Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 5 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Jatmiko Gustinanda
"Fenomena kenaikan berat badan pada mahasiswa tahun pertama umum ditemukan dan merupakan peristiwa menentukan dalam terjadinya obesitas pada populasi mahasiswa. Dipahami bahwa mahasiswa terpajan dengan stres dan stres adalah salah satu faktor risiko obesitas melalui pengaruhnya terhadap faktor hormon yang meregulasi keseimbangan energi. Namun, pengaruh stres terhadap kenaikan berat badan dan perubahan indeks massa tubuh masih perlu dieksplorasi.
Studi ini mengevaluasi fenomena perubahan indeks massa tubuh pada mahasiswa tahun pertama Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan hubungannya dengan stres. Seratus limapuluh empat mahasiswa tahun pertama yang sudah diukur berat dan tinggi badannya di Klinik Makara Universitas Indonesia di awal tahun ajaran, diukur kembali berat dan tinggi badannya di akhir tahun ajaran. Mereka juga diminta untuk mengisi kuesioner Perceived Scale Stress 10. Kami tidak menemukan adanya perubahan indeks massa tubuh yang bermakna (p=0,346), sementara secara statistik, berat dan tinggi badan menunjukkan perubahan yang bermakna (p=0,012 dan p<0,01). Untuk stres, walaupun ditemukan stres yang cukup tinggi pada subyek (18,35 ± 6,49), tidak ditemukan adanya hubungan antara stres dan perubahan indeks massa tubuh (RR=1,18; IK95%=0,9-1,5; p=0,233).

Freshmen weight gain is a common finding in college students and it is an important event playing role in the obesity incidence in the college students. It is understood that students are frequently exposed to stress and stress is a major risk factor of obesity through the influence of hormonal factors that regulate energy balance. However, the relationship between stress and weight gain and the change in body mass index remains a topic to explore.
We evaluated the weight gain and body mass index change phenomenon in the freshmen in the Faculty of Medicine Universitas Indonesia and its relationship with stress. One hundred-fifty-four students whose weight and height had been measured at the beginning of academic year were once again measured their weight and height at the end of the academic year. They were also asked to filled the Perceived Stress Scale-10 questionnaire. We did not found a significant change in the body mass index (p=0,346), whilst a statistically significant change in weight (p=0,012) and height (p<0,01) were observed. Moreover, while we found a high stress score mean (18,35 ± 6,49), it did not appear to have an effect on the change in body mass index (RR=1,18; IK95%=0,9-1,5; p=0,233).
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Desyana Endarti Hendraswari
"Hipertensi merupakan penyakit kronik akibat gangguan sistem sirkulasi darah kini masih menjadi masalah dalam kesehatan masyarakat. Dampak dari penyakit hipertensi ini apabila tidak ditanggulangi dengan baik menimbulkan masalah besar bagi kehidupan seseorang oleh karena komplikasi yang ditimbulkannya seperti stroke, infark miokardial, gagal ginjal, sampai kematian akibat ?krisis hipertensi? (situasi yang gawat akibat peninggian tekanan darah yang tiba-tiba).
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui proporsi dan faktor risiko yang berhubungan dengan hipertensi pada masyarakat yang tinggal di Kelurahan Jagakarsa Tahun 2007. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional berdasarkan data screening test jantung di Puskesmas Kecamatan Jagakarsa. Sampel dalam penelitian ini 444 responden usia 20 tahun ke atas.
Proporsi hipertensi di Kelurahan Jagakarsa adalah 57,9%. Responden terbanyak adalah responden dengan usia lebih dari 40 tahun (73,9%), perempuan (75%), status IMT normal (77,7%), tidak merokok (96,6%), bukan penderita diabetes (99,1%), dan tidak melakukan aktivitas fisik (88,7%).
Terdapat hubungan bermakna pada faktor risiko umur dengan hipertensi, PR=2,3 (95% CI 1,9-2,7). Faktor risiko IMT dengan hipertensi PR= 1,4 (95% CI 1,2-1,6). Hubungan tidak bermakna secara statistik terdapat pada hubungan antara jenis kelamin, merokok, diabetes melitus, aktivitas fisik dengan hipertensi. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa faktor risiko yang berhubungan dengan hipertensi di Kelurahan Jagakarsa adalah variabel umur dan variabel IMT."
Depok: Universitas Indonesia, 2008
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Nirmawati
"Prevalensi hipertensi yang ditemukan pada Anak Buah Kapal (ABK) yang terpajan bising di Dit Pol Air Babinkam Polri cukup tinggi. Apabila dalam waktu jangka panjang kondisi ini tidak dikendalikan akan berakibat meningkatnya angka kesakitan (morbiditas) dan angka kematian (mortalitas). Desain penelitian adalah cross sectional. Subjek penelitian Anak Buah Kapal (ABK) yang terpajan bising sejumlah 119 Anak Buah Kapal. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi faktor risiko hipertensi. Hasil analisis data ditemukan 37 (31,1%) cukup tinggi dibandingkan dengan pekerja di Indonesia 15,1% Faktor indeks masa tubuh merupakan faktor yang paling dominan terhadap kejadian hipertensi dengan risiko 2,646 kali dibandingkan dengan indeks masa tubuh yang norm.

