Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 32 dokumen yang sesuai dengan query
cover
London: Europe Publications Limited, 1992
R 950.05 FAR
Buku Referensi  Universitas Indonesia Library
cover
M. F. Aryani Suja
"ABSTRAK
Secara klinis xeroftalmia tidak lagi dikatakan sebagai masalah kesehatan masyarakat, tetapi status vitamin A serum masih berada pada tingkat marginal sehingga kondisi ini perlu diwaspadai, terutama pada masa paceklik. Salah satu cara untuk mengukur risiko xeroftalmia dengan metoda riwayat konsumsi makanan (Dietary history). Hasilnya dinyatakan dalam nilai usual pattern of food consumption (UPF). Seperempat anak pra sekolah di Jawa Barat mempunyai indeks risiko xeroftalmia sedang dan tinggi. Apakah hal ini disebabkan oleh pengetahuan ibu tentang gizi yang kurang?
Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan rancangan kasus kontrol. Sebanyak 120 anak sebagai kasus dengan nilai UPF S 210 dibandingkan dengan 240 anak sebagai kontrol dengan nilai UPF > 210.
Analisis regresi logistik multivariat dilaksanakan untuk menentukan besarnya hubungan antara pengetahuan ibu tentang gizi dengan risiko xeroftalmia pada anak, berdasarkan kecurigaan adanya pengaruh faktor lain secara bersama-lama. Untuk mengetahui validitas dari survey diet (Semi quantitative Dietary Assessmen t/ SDA) dilakukan analisis Sensitifitas dan Spesifisitas (di JawaTengah dan Sulawesi Selatan).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak dari ibu yang mempunyai pengetahuan kurang mempunyai risiko xeroftalmia 2,42 kali dibandingkan dengan anak dari ibu yang mempunyai pengetahuan baik campak dan diare berkontribusi terhadap hubungan antara pengetahuan ibu dengan risiko xeroftalmia anak Anak yang mempunyai riwayat campak mempunyai risiko xeroftalmia 1,84 kali dibandingkan dengan anak yang tidak mempunyai riwayat campak dan 2,86 kali untuk anak yang mempunyai riwayat diare.
Walaupun vaksinasi campak, kapsul vitamin A, status sosial ekonomi keluarga, umur dan status gizi tidak secara nyata berkontribusi dalam model, namun kehadirannya tetap perlu diperhatikan dalam mengantisaipasi terjadinya risiko xeroftalmia anak, mengingat pada faktor ini terdapat interaksi dengan model additive.
Probabilitas seorang anak untuk terjadi risiko tinggi xeroflalmia pada ibu yang mempunyai pengetahuan baik dan anaknya tidak mempunyai riwayat campak dan diare sebesar 38%. Bila ibu mempunyai pengetahuan kurang dan anaknya mempunyai riwayat campak dan diare make probabilitas untuk terjadi risiko tinggi xeroftalmia meningkat menjadi 89%.
Dengan pedoman skrining umum, pada nilai serum 10 ug/dl, untuk Jateng pada titik potong UPF-300, SDA mempunyai Se=6677%, Sp-58,6% dan PPV=5,7% dan untuk Sulsel, pada UPF=380, mempunyai Se=75,O%, Sp=29,9% dan PPV=7,4%.
Bila SDA akan digunakan untuk deteksi dini asupan konsurnsi makanan anak yang kurang dari kecukupan, perlu kehati-hatian dalam menginterpretasikan titik potong nilai UPF untuk validitas SDA, mengingat keragaman nilai yang ada di Jateng dan Sulsel.

ABSTRACT
Clinically xerophthalmia is not considered as public health problem, however, status of vitamin A serum needs to be aware of due to it is yet at marginal level, especially at the time of scarcity before harvest. One way to measure risk of xerophthalmia is by means of Dietary History in which the result is stated in score of usual pattern of food consumption (UPF). One-fourth of preschool children at West Java have high and medium risk index of xerophthalmia Is it due to the lack of mother's knowledge of nutrient.
