Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Samira Febrita
"Kota Jakarta Pusat sebagai wilayah metropolitan mengalami fenomena Urban Heat Island (UHI), di mana Ruang Terbuka Hijau (RTH) berperan penting dalam menurunkan suhu melalui efek pendinginan. Namun masih belum jelas bagaimana karakteristik RTH dan tutupan lahan di sekitarnya dapat memengaruhi suhu. Penelitian ini bertujuan menyimpulkan karakteristik RTH publik dan menganalisis hubungan karakteristik RTH publik dengan Greenspaces Cool Island Intensity (GCII). Karakteristik RTH dalam penelitian ini yaitu luas, landscape shape index (LSI), Normalized Difference Vegetation index (NDVI), dan leaf area index (LAI). Metode turning point digunakan untuk memperoleh nilai GCII dengan mengolah citra Landsat 8 OLI/TIRS tahun 2024. Hasil penelitian menjelaskan Jakarta Pusat memiliki tujuh tipe karakteristik RTH publik. Karakteristik yang dominan adalah RTH berukuran kecil, bentuk tidak beraturan, dan vegetasi berupa pepohonan atau tanaman berdaun lebar serta memiliki kerapatan vegetasi sedang. Rentang jarak pendinginan RTH adalah radius 30 hingga 360 meter (rata-rata 142 meter). Serta, nilai GCII di rentang 0,04 ˚C hingga 2,72 ˚C (rata-rata 1,15 ˚C). Karakteristik taman yang memiliki luas besar, bentuk yang beraturan, tipe vegetasi pepohonan atau tanaman berdaun lebar, dan memiliki kerapatan vegetasi sedang dalam taman dapat menghasilkan intensitas pendinginan yang tinggi.

Central Jakarta as a metropolitan area experiences the Urban Heat Island (UHI) phenomenon, where Green Open Spaces (RTH) play an important role in reducing temperatures through their cooling effect. However, it is still unclear how the characteristics of RTH and the surrounding land cover can influence temperature. This study aims to summarize the characteristics of public RTH and analyze the relationship between public RTH characteristics and Greenspaces Cool Island Intensity (GCII). The RTH characteristics examined in this study include area, landscape shape index (LSI), Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), and leaf area index (LAI). The turning point method was used to obtain GCII values by processing Landsat 8 OLI/TIRS imagery from 2024. The results show that Central Jakarta has seven types of public RTH characteristics. The dominant characteristics are small-sized RTH, irregular shapes, vegetation in the form of trees or broad-leaved plants, and medium vegetation density. The cooling distance range of RTH is a radius of 30 to 360 meters (average 142 meters). The GCII values range from 0.04°C to 2.72°C (average 1.15°C). Parks with large areas, regular shapes, tree or broad-leaved plant vegetation types, and medium vegetation density can generate high cooling intensity. "
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Brielyano Gema Winando
"Tingginya Land Surface Temperature (LST) di perkotaan yang mengakibatkan terjadinya fenomena Urban Heat Island (UHI). Penghijauan dianggap sebagai salah satu upaya mitigasi yang efektif dalam mencegah fenomena UHI di wilayah perkotaan karena lahan bervegetasi memiliki kemampuan untuk menurunkan suhu. Ruang Terbuka Hijau (RTH) dapat dijadikan salah satu elemen yang dimanfaatkan untuk mitigasi perubahan iklim perkotaan. Penghijauan melalui RTH efektif dalam menurunkan suhu dan memitigasi dampak UHI di perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami sejauh mana efektivitas RTH di Kota Depok dalam menurunkan suhu lingkungan di sekitar area perkotaan yang padat bangunan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui penginderaan jauh dan didapatkan 30 sampel RTH. Radius buffer RTH ditentukan menggunakan metode Equal Radius. Data dianalisis menggunakan analisis statistik untuk mengetahui korelasi antara karakteristik RTH, komposisi tutupan lahan, kerapatan vegetasi, dan kerapatan bangunan terhadap nilai Greenspaces Cool Island Intensity (GCII) dan analisis spasial untuk menjelaskan keadaan di dalam dan di sekitar RTH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik RTH, komposisi tutupan lahan, kerapatan vegetasi, dan kerapatan bangunan memiliki hubungan positif yang signifikan terhadap nilai GCII. Kesimpulan dari penelitian ini adalah RTH dapat mempengaruhi penurunan suhu permukaan untuk lingkungan di sekitarnya.

The high Land Surface Temperature (LST) in urban areas has resulted in the Urban Heat Island (UHI) phenomenon. Greening is considered as one of the effective mitigation efforts in preventing the UHI phenomenon in urban areas because vegetated land has the ability to reduce temperature. Green Open Space (RTH) can be used as one of the elements utilized to mitigate urban climate change. Greening through Greenspaces is effective in reducing temperature and mitigating the impact of UHI in urban areas. The purpose of this study is to understand the extent to which the effectiveness of Greenspaces in Depok City in reducing environmental temperatures around urban areas that are densely built. The method used in this study is a quantitative approach. Data were collected through remote sensing and 30 green space samples were obtained. The RTH buffer radius was determined using the Equal Radius method. Data were analyzed using statistical analysis to determine the correlation between RTH characteristics, land cover composition, vegetation density, and building density to the value of Greenspaces Cool Island Intensity (GCII) and spatial analysis to explain the situation in and around RTH. The results showed that the characteristics of RTH, land cover composition, vegetation density, and building density have a significant positive relationship to the value of GCII. The conclusion of this study is that Greenspaces can influence the reduction of surface temperature for the surrounding environment."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library