Prevalence hypertension found on ship crew who exposed noise, Directorate of Water Police, Centre for safety promotion was enough high. if in long term condition it causes improving morbidity and mortality rate. These case used cross sectional methods. Subjects ship crew who exposed noise that condused 119 ship crew The purpose of this research is to identify risk factors of hypertension. Based on survey as much as 37 or 31,3% .Body mass index factors is a dominant risk factors of hypertension.body mass index of the crew above normal Had a risk of 2,646 times campared with a normal body mass."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2010
T21802
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Ade Junaidi
"Status indeks masa tubuh pada pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis menjadi suatu penentuan tingkat morbiditas dan mortalitas. Pada pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis dapat mengalami penurunan atau peningkatan indeks masa tubuh. Kami menggunakan metode potong lintang pada studi ini. Penelitian dilakukan pada 108 pasien hemodialisis di bangsal hemodialisis Subbagian Ginjal Hipertensi Departemen Ilmu Penyakit Dalam RSCM pada bulan Februari 2009. Kemudian diambil data dari status pasien mengenai berat badan kering dan tinggi badan pasien saat pertama kali menjalani hemodialisis dan bulan februari 2009. Berdasarkan perubahan indeks massa tubuh maka data ini dibagi atas 2 kelompok yaitu kelompok dengan peningkatan indeks masa tubuh dan penurunan indeks masa tubuh. Pasien berumur rerata 50,4 ± 13,4 tahun, terdiri dari 57% pria dan 43% wanita, dan lama menjalani hemodialisis rerata 2.3 tahun (0.3-17.5). Dengan uji Pearson didapatkan korelasi positif yang bermakna antara lama menjalani hemodialisis dengan peningkatan indeks masa tubuh (p<0.001, r = 0.727) maupun penurunan indeks masa tubuh (p<0.001, r = 0.709). Disimpulkan bahwa lama menjalani hemodialisis mempengaruhi peningkatan maupun penurunan indeks massa tubuh pasien hemodialisis.

Status of body mass index on chronic kidney disease patients who undergo hemodialysis is a determinant factor for morbidity and mortality. Hemodialysis patients can increase or decrease their body mass indexes. In this study, we used cross sectional method. We selected 108 patients that has already undergone hemodialysis twice a week for at least three months in hemodialysis ward of Cipto Mangunkusumo Hospital in February 2009. Data are taken from dry weight and body height in medical records at the initial hemodialysis and on February 2009. We categorized patients into increased body mass index category and decreased body mass index category. The patients have mean age of 50,4 ± 13,4 years and a mean duration of hemodialysis of 2.3 (0.3-17.5) years, 57% were male and 43% were female. By Pearson analysis, there was significant positive correlation between increased body mass index (p<0.001, r = 0.727) and decreased body mass index (p<0.001, r = 0.709) with hemodialysis duration. It was concluded that duration of hemodialysis significantly influenced body mass index in hemodialysis patients."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2009
S-pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Sebayang, Agnes Natalia
"ABSTRAK
Konsumsi makanan dapat mempengaruhi status gizi seseorang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran konsumsi makanan mahasiswa di Universitas Indonesiayang melibatkan 96 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan 78.1% adalah perempuan, 52.1% responden dengan keluarga besar, 53.1% mahasiswa memiliki tingkat pengetahuan rendah mengenai nutrisi dan 15.6% mahasiswa memiliki Indeks Masa Tubuh lebih besar dari 25. Selain itu, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara asupan energi maupun protein denganIMT, fakultas dan pengetahuan. Penelitian ini dapat menjadi rekomendasi bagi peneliti lain yang ingin melakukan penelitinan pada mahasiswa yang ada di Universitas Indonesia.

Abstract
Food consumption can affect the nutritional status of person. This research was conducted to determine the student an overview of food consumption in Universitas Indonesia that took a sample of the 96 respondents. The results of this study showed 53.1% of students have low levels of knowledge about nutrition and 15.6% of students had a body mass index greater than 25. Beside of that, there is no significant relationship between caloric intake or protein in weekdays or weekend with Body Mass Index, Faculty, and knowledge. This research could be as a recommendation for the other researcher that want to make a research in a student of Universitas Indonesia"
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2012
S43474
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library