Hasil Pencarian

Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 431 dokumen yang sesuai dengan query
cover
"The purpose of this research was examining financial reporting timeliness (annual report) that go public at Indonesia Stock Exchange. Indicator of characteristic information at capital market is most actually information which timeliness. Timeliness constitutes main problem so there is trend for public's firms to mistiming deep to pass on financial statements to BAPEPAM. The effect this research is subject to be analized discipline or compliance zoom that gets bearing with financial reporting and to find empiric prove hits factors that regard corporate finance reporting timeliness that go public at Indonesia Stock Exchange. Samples in this research are 198 firms that go public at Indonesia Stock Exchange in year 2003 until 2005. This research used binary logistic's regression by use of program SPSS 13. To determine and chooses best fit model in hypothesis testing was done by estimation by use of two scenario. Result of this research : (1) Size, age and insider ownership impact of corporate finance reporting timeliness. (2) Debt to equity ratio, profitability and outsider ownership did not impact of corporate finance reporting timeliness."
Lengkap +
JUEKBIS
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Marsha Alexandra
"ABSTRAK
Ameloblastoma merupakan aspek penting dalam patologi mulut dan maksilofasial.
Frekuensi dan distribusi ameloblastoma bervariasi di setiap negara, namun masih
sangat sedikit penelitian mengenai hal ini yang dilakukan di Indonesia. Penelitian ini
bertujuan mengetahui frekuensi dan distribusiameloblastoma di RSUPN Dr. Cipto
Mangunkusumo periode Januari 2008-September 2014. Analisis dilakukan pada 98
kasus ameloblastoma. Frekuensi dan distribusi dilihat berdasarkan usia, jenis
kelamin, dan tipe histopatologis. Mayoritas pasien berusia 30-39 tahun (33.67%) dan
berjenis kelamin laki-laki (59.18%) dengan perbandingan 1.45:1 terhadap
perempuan. Tipe histopatologis yang paling banyak ditemukan adalah tipe campuran
pleksiform dan folikuler (18.37%).

ABSTRACT
Ameloblastoma constitutes an important aspect of oral and maxillofacial pathology.
Frequency and distribution of ameloblastoma varies in different countries, however
very few studies have been done in Indonesia. This study aims to evaluate the
frequency and distribution of ameloblastoma cases in Dr. Cipto Mangunkusumo
General Hospital from January 2008-September 2014. 98 ameloblastoma cases were
analyzed. Frequency and distribution was analyzed based on age, gender, and
hisopathologic type. Most of the patients were 30-39 years old in age (33.67%) and
men were more involved than women (59.18%) with ratio 1.45:1. The most frequent
histopathologic type that was found is plexiform and follicular mixed type (18.37%)."
Lengkap +
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 2014
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Darmoko
"Seni gerak dalam pertunjukan wayang sering disebut dengan sabetan. Dalam seni gerak wayang dikandung aturanaturan,
norma-norma atau wewaton yang merupakan konvensi yang dianut dan diacu oleh para seniman dalang ketika
menggerakkan wayang-wayangnya. Salah satu konvensi seni gerak dalam pertunjukan wayang yakni udanagara.
Udanegara yakni tatacara bertutur kata, bersikap, dan bertingkahlaku seorang tokoh dalam pertunjukan wayang, yang
di dalamnya dikandung etika dan estetika. Yang dimaksud gerak wayang meliputi, antara lain: menyembah, berjalan,
berlari, menari, terbang, dan perang. Gerak wayang tersebut berprinsip pada status sosial, tua-muda (usia), klasifikasi,
dan wanda tokoh-tokoh wayang. Dalam seni gerak wayang memperhatikan pula prinsip wiraga (benar dan tepatnya
action dalam gerak), wirasa (benar dan tepatnya penghayatan dalam gerak), dan wirama (benar dan tepatnya irama
dalam gerak). Langkah kerja penelitian ini dilakukan secara bertahap, yakni: pengumpulan data (menyaksikan
pergelaran wayang langsung, baik di televisi, live, wawancara kepada para dalang: studi kepustakaan; pengolahan data;
dan laporan penelitian. Penelitian ini menyimpulkan: gerak wayang terdiri dari dua pengertian, “luas” (totalitas gerak
tokoh) dan “sempit” (perang); gerak wayang dibatasi oleh konvensi (norma) yang disepakati para dalang (udanegara);
prinsip gerak wayang mengacu pada status sosial, usia (tua-muda), klasifikasi, dan wanda tokoh wayang; gerak wayang
dewasa ini telah banyak penggarapan, dinamis (tidak terlihat kendor). Perkembangan gerak wayang tersebut seiring
dengan pola pikir masyarakat yang semakin maju, kritis, dan dinamis.
