"Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas Program Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) terhadap pengelolaan sampah di Kelurahan Kelapa Gading Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, berdasarkan Model Evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product) yang dikembangkan oleh Stufflebeam (2014). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek context, permasalahan pengelolaan sampah masih terjadi akibat volume sampah yang terus meningkat, kesadaran masyarakat yang rendah, dan keterbatasan prasarana. Dalam aspek input, sumber daya manusia PPSU, peralatan, dan anggaran masih terbatas. Dalam aspek process, pelaksanaan program PPSU berjalan cukup baik, namun masih menemukan hambatan, seperti koordinasi yang kurang, partisipasi masyarakat yang rendah, dan penggunaan peralatan yang masih terbatas. Sementara pada aspek product, terjadi perbaikan pelayanan kebersihan dan pengelolaan sampah, meskipun masih perlu dioptimalkan demi mencapai visi “Kelurahan Bersih, Sehat, dan Nyaman”. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan perlunya koordinasi yang lebih matang, peningkatan kapasitas dan kesadaran masyarakat, penambahan prasarana dan peralatan, dan perbaikan manajemen pelaksanaan PPSU demi tercapainya pengelolaan sampah yang lebih maksimal, berkelanjutan, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
This study aims to evaluate the effectiveness of the Public Infrastructure and Facility Handling Program (PPSU) on waste management in Kelapa Gading Barat Urban Village. The research utilizes a descriptive qualitative approach, based on the CIPP (Context, Input, Process, Product) Evaluation Model developed by Stufflebeam. The data were collected through observation, interviews, and documentation. The results show that in the context aspect, waste management problems remain due to the growing volume of waste, low community awareness, and limited facilities. In the input aspect, human resources, equipment, and funding are still limited. In the process aspect, the implementation of PPSU is quite well implemented; however, it is constrained by poor coordination, low community participation, and limited equipment utilization. Meanwhile, in the product aspect, there are improvements in cleanliness services and waste management, although these need further optimization to realize a “Clean, Healthy, and Comfortable Urban Village.” Based on these findings, it is recommended to improve coordination, community awareness, facilities, and PPSU implementation management to achieve more effective, sustainable, and community- oriented waste management."
Depok: Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, 2025