Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 10 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Jogjakarta: Madjelis Luhur Persatuan Taman Siswa, 1967
370 KAR
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Simon Rande
"ABSTRAK
Manusia yang mempunyai harapan tidak takut menghadapi kenyataan. Mengakhiri suatu uraian dengan harapan-harapan merupakan suatu kebiasaan. Tidak semua harapan menjadi kenyataan. Mungkin sama sekali jauh dari kenyataan. Karena itu harapan-harapan dan saran-saran adalah lagu lama yang tetap aktual dengan keterbukaan dan kesadaran bahwa setiap karya tulis adalah karya bersama...

"
1985
S16105
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Al Musanna
"Kajian ini bertujuan untuk mengungkap gagasan dan praktik (praksis) pendidikan Ki Hadjar Dewantara. Kajian dilakukan melalui penelusuran karya Ki Hadjar Dewantara dan literatur kontemporer yang relevan. Berdasarkan kajian yang dilakukan terungkap bahwa Ki Hadjar Dewantara menempatkan pendidikan sebagai prasyarat untuk mewujudkan transformasi sosial yang adil dan beradab. Menurut Ki Hadjar Dewantara, praksis pendidikan harus berakar pada jati diri dan khazanah luhur budaya bangsa yang dalam beberapa dekade terakhir populer disebut indigenisasi atau pribumisasi. Indigenisasi pendidikan menuntut adanya upaya kritis dan kreatif untuk merangkum warisan luhur budaya bangsa sebagai pondasi pendidikan dengan tidak menutup mata terhadap dinamika ilmu pengetahuan, teknologi, dan perubahan sosial. Indigenisasi pendidikan yang telah diletakkan fondasinya oleh Ki Hadjar Dewantara menempatkan pendidikan sebagai proses sadar dan sistematis untuk mengembangkan karakter luhur yang berakar pada nilai-nilai budaya setempat dan pada saat bersamaan memberi perhatian pada pengembangan kompetensi peserta didik sehingga memiliki kapasitas menjalani kehidupan secara bermartabat sesuai tuntutan zaman. Dengan demikian, postulat utama praksis pendidikan Ki Hajar Dewantara adalah interdependensi kebudayaan dan pendidikan."
Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017
370 JPK 2:1 (2017)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Alamsyah
"Ki Hadjar Dewantara adalah salah satu tokoh nasional yang dikenal melalui pemikiran-pemikiran, seperti pemikiran tentang kebudayaan dan pendidikan. Selain itu, ternyata Ki Hadjar Dewantara juga mengembangkan pemikiran tentang pertanian. Pemikiran tersebut mempunyai keterkaitan dengan kebijakan pertanian pada masa pendudukan Jepang. Kebijakan tersebut telah menimbulkan konsekuensi terhadap Ki Hadjar Dewantara yang berimbas pada perguruan nasionalnya, yaitu Taman Siswa. Atas konsekuensi tersebut, Ki Hadjar Dewantara beradaptasi dengan cara mengatur siasat melalui implementasi pemikirannya tentang pertanian melalui Taman Siswa, serta memberikan aspirasi dalam lembaga pemerintahan Jepang di Chuo Sangi-In (Dewan Pertimbangan Pusat). Dalam tahapan metode sejarah yang terdiri dari tahap heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi, penelitian ini akan mengulas pemikiran Ki Hadjar Dewantara tentang pertanian, bagaimana implementasinya pada masa pendudukan Jepang, serta dampak seperti apa yang ditimbulkan. Penelitian ini tidak pernah dibahas sebelumnya oleh peneliti-peneliti terdahulu yang membahas mengenai tokoh dan pemikirannya, dengan zaman terkait. Oleh karena itu, hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi pemikiran Ki Hadjar Dewantara tentang pertanian pada masa pendudukan Jepang merupakan adaptasi atas kondisi beliau untuk mempertahankan segala kepentingannya mengenai pendidikan dan kesejahteraan rakyat dalam gerakan berkamuflase di Taman Siswa, serta memanfaatkan partisipasinya di lembaga Chuo Sangi-In yang mempengaruhi atas gejala menuju sebuah kemerdekaan Indonesia.