Movement art in the puppet performances is often mentioned as sabetan. Puppet movement art, that contains rules,
norms, guidance (orientation) is convention that is observed and referred to guidance the dalang artists when they move
the puppets. One of the convention of movement in the puppet performance is udanagara. Udanegara, that contains
ethics and aesthetic, is the rules of speaking, attitude, and action for actors in the puppet performance. Puppet
movement include among others paying homage, walking, running, dancing, flying and fighting. That puppet
movement is based on social class of puppet, age of puppet, class of puppet, and mood of expression of puppet.
Therefore, the movement art of the puppet adopts basic wiraga (true or false action in the puppet movement), wirasa
(true or false feeling of puppet movement), and wirama (true or false rhythm in the puppet movement). Method in this
research will be conducted step by step: collection data (to watch of puppet performance on television, live
performance, dialogue with dalang artist), analysis of data, literary research, conclusion and reporting of the research.
This research concludes: puppet movement has of two meanings, large (totality of puppet movement) and narrow
(fighting); puppet movement refers to the conventions (norms), oriented by dalang artists (udanegara); basic of puppet
movement refers to social class of puppet, age of puppet, class of puppet, and mood of expression of puppet; now,
puppet movement becomes more and more creative and dynamic. The development of puppet movement in line with
the way of thinking of society that is more improved, critical, and dynamic."
Lengkap +
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2004
PDF
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Fitria Masulili
"Hospitalisasi merupakan suatu kondisi seseorang karena sakit dan masuk rumah sakit. Tujuan penelitian mengetahui
pengaruh metode bimbingan imajinasi rekaman audio terhadap stres hospitalisasi pada anak usia sekolah di Rumah
Sakit di Kota Palu. Desain penelitian quasi eksperimental dengan pre and post test design with control group. Sampel
yaitu anak usia 7–12 tahun sebanyak 26 responden kelompok intervensi dan 26 responden kelompok kontrol. Intervensi
yaitu metode bimbingan imajinasi rekaman audio, diberikan 3 kali selama 2 hari (6 sesi @ 15 menit)). Hasil penelitian
menunjukkan ada perbedaan yang signifikan rerata skor stres hospitalisasi setelah intervensi (pv = 0,004). Tidak ada
kontribusi variabel confounding. Berdasarkan hasil penelitian ini, bimbingan imajinasi rekaman audio dapat diterapkan
pada asuhan keperawatan anak sakit di rumah sakit.
Audio Recorded Guided Imagery Method to Reduce Stress Hospitalisazation in School Age Children in Palu
Hospital. Hospitalization is a condition of a person because of illness and hospital admission. Research objectives
determine the influence of audio recorded guided imagery method to stress of hospitalization in school-age children in
hospital in Palu. Quasi-experimental research design with pre and post test design with control group. The sample of
children aged 7-12 years were 26 respondents intervention group and 26 control group respondents. Intervention is the
method of audio recorded guided imagery, three times a day for two days (one session equal to15 minutes). The results
showed the significant difference mean stress score of hospitalization after the intervention (Pv = 0.004). No
contribution of confounding variables. Based on these results, audio recorded guided imagery intervention can be
applied to care the sick pediatric in hospital."
