Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 23 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Marnindianti Novan
"Skripsi ini membahas faktor?faktor yang mempengaruhi pengelolaan modal kerja perusahaan di Indonesia. Hal ini didasari dengan pen tingnya pengelolaan modal kerja dengan efisien agar perusahaan dapat meraih kesempatan yang ada untuk melakukan ekspansi dengan belanja modal sehingga dapat terus mengalami pertumbuhan namun sekaligus juga tidak mengurangi kemampuan likuiditas perusahaan dalam jangka pendek untuk memenuhi kewajibannya.
Penelitian ini menggunakan sampel data perusahaan LQ 45 non keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2002-2007. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari variabel-variabel capital expenditure, operating expenditure, finance expenditure, rasio market to book value, leverage, pertumbuhan penjualan, dan arus kas operasi perusahaan terhadap ukuran pengelolaan modal kerja yang terdiri dari net liquidity balance (NLB) dan working capital requirement (WCR).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa besarnya belanja modal, tingkat pertumbuhan penjualan, dan arus kas operasi memberikan pengaruh terhadap kemampuan perusahaan dalam menghimpun dan mengalokasikan dana (NLB). Selain itu, besarnya beban keuangan, rasio market to book, tingkat pertumbuhan penjualan, belanja modal, tingkat leverage, dan arus kas operasi memberikan pengaruh terhadap nilai WCR. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu dalam evaluasi pengelolaan modal kerja perusahaan.

This thesis examines influences of factors toward working capital management of firms in Indonesia. This is based on the importance of efficient working capital management so that firms can achieve the opportunity to expand their business with capital expenditure for a certain growth and at the same time does not reduce the ability of the company liquidity in the short term to meet its obligations.
This study uses sample data from LQ 45 non-financial listed in Indonesia Stock Exchange (IDX) period 2002-2007. This study aims to determine the influence of capital expenditure, operating expenditure, finance expenditure, the ratio of market to book value, leverage, sales growth, operating cash flow toward the proxy of working capital management of which consist of net liquidity balance (NLB) and working capital requirement (WCR).
Results of this research shows that capital expenditure, sales growth, and operating cash flow provide the ability to influence firms in raising and allocating funds (NLB). In addition, financial expenditure, ratio of market to book, sales growth, capital expenditure, leverage, and operating cash flow affect WCR. Results of this research are expected to assist in evaluation of firm?s working capital management.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2009
S6616
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Elisabeth Seliyana
"Dalam suatu perusahaan baik perusahaan besar maupun
perusahaan kecil me~butuhkan modal kerja untuk melaksanakan
kegiatan perusahaan. Ada berbagai macam bentuk modal kerja
yaitu modal kerja dalam arti semua aktiva lancar yang
dimiliki perusahaan atau modal kerja bersih (aktiva lancar -
paslva lancar). Pengelolaan yang baik sangat dibutuhkan
untuk dapat mencapai tujuan perusahaan yaitu mencapai
tingkat keuniungan yang tinggi. Untuk itu pembelanjaan modal
\
\
kerja bagi perusahaan periu dikelola dengan baik supaya
hasil yangdapat diperoleh bagi perusahaan menunjukkan hasil
maksimal yang dapat. dicapai oleh perusahaan.
yang digunakan adalah dengan menggunakan metode analisa
sumber dan penggunaan modal kerja, dan beberapa analisa
rasio keuangan. Metode-metode tersebut dilakukan dengan
melihat perbandingan laporan keuangan PT. X dari tahun ke
tahun dan dari perbandingan tersebut maka dianalisa mengenai
masal.ah-masalah yang terdapat dalam perusahaan khususnya
mengenai modal kerja perusahaan.
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka
terdapat beberapa masalah dalam PT. X mengenai modal kerja
perusahaan. Masalah dalam pembelanjaan modal kerja PT. X ini
adalah kekeliruan dalam mebiayai. harta yang dimiliki
perusahaan, dimana sumber dana yang diperoleh dari hutang
jangka pendek telah digunakan untuk membiayai harta tetap
perusahaan. Akibat dari sistem pembelanjaan yang "missmatch"
. 1n1 mengakibatkan.beberapa hal yaitu likuiditas perusahaan
yang terganggu dan biaya-biaya operasional yang meningkat.
