Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Anizabella Putri Lesmana
"[ABSTRAK
Kajian berikut bertujuan untuk mengembangkan skala pengukur baru atas perilaku Obsessive-Compulsive
Behavior (OCB); dan juga turut menyadur tiga skala validasi dari Obsessive-Compulsive Inventory Revised
(OCI-R), Depression Anxiety Stresst Scale (DASS) dan International Personality Item Pool Neuroticism. Seratus
Sembilan puluh empat mahasiswa University of Queensland telah berpartisipasi untuk mengisi kuesioner online,
dan hasil pengisian kuesioner online tersebut menunjukkan hubungan positif antara OCB dengan seluruh skala
validasi?dengan demikian mensahkan landasan kajian ini dengan memberikan validitas pembangunan yang
baik. Lebih dari itu, hasil pengisian kuisioner online juga memberikan konsistensi internal serta Indeks Pembeda
item yang tinggi. Skala pengukur perilaku Obsessive-Compulsive Behavior (OCB) yang baru ini dapat
diterapkan dalam kajian-kajian di masa yang akan datang, terutama dalam menilai sample mahasiswa ABSTRACT The study aims to develop a new measurement scale of Obsessive-Compulsive Behavior. This study also adapts
three validating scales of Obsessive-Compulsive Inventory Revised (OCI-R), Depression Anxiety Stress Scale
(DASS) and International Personality Item Pool Neuroticism. One hundred and ninety four of the University of
Queensland students were recruited to complete an online questionnaire. The result shown a positive correlation
between OCB and all validating scales which approves the premises of the study, namely the study provides a
good construct validity. Even more, the result provides a high internal consistency and Item Discriminant
Indices. This new measurement of OCB is applicable in the future, especially in assessing college students
sample.;The study aims to develop a new measurement scale of Obsessive-Compulsive Behavior. This study also adapts
three validating scales of Obsessive-Compulsive Inventory Revised (OCI-R), Depression Anxiety Stress Scale
(DASS) and International Personality Item Pool Neuroticism. One hundred and ninety four of the University of
Queensland students were recruited to complete an online questionnaire. The result shown a positive correlation
between OCB and all validating scales which approves the premises of the study, namely the study provides a
good construct validity. Even more, the result provides a high internal consistency and Item Discriminant
Indices. This new measurement of OCB is applicable in the future, especially in assessing college students
sample.;The study aims to develop a new measurement scale of Obsessive-Compulsive Behavior. This study also adapts
three validating scales of Obsessive-Compulsive Inventory Revised (OCI-R), Depression Anxiety Stress Scale
(DASS) and International Personality Item Pool Neuroticism. One hundred and ninety four of the University of
Queensland students were recruited to complete an online questionnaire. The result shown a positive correlation
between OCB and all validating scales which approves the premises of the study, namely the study provides a
good construct validity. Even more, the result provides a high internal consistency and Item Discriminant
Indices. This new measurement of OCB is applicable in the future, especially in assessing college students
sample., The study aims to develop a new measurement scale of Obsessive-Compulsive Behavior. This study also adapts
three validating scales of Obsessive-Compulsive Inventory Revised (OCI-R), Depression Anxiety Stress Scale
(DASS) and International Personality Item Pool Neuroticism. One hundred and ninety four of the University of
Queensland students were recruited to complete an online questionnaire. The result shown a positive correlation
between OCB and all validating scales which approves the premises of the study, namely the study provides a
good construct validity. Even more, the result provides a high internal consistency and Item Discriminant
Indices. This new measurement of OCB is applicable in the future, especially in assessing college students
sample.]"
Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2015
MK-PDF
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Damanik, Evelina Debora
"Anastasi dan Urbina (1997) menyatakan bahwa alat ukur psikologi merupakan pengukuran yang obyektif dan tcrstandarisasi dari suatu sampel perilaku. Alat ukur ini digolongkan menjadi tiga kategori yaitu tes inteligensi yang mengukur tingkat intelektual umum, tes yang mengukur kemampuan khusus (misalnya: tes bakat) dan tes kepribadian (misalnya: tes yang mengukur emosi dan motivasi). Saat ini, begitu banyak alat ukur psikologi yang dikembangkan di dunia, khususnya berkaitan dengan tes kepribadian. Salah satu alat ukur tersebut adalah Depression Anxiety Stress Scale (DASS), yang dikembangkan oleh Lovibond dan Lovibond pada tahun 1995.
Tes DASS ini terdiri dari 42 item yang mengukur general psychological distress seperti depresi, kecemasan dan stress. Tes ini terdiri dari tiga skala yang masing-masing terdiri dari 14 item, yang selanjutnya terbagi menjadi beberapa sub-skala yang terdiri dari 2 sampai 5 item yang diperkirakan mengukur hal yang sama. Jawaban tes DASS ini terdiri dari 4 pilihan yang disusun dalam bentuk skala Likert dan subyek diminta untuk menilai pada tingkat manakah mereka mengalami setiap kondisi yang disebutkan tersebut dalam satu minggu terakhir. Selanjutnya, skor dari setiap sub-skala tersebut dijumlahkan dan dibandingkan dengan norma yang ada untuk mengetahui gambaran mengenai tingkat depresi, kecemasan dan stress individu tersebut.
Sejauh ini, di Australia dan United Kingdom telah dilakukan beberapa penelitian untuk melakukan pengujian validitas dan reliabilitas tes ini. Karena validitas dan reliabilitasnya yang tinggi, baik pada sampel nonklinis maupun sampel klinis, maka saat ini tes DASS sering digunakan baik dalam setting klinis maupun non-klinis dan diadministrasikan baik secara individual maupun kelompok. Selain itu, juga telah disusun norma tes ini berdasarkan penelitian pada 1771 prang dewasa di Australia.
Meski sudah sekitar 11 tahun sejak pertama kali dirampungkan, tes DASS ini belum dapat digunakan di Indonesia karena belum ada norma untuk populasi masyarakat Indonesia. Hal inilah yang mendorong peneliti untuk melakukan adaptasi terhadap tes ini. Dalam pengadaptasian peneliti memilih dua kelompok sampel sebagai subyek penelitian yaitu kelompok sampel Yogyakarta dan Bantu' yang mengalami peristiwa traumatik bencana `gempa bumi' dan kelompok sampel Jakarta dan sekitarnya yang tidak mengalami gempa bumi. Sebelum dilakukan penyusunan norma, tentunya perlu dilakukan uji validitas, reliabilitas dan analisis item terhadap alat ukur ini.
Berdasarkan basil pengujian ref iabilitas dengan menggunakan formula cronbach's alpha ditemukan bahwa tes ini reliabel (a = .9483). Selanjutnya berdasarkan pengujian valid itas dengan menggunakan teknik validitas internal ditemukan 41 item valid dan 1 item tidak valid. Hal ini berarti terdapat 41 item yang mengukur konstruk general psychological distress dan dapat membedakan antara subyek yang memiliki tingkat general psychological distress tinggi dan rendah. Sedangkan norma dibuat berdasarkan T score yang dibagi menjadi lima kategori yaitu Normal. Mild, Moderate, Severe dan Extremely Severe. Selain ditakukan pengkategorian subyek berdasarkan total skor ketiga skala tersebut (general psychological distress), juga dilakukan pengkategorian berdasarkan skor total masingmasing skala (depression, anxiety dan stress). Selanjutnya, untuk melihat profit DASS pada kedua kelompok sampet yang diteliti, dilakukan juga pembandingan terhadap data demogratis subyek yang berupa tempat tinggal, jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan terakhir dan pekerjaan.
Selain kesimpulan dari penelitian ini, di bagian akhir penulisan hasil penelitian ini juga dilakukan diskusi serta dipaparkan beberapa saran yang berkaitan dengan saran pengembangan penelitian dan saran praktis."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2006
T17892
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library