Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query
Bintang Maharani
"Ketahanan sektor kesehatan selama pandemi COVID-19 menegaskan pentingnya kemandirian industri farmasi dalam mendukung sistem kesehatan nasional. Di tengah pertumbuhan signifikan jumlah perusahaan dan kontribusi besar terhadap produk domestik bruto, industri farmasi Indonesia menghadapi tantangan serius terkait dampak lingkungan akibat limbah produksi dan konsumsi obat. Kompleksitas bahan baku, rantai pasok yang panjang, serta masih dominannya model ekonomi linear memperburuk risiko pencemaran lingkungan. Sebagai solusi, pendekatan ekonomi sirkular dipandang relevan untuk diterapkan, namun implementasinya menghadapi beragam faktor pendorong dan penghambat yang belum terstruktur secara prioritas. Penelitian ini bertujuan mengembangkan hierarki prioritas dari 18 faktor pendorong dan 19 faktor penghambat implementasi ekonomi sirkular di industri farmasi Indonesia menggunakan metode DEMATEL-ISM. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor pendorong kunci berada pada aspek proses digitalisasi dalam produksi, preferensi konsumen terhadap produk yang ramah lingkungan, dan dukungan dari organisasi non-pemerintah (NGO). Sementara itu, tingginya biaya implementasi teknologi menjadi faktor penghambat paling dominan. Temuan ini memberikan panduan strategis bagi pemangku kepentingan industri farmasi dalam merancang intervensi yang tepat untuk mempercepat transisi menuju ekonomi sirkular yang berkelanjutan.
The pharmaceutical industry in Indonesia has demonstrated significant resilience during the COVID-19 pandemic, strengthening its strategic role in supporting national health security. Despite continued growth in the number of companies and its substantial contribution to the non-oil and gas manufacturing GDP, this expansion has also triggered environmental challenges related to pharmaceutical waste. Most pharmaceutical companies in Indonesia still operate under a linear economic model, which involves extracting raw materials, manufacturing products, and disposing of waste. This linear approach contributes to increasing environmental burdens due to the complexity of production processes and waste management at the manufacturing and consumer levels. To address these challenges, implementing a circular economy offers a promising alternative to improve resource efficiency and reduce environmental impacts. This study aims to identify and analyze the key drivers and barriers to adopting circular economy practices in the pharmaceutical industry using the DEMATEL and Interpretive Structural Modeling (ISM) methods. Among the 18 identified drivers, the top priorities include digitalizing production processes, consumer preferences for environmentally friendly products, and support from non-governmental organizations (NGOs). Meanwhile, of the 19 identified barriers, the high cost of implementing technology emerged as the main obstacle. These findings provide a foundation for policy recommendations and practical strategies to support the transition toward a more sustainable pharmaceutical industry in Indonesia. "
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Innaya Almatungga Ramadhanti
"Seiring dengan semakin populernya penerapan ekonomi sirkular di berbagai sektor, industri kosmetik Indonesia menghadapi tantangan signifikan dalam implementasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi baik mendorong maupun menghambat implementasi ekonomi sirkular di industri kosmetik Indonesia, serta hubungan antar faktor-faktor tersebut. Menggunakan pendekatan kombinasi yang menggabungkan Interpretive Structural Modeling (ISM) dan Decision-Making Trial and Evaluation Laboratory (DEMATEL), penelitian ini menganalisis struktur hierarkis dan hubungan kausal antara faktor-faktor pendorong dan penghambat implementasi ekonomi sirkular. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum dan regulasi yang mendukung merupakan faktor pendorong utama, sementara kurangnya program pengelolaan lingkungan menjadi faktor penghambat signifikan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi untuk pemangku kebijakan dan perusahaan serta menjadi dasar dalam pengembangan strategi keberlanjutan di industri kosmetik Indonesia menuju ekonomi sirkular yang lebih efisien dan berkelanjutan.
As the adoption of the circular economy becomes more popular across various sectors, Indonesia's cosmetics industry faces significant challenges in its implementation. This study aims to identify and analyze the factors that both drive and hinder the implementation of the circular economy in Indonesia's cosmetics industry, as well as the relationships between these factors. Using a combined approach that integrates Interpretive Structural Modeling (ISM) and Decision-Making Trial and Evaluation Laboratory (DEMATEL), this study analyzes the hierarchical structure and causal relationships among the driving and hindering factors in the implementation of the circular economy. The findings show that supportive laws and regulations are the key driving factors, while the lack of environmental management programs is a significant hindering factor. This research is expected to provide recommendations for policymakers and companies, and serve as a foundation for developing sustainability strategies in Indonesia's cosmetics industry towards a more efficient and sustainable circular economy. "
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Lila Anaya Sofian
"Industri makanan dan masakan olahan di Indonesia memiliki kontribusi besar terhadap industri manufaktur yang berdampak pada perekonomian negara. Industri ini menjadi salah satu penyumbang utama dalam Produk Domestik Bruto (PDB). Di balik kontribusinya terhadap perekonomian negara, industri ini juga menghasilkan limbah dalam jumlah besar, termasuk limbah makanan, limbah plastik, dan limbah dari proses produksi, yang berdampak negatif terhadap lingkungan dan ekonomi. Oleh karena itu, penerapan ekonomi sirkular menjadi solusi penting untuk mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan efisiensi sumber daya. Penelitian ini bertujuan untuk merancang hierarki prioritas faktor-faktor yang mendorong dan menghambat implementasi ekonomi sirkular di industri makanan dan masakan olahan di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah integrasi dari metode Decision Making Trial and Evaluation Laboratory (DEMATEL) dan Interpretive Structural Modelling (ISM). Hasil yang didapatkan adalah faktor kunci yang mendorong dan menghambat implementasi ekonomi sirkular di industri ini. Faktor pendorong kunci yang didapatkan adalah hukum dan peraturan, sedangkan faktor penghambat kunci yang didapatkan adalah pengawasan kegiatan daur ulang dan sistem yang kompleks.
The processed food industry in Indonesia makes a significant contribution to the manufacturing sector, which has a substantial impact on the country's economy. This industry is one of the main contributors to Gross Domestic Product (GDP). Behind its contribution to the country's economy, this industry also produces large amounts of waste, including food waste, plastic waste, and waste from the production process, which have negative impacts on the environment and economy. Therefore, the implementation of a circular economy is an important solution to reduce environmental impacts and increase resource efficiency. This study aims to design a priority hierarchy of factors that encourage and inhibit the implementation of a circular economy in the processed food and cuisine industry in Indonesia. The method used in this study is an integration of the Decision Making Trial and Evaluation Laboratory (DEMATEL) and Interpretive Structural Modelling (ISM) methods. The results identified key factors that drive and inhibit the implementation of a circular economy in this industry. The main driving factors obtained are legal and regulatory, while the main inhibiting factors obtained are challenges related to recycling supervision and the complexities of the system."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library