Lengkap +
Politeknik Kesehatan Kemenkes Palu ; Universitas Indonesia. Fakultas Ilmu Keperawatan ; Universitas Indonesia. Fakultas Kesehatan Masyarakat, 2013
PDF
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Meiynana
"Tesis ini membahas tentang Evaluasi Proses Pelaksanaan Program Indonesia Pintar sebagai salah satu Nawacita dalam bidang pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan akses layanan pendidikan bagi anak usia 6-21 tahun yang berasal dari keluarga tidak mampu. Lokasi penelitian adalah SMA yang berada di Kecamatan Babakan sebagai representasi pelaksanaan PIP terbaik di Kabupaten Cirebon. Penelitian ini dilakukan menggunakan jenis penelitian evaluasi menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data melalui wawancara, studi literatur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam Pelaksanaan PIP di Kecamatan Babakan terdapat keterkaitan komponen input atau sumber daya yang mendukung yaitu adanya pelaksana PIP yang memiliki kompetensi dan jumlah sesuai dengan kebutuhan di setiap unsur yang terlibat, adanya sarana dan anggaran yang mendukung pelaksanaan seperti pemberian insentif pada petugas PIP, serta adanya pedoman pelaksanaan PIP yang digunakan. Sumber daya tersebut mendukung adanya tahapan mekanisme pelaksanaan yang sesuai dengan petunjuk pelaksanaan PIP yang berjalan pada setiap jenjang serta pada tiap tahapan mekanisme saling berkaitan dan berpengaruh terhadap pencapaian tujuan PIP. Mekanisme berawal dari adanya sosialisasi dan koordinasi mengenai pelaksanaan PIP oleh Kemdikbud kepada seluruh unsur yang terlibat. Selanjutnya proses pengusulan data calon penerima PIP yang sesuai dengan kriteria yaitu pemilik KIP dan Non-KIP yang terdaftar dalam sumber data kemiskinan, proses penyaluran PIP yang dilaksanakan sesuai dengan perjanjian dan waktu yang tepat, proses pencairan yang dilakukan oleh penerima PIP di BNI Losari yang berjalan dengan lancar, dan adanya proses pemantauan yang dilakukan oleh Direktorat SMA serta Cabang Dinas Wilayah X. Rekomendasi dari penelitian ini yaitu meningkatkan komitmen dan tanggung jawab pada setiap unsur yang terlibat sesuai dengan peran dan fungsi pada pelaksanaan PIP, adanya proses perencanaan penyusunan program yang lebih baik sumber daya untuk mendukung pelaksanaan PIP agar mencapai tujuan, serta pelaksanaan PIP pada jenjang SMA yang baik di Kecamatan Babakan dapat menggunggah daerah-daerah lainnya untuk mengikuti dan menerapkan.
This thesis discusses the evaluation of the Program Indonesia Pintar (PIP) as one of the Nawacita program in the field of education which aims to increase access to education services for school-age children who come from underprivileged families. The research location is a high school located in Babakan subdistrict which based on premliminary observations shows an indication of successful PIP implementation. This research uses a evaluation type research with qualitative approach. The data is collected through document review by analizing the PIP report data and in-depth interviews with relevant stakeholders. The results showed that in the implementation of PIP in Babakan subdistrict there was a linkage of supporting resources, namely the existence of PIP implementers who had a sufficient number and competence to the needs of each element involved, the facilities and budgets that supported implementation such as providing incentives to PIP officers, and the usage of PIP implementation guidelines. These resources support the stages of the coordination and socialization implementation mechanism that runs at each level and at each stage whichare interrelated and influence the achievement of PIP goals. The mechanism begins with the socialization and coordination of the implementation of PIP by the Ministry of Education and Culture to all elements involved. Furthermore, the process of proposing data for potential PIP recipients that is in accordance with the criteria, namely ownership of Kartu Indonesia Pintar and Non-KIP owners who are registered in the poverty data source. The PIP distribution process is carried out according to the agreement in timely manner, the disbursement process carried out by PIP recipients at BNI Losari is running smoothly, and there is a monitoring process carried out by the Direktorat SMA and Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X. The recommendations of this study are to increase the commitment and responsibility of each element involved in accordance with the roles and functions in the implementation of PIP, a better program resources planning process to support the implementation of PIP in order to achieve goals, as well as the implementation of PIP at the SMA level which is well-implemented in Babakan subdistrict and could motivate other areas to follow and implement."
