Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Jessica Caroline
"Karies merupakan masalah kesehatan gigi mulut yang paling tinggi pada anak usia 3-5 tahun di Indonesia. Mengobati karies sejak dini dapat menghilangkan rasa sakit dan meningkatkan kualitas hidup anak. SDF merupakan salah satu perawatan karies pada gigi sulung. 59 anak usia 3-5 tahun di Serpong diaplikasikan SDF pada permukaan gigi sulung yang karies dan di evaluasi setelah 3 bulan. Ibu subjek diberikan kuisioner pengukuran kualitas hidup sebelum dan sesudah aplikasi SDF. Setelah dioleskan SDF, 89,36% karies terhenti. Kualitas hidup 59 subjek meningkat setelah aplikasi SDF (p < 0,05). SDF efektif dalam menghentikan karies gigi sulung dan meningkatkan kualitas hidup anak.

Caries is the highest oral health problem in children aged 3-5 yeard old in Indonesia. Early caries treatment can heal tootache and increase quality of life. SDF is one of caries treatment for primary teeth. 59 children aged 3-5 years old were applied SDF and evaluated 3 months later. Mothers are given quality of life questionairre before and after SDF application. After SDF application, 89,36% caries are arrested. Quality of life of the subjects are increased after SDF application (p<0,05). SDF is effective in treating primary teeth caries and increase children quality of life."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 2014
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rezky Fauziah Permatasari
"Latar belakang: Karies gigi merupakan masalah kesehatan gigi dan mulut dengan prevalensi dan keparahan yang tinggi dan menyerang seluruh negara termasuk Indonesia. Karies gigi juga dapat terjadi sejak dini pada anak prasekolah dan dapat mempengaruhi kualitas hidup anak tersebut.
Tujuan: Mengetahui hubungan antara tingkat karies anak prasekolah dengan kualitas hidup terkait kesehatan mulut di Kelurahan Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Metode: Desain cross-sectional secara analitik observasional. Sebanyak 200 anak prasekolah umur 3-5 tahun dipilih dengan teknik purposive dan dilakukan pemeriksaan gigi dan mulut untuk menilai skor deft, defs serta menentukan status karies oleh 2 dokter gigi yang sudah dilatih. Kualitas hidup dinilai melalui wawancara kuesioner ECOHIS ke 165 ibu anak.
Hasil: Prevalensi karies pada 165 anak umur 3-5 tahun adalah sebesar 83 dengan nilai defs 14.8 SD17,6 dan deft 6,2 SD5,2. Pola distribusi karies pada anak usia 3-5 tahun paling banyak ditemukan di gigi insisif sentral dan lateral maksilla dan pola karies hampir simetris antar rahang. Berdasarkan hasil uji Cronbach - 0,868, test-retest 0,968 , dan perbandingan r-hitung tiap item dengan r-tabel, kuesioner ECOHIS versi Bahasa Indonesia reliabel dan valid. Frekuensi item kuesioner ECOHIS ditemukan terbesar di item nyeri mulut pada gigi/mulut pada anak 38,2 serta rasa bersalah pada keluarga 30,3. Uji dilakukan dengan menggunakan uji deskriptif, korelasi Spearman, uji Kruskall-Wallis dan uji Mann-Whitney U. Nilai korelasi tertinggi r=0,4 ditemukan pada item nyeri mulut dan gigi pada anak dan rasa bersalah pada keluarga dengan skor deft dan skor d pada defs anak. Hubungan status karies dan kualitas hidup baik yang berdampak ke anak dan keluarga ditemukan bermakna.

