Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 42 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Situmorang, Marihat
"Dalam tesis ini dibahas masalah matching pada graph bipartit, khususnya matching lengkap pada graph bipartit lengkap Kn,n, berbobot. Mula-mula yang dibahas adalah cara penentuan matching maksimum pada graph tak berbobot dengan menggunakan algoritma labeling. Kemudian akan dibahas penentuan matching lengkap melalui pencarian jumlah bobot-bobot seminimum mungkin dengan menggunakan algoritma minimal sum matching (algoritma MSM) Serta contoh aplikasinya.
Berikutnya dibahas penentuan matching lengkap melalui pencarian hasil kali bobot-bobot seminimum mungkin dengan menggunakan algoritma minimal product matching (algoritma MPM) serta contoh aplikasinya. Implementasi kedua algoritma MSM dan MPM dilakukan untuk pengisian posisi pada suatu lembaga pendidikan. Data masukan berupa angka prioritas pengisian posisi tersebut disajikan dalam bentuk matriks. Untuk penentuan matching lengkap, dibuat program untuk MSM dan satu program untuk MPM dalam bahasa pemrograman C. Proses dijalankan pads komputer PC Pentium-S, dengan memory 16 MB dan CPU clock 120 MHz."
1999
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Computer teknology has been fastly developed in each life elemen; one of them is digital imaging technology.Taking a digital picture is very easy,on the other one hand there are many digital processing for digital imaging has been used nowday...."
004 CJTK 1:1 (2008)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
cover
"There are two phonetic string amtching algorithms that have been developed for string matching in English spelling, such as soundex and doublemetaphone...."
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Akarajit Tanjana
"ABSTRAK
Automatic schema matching is a process to find correspondences among different data attributes from either databases or XML schemas. since there is an inconsistency for naming attributes, the schema matching which is done by humans is the most practical; however, it is time-consuming and incurs great expense. therefore, automatic schema matching process has been extensively studied in the past. Most works still face many challenges such as abbreviation, synonym, hypernym, and structural problems. Some existing works take schema name, instance, data type and schema description as internal resources while other works employ external resources, such as several online dictionaries and ontologies, to increase accuracy for schema matching.
In this paper, we address automatic matching problems by employing abbreviation, synonym, and hypernym lists; furthermore, we propose a novel structure similarity algorithm. Finally, we propose to use fuzzy logic, a novel fuzzy scoring algorithm to increase the accuracy of our system. as comparing our systems with existing works on open data; we find that our system outperforms existing works with an f-measure of 90%."
Pathum Thani: Thammasat University, 2017
670 STA 22:3 (2017)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
"Penterjemah barcode merupakan salah satu penelitian dalam bidang
computer vision. Secara sederhana, computer vision ingin membangun sebuah
mesin cerdas yang mempunyai kemampuan melihat seperti makhluk hidup.
Sistem penterjemah ini bekerja dengan cara mencari lokasi dari barcode
tersebut, mensegmentasi setiap karakter yang ada dari barcode tersebut dan
kemudian mengenali setiap karakter tersebut dengan menggunakan teknik
template matching. Template Matching adalah solusi sederhana jika karakter yang
ingin dikenali memiliki jenis dan ukuran yang sama. Aplikasi ini dibangun
menggunakan Visual C++, dan Visual C++ Imaging Library.
Aplikasi yang dibangun ini dapat mengenali barcode yang terdapat dalam
sebuah citra pada tahapan pengujian dengan prosentase keakuratan 50 %."
[Universitas Indonesia, ], 2007
S29330
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Etang Lintang Hinanjalu
"Luas perkebunan jambu mete di Sumba Timur kian meningkat dibeberapa tahun belakangan. Kondisi fisik wilayah yang berbatu dan tidak subur menjadi pertanyaan apakah sesuai digunakan untuk perkebunan jambu mete di Sumba Timur khususnya pada Kecamatan Umalulu dan Rindi. Penelitian ini mengkaji distribusi dan kesesuaian lahan untuk tanaman jambu mete di Kecamatan Umalulu dan Rindi, Sumba Timur, NTT. Analisis menggunakan ini metode matching. Hasil menunjukkan adanya 15 perkebunan jambu mete dengan luas total 1096,7 hektar, yang bervariasi dari 29,5 hektar hingga 227 hektar. Sebagian besar perkebunan berukuran menengah, antara 30 hingga 90 hektar dan memiliki produktivitas yang beragam pada skala rendah (1-6 kw/ha) dan sedang (7-12 kw/ha). Kesesuaian lahan dibagi dalam tiga kelas utama: Cukup Sesuai (S2), Sedikit Sesuai (S3), dan Tidak Sesuai (N) dengan ketersediaan air (W) dan retensi nutrisi (F) sebagai faktor pembatas utama. Kesesuaian lahan jambu mete pada Kecamatan Umalulu didominasi dengan sedikit sesuai (S3f), sedangkan di Kecamatan Rindi mayoritas perkebunan termasuk dalam kategori sedikit sesuai (S3w/f) dan beberapa tergolong tidak sesuai (Nf). Hubungan antara kesesuaian lahan dan produktivitas tidak selalu berhubungan sejalan, meskipun ada hubungan antara faktor pembatas dalam sub kelas kesesuaian lahan.