Case-control method is used in this quantitative research. 120 children were classified as case with UPF score 5 210 were compared with 240 children classified as control by having UPF score > 210.
Analysis of multivariate logistic regression was carried out to determine the relationship between mother's knowledge regarding nutrient and risk of xerophthalmia for their children, considering the impact of other factors concurrently. Sensitivity (Se) and Specificity (Sp) analysis were employed to evaluate the validity of the survey diet (semi quantitative dietary assessment / SDA) in East Java and South Sulawesi.
Results of this research showed that mothers who lack of knowledge on nutrient and risk of xerophthalmia their children will have 2.42 times risk of xerophthalmia compared to those whose mother have sufficient knowledge thereof Measles and diarrhea affect the relationship of mother's knowledge and risk of xerophthalmia for their children. Children who ever had measles have 1.84 times of having risk of xerophthalmia compared to those who never had and 2.86 times for those who ever had diarrhea.
Though measles vaccination, supplementation of vitamin A capsule, family socio-economic status, .age and nutrient status (PEM) did not contribute significantly in the model, but their existence need to be priority given in anticipating the risk of xerophthalmia for children, for there factors interacted with mother's knowledge in relation to risk of xerophthalmia in their children in an additive model.
The probability of a child to have risk of xerophthalmia when his/her mother has good knowledge and the child never had measles and diarrhea is 38 %. On the contrary, the probability will be 89 %.
Under common screening, at East Java, using 10 ug/dl of serum value with end point of UPF in 300, SDA has 66.7% Se, 68.6% Sp and 5.7% PPV and for South Sulawesi the cut point of UPF in 380, 75.0% Se, 29.9% Sp and 7.4% PPV.
Considering the variety of values at East Java and South Sulawesi, it is recommended to be more careful in interpreting the cut point for UPF and SDA validity when SDA is used for early detection of insufficient children food consumption.
"
Depok: Universitas Indonesia, 1995
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Gandi Kosim
"ABSTRAK
Penelitian ini bersumber dari hasil survei Sub Direktorat Pemberantasan Penyakit Diare DitJen PPM & PLP Departemen Kesehatan di Jawa Barat, Tahun 1990.
Penelitian tersebut dilakukan di Daerah Panduan Pemberantasan Penyakit Diare pada delapan Daerah Tingkat II di Jawa Barat, yaitu Bogor, Tasikmalaya, Garut, Ciamis, Sumedang, Subang dan Kabupaten/Kodya Bandung.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kampanye Upaya Rehidrasi Oral, khususnya oralit di Jawa Barat telah meningkatkan angka penggunaan oralit (use rate) dari 17,4 persen tahun 1985 menjadi 40,2 persen pada tahun 1990.
Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa perilaku ibu yang berpengaruh terhadap praktek ibu memberikan oralit pada balitanya yang diare adalah tindakan ibu dalam mencari pertolongan pertama kali ke Kader atau Sarana Kesehatan.
Sedangkan jenis tindakan tatalaksana penderita diare balita yang menunjukkan hubungan yang bermakna dengan frekuensi diare dalam 24 jam terakhir adalah oralit, oralit dikombinasi dengan cairan rumah tangga (home fluid) dan oralit yang dikombinasikan dengan makanan.
Pemberian oralit yang dikombinasikan merupakan pilihan terbaik dalam tatalaksana penderita diare balita.
Program Komunikasi, Informasi dan Motivasi dalam rangka penatalaksanaan penderita diare balita di Jawa Barat masih perlu ditingkatkan, baik untuk masyarakat maupun bagi petugas pelayanan kesehatan."
1992
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Lubis, Zulkifli
"ABSTRAK
Untuk menyederhanakan solusi dari suatu masalah komputasi selalu digunakan apa yang disebut dengan teknik analisa transformasi. Salah satu contoh dari teknik analisa ini adalah transformasi Fourier. Transformasi Fourier dari sebuah gelombang diperlukan untuk memisah gelombang tersebut menjadi sejumlah gelombang sinusoidal dengan frekwensi yang berbeda.