Lengkap +
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2021
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Soni Akhmad Nulhaqim
"Peningkatan jumlah penduduk lansia disatu sisi menggembirakan yaitu mencerminkan meningkatnya kualitas kesehatan masyarakat, namun pada sisi lain menimbulkan permasalahan bagi lansia berupa permasalahan umum, permasalahan fisik, psikologis dan sosial ekonomi, juga bagi pemerintah yaitu berkaitan dengan penyediaan berbagai pelayanan. Keluarga diharapkan dapat menjadi lingkungan utama dalam pelayanan lansia. Dengan demikian, program-program pelayanan lansia yang berbasiskan pada keluarga merupakan program yang perlu dikembangkan.
Penelitian ini berupaya untuk mengkaji sistem pelayanan BKL di Kelurahan Batununggal Kecamatan Bandung Kidul Kota Bandung. Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah : (1) bagaimana keadaan kelompok BKL sebagai sistem pelaksana perubahan; (2) bagaimana keadaan sistem kegiatan kelompok BKL; (3) bagaimana keadaan sistem sasaran kelompok BKL dan; (4) bagaimana keadaan sistem klien kelompok BKL. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif Berdasarkan hal tersebut, maka jenis penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan sistem pelayanan kelompok BKL Bougenville di Kelurahan Batununggal Kecamatan Bandung Kidul Kota Bandung. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan kuantitatif. Populasi penelitian adalah para pengurus 18 orang dan para anggota kelompok BKL sebanyak 92 orang. Dengan menggunakan teknik sensus maka keseluruhan responden diambil dalam penelitian ini, sedangkan key person untuk wawancara mendalam digunakan teknik purposive sampling sebanyak tiga orang.
Kerangka teori utama yang digunakan adalah sistem dasar praktek pekerjaan sosial. Kerangka ini mengacu pada pendekatan pekerjaan sosial yaitu dualistic aproach maksudnya pekerja sosial berusaha melakukan perubahan terhadap masalah yang dihadapi oleh klien, juga melakukan usaha perubahan terhadap lingkungan sosial klien tersebut. Dengan demikian, suatu usaha perubahan yang dilakukan oleh pekerja sosial memunculkan sub-sub sistem dalam sistem dasar praktek pekerjaan sosial yaitu sistem pelaksana perubahan, sistem kegiatan, sistem sasaran, dan sistem klien. Kerangka analisis penunjang menggunakan pelayanan sosial dan teori tentang lansia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelompok BKL merupakan kelompok sosial yang berada di dalam iingkungan RW yang berusaha mengadakan perubahan dalam meningkatkan kepedulian dan peran serta keluarga dalam mewujudkan kesejahteraan lansia. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan kelompok BKL adalah kegiatan agama, kegiatan kesehatan, kegiatan olah raga, kegiatan keterampilan dan kegiatan usaha, kegiatan anjang sana, serta kegiatan pertemuan lansia. Kegiatan tersebut melibatkan orang-orang yang diangggap berkompeten dalam bidangnya. Sistem sasaran BKL mengacu pada kelompok-kelompok yang memiliki keterkaitan dengan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan kelompok BKL, sedangkan sistem kliennya adalah orang-orang yang menjadi anggota BKL.
Dilihat dari sistem dasar praktek pekerjaan sosial, maka kelompok BKL dianggap: (a) sebagai sistem pelaksana perubahan yaitu kelompok yang berada dilingkungan RW yang berusaha mengadakan perubahan dalam meningkatkan kepedulian dan peran serta keluarga dalam mewujudkan kesejahteraan lansia; (b) sistem kegiatan kelompok BKL adalah orang-orang yang dianggap ahli dalam bidangnya masih terbatas pada kegiatan tertentu saja; (c) sistem sasaran seharusnya adalah keluarga bukan kelompok-kelompok yang berkaitan dengan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakannya; dan (d) sistem klien seharusnya adalah lansia bukan semua orang yang menjadi peserta BKL.