Likuiditas perusahaan yang terganggu ini membahayakan
perusahaan, karena akan mengurangi kepercayaan kreditor
untuk memberikan pinjaman. Hal ini disebabkan karena adanya
·dana yang tertanam dalam bentuk piutang dan persediaan
terlalu besar, sehingga perputaran modal kerja sangat
rendah. Untuk mengurangi tidak likuidnya perusahaan ini maka
perusahaan berusaha mengadakan pinjaman jangka pendek
lainnya sehingga hutang jangka pendek semakin meningkat dari
tentu saja bunga yang dibebankan juga meningkat.Permasalahan
yang t~rdapat dalam PT. X. ini mengakibatkan rendahnya
tingkat keuntungan yang dihasilkan perusahaan. Tingkat
keuntungan yang rendah ini disebabkan karena adanya
pengelolaan modal kerja yang belum baik dimana perputaran
J piutang dan persediaan sangat rendah sehingga mengurangi
kesempatan dalam menghasilkan pendapatan. Selain itu juga
adanya pembelanjaan yang belum benar dalam mebiayai aktiva
tetap perusahaan dengan menggunakan hutang lancar, sehingga
untuk membayar hutang-hutang perusahaan yang jatuh tempo ini
maka' diadakan pinjaman jangka pendek lainnya. Untuk menambah
hutang lancar ini perusahaan dibebankan biaya-biaya seperti
biaya provisi bank, biaya entertainment dan biaya bunga yang
cukup besar. Heningkatnya biaya-biaya operasional dan biaya
bunga ini mengurangi tingkat keuntungan yang dihasilkan
perusahaan. Untuk dapat mengatasi masalah-masalah tersebut
maKa perusahaan perlu mengadakan perbaikan-perbaikan dalam
pengelolaan modal kerjanya terutama pada persediaan dan
piutang perusahaan serta menggunakan prinsip pembelanjaan
yang benar sehingga keuntungan perusahaan dapat optimal"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 1994
S18671
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Desty Ariaini
"Profitabilitas adalah salah satu faktor kunci yang menggambarkan kinerja perusahaan. Perusahaan yang sehat biasanya dapat mempunyai laba yang tinggi dan terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Untuk mendapatkan Iaba perusahaan yang maksimal, perlu didukung dengan ketersediaan modal kerja yang optimal sehingga kegiatan operasional perusahaan dapat berjalan lancar.
Pentingnya modal kerja bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam meningkatkan Iabanya dijelaskan dalam penelitian ini. Variabel-variabel yang dianggap dapat mencerminkan ketersediaan modal kerja yang meliputi Net Trade Cycle (NTC), Current Ratio (CR), Sales Growth (SG) dan Debt Ratio (DR) diteliti pengaruhnya terhadap tingkat profitabilitas BUMN yang diukur dengan Operating Profit Margin (OPM) dan Return on Assets (ROA). Disamping itu, diteliti pula bagaimana perbedaan pengaruh NTC terhadap tingkat profitabilitas tersebut antara BUMN yang bergerak di bidang usaha manufaktur dan non manufaktur.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa NTC, SG dan DR mempunyai pengaruh signifikan baik terhadap OPM maupun ROA. Pengaruh variabel-variabel tersebut khususnya variabel NTC dan DR juga berbeda antara BUMN manufaktur dan non-manufaktur terhadap OPM. CR berpengaruh signifikan terhadap ROA, tetapi tidak signifikan terhadap OPM.

Profitability is one of the key factors indicating the firm performance. A healthy firm should have high profit that continuously increases year by year. It should need an optimal level of working capital for its business to get maximum profit.
The effect of working capital for the State Owned Enterprises (SOEs) in Indonesia will be investigated in this paper. Net Trade Cycle (NTC), Current Ratio (CR), Sales Growth (SG) and Debt Ratio (DR) will be used as variables to measure the Ievel of working capital. Then, the effect of those variables on the SOE's profitability measured by Operating Profit Margin (OPM) and Return on Assets (ROA) will be analyzed. This paper also investigates the difference of the effect between SOEs that have business in manufacturing industry and those that have business in non-manufacturing industry.