Dengan dikembangkannya suatu transformasi Fourier cepat ( Fast Fourier Transform- FFT ) yaitu sebuah algoritma yang efisien untuk menghitung DFT ( Discrete Fourier Transform), maka telah terjadi perubahan yang besar dalam menganalisa berbagai cabang Ilmu Pengetahuan (science). Prosesor FFT yang terkecil mempunyai dua titik transformasi ( N = 2 ).
Pada tulisan ini dibahas tentang aspek-aspek komputasi dan aspek-aspek perancangan pada sistem VLSI yang berkaitan dengan perancangan prosesor FFT-DIT untuk titik transformasi sebanyak delapan buah ( N = 8 ).
Perancangan simulasi Prosesor FFT ini dilakukan dengan menggunakan teknologi CMOS. Perancangan ini dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak CIRCAD II pada workstation HP9000 dan SUN SPARCstation 1+. Perancangan ini menggunakan modul FFT-DIT dengan N= 2 yang dirancang oleh sdr. Ir.Totok Mujiono di laboratorium CAD UI pada tahun 1990 yang lalu.
Perancangan FT-DIT untuk N = 8 ini dilakukan dengan menggabungkan modul FFT--DIT dengan N = 2 sebanyak 12 buah. Penggabungan dilakukan sesuai dengan grafik aliran sinyal dari FFT-DIT untuk N = 8 . Pada perancangan ini faktor wp ( twiddle factor ) dianggap sudah tersedia, jadi merupakan masukan dari chip prosesor FFT-DIT dengan N = 8 ini.
"
1992
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Umi Susana Widjaja
"ABSTRAK
Kelainan dalam rongga mulut sering menunjukkan tanda dan gejala pada penderita dengan leukemia yang belum terdiagnosis. Leukemia akut dapat terjadi pada setiap usia namun penyakit ini umumnya ditemukan pada anak.
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai manifestasi mulut penyakit leukemia akut anak pada waktu penderita datang pertama kali ke sub bagian Hematologi IRA FKUI/RSCM.
Dari hasil penelitian secara retrospektif pada 95 kartu catatan medik penderita leukemia akut ditemukan kelainan rongga mulut sebanyak 34,74 %. Kelainan rongga mulut yang terbanyak ditemukan berupa perdarahan gusi selanjutnya adalah pembesaran gusi, petekie, ekimosis dan ulkus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada umumnya leukemia akut disertai trombosotopenia.
"
1992
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sitohang, Sahat
"ABSTRAK
Sampai saat ini angka kematian ibu hamil dan melahirkan di Indonesia masih tergolong cukup tinggi bila dibandingkan dengan negara-negara tetangga Asean. Berbagai upaya dalam rangka menurunkan angka kematian ibu hamil dan melahirkan tersebut telah banyak dilakukan, antara lain dengan upaya peningkatan untuk pelayanan kesehatan ibu hamil dan bersalin dan upaya pendekatan penbinaa kesehatan keluarga dengan cara peningkatan pengetahuan mereka melalui pendidikan, seperti kelompok. belajar, ataupun penyuluhen-penyuluhan yang intensif. Namur demikian hasil yang dicapai masih dirasakan relatif rendah dan belum optimal. Oleh karena itu berbagai faktor yang berkaitan dengan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang kesehatan ibu masih perlu terus dipelajari dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu hamil dan menyusui tersebut.
Untuk keperluan tersebut di atas dilakukanlah penelitian dengan rancangan pra eksperimen dan menganalisa hasil pengukuran dari kelompok perlakuan (KPKIA) dan kontrol (non KPKIA).