Ki Hadjar Dewantara is a national figure known through thoughts, such as thoughts about culture and education. Other than that, Ki Hadjar Dewantara also developed thoughts about agriculture. This thought was related to the agricultural policy during the Japanese occupation. The policy has consequences for Ki Hajar Dewantara who impacted his national institution, namely Taman Siswa. For this consequences, Ki Hadjar Dewantara adapts by organizing tactics through the implementation of his thoughts on agriculture through Taman Siswa, as well as providing aspirations in the Japanese governmental institution at Chuo Sangi-In (Central Advisory Council). In the stages of the historical method which consists of heuristic, critics, interpretation, and historiography, this study will review the extent of Ki Hadjar Dewantara's thoughts about agriculture, how he implemented it during the Japanese occupation, and and what impact it has. This research has never been discussed before by previous researchers who discussed the figure and his thoughts, with related times. Therefore, the results of this study indicate that the implementation of Ki Hadjar Dewantara's thoughts about agriculture during the Japanese occupation was an adaptation of his condition to maintain all his interests regarding education and public welfare in the camouflage movement in Taman Siswa, also utilizing his participation in the Chuo Sangi-in institution which influenced for the symptoms towards an Indonesian independence."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2020
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
"Pemikiran Ki Hadjar Dewantara tentang kebudayaan berfokus pada konsep "buah budi" manusia sebagai hasil perjuangan melawan alam dan zaman, yang bertujuan untuk mencapai kemerdekaan dan kejayaan hidup. Sikap merdeka dalam kebudayaan ini diwujudkan melalui adaptasi selektif terhadap pengaruh luar, seperti yang tercermin dalam trikon (kontinuitas, konvergensi, dan konsentrisitas) dan gagasan asosiasi (pertemuan budaya timur-barat). "
Yogyakarta: Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST-Press), 2013
370.92 HAD
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
"Pemikiran Ki Hadjar Dewantara tentang kebudayaan berfokus pada konsep "buah budi" manusia sebagai hasil perjuangan melawan alam dan zaman, yang bertujuan untuk mencapai kemerdekaan dan kejayaan hidup. Sikap merdeka dalam kebudayaan ini diwujudkan melalui adaptasi selektif terhadap pengaruh luar, seperti yang tercermin dalam trikon (kontinuitas, konvergensi, dan konsentrisitas) dan gagasan asosiasi (pertemuan budaya timur-barat). "
Yogyakarta: Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST-Press), 2013
370.92 HAD
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
"Pemikiran Ki Hadjar Dewantara tentang kebudayaan berfokus pada konsep "buah budi" manusia sebagai hasil perjuangan melawan alam dan zaman, yang bertujuan untuk mencapai kemerdekaan dan kejayaan hidup. Sikap merdeka dalam kebudayaan ini diwujudkan melalui adaptasi selektif terhadap pengaruh luar, seperti yang tercermin dalam trikon (kontinuitas, konvergensi, dan konsentrisitas) dan gagasan asosiasi (pertemuan budaya timur-barat). "
Yogyakarta: Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST-Press), 2013
370.92 HAD
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
"Materi kuliah Ketamansiswaan membahas pemikiran, ajaran, dan praktik pendidikan Ki Hajar Dewantara yang berpusat pada Pendidikan Nasional Berbasis Kebudayaan dengan landasan Pancadharma (Kodrat Alam, Kebudayaan, Kemerdekaan, Kebangsaan, Kemanusiaan) dan metode Sistem Among (Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani) untuk menciptakan manusia merdeka yang berbudi pekerti luhur, berjiwa Pancasila, dan berkontribusi bagi bangsa. Mahasiswa diajak mengkaji relevansi ajaran ini, mengembangkan profesionalisme (Ngerti-Ngrasa-Nglakoni), serta menanamkan nilai kemandirian dan tanggung jawab. "
Yogyakarta: Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST-Press), 2014
370.959 8 MAT
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Ki Hadjar Dewantara, 1889-1959
""Tamansiswa Badan Perjuangan" adalah konsep perjuangan kebudayaan dan pendidikan yang diusung oleh Ki Hajar Dewantara untuk melawan penjajahan dan mengembangkan potensi manusia. Melalui pendidikan yang berakar pada budaya bangsa, Tamansiswa bertujuan untuk mengusir penjajah secara spiritual dan intelektual, serta membentuk manusia yang merdeka, berbudaya, dan berjiwa nasional. "
Yogyakarta: UST-PRESS, 2015
370.959 8 HAD t
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
"Buku ini merupakan manifestasi pemikiran dari tokoh penting pendidikan Indonesia, Raden Mas Soewardi Soerjaningrat atau yang lebih kita kenal sebagai Ki Hadjar Dewantara (1889-1959). Sumbangsih Ki Hajar Dewantara dalam perkembangan pendidikan nasional sangatlah kental dan masih bisa dirasakan hingga saat ini, pemikiran-pemikiran seperti dan konsep manusia merdeka masih membekas dalam corak pendidikan nasional kita. Buku yang diterbitkan oleh UST-Press pada tahun 2013 ini secara khusus membahas mengenai pemikiran, konsepsi, keteladanan, dan sikap merdeka yang didasarkan pada pemikiran Ki Hajar Dewantara dalam seri buku pertamanya. Sumber-sumber yang digunakan dalam buku ini sebagian besar merupakan sumber primer berupa arsip dan dokumen terkait Taman Siswa yang dirilis pada awal hingga pertengahan abad ke-20. Pembahasan dalam buku ini terbagi menjadi delapan bab yang secara umum berfokus pada pendidikan nasional yang ideal menurut Ki Hajar Dewantara. Resensi buku akan difokuskan terhadap topik yang menurut penulis cukup penting. Pendidikan nasional yang dalam hal ini didasarkan pada pandangan ideal Ki Hajar Dewantara berdasarkan nilai-nilai lokal bangsa Indonesia."
Yogyakarta: Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST-Press), 2013
370.92 HAD
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library