Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Rengganis Suseno
"ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk memahami efektivitas International Whaling Commission sebagai sebuah rezim lingkungan internasional dalam menghadapi isu perburuan paus di Jepang yang masih belum terselesaikan hingga saat ini. Dalam penelitian ini akan dianalisa berbagai faktor-faktor yang menyebabkan International Whaling Commission masih gagal dalam menurunkan angka perburuan paus di Jepang periode tahun 2010 hingga 2014. Jepang dilihat sebagai negara pro-whaling yang paling kontroversial. Lewat program scientific whaling-nya, Jepang berusaha mengeksploitasi paus dengan dalih ilmiah. Melalui konsep efektivitas rezim lingkungan internasional Oran Young, terdapat beberapa faktor yang menghambat International Whaling Commission untuk menghentikan tindakan eksploitatif Jepang. Faktor-faktor tersebut meliputi lemahnya struktur organisasi International Whaling Commission, lemahnya sistem pengawasan dan implementasi International Whaling Commission lewat Scientific Committee, lemahnya hubungan antara International Whaling Commission dengan praktek beserta implementasi di Pemerintahan Jepang dan tidak ada peran aktor non-negara di Jepang dan perbedaan pandangan mengenai isu perburuan paus.

ABSTRACT
This study aims to understand the effectiveness of International Whaling Commission as an International Environmental Regime when facing the whaling issue in Japan that remain unsolved until now. This study will try to analyzed various factors that causes International Whaling Commission still fail to reduce whaling in Japan, in period of 2010 to 2014. Japan is seen as the most controversial pro-whaling country. Through the scientific whaling program, Japan trying to exploit whales with scientific excuse .Through the concept of the effectiveness of international environment regime by Oran Young, there are several factors that hinder International Whaling Commission to stop Japan?s exploitative act. That factors include the weakness of International Whaling Commission structure of organization, the weakness of surveillance and the implementation of International Whaling Commission through Scientific Committee, the weakness of the relationship between International Whaling Commission through the practice and implementation to Government of Japan and there is no Non-Governmental Organzation (NGO) role inside the Government of Japan, and last there is a differences view on whaling issues.
"
[, 2016]
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aldhira Pramantari
"Praktik scientific whaling atau penangkapan ikan paus dengan tujuan penelitian ilmiah yang dilakukan Jepang di wilayah Antartika melalui Program JARPA II telah banyak menimbulkan kritik di dunia Internasional. Hal ini berakhir pada tahun 2014 dengan keluarnya Putusan Mahkamah Internasional dalam kasus Whaling in the Antarctic antara Australia v. Jepang dengan intervensi dari Selandia Baru yang menyatakan bahwa praktik JARPA II tidak sesuai dengan ketentuan hukum internasional. Pada skripsi ini akan diteliti mengenai kesesuaian praktik penangkapan ikan paus di laut bebas oleh suatu negara dengan peraturan internasional terkait mengenai whaling serta efektifitas putusan tersebut terhadap upaya konservasi dan manajemen stok ikan paus di masa depan.

Japan scientific whaling program in the Antarctic or known as JARPA II has evoke many critics over its practices. It resulted in the International Court of Justice Whaling in the Antarctic Judgement between Australia v. Japan: New Zealand intervening at 2014 that stated the program is not in accordance with the international law regarding whaling and that the program must be stopped immediately. This thesis will examine the conformity of whaling practice in the high seas by a country with the international regulations regarding whaling and the judgment effectiveness on the conservation and management of whales stock in the future.
"
Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2015
S60403
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Indri Muharani
"ABSTRAK
Sumber daya laut dewasa ini mengalami degradasi sebagai akibat dari perilaku
pemanfaatan yang tidak ramah lingkungan. Pemanfaatan cenderung bersifat
destruktif dan merusak, serta tidak mempertimbangkan aspek konservasi dan
keberlanjutan sumberdaya. Salah satu bentuk pemanfaatan yang tidak ramah
lingkungan adalah penangkapan satwa yang dilindungi. Saat ini, paus merupakan
satwa yang dilindungi karena jumlah populasi mengalami penurunan yang
diakibatkan oleh penagkapan paus secara besar-besaran. Perairan Indonesia
merupakan daerah jalur migrasi dari jenis-jenis mamalia laut seperti paus, lumbalumba
dan duyung, terutama di wilayah Indonesia bagian timur. Salah satu desa di
Nusa Tenggara Timur, yaitu Desa Lamalera melakukan penangkapan paus hingga
saat ini dan menjadi tradisi masyarakat Lamalera. Pengaturan mengenai
perlindungan dan pemanfaatan satwa di Indonesia sudah ada, baik yang dibentuk
oleh Pemerintah sendiri maupun ratifikasi dari konvensi internasional.

ABSTRACT
Marine resources currently degraded as a result of utilization behaviors that are
not environmentally friendly. Utilization tends to be destructive and damaging,
and not considering aspects of the conservation and sustainability of the resource.
One form of utilization that are not environmentally friendly is the arrest of
protected wildlife. This time, whales is one of protected wildlife due to population
decline caused by the massive whaling. Indonesia's sea is the migration routes of
species of marine mammals such as whales, dolphins and dugongs, especially in
the eastern part of Indonesia's territory. One of the village in East Nusa Tenggara,
village of Lamalera conduct whaling until today and become a community
tradition of Lamalera. Arrangements regarding the protection and utilization of
wildlife in Indonesia, both set up by the Government itself or the ratification of
international conventions.
"
2016
S64894
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Melville, Herman, 1819-1891
London: Random House, 1999
813.3 MEL m
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library