Tujuan dari penelitian adalah untuk memperoleh infarmasi tentang ada tidaknya perbedaan pengetahuan, sikap, dan praktek periksa hamil dan persalinan ibu hamil yang ikut program kegiatan KPKIA dan ibu hamil yang tidak ikut program kegiatan KPKIA. Secara khusus hal tersebut dilihat dari beberapa karakteristik responder: umur, pendidikan, pekerjaan, paritas, dan penghasilan keluarga.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) pengetahuan dan sikap periksa hamil dan persalinan pada ibu yang ikut program kegiatan KPKIA ternyata lebih baik secara bermakna dari padsa ibu yang tidak ikut program kegiatan KPKIA. Artinya, ada pengaruh kelompok belajar terhadap pengetahuan dan sikap mereka; (2) Pada praktek ternyata tidak ada perbedaan antara responden KPKIA dan non KPKIA; namun ada 2 faktor karakteristik yang bermakna terhadap praktek periksa hamil dan persalinan tersebut, yaitu faktor pendidikan dan faktor penghasilan; (3) Frekuensi kehadiran dalam mengikuti kegiatan KPKIA juga membedakan tinggi rendahnya pengetahuan periksa hamil dan persalinan, khusus pada responden KPKIA.
Disarankan agar program kegiatan KPKIA ini diteruskan, karena cukup berhasil dalam meningkatkan pengetahuan dan menumbuhkan sikap terhadap periksa hamil dan persalinan. Hamun dalam penyelenggaraannya perlu diperhatikan komunikasi yang baik antara pengelola program dengan kader, selalu memberikan tambahan pengetahuan kepada kader, waktu pelaksanaan KPKIA sebaiknya terpisah dengan Posyandu, dan bahan-bahan HIE diperbanyak dan dibagikan. Disamping itu juga disarankan agar pihak yang berkompeten dengan program kegiatan KPKIA ini melakukan penelitian lanjutan guns mengetahui lebih detail aspek kognitif, afektif, dan konatif dari ibu-ibu hamil akan program KPKIA tersebut.
"
1992
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta: Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup, 1993
R 729.24 UND
Buku Referensi  Universitas Indonesia Library
cover
Fahrul Novry Azman
Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2008
T25353
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Fatma Oktaviani
"ABSTRAK
Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dikenal sebagai salah satu raksasa ekonomi dunia.
Kekuatan ekonomi yang dimiliki RRT saat ini bisa diperoleh karena adanya Reformasi
dan Keterbukaan (改革开放Gǎigé kāifàng) yang diprakarsai Deng Xiaoping (邓小平
Dèng Xiǎopíng) pada tahun 1978 dengan menerapkan model ekonomi pasar sosialis.
Kebijakan-kebijakan ekonomi seperti FDI (foreign direct investment), perdagangan luar
negeri, Zona Ekonomi Khusus, dan lain-lain tentu berdampak positif bagi pertumbuhan
ekonomi RRT pada masa itu. Meskipun demikian, kondisi ekonomi RRT yang sedang
dalam masa peralihan sangat fluktuatif dan menyebabkan ketidakstabilan ekonomi dalam
negeri. Ketidakstabilan ekonomi, maraknya korupsi, dan tuntutan demokrasi serta
kebebasan berpolitik memicu terjadinya peristiwa Tian`anmen pada tahun 1989 yang
semakin memperburuk kondisi ekonomi negara. Meskipun Deng Xiaoping telah
mengundurkan diri dari segala aktivitas politik RRT pasca peristiwa Tian`anmen, ia tetap
menjalankan agenda ekonominya dengan melakukan `Perjalanan ke Selatan` (南巡Nán
xún) pada tahun 1992. `Perjalanan ke Selatan` dikatakan berhasil menguatkan kembali
reformasi ekonomi dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi RRT. Penelitian ini akan
membahas latar belakang Deng Xiaoping melaksanakan `Perjalanan ke Selatan`, hal apa
yang dilakukan Deng Xiaoping dalam `Perjalanan ke Selatan`, dan menganalisis
keterkaitannya dengan kemajuan ekonomi RRT hingga sekarang.

ABSTRACT
People's Republic of China (PRC) is known as one of the world's economic powerhouse.