Background: Dental caries has become a major global oral health problem with high prevalence and severity, including Indonesia. Dental caries can develop early in preschool children and will affect their quality of life.
Aim: To assess the relationship between the severity of caries in preschool children and their oral health related quality of life in Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Method" Analytic observational with cross sectional design. A purposive sample of 200 children aged 3 5 years underwent a clinical oral examination to assess their deft and defs score and to determine their caries status by 2 trained dentists. Quality of life is assessed using ECOHIS by interviewing a total of 165 mother's child.
Results: The prevalence of ECC in 165 children aged 3 5 years old is 83 with overall defs score 14.83 SD 17.6 and deft score 6.2 SD 5.2. The tooth distribution pattern of caries in 3 5 years old children mostly affect central and lateral maxillary incisors. Moreover, the caries pattern was almost symmetrical across the arches. The Cronbach 0,868 test retest 0,968 and r count for each item comparison with r table shows that Indonesian version of ECOHIS is a reliable and valid instrument. The most frequent items reported are pain in teeth, mouth and jaw in child 38.2 and feeling guilty in family 30.3. Descriptive analysis, Spearman correlation, Kruskall Wallis test, and Mann Whitney U test were used. The highest correlation r 0.4 were found in item is pain in teeth, mouth and jaw in child and feeling guilty in family with deft score and d score in defs. There was significant difference between caries status and OHRQoL in terms of impact on both child and family p
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 2017
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Jessica Caroline
"Halitosis mayoritas disebabkan dari intraoral dan berhubungan erat dengan aktivitas bakteri pemicu  periodontitis. Senyawa Volatile Sulfur Compound (VSC) adalah unsur organik, dampak dari proses degradasi asam amino oleh bakteri pemicu periodontitis oral, termasuk Porphyromonas gingivalis, dan senyawa organik ini  memiliki dua gas dominan yang berperan dalam kejadian halitosis, yaitu metilmerkaptan dan hidrogen sulfida. Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kadar gas metilmerkaptan dan hidrogen sulfida dengan proporsi P. gingivalis berdasarkan keragaman indeks kebersihan rongga mulut OHI-s. Desain penelitian ini adalah cross-sectional pada subjek periodontits (n =32), usia 17-50 tahun dengan keluhan halitosis. Subjek dibagi ke dalam 4 kelompok; pasien sehat tanpa halitosis dan OHI-s baik (n=6); kelompok periodontitis disertai halitosis dengan OHI-s baik (n=5); periodontitis disertai halitosis dengan OHI-s Sedang (n=13);periodontitis disertai halitosis dengan OHI-s buruk (n=8). Pengambilan sampel mikrobiologis dilakukan pada poket periodontal dan permukaan dorsum lidah, dan proporsi P. gingivalis dianalisis menggunakan quantitative real time- PCR (qPCR). Kadar VSC  ditetapkan dengan menggunakan OralChroma™. Pada pasien periodontitis dengan indeks kebersihan mulut yang buruk, kadar VSC berkorelasi positif kuat dengan proporsi bakteri Porphyromonas gingivalis.

The majority of halitosis is closely related to periodontal bacteria. Volatile Sulfur Compound (VSC) is an organic element, resulted from amino acid degradation process by periodontal bacteria, including Porphyromonas gingivalis, and this organic compound has two dominant gases that play a role in halitosis, methylmercaptane and hydrogen sulfide. This study aims to analyze the relationship between methylmercaptan and hydrogen sulfide levels with the proportion of P. gingivalis based on the diversity of oral hygiene indices measured using OHI-s classification. The design of this study was cross-sectional on the subject periodontitis (n = 32), aged 17-50 years with complaints of halitosis. Subjects were divided into 4 groups; healthy patients without halitosis and good OHI-s (n = 6); periodontitis group accompanied by halitosis with good OHI-s (n = 5); periodontitis with halitosis with moderate OHI-s (n = 13); periodontitis with halitosis with poor OHI-s (n = 8). Microbiological sampling was performed on the periodontal pocket and the tongue dorsum, and the proportion of P. gingivalis was analyzed using quantitative real time-PCR (qPCR). VSC levels are determined using OralChroma ™. In periodontitis patients with poor oral hygiene index, the level of VSC was strongly positively correlated with the proportion of Porphyromonas gingivalis."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 2020
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library