Saran yang dirumuskan meliputi saran akademik adalah perlunya penelitian pekerjaan sosial dengan menggunakan perspektif pekerjaan sosial, sedangkan saran praktis ditujukan bagi pengembangan pelayanan sosial bagi lansia meliputi pengembangan pelayanan bagi keluarga lansia dengan menggunakan pendekatan sistem dasar praktek pekerjaan sosial, dan pendekatan budaya berupa sosialisasi nilai-nilai kepada anggota keluarga dan pelayanan sosial bagi lansia secara umum berupa pemberdayaan lembaga panti werda baik yang bersifat komersial maupun non komersial, sedangkan penciptaan pelayanan sosial yang baru yaitu mengupayakan pelayanan baru terutama pelayanan yang ditujukan untuk menunjang aktivitas lansia misalnya penyediaan fasilitas umum."
Lengkap +
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2000
T5081
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Arnold, Pauline
New York: Holiday House , 1963
301.243 ARN a
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Childe, V. Gordon
London: Cambridge University Press, 1930
571.3 CHI b (1)
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Deriyan Sukma Widjaja
"Latar Belakang: Penyakit akibat coronavirus jenis baru (SARS-CoV-2) yang muncul sejak Desember 2019 sudah menjadi pandemi global, termasuk di Indonesia. Hingga saat ini, beberapa negara sudah mempublikasikan laporan terkait penyakit ini. Namun di Indonesia, informasi karakteristik dan luaran pasien dengan COVID-19, terutama pasien yang menjalani perawatan di ruang intensif dengan dan tanpa ventilator berdasarkan sebaran usia masih terbatas.
Metode: Studi dilakukan pada pasien dewasa yang dirawat di ruang intensif (HCU dan ICU) RSCM dan RSUI selama Maret – Desember 2020. Data yang dikumpulkan melalui rekam medis meliputi karakteristik dasar pasien, pemeriksaan penunjang laboratorium dan radiologi, terapi, komplikasi, dan luaran.
Hasil: Terdapat 682 pasien yang menjalani perawatan di ruang intensif RSCM dan RSUI. Pada semua kelompok usia, sebagian besar pasien adalah pria. Pada kelompok usia muda (18–29, 30–39, 40–49 tahun), mayoritas bergejala awal sesak dan menggunakan suplementasi oksigen dengan nasal kanul (37%, 33%, dan 29,6%). Pada kelompok usia 50–64 tahun suplementasi oksigen terbanyak dengan ventilator invasif (33,5%). Rasio PF terendah sebesar 120 terdapat pada kelompok usia ≥65 tahun, dengan penggunaan ventilator pada 49,7% pasien. Prevalensi komorbid tertinggi terdapat pada kelompok usia ≥65 tahun (95,6%) di antaranya hipertensi, penyakit jantung koroner, diabetes melitus, dan CKD. Koinfeksi bakteri paling banyak terjadi pada kelompok usia 50–64 tahun. Kelompok usia ≥65 tahun memiliki median neutrofil dan D-dimer paling tinggi (4.210 μg/L) serta limfosit paling rendah. Angka komplikasi tertinggi terjadi pada 75,6% pasien kelompok usia ≥65 tahun, dengan komplikasi tersering adalah ARDS (50,9%), syok sepsis (50,3%), dan AKI (38,4%). Angka kematian tertinggi terdapat pada kelompok usia 50–64 dan ≥65 tahun yaitu sebesar 46,9% dan 46,5%. Angka kematian pada kelompok pasien yang menggunakan ventilator lebih tinggi pada semua kelompok usia, dengan persentase mortalitas tertinggi terdapat pada kelompok usia 50–64 tahun yang menggunakan ventilator (74,63%).
Kesimpulan: Seiring dengan bertambahnya usia, terdapat peningkatan jumlah pasien dengan komorbiditas (hipertensi, penyakit jantung koroner, diabetes melitus, dan CKD); penurunan parameter fungsi oksigenasi paru; penurunan limfosit; peningkatan jumlah neutrofil, D-dimer, ureum dan kreatinin; dan peningkatan angka kematian. Pada pasien yang dirawat di ruang intensif, mortalitas tertinggi terjadi pada kelompok usia 50–64 tahun dan terutama pada penggunaan ventilator.

