Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 26 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2002
S5463
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2001
S5485
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Salim Haji Said
Bandung: Mizan Media Utama, 2015
959.8 SAL g
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Nordlinger, Eric A.
Jakarta: Rineka Cipta, 1990
322.5 NOR m
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Fadhil Radhian Akhmad
"ABSTRAK
Kudeta militer Mesir yang terjadi pada pemerintahan Presiden Mursi pada 3 Juli 2013 cukup menyita perhatian masyarakat dunia. Mesir yang baru saja lepas dari pemerintahan diktator Husni Mubarak dan menyelenggarakan pemilu demokratis pertamanya, langsung mengalami peristiwa kudeta oleh militernya sendiri setahun kemudian. Muhammad Mursi, presiden terpilih dari partai Ikhwanul Muslimin, baru setahun menjabat sebagai presiden. Partai Ikhwanul Muslimin yang sebelumnya sangat kuat, saat ini menjadi buronan di Mesir. Berbagai faktor, baik internal maupun eksternal, memicu terjadinya kudeta ini. Faktor terbesar adalah kemunduran ekonomi Mesir dan keresahan masyarakat atas Mursi yang mengambil kebijakan-kebijakan semi-diktator. Pengaruh militer yang kuat di Mesir juga menjadi faktor yang membuat kudeta ini dapat terjadi. Selain itu, terdapat pula kemungkinan adanya intervensi Amerika Serikat yang memiliki beberapa kepentingan di Mesir dan Timur Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi pustaka. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan latar belakang sejarah dan faktor-faktor yang mempengaruhi kudeta ini.

ABSTRACT
Egypt rsquo s military coup d rsquo etat which was happened to President Mursi rsquo s government in 3rd of July 2013 immediately gained world rsquo s attention. Just released from dictator Husni Mubarak rsquo s regime for a year and held its first democratic election, Egypt suffered a coup d rsquo etat by its own military force. Muhammad Mursi, Egypt rsquo s first elected President from Islamic Brotherhood party, sat in his office for just one year. The party itself which was very strong, now become fugitives. Both internal and external factors are considered responsible for this coup d rsquo etat. The biggest factors are economic falls and public anxiety for Mursi decisions which was considered semi dictatorship. The military force rsquo s strong influence in Egypt also played a big role which made this coup d rsquo etat happened. Besides that, there is a possibility of intervention from United States of America whose interests are existed in Egypt and Middle East countries. This study is a qualitative research with literature study method. The purpose of this study is to explain historical backgrounds and factors which influenced the coup d rsquo etat."
2017
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
"Since its emergence in Thailand, the military has significant role in politics. It is proved by the coups which are mastermind by militery. Although they has backward from political stage in 1991. but in 2006 the militery re-involve in politics. The militery involvement in politics was caused by two factors : firstly the internal factor namely the value and militery orientation either individually or organizationally and also conflict of interest between militery and civilian...."
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Djadja Suparman
Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2013
920.71 DJA j (1);920.71 DJA j (2)
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Janssen, Hilde
""itu temanku Annie dan MIny" itulah yang dikaakan Dolly pada Hilde Janssen ketika menunjukkan selembar foto yang menampakkan dua wanita Belanda di Kereta api pada 1947."
Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2016
920.725 98 JAN t
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Wirafaruqi Rafly
"ABSTRAK
Ruang lingkup penelitian difokuskan tentang kudeta pada masa Abbasiyah era pertama, sekitar 750 Masehi sampai 1258 Masehi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemunduran dinasti Abbasiyah yang salah satunya disebabkan oleh kudeta. Hal ini adalah sebuah permasalahan, karena dinasti Abbasiyah dianggap sebagai masa kejayaan Islam. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode penulisan sejarah. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa, kudeta merupakan salah satu penyebab yang signifikan terhadap kemunduran dinasti Abbasiyah. Penyebab terjadinya kudeta adalah sentimen golongan, suksesi, ekonomi, kebijakan penguasa, dan sekte menyimpang. Tujuan di balik kudeta tersebut adalah stabilisasi, reformasi dan revolusi.

