Ditemukan 5 dokumen yang sesuai dengan query
Jakarta: Balai Pustaka, 1986
899.22 HIK
Buku Teks Universitas Indonesia Library
Yeri Nurita
Abstrak :
Karya sastra lama yang masih berbentuk naskah perlu segera diselamatkan karena kondisi bahannya yang tidak tahan waktu dan iklim tropis, sehingga mudah rusak. Pene_litian yang mendalam terhadap isi naskah juga perlu dilakukan, karena di dalamnya tersimpan sistem nilai, adat -istiadat, dan alam pikiran leluhur kita pada masa lampau, yang dapat diambil dan diterapkan pada masa sekarang. Syair Bayan Budiman adalah karya sastra yang berben_tuk syair simbolik, karena tokoh-tokohnya adalah binatang (burung-burung). Burung-burung ini bertingkah laku seperti manusia. Setelah dilakukan analisis terhadap isi naskah, dapat disimpulkan bahwa tema Syair Bayan Budiman adalah tentang fikih atau hukum-hukum yang berlaku di dalam kehidupan umat Islam. Berdasarkan tema di atas dapat ditarik amanat berupa ajaran bahwa umat Islam hendaknya selalu mengamalkan ilmu agama dan menjalankan perintah-perintah Allah selagi hidup di dunia, sehingga di akhirat nanti tidak akan mendapat siksa neraka. Oleh karena Syair Bayan Budiman mengandung pelajaran akhlak yang mendidik, maka syair ini disebut syair.simbolik yang didaktis.
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1990
S11142
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Putri Eka Juliarni
Abstrak :
Negasi memiliki peranan penting dalam sebuah bahasa. Bahasa Melayu yang lahir jauh sebelum bahasa Indonesia juga menempatkan negasi sebagai komponen yang penting. Berdasarkan penelitian ini, dalam bahasa Melayu, khususnya naskah Hikayat Bayan Budiman telah menggunakan negasi sebagai alat untuk menyangkal ataupun menolak. Untuk itu, penelitian ini mengangkat negasi sebagai tema. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode analisis deskriftif. Penelitian ini membahas pola urutan negasi dalam Hikayat Bayan Budiman. Penelitian ini juga membahas perilaku-perilaku sintaksis dari tiap penanda negasi dalam Hikayat Bayan Budiman. Hikayat Bayan Budiman sengaja dipakai sebagai salah satu teks dalam bahasa Melayu.
Negation has a crucial role in a language. Malay language who was born long before Indonesian also placed negation as an important component. Base on this research, Malay language in Hikayat Bayan Budiman manuscript negation as a means to deny or reject. Therefore, this study raised negation as its theme. This research is a qualitative descriptive analysis method. This study discusses the pattern of negation sequence in Hikayat Bayan Budiman. It also discusses the syntactic behavior of each negation marker in Hikayat Bayan Budiman. Hikayat Bayan Budiman has been deliberately used as one of the texts in the language of the Malays.
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2010
S11024
UI - Skripsi Open Universitas Indonesia Library
Mas Harjawiraga
Abstrak :
Buku berjudul Bayan Budiman Jilid I, terdiri atas sepuluh bab. Bab I mengenai burung Jakatua yang bulunya dicabuti oleh istri lurah. Bab II orang yang setia pada raja. Bab III kesetiaan seorang perempuan. Bab IV pertemanan seorang undhagi dengan tukang mas (kamasan). Bab V anak burung Jaka Tua berkawan dengan anak musang. Bab VI empat orang yang sedang mencari kehidupan. Bab VII orang yang paham bahasa binatang. Bab VIII pangeran, orang tua, katak, dan ular. Bab IX putri raja yang selalu membunuh suaminya. Bab X raja yang bermimpi berjumpa putri.
Weltevreden: Bale Pustaka, 1929
BKL.1046-CL 73
Buku Klasik Universitas Indonesia Library
Mas Harjawiraga
Abstrak :
Buku Bayan Budiman Jilid II, terdiri atas sepuluh bab, yaitu mengenai: bab I orang yang suci hatinya; Bab II perasaan raja yang masih remaja; Bab III Raja yang dibunuh oleh patihnya; Bab IV Pangeran yang sengsara; Bab V wanita yang setia pada suaminya; Bab VI Patih yang tidak setia pada raja; Bab VII Umur sambungan; Bab VIII Dongeng burung Bayan di depan putri Kiyai Patih; Bab IX wanita yang senantiasa menjadi pembicaraan; Bab X Ki saudagar Koja Maimun pulang kembali.
Weltevreden: Bale Pustaka, 1929
BKL.1047-CL 74
Buku Klasik Universitas Indonesia Library