Background: The disease due to the novel coronavirus (SARS-CoV-2) emerging in December 2019 has since become a global pandemic, including in Indonesia. To date, several countries have reported about this disease. However, in Indonesia, limited information was available about the characteristics and outcomes of COVID-19 patients according to age, notably those in intensive care units with and without ventilation.
Methods: The study was conducted on adult patients in the intensive care units (HCU and ICU) of RSCM and RSUI between March – December 2020. Data was collected from medical records, including basic patient characteristics, laboratory and radiology results, treatments, complications, and
outcomes.
Results: A total of 682 patients were treated in the intensive care units of RSCM and RSUI. In all age groups, most patients were male. In younger age groups (18–29, 30–39, 40–49 years), the majority of patients presented initially with shortness of breath and were supplemented with oxygen through nasal cannula (37.0%, 33.0%, and 29.6%). In the age group of 50–64 years, oxygen was supplemented mostly using invasive ventilators (33.5%). The lowest PF ratio of 120 was observed in the age group of 65 years and above, with ventilators being used in 49.7% of the patients. The highest prevalence of comorbidities was found in the age group of 65 years and above (95.6%), among which were hypertension, coronary artery diseases, diabetes mellitus, and CKD. Bacterial co-infection was found primarily in the age group of 50–64 years. The age group of 65 years and above had the highest median neutrophil and D-dimer levels (4.210 μg/L) and the lowest lymphocyte count. The highest complication rate at 75.6% was observed in the age group of 65 years and above, with the most common complications being ARDS (50.9%), septic shock (50.3%), and AKI (38.4%). The highest mortality rates were found in the age groups of 50–64 and 65 years and above, at 46.9% and 46.5% respectively. Mortality was higher in ventilated patients across all age groups, with the highest rate found in the age group of 50–64 years (74.63%).
Conclusion: With increasing age, the following were observed: increased comorbidities (hypertension, coronary artery diseases, diabetes mellitus, CKD); a decline in functional parameters for lung oxygenation; decreased lymphocyte count; increased neutrophil count, D-dimer, urea and creatinine levels; and increased mortality rate. In intensive care unit patients, the highest mortality rate was observed in ventilated patients aged 50–64 years.
"
Lengkap +
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2021
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
"ABSTRAK
Lanjut usia (lansia) mengalami perubahan fisiologis, kognitif, psikososial dan
spiritual .Serta memiliki tugas perkembangan yaitu penyesuaian terhadap dampak
perubahan yang terjadi, diantaranya penurunan kemampuan mendengar, melihat,
mengingat, pergerakan, mobilisasi dan emosional sehingga mempengaruhi lansia
dalam memenuhi kebutuhan dasar.
Tujuan penelitian ini adaIah : mengetahui faktor-faktor yang berhubungan
dengan kemampuan lansia memenuhi kebutuhan dasar. Penelitian dilakukan di
PSTW Budi Mulya Pasar Rebo Jakarta Timur dengan responden sebanyak 50 orang.
Metode penelitian ini adalah deskriptif korelasi yang bersifat Cross sectional. Rata-
rata usia responden adalah 65,92 tahun, semuanya beragama islam dan sebagian
besar (60 %) berpendidikan SD. Lama tinggal di PSTW sebagian besar (60 %)
selama 3-4 tahun. Sebcmyak 70 % berstatus janda/duda dan 74 % tidak memiliki
pekerjaan. Rata-rara Iingkaf pemenzrhan kebuiuhan dasar pada lansfa adaiah 3, 339
yang dikategorikan baik. Hasil uji bivariat menunjukkan tidak ada hubungan antara
semua komponen karakteristik lansia dengan kemampuan pemenuhan kebutuhan
dasar pada a = 0, 05.
Penelitian ini memiliki keterbartasan dari aspek metodologi sehingga
direkomendasikan untuk mengambil sampel pada beberapa PSTW dan melakukan uji
statistik yang Iebih baik."
Lengkap +
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2002
TA5247
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>