The current economic power of the PRC can be obtained because of the Reform and
Opening Up (改革开放Gǎigé kāifàng) initiated by Deng Xiaoping (邓小平Dèng
Xiǎopíng) in 1978 by adopting the socialist market economy model. Economic policies
such as FDI (Foreign Direct Investment), foreign trade, Special Economic Zones, etc.
certainly had positive impacts on China's economic growth at that time. Nevertheless, the
economic condition of the PRC which was in a transition period was very volatile and
caused economic instability. Economic instability, corruption, and demands for
democracy and political freedom triggered the Tian'anmen incident in 1989 which further
worsened the country's economic condition. Although Deng Xiaoping had resigned from
all of his political activities after the Tian'anmen incident, he continued to carry out his
economic agenda by undertaking "Southern Tour" (南巡Nán xún) in 1992. "Southern
Tour" was said to succeed in strengthening economic reforms again and increasing PRC's
economic growth. This research will discuss the background of Deng Xiaoping carrying
out the "Southern Tour", what Deng Xiaoping did during the "Southern Tour", and
analyzing its ties with the PRC's economic growth until now."
2020
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Sutikno
"Peristiwa gempa bumi yang terjadi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) menyertakan kejadian timbulnya likuifaksi di Iapangan, kejadian ini diperlihatkan adanya semburan air dan pasir (sand boil) kepermukaan tanah. Besaran gempa yang mengguncang Pulau Flores tersebut mempunyai magnitude 6,8 skala Richter dengan episentrum berada pada 8,4° LS dan 122,l° BT (E. Kertopati) dengan kedalaman pusat gempa 36 km.
Analisis likuifaksi ini difokuskan pada suatu metode yang berbasis pada nilai-nilai SPT dan CPT dengan mengambil kasus di kota Maumere dan sekitamya sebagai daerah penganalisaan lilcuifaksi. Penganalisaan ini berasumsi bahwa kejadian likuifaksi yang akan timbul nanti berdasarkan perhitungan dengan menggunakan metode tersebut di atas. Walaupun pengambilan nilai-nilai SPT dan CPT dilakukan setelah terjadinya gernpa di daerah penganalisaan tersebut. Seperti diketahui fenomena iikuifaksi tidak terlepas dari beban-beban dinamis khususnya beban dinamis yang diakibatkan oleh beban gempa, meskipun sampai saat ini beberapa metbde penganalisaan fenomena likuifaksi masih menggunakan chart-chart yang didapat dari superimposednya data-data lapangan dengan data-data uji skala 'besar dan mengarah kepada berkurangnya simpangan yang terjadi. Berarti pernyataan diatas diijinkannya penggunaan chart-chart tersebut oleh salah satu metode penganalisaan terjadinya likuifaksi di suatu wilayah.
Membicarakan Iikuifaksi berarti membicarakan besaran-besaran parameter-parameter yang mempengaruhi terjadinya likuifaksi, misalnya besaran tegangan geser rata-rata, tegangan efektif overburden, analisa butiran, muka air tanah, deposit pasir dan lain-lain. Seperti diketahui likuifaksi terjadi pada deposit pasir yang jenuh dan mendapat beban dinamis yang arahnya bolak-balik atau identik dengan goncangan gempa bumi di permulcaan tanah. Apabila tegangan geser pada butir-butir tanah afau pasir tersebut berkurang oleh adanya beban dinamis tersebut kejadian ini berarti meningkatnya tekanan air pori demikian seterusnya hingga tegangan geser antar butir menjadi 0 dan tekanan air pori meningkat terus maka tanah tersebut akan berperilaku seperti cairan. Umumnya likuifaksi terjadi pada pasir yang menyerupai kondisi tercuci (pasir bersih) dan bentuk butir yang seragam, hal ini sangat wajar terjadi mengingat butir-butir yang tidak seragam akan mcningkatkan tegangan geser antar butir itu sendiri.
Pemetaan peluang terjadinya likuifaksi nantinya bcrdasarkan pada uraian-uraian diatas, misalnya percepatan lokal, nilai-nilai basil uji SPT dan CPT, ketebalan deposit pasir, muka air tanah dan lain-lain yang kesemuanya diambil setelah terjadinya gempa bumi."
1996
S35534
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4   >>