Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Sayed Zaky Arisyi Fakhry
"The Renewable Energy market is quickly trending upwards as the dependence on fossil fuel
decreases. With more eco-friendly energy sources entering the market, such as Solar, various
investments have shifted into developing a cleaner future. However, most renewable energies
face a clear challenge – intermittency. By shifting dependence on environmental factors
towards a secondary assistive system, dependent solar energy source manipulation can be
realised. The system used to test this thinking is the pairing between the Floating Photovoltaic
(FPV) system and the Compressed Air Energy Storage (CAES). The solar panels will provide
energy that will power a compressor to store compressed air within an air tank. This can then
be converted to electricity at any time with the assistance of a turbine and generator. This
highlights the importance turbine performance has on the system. Following conventions from
radial turbine workings, a commercial Turbocharger (RHF4-IHI) will be modified into a
working turbine. After doing so, a performance analysis will be carried out in the form of
efficiency calculations. The aim of the research is to gather The Renewable Energy market is quickly trending upwards as the dependence on fossil fuel
decreases. With more eco-friendly energy sources entering the market, such as Solar, various
investments have shifted into developing a cleaner future. However, most renewable energies
face a clear challenge – intermittency. By shifting dependence on environmental factors
towards a secondary assistive system, dependent solar energy source manipulation can be
realised. The system used to test this thinking is the pairing between the Floating Photovoltaic
(FPV) system and the Compressed Air Energy Storage (CAES). The solar panels will provide
energy that will power a compressor to store compressed air within an air tank. This can then
be converted to electricity at any time with the assistance of a turbine and generator. This
highlights the importance turbine performance has on the system. Following conventions from
radial turbine workings, a commercial Turbocharger (RHF4-IHI) will be modified into a
working turbine. After doing so, a performance analysis will be carried out in the form of
efficiency calculations. The aim of the research is to gather quantifiable data and observe how
well the turbocharger-based turbine design will fit into the CAES-FPV system

Karena Ketergantungan pada bahan bakar fosil berkurang, penggunaan pasar Energi
Terbarukan cenderung naik dengan cepat. Dengan lebih banyak sumber energi “eco-friendly”
seperti Solar, beragam investasi telah bergeser untuk pengembangan masa depan yang lebih
bersih. Namun, sebagian besar energi terbarukan menghadapi tantangan yang jelas -
intermittency. Dengan mengganti ketergantungan pada faktor-faktor lingkungan dengan
sistem bantuan sekunder, kita dapat manipulasi sumber energi dependen yang realistis.
Sistem yang digunakan untuk menguji pemikiran ini adalah pasangan kerjasama antara
sistem Floating Photovoltaic (FPV) dan Compressed Air Energy Storage (CAES). Panel
surya akan menyediakan energi yang memberi daya pada kompresor untuk menyimpan udara
terkompresi di dalam tangki udara. Ini kemudian dapat diubah menjadi listrik kapan saja
dengan bantuan turbin dan generator. Oleh karena itu, kinerja turbin pada sistem ini sangat
penting. Mengikuti cara kerja turbin radial, Turbocharger komersial (RHF4-IHI) akan
dimodifikasi menjadi turbin yang berfungsi. Setelah itu dilakukan analisis kinerja dalam
bentuk perhitungan efisiensi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengumpulkan data dan
pengamatan seberapa baik desain turbin berbasis turbocharger dapat disesuaikan untuk sistem
CAES-FPV.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Satria Yusuf Erlangga
"Populasi yang terus bertambah berarti kebutuhan energi yang terus meningkat. Saat ini, besarnya energi tidak dapat disangkal. Pemanfaatan Floating Photovoltaic (FPV) dapat menjadi solusi untuk mencapai target pembangkit listrik tenaga surya dengan tetap meminimalkan kerusakan lingkungan. Instalasi surya fotovoltaik (PV) memiliki beban kebutuhan lahan yang intens yang akan selalu menjadi komoditas premium. Namun, karena listrik yang dihasilkan oleh PV bergantung pada siklus matahari, maka PV hanya dapat menghasilkan tenaga maksimum selama Peak Sun Hour (PSH) yang terjadi sekitar 4 jam setiap hari .Dalam penelitian kali ini, penulis mencoba menerapkan Penyimpanan Energi Udara Terkompresi (CAES). CAES menyimpan energi dari FPV, dan energi tersimpan akan digunakan untuk menggerakan generator sehingga menghasilkan listrik. Dalam percobaan kali ini, penulis mengimplementasikan turbin Tesla sebagai usaha alat ekstraksi energi dari CAES. Pengujian menghasilkan perkiraan efisiensi maksimum 27,63%, saat menjalankan pengujian pada 6 bar, yang sebanding dengan literatur.

