakarta, which is characterised by high population density and dependence on the informal sector. The research aims to identify the pattern of road use as a physical manifestation, and analyse its relationship with space negotiation. Data was collected through observation, in-depth interviews, spatial analysis, and colour coding to identify critical cases. Findings show that wider, connected streets function as shared spaces for movement and storage, while narrower streets tend to be an extension of private space. Space negotiations are localised and orientated towards individual interests. This suggests the need for spatial agents, such as community, that can facilitate new negotiation processes to reshape public space in urban villages."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library