The result shows that NTC, SG, and DR have significant effect on the OPM and ROA. The effect of those variables (NTC and DR) on Profitability are also different between those two industries. CR has significant effect on the ROA, but not on the OPM."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2006
T 17787
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhdiar Bahril
"ABSTRAK
Modal kerja yang secara umum diartikan sebagai selisih antara aktiva lancar dengan hutang lancar perusahaan mempunyai arti dan fungsi yang sangat penting bagi kelangsungan operasi perusahaan. Karena itu pengelolaannya harus dilakukan dengan baik agar kegiatan perusahaan bisa berjalan dengan lancar sehingga pada akhimya tujuan perusahaan untuk memaksimalkan laba bisa tercapai.
Pengelolaan modal kerja mencakup pengelolaan terhadap komponen komponen harta lancar maupun hutang lancar perusahaan, seperti pengelolaan kas, persediaan, piutang dagang serta hutang dagang perusahaan. Selain itu pengelolaan modal kerja biasanya juga terkait langsung dengan masalah likuiditas perusahaan. Kemampuan perusahaan dalam mengelola modal kerja perusahaan akan sangat menentukan keberhasilan dalam pengelolaan perusahaan secara keseluruhan. Banyak kegagalan bisnis terjadi akibat kesalahan manajemen dalam mengelola modal kerja perusahaan.
Knsis ekonomi berkepanjangan yang menerpa Indonesia lebìh menyadarkan kalangan dunia usaha untuk bisa mengelola modal kerjanya dengan balk. Hal ini disebabkan kemampuan perusahaan untuk memperoleh modal kerja dan dalam perusahaan semakin kecil akibat berkurangnya laba perusahaan. Sementara pinjaman dari luar selain makin sulit diperoleh, dan jika tersedia, tingkat bunga pinjaman yang harus ditanggung perusahaan pun sangat tinggi.
Sebagai perusahaan jasa freight forwafdiflg PT Pusaka Yudhanusa memerlukan modal kerja yang relatif besar. Hal ini agak berbeda dengan perusahaan jasa umumnya, karena pada bisnis forwarder biaya-biaya operasional perusahaan umumnya harus ditanggung terlebih dahulu oleh perusahaan sebelum akhimya ditagihkan kepada pengguna jasa.
PT Pusaka Yudhanusa hanya mendapat jangka waktu kredit selama 15 (lima belas) hari kerja dari perusahaan penerbangan ?sebagai vendor utama perusahaan serta harus membayar tunai biaya-biaya yang terkait dengan urusan kepabeanan dan pelabuhan seperti bea masuk, handling fee, jasa pelabuhan, jasa pergudangan dan lain sebagainya. Pada sisi lain, agar bisa bersaing dengan perusahaan sejenis, PT Pusaka Yudhanusa juga memberikan jangka waktu kredit kepada para pelanggannya dengan jangka waktu rata-rata selama 30 hari.
Pada tulisan ini penulis mencoba untuk menggambarkan pengelolaan modal kerja pada PT Pusaka Yudhanusa. Selain ¡tu penulis juga melakukan analisa dan evaluasi untuk menilai seberapa efektif pengelolaan modal kerja yang telah dilakukan perusahaan selama periode 1996-2000 dengan menggunakan working capital ratio, net liquid balance dan comprehensive liquidity index.
Dari hasil analisa diperoleh gambaran bahwa likuiditas PT Pusaka Yudhanusa selama periode 1996-2000 tergolong sangat baik. Modal kerja bersih perusahaan selama periode tersebut menurijukkan saldo yang selalu positif. Dengan memiliki saldo kas yang cukup. selama penode tersebut perüsahaan mampu membayar kewajiban jangka pendeknya yang jatuh tempo. Pengelolaan modal kerja yang dilakukan manajemen perusahaan juga sudah cukup baik khususnya pada piutang dagang dan hutang dagang perusahaan.
