Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
Sadmoko Hesti Pambudi
"Studi ini mengkaji peta jalan transisi sistem tenaga listrik Indonesia untuk mencapai target Net-Zero Emission (NZE) pada tahun 2060. Peta jalan tersebut ditentukan berdasarkan optimasi biaya paling rendah (least-cost optimization) pada model Balmorel menggunakan profil operasional permintaan dan pasokan tahunan menggunakan irisan waktu 24 jam. Balmorel adalah model keseimbangan parsial menggunakan bahasa pemodelan GAMS untuk optimalisasi pembangkitan, transmisi, dan konsumsi listrik secara simultan. Perhitungan dalam model memakai 2 skenario yang berbeda, skenario RE untuk memaksimalkan energi terbarukan dan skenario CCS yang mengoptimalkan energi terbarukan serta mempertimbangkan Carbon Capture Storage (CCS) pada pembangkit listrik berbasis gas dan batubara (IGCC). Kedua skenario memproyeksikan pengurangan optimal pada penggunaan pembangkit listrik berbasis batubara (PLTU). Dari studi ini, dapat disimpulkan bahwa skala utilitas biomassa dan tenaga surya (solar PV) akan memainkan peran penting dalam skenario pertama hingga 258,7 GW dan 159,2 GW, dengan total kapasitas terpasang 583,8 GW pada tahun 2060. Kemudian skenario lainnya menunjukkan Integrated Gasification Combined Cycle memakai CCS (IGCC CCS) dan solar PV memiliki peran besar dengan 170,1 GW dan 152,7 GW dari 559 GW total kapasitas terpasang pada tahun 2060. Biaya investasi kumulatif hingga tahun 2060 menunjukkan bahwa skenario CCS lebih tinggi 5,7% dari EBT, masing-masing sekitar 1,295 miliar USD dan 1.225 miliar USD. Skenario CCS juga masih menyisakan emisi sebesar 66 juta ton CO2e pada tahun 2060, sedangkan skenario RE memiliki nilai emisi negatif mencapai -4 juta ton CO2e sebagai dampak positif dari penggunaan biogas.
This study assesses Indonesia power system's transition pathway to reach Net-Zero Emission (NZE) target in 2060. The pathway is determined based on least-cost optimisation in the Balmorel model using yearly demand and supply operational profile using 24-h time slices. Balmorel is a partial equilibrium model written in the GAMS modelling language for simultaneous optimisation of generation, transmission, and consumption of electricity. Model separated into 2 different scenarios, RE scenario to maximize renewable energy and the other is CCS scenario optimizing renewable while also consider Carbon Capture Storage (CCS) on natural gas and coal gasification based powerplant (IGCC). Both scenarios take massive reduction on usage of coal based power plant. From this study, it can be concluded that biomass and solar PV utility-scale will play an essential role in the first scenario up to 258.7 GW and 159.2 GW, corresponding to 583.8 GW total installed capacity in 2060. Then the other scenario shows Integrated Gasification Combined Cycle with CCS (IGCC CCS) and solar PV have massive role with 170.1 GW and 152.7 GW from 559 GW of total installed capacity in 2060. The cummulative investment cost until 2060 shows that CCS scenario is 5.7% higher than RE, around 1,295 billion USD and 1,225 billion USD respectively, and CCS scenario also still have emissions of 66 million tons of CO2e in 2060, while the RE scenario has a negative value of emissions from the use of biogas reaching -4 million tons of CO2e."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2021
T-pdf
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library
Devtyana Ayu Kiesha Dewi
"Penelitian ini difokuskan pada Pulau Bali dengan tujuan mendukung pengurangan emisi karbon di Indonesia, yang sejalan dengan komitmen Pemerintah Indonesia pada UNFCCC COP21 Paris untuk mengurangi emisi sebesar 29% pada tahun 2030. Menggunakan perangkat lunak Balmorel, penelitian ini menguji skenario perencanaan sistem tenaga listrik dengan fokus pada Energi Baru dan Terbarukan (EBT), membandingkan skenario Business as Usual (BaU) sebagai acuan dengan skenario pengurangan emisi sebesar 30%, 40%, dan 50% pada tahun 2033. Beberapa asumsi yang digunakan dalam pemodelan ini antara lain dasar kebijakan dan potensi EBT setempat menggunakan rancangan Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN), rencana pembangkit menggunakan rancangan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN, data referensi harga dan jenis pembangkit berdasarkan technology catalogue yang disusun oleh kerjasama KESDM-Denmark. Analisis menunjukkan bahwa skenario dengan pengurangan emisi 40% memberikan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) yang paling optimal, menegaskan bahwa penggunaan EBT seperti solar, geothermal, angin, hidro, dan bioenergi lebih efisien dalam menurunkan biaya operasional dibandingkan pembangkit bertenaga fosil. Hasil ini memberikan panduan bagi pemerintah Pulau Bali dalam merencanakan infrastruktur ketenagalistrikan yang berkelanjutan dan mendukung visi Pulau Bali menjadi 'Bali Hijau' sebagai destinasi wisata berkelanjutan.
This research is focused on the island of Bali with the objective of supporting the reduction of carbon emissions in Indonesia, in line with the Indonesian Government's commitment at the UNFCCC COP21 in Paris to reduce emissions by 29% by 2030. Utilizing the Balmorel software, this study evaluates power system planning scenarios with an emphasis on New and Renewable Energy (NRE), comparing the Business as Usual (BaU) scenario as a baseline with emission reduction scenarios of 30%, 40%, and 50% by 2033. The assumptions used in this modeling include policy foundations and local NRE potentials using the design of the National General Electricity Plan (RUKN), generation plans based on the Electricity Supply Business Plan (RUPTL) of PLN, and reference data for prices and types of generators from the technology catalog developed through the cooperation between the Ministry of Energy and Mineral Resources (KESDM) of Indonesia and Denmark. The analysis indicates that the scenario with a 40% emission reduction offers the most optimal Basic Cost of Production (BPP), confirming that the use of NRE sources such as solar, geothermal, wind, hydro, and bioenergy is more efficient in reducing operational costs compared to fossil fuel-based power plants. These findings provide guidance for the Bali government in planning sustainable power infrastructure and support the vision of Bali as 'Green Bali,' a sustainable tourism destination. "
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library