ABSTRACT
This research is to study the coup d rsquo etat that happened in the time of Abbasid caliphate. The scale of the research was being focused on the coup d rsquo etat that happened in the first era of Abbasid caliphate, that was reigned about 750 A.D. until 1258 A.D. The reason behind this Thesis was the significant declination of the Abbasid caliphate caused by internal problems. This is a problem, because Abbasid caliphate was regarded as the time of islamic golden age. This research is a cualitative reasearch based on historical research. The conclusion of the research is that coup d rsquo etat is one of the major causes of the declination of Abbasid caliphate. The causes of the coup are group sentimental, succession, economic, government decision, and heretical sect. The goals of the coup are stabilization, reformation, and revolution."
2017
S69885
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Andri Rahman Syifa
"Pasca pemisahan Sudan Selatan pada tahun 2011, Sudan mengalami penurunan pendapatan negara yang membuat kondisi perekonomian memburuk. Kondisi perekonomian ini juga menyebabkan anggaran untuk militer dikurangi dan memicu maraknya kasus korupsi di kalangan pejabat. Masyarakat yang tidak puas terhadap kondisi tersebut melakukan aksi protes yang dimulai pada akhir tahun 2018. Puncaknya pada 11 April 2019, Al-Bashir dicopot dari jabatannya sebagai Presiden oleh pihak militer Sudan dan memasuki masa pemerintahan transisi yang diwakili TMC dari pihak militer dan perwakilan dari pihak sipil yang diwakili oleh Forces of Freedom and Change (FFC), kedua organisasi tersebut kemudian membentuk Dewan Kedaulatan dan menandatangani Draft Piagam Konstitusi. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui penyebab terjadinya kudeta militer Sudan tahun 2019, mengetahui proses pemerintahan transisi Sudan setelah adanya kudeta, dan mengetahui dampak kudeta terhadap masyarakat Sudan. Artikel ini disusun menggunakan metode penelitian kualitatif, analisis, dan deskriptif yang menggunakan pendekatan studi pustaka. Hasil dari tulisan ini adalah Kudeta Militer di Sudan dapat terjadi karena pemerintah telah kehilangan legitimasinya, sehingga militer dapat melakukan intervensi dan mencopot jabatan al-Bashir. Dalam proses transisinya, pemerintahan transisi Sudan lebih didominasi oleh militer dibanding sipil, bahkan pihak militer membubarkan pemerintahan transisi secara sepihak pada Oktober 2021. Kudeta ini menyebabkan adanya reformasi hukum-hukum Islam di Sudan serta normalisasi hubungan dengan Israel sebagai upaya dalam mencari dukungan dari pihak internasional.

After the separation of South Sudan in 2011, Sudan experienced a decline in state income which made economic conditions worsened. This economic condition also led to a reduction in the budget for the military and triggered widespread corruption cases among officials. Sudanese who are dissatisfied with these conditions hold protest that started in late 2018. The peak was on April 11, 2019, Al-Bashir was removed from his position as President by the Sudanese military and entered a transitional government represented by the TMC from the military and representatives from the civilian side represented by the Forces of Freedom and Change (FFC), the two organizations then formed the Sovereign Council and signed the Draft Constitutional Declaration. This article aims to find out the causes of the Sudanese military coup in 2019, to find out the process of Sudan's transitional government after the coup, and to find out the impact of the coup on Sudanese society. This article was compiled using qualitative, analytical, and descriptive research methods using a literature study approach. The result of this paper is that the Military Coup in Sudan can occur because the government has lost its legitimacy, so the military can intervene and remove al-Bashir from his position. In the transition process, Sudan's transitional government is dominated by the military rather than civilians, the military even disbands the transitional government unilaterally in October 2021. This coup led to the reform of Islamic laws in Sudan and the normalization of relations with Israel in an effort to seek international support."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2022
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3   >>