Cash conversion cycle perusahaan temyata juga masih menunjukkan angka positif, sehingga arus kas perusahaan relatif tidak mempunyai gangguan yang berarti. Namun demikian, dengan terus meningkatnya volume penjualan kebutuhan modal kerja perusahaan terus bertambah, sehingga pada tahun 2000 perusahaan sudah mulai melakukan outsourcing untuk memenuhi kekurangan modal keria perusahaan. Karena tren arigka penjualan perusahaan dari tahun ke tahun cenderung mengalami peningkatan, pengelolaan modal kerja perusahaan harus dilakükan dengan lebih baik lagi agar perusahaan tidak tergantung pada sumber dana eksternal.
Pada akhir tulisan ini, dengan berdasar pada kekurangan-kekurangan serta masalah yang dihadapi oleh manajemen PT Pusaka Yudhanusa dalam mengelola modal kerja perusahaan penulis mencoba memberikan alternatif saran-saran yang bisa diterapkan perusahaan agar pengelolaan modal ker]a perusahaan di masa mendatang bisa menjadi lebih optimal - semoga."
2001
T942
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Erasmus Herhasak
"ABSTRAK
Karya Akhir ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh modal kerja terhadap tingkat profitabilitas perusahaan-perusahaan di industri manufaktur di Indonesia pada tahun 2007. Tingkat profitabilitas diukur dengan menggunakan variabel dependen OIROI dan CFO, sedangkan variabel independen adalah CCC, DAR, DOI, DAP ditambah variabel kontrol SIZE, SGROW, DEBT. Data dalam penelitian ini merupakan data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan-perusahaan di dalam industri manufaktur yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia pada tahun 2007. Hasil penelitian ini mengungkapkan tidak ada pengaruh signifikan antara manajemen modal kerja terhadap tingkat profitabilitas.

ABSTRACT
This thesis wants to explore whether there are any effects or not of working capital management on profitability in manufacturing industry in Indonesia in 2007. Profitability are measured by OIROI and CFO as dependent variables, and CCC, DAR, DOI, DAP conducted as independent variables, furthermore there are control variables such as SIZE, SGROW, DEBT. This research takes samples on secondary data which are companies? financial report in manufacturing industry that are listed in Indonesia Stock Exchange. In the conclusion, this research found that there were no any effects of working capital management on profitablity in manufacturing industry in indonesia in 2007.
"
Depok: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2008
T25402
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Putu Damarathi
"Keputusan mengenai pengelolaan modal kerja dipercaya mempengaruhi tingkat profitabilitas perusahaan. Pengaruh manajemen modal kerja terhadap profitabilitas perusahaan diteliti pada 136 perusahaan manufaktur Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2002 ? 2006. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Average Collection Period, Inventory Turnover in Days, Average Payable Payment, Cash Conversion Cycle yang digunakan sebagai ukuran manajemen modal kerja yang komprehensif, Current Ratio dan variabel tambahan lainnya yang juga digunakan dalam penelitian sebelumnya. Pada penelitian ini juga dilakukan pengelompokkan setiap perusahaan kedalam dua jenis industri yaitu cyclical dan defensive, hal ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh manajemen modal kerja pada ke dua jenis industri tersebut. Metode yang digunakan untuk meregresikan model yang telah ditetapkan adalah Generelized Least Squre. Hasilnya menyatakan bahwa baik pada area penelitian perusahaan manufaktur secara keseluruhan, kategori industri cyclical maupun defensive terdapat hubungan dan pengaruh negatif manajemen modal kerja terhadap profitabilitas perusahaan. Hal ini mengindikasikan bahwa para manajer perusahaan dapat meningkatkan profitabilitas dengan mengurangi Cash Conversion Cycle pada tingkat minimum yang optimal."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2008
S6070
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Idris
"Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah : Untuk Mengetahui berapa besar pengaruh pengelolaan modal kerja untuk meningkatkan efisiensi sumber dana dan penggunaan dana pada PT. Mitra Otto Perkasa. Metode penelitian ini hanya memiliki satu variabel yaitu variabel bebas (variable independent) yang selanjutnya dinyatakan dengan variabel X. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Rasio Likuiditas yang terperinci dalam Current Ratio, Quick Ratio, dan Cash Ratio serta Rasio Aktivitas yang terperinci dalam Cash Turnover Inventory Turn Over, Average Age of Account Receivable, dan Working Capital Turnover. Sehubungan dengan objek penelitian tersebut, maka subjek penelitian ini adalah PT. Mitra Oto
Perkasa. Hasil penelitian ini saya menemukan: Analisis Rasio Likuiditas PT Mitra Oto Perkasa. PT Mitra Oto Perkasa memiliki nilain quick ratio sebesar 146,40%, PT Mitra Oto Perkasa dalam hutang lancar yang segera dipenuhi dengan aktiva lancar yang lebih berharga (investasi jangka pendek). Dari analisis likuiditas yang terdiri dari current ratio, quick ratio, dan cash ratio PT Mitra Oto Perkasa memilikin kemampuan yang kecil untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Analisis Rasio aktivitas PT Mitra Oto Perkasa. Dari hasil penelitian, analisi rasio aktivitas menunjukkan bahwa tingkat perputaran rasio-rasio aktivitas PT Mitra Oto Perkasa cenderung rendah, kecuali perputaran piutang, sehingga hal ini menunjukkan bahwa PT Mitra Oto Perkasa memiliki efisiensi dalam penggunaan modal. Dari penelitian yang telah dilakukan oleh penulis melalui analisis likuiditas dan aktivitas maka dapat disimpulkan bahwa PT Mitra Oto Perkasa kurang efisiensi dalam penggunaan dananya (modal kerja)."
Universitas Dharmawangsa, 2016
330 MIWD 49 (2016)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Rosyeni Rasyid
Depok: Rajawali Pers, 2023
658.152 ROS d
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Bambang Fahmi
"ABSTRAK
Pengelolaan modal kerja (working capital) yang benar selain berdampak pada peningkatan penjualan, likuiditas, hubungan yang baik kepada stakeholders, juga pada gilirannya akan meningkatkan kekayaan pemegang saham karena nilai dan perusahaan meningkat.
Penulis mencoba menelaah pengelolaan modal kerja pada PT Prasmanindo Boga Utama, sebuah perusahaan yang bergerak dalam jasa boga untuk industri minyak dan pertambangan di darat (on-shore) dan di laut (offshore). Dalam aktivitasnya Perusahaan mendapatkan 95 % revenues dalam mata uang USD, sedangkan cost dan expenses nya 95 % dalam mata uang Rupiah. Dengan kondisi seperti ini maka pada masa krisis moneter antara tahun 1998 -> 1999, Perusahaan memiliki kelebihan kas dan likuiditas yang sangat besar relatif terhadap revenue generation, dibandingkan dengan tahun 1995 ? 1997, yang disebabkan karena dìuntungkan oleh transaksi valuta asing (natural hedging).
Dengan memakai beberapa management tools seperti analisa rasio-rasio tradisional balk analisa vertilcal, horizontal, maupun industri yang sejenis, analisa time series lima tahunan (1995 ? 1999), Comprehensive Liquidity Index (CLI), Net Liquid Balance (NLB), Cash Cycle and Turnover, Days Sales Outsatnding (D SO), Just In Time (JIT) Inventory, serta metode financing seperti : maturity matching, conservative, dan aggressive approach, penulis mencoba merekomendasikan komposisi modal kerja (working capital) yang optimal relative terhadap penjualan yang dihasilkan, baik terhadap komposisi modal kerja secara keseluruhan maupun per masing-masing modal kerja: kas, receivables, dan inventory. dan metode financing yang lebih tepat, serta merekomendasikan beberapa saran strategic planning untuk menyiasati struktur pasar Perusahaan yang oligopoli dan menyiasati persaingan di struktur pasar tersebut pada lingkungan usaha perminyakan dan pertambangan di mana Perusahaan menjual produk dan jasanya, yang cenderung menurun karena faktor meningkatnya country risk Indonesia karena faktor poleksosbud hankam yang memburuk.

"
2001
T1779
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Akmal
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 1981
S16537
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3   >>