A growing population means an ever-increasing need for energy. At this moment, the magnitude of the energy was undeniable. Utilization of Floating Photovoltaic (FPV) can be a solution to achieve the target of solar power generation while preserving the environment. Photovoltaic (PV) solar installations have an intense land demand burden which will always be a premium commodity. However, since the electricity generated by PV depends solely on the solar cycle, PV can generate maximum power during Peak Sun Hour (PSH) which is around 4 hours per day. In this study, the author tries to apply Compressed Air Energy Storage (CAES). CAES stores energy from the FPV, and the stored energy will be used to drive a generator to generate electricity. In this experiment, the author implements a Tesla turbine as an energy extraction tool business from CAES. yielded an estimated maximum efficiency of 27.63%, when running the test at 6 bar, which is comparable to the literature test."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Siburian, Yogi Yohannes
"Potensi Energi Terbarukan (ET) di Indonesia cukup tinggi namun belum dimanfaatkan secara optimal. Minimnya pemanfaatan ET untuk ketenagalistrikan disebabkan masih ketergantungan dengan pembangkit fosil terutama batu bara karena sejak dahulu batu bara adalah sumber energi petahana yang melimpah dan sudah dimanfaatkan sejak lama di Indonesia. Energi surya dan energi hidro merupakan potensi ET terbesar pertama dan ke-dua di Indonesia, namun pemanfaatannya masih minim. Salah satu kendala yang dihadapi dalam pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) adalah keterbatasan lahan terbuka untuk menghasilkan energi keluaran yang besar. Selain keterbatasan lahan, lahan yang tersedia pun memiliki risiko harga tanah yang terlalu tinggi dan kompleksitas dari struktur kepemilikan tanah untuk memperoleh perizinan lahan. Salah satu inovasi pengembangan energi surya untuk mengatasi hambatan ketersediaan lahan tersebut adalah adanya PLTS terapung (Floating Photovoltaic). Salah satu jenis pembangkit ET dalam kapasitas besar yang diandalkan untuk mencapai target bauran ET adalah Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Pumped Hydro Storage (PHS) dengan studi kasus pada PLTA Upper Cisokan Pumped Storage berkapasitas 1040 MW. Tujuan pembangunan Proyek PHS ini adalah untuk meningkatkan kapasitas daya beban puncak sistem pembangkit listrik di Jawa-Bali yang ramah lingkungan dan sustainable dengan memanfaatkan kondisi oversupply kelistrikan dimana PLTU Batubara yang beroperasi surplus pada Luar Waktu Beban Puncak (LWBP) dapat digunakan untuk memompa air dari Lower Reservoir menuju Upper Reservoir. Selain itu efisiensi dari Floating PV System yang tidak lagi membutuhkan lahan. Sehingga, dapat diintegrasikan dengan PHS akan membantu memompa air dari Lower Reservoir menuju Upper Reservoir. Dalam penelitian ini akan dilakukan analisis keekonomian dari integrasi pemasangan Floating Photovoltaic (FPV) pada luasan permukaan air Lower Reservoir dan Upper Reservoir dengan PHS. Sesuai dengan analisis perhitungan menggunakan software Homer Pro didapatkan bahwa biaya energi rata rata (LCOE) dari konfigurasi yang paling optimal untuk integrasi PHS dengan FPV lebih efisien sebesar 18,79 %.

The potential for Renewable Energy (RE) in Indonesia is quite high but has not been used optimally. The lack of use of RE for electricity is due to the dependence on fossil fuel generation, especially coal, because the incumbent energy source is abundant and has been used for a long time in Indonesia. Solar Energy and Hydro Energy are the first and second largest RE potentials in Indonesia, but their utilization is still minimal. One of the obstacles faced in the development of solar power plants (PLTS) is the limited open land to produce large amounts of energy. In addition to land limitations, the available land also carries the risk of too high land prices and the complexity of the land ownership structure to obtain land permits. One of the innovations in developing solar energy to overcome the availability of land is the Floating Photovoltaic PLTS (Floating Photovoltaic). One type of RE generator with a large capacity that can be relied upon to achieve the RE mix target is a Pumped Hydro Storage Hydroelectric Power Plant (PLTA) with a case study on the Upper Cisokan Pumped Storage with a capacity of 1040 MW. The objective of this PHS Project is to increase the peak power capacity of the power generation system in Java-Bali which is environmentally friendly and sustainable by taking advantage of the oversupply of electricity where coal power plants operating in surplus at Outside Peak Load Time (LWBP) can be used for the reservoir to the Upper Reservoir. In addition, the efficiency of the Floating PV System which no longer requires land so that it can be integrated with PHS will help pump water from the Lower Reservoir to the Upper Reservoir. In this study, an economic analysis will be carried out from the integration of the installation of Floating Photovoltaic (FPV) on the water surface area of ​​the Lower Reservoir and Upper Reservoir with PHS. In accordance with the calculation analysis using the Homer Pro software, the calculation result shows levelized cost of energy (LCOE) from the most optimal configuration for PHS integration with FPV is more efficient by 18.79% rather than the PHS stand alone."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2021
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library