Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Diah Sri Rejeki
"Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan akhlak mulia."
Jakarta: Perpustakaan Nasional RI, 2010
020 VIS 12:3 (2010)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Gunawan Tjahjono
"ABSTRAK
Pemukiman vernakular bertahan melampaui berbagai zaman yang penuh dengan perubahan teknologi, sosial, ekonomi. Jenis pemukiman ini menjadi komponen permukiman terbesar di negara-negara berkembang. Meski kehadiran mereka menarik perhatian para pakar sehingga ingin mempelajarinya, istilah venakuler selalu berada dalam posisi yang kurang bergema bila dibandingkan dengan pembangunan bergaya tinggi. Pemukiman verkuler sering diasosiasikan dengan primitif, miskin, dan tanpa pencipta. Mungkin pengkaji masalah vernakuler terlalu romatisasikan kenyataan fisik dan mengabaikan aspek tak teraga fenomena ini. Hal ini membuka suatu kesempatan untuk menjual citra vernakuler ke industri turisme dan menimbulkan masalah kontekstual dan makna tradisi kebudaannya.
Tulisan ini membahas mengenai masalah di sekitar permukiman vernakuler dalam beraneka konteks fisik dan sosial. Ia mencoba menjernihkan kerangka konsep yang timbul dalam telaahan permukiman vernakular untuk kemudian menyediakan pandangan lain tentang jenis kehidupan komunal yang tertua di dunia ini.
Untuk melakukan hal tersebut, penulis perlu meninjau gejala ini dari (sebagai orang) dalam dan dari luar. Pandangan dari luar sering memulai dengan suatu konsep awal dan meninjau gejalanya, sementara itu, pandangan dari dalam menampilkan harapan masyarakat yang menghasilkan jenis permukimannya. Berdasarkan pengamatan atas beberapa lokasi permukiman verkular ada indikasi kuat bahwa generasi mudanya telah siap merubah keadaan mereka, tetapi generasi tua masih ingin mempertahankan keadaan seperti apa adanya. Sikap-sikap demikian mungkin membuat permukiman jenis ini tidak berkembang dan cenderung tidak terurus. Hal ini juga dapat berkonsekuensi lebih jauh dengan gejala semakin terpunahnya pengetahuan tradisi lisan yang bernilai dalam waktu dekat. Dengan perubahan sebagai sesuatu yang tak terhindarkan dalam zaman informasi ini, suatu pandangan inklusive mungkin dapat menyiapkan tindakan-tindakan tepat untuk mengembangkan jenis permukiman ini."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2000
LP-pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
Supriyanto Widodo
"Penelitian ini mengambil lokasi penelitian di Kota Madya Surakarta, Jawa Tengah. Penelitian sosiolinguistik yang metode pemerolehan datanya terutama menggunakan metode penelitian kuantitatif dipadukan dengan metode penelitian kualitatif. Metode kualitatif dimanfaatkan manakala metode kuantitatif kurang meyakinkan dengan harapan memperoleh hasil penelitian yang benar-benar sahih. Penelitian bahasa dengan ancangan sosiologi ini menerapkan analisis ranah. Penelitian hanya difokuskan pada ranah keluarga.
Responden yang berhasil dijaring sebanyak 89 orang terdiri dari laki-laki 46 orang dan perempuan 43 orang, berusia antara 10--69 tahun. Semua responden adalah dwibahasawan, yaitu menguasai bahasa Jawa dan bahasa Indonesia. Di dalam rumah, baik ketika berbicara dengan orang tua, paman/bibi, saudara: baik kakak maupun adik, pembantu rumah tangga, dan ketika menemui tamunya, sebagian besar resoponden menggunakan bahasa Jawa, Selama pembicaraan berlangsung, mereka pun ditanggapi dengan menggunakan bahasa Jawa. Meskipun semua responden adalah dwibahasawan, selama berbincang-bincang menggunakan bahasa Jawa itu mereka hanya sedikit menyelingi dengan bahasa Indonesia. Selingan bahasa Indonesia banyak dilakukan oleh responden yang berusia muda. Semakin muda usianya semakin banyak selingan bahasa Indonesianya. lni berarti bahwa di dalam masyarakat Kota Madya Surakarta sudah mulai terjadi pergeseran penggunaan bahasa.
Penggunaan bahasa Jawa yang masih dominan di dalam ranah keluarga ini disebabkan oleh hubungan antarpeserta tutor yang masih dekat. Kedekatan hubungan ini menyebabkan penggunaan bahasa Jawa dianggap lebih akrab. Di samping itu, penggunaan bahasa Jawa dianggap lebih sopan dibandingkan penggunaan bahasa Indonesia bila yang diajak berbicara adalah kerabat dekat atau orang yang perlu dihormati."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2000
LP-Pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library