The area of cashew plantations in East Sumba has been steadily increasing in recent years. The physical conditions of the rocky and infertile terrain raise questions about its suitability for cashew cultivation in East Sumba, particularly in the Umalulu and Rindi districts. This study examines the distribution and suitability of land for cashew cultivation in these districts of East Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), using matching method analysis. The results indicate the presence of 15 cashew plantations covering a total area of 1096.7 hectares, ranging from 29.5 hectares to 227 hectares. Most plantations are of medium size, ranging from 30 to 90 hectares, and exhibit varied productivity levels, ranging from low (1-6 kw/ha) to moderate (7-12 kw/ha). Land suitability is categorized into three main classes: Moderately Suitable (S2), Marginally Suitable (S3), and Not Suitable (N), with water availability (W) and nutrient retention (F) as the primary limiting factors. In Umalulu district, cashew land suitability is predominantly categorized as Marginally Suitable (S3f), whereas in Rindi district, the majority of plantations fall into the categories of Marginally Suitable (S3w/f), with some classified as Not Suitable (Nf). The relationship between land suitability and productivity does not always align, despite correlations observed between limiting factors within sub-classes of land suitability."
Depok: Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Lia Sadita
"ABSTRAK
DNA adalah materi genetik yang unik terhadap satu individu, jika individu tersebut tidak memiliki saudara kembar identik. Oleh karena itu, DNA dapat digunakan untuk identifikasi individu. Ketika identifikasi perlu untuk dilakukan, sering terjadi kasus dimana individu yang akan diidentifikasi sulit dikenali misalnya karena korban dimutilasi atau terjadi bencana alam yang membuat korban bencana menjadi rusak berat. Untuk mengenali sampel biologis yang rusak tersebut perlu dilakukan tes DNA (DNA Profiling). Kadang walaupun dapat dilakukan tes DNA, akan tetapi profil DNA yang didapat sudah terdegradasi, karena sampel rusak atau DNA sudah terkontaminasi sel mikro. Untuk kasus seperti itu, selain diperlukan perbaikan di laboratorium juga diperlukan penghitungan nilai kemiripan DNA antarprofil yang lebih baik, sehingga informasi yang mengandung nilai kemiripan tidak hilang. Inilah ide awal mengapa dilakukan penghitungan kemiripan DNA menggunakan logika fuzzy. Di sisi lain, jika terdapat banyak individu yang akan diidentifikasi maka laboran akan kesulitan mengidentifikasi dengan cepat, maka diperlukan suatu sistem yang dapat menghitung nilai kemiripan dengan otomatis. Pada penelitian ini, Penulis melakukan perbandingan dimana teknik defuzzifikasi dan metode inferensi yang digunakan berbeda, sehingga dapat dibangun sistem fuzzy yang lebih baik daripada yang sudah ada sebelumnya.
ABSTRACT
DNA is genetic material which is unique for each individual, except for identical twins. So that, DNA could be a basis for human identification. When identification process is needed, there are cases that the victim is hard to be identified, for example mutilated victims or disaster victims that get heavy body decay. To identify it, we need to do DNA profiling. Even DNA profiling can be done, sometimes DNA profiling has been degraded because of disrepair sample that has been contaminated by micro cell. For this case, DNA needs to be repaired in Laboratory and then do the computation for the similarity value of each DNA profiling, so the similarity information in DNA is not lost. This is the reason why we need to do DNA Profiling using Fuzzy Logic. In the other hand, if there are many individuals that will be identified, it is needed to develop a system that can count the DNA similarity value automatically. On this research, writer is compare between Defuzzification technique and Interference method, so we can build fuzzy system that can show better performance than before.
"
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2009
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Haris
"Bencana sangat sering terjadi di Indonesia, baik diakibatkan tangan manusia maupun kejadian alam. Pada proses identifikasi korban, polisi mempunyai beberapa prosedur standar. Salah satu cara yang paling umum adalah identifikasi menggunakan sidik jari. Namun, teknik ini sulit dilakukan bila korban mengalami cacat/kerusakan tubuh yang parah. Cara alternatif yang biasa digunakan adalah pencocokan dental dengan dental records. Namun, proses ini memakan waktu yang sangat lama sebab polisi harus membandingkan kondisi dental korban (post mortem) dengan dental records (ante mortem). Oleh karena itu, dibuatlah sebuah perangkat lunak yang mampu melakukan identifikasi pencocokan dental dengan otomatis menggunakan citra dental x-ray sebagai masukkan. Pada sistem ini, digunakan Zernike moments sebagai alat ekstraksi ciri. Zernike moments digunakan karena kemampuannya mengenali sebuah citra dengan tepat walaupun citra tersebut mengalami rotasi dan distorsi. Eksperimen yang dilakukan juga akan membandingkan masukkan biner dan grayscale. Sistem terbukti dapat mengenali 100% data uji yang ada pada scenario tertentu, sehingga sistem ini telah dibuktikan sebagai alat yang cukup efektif untuk melakukan identifikasi secara cepat dan tepat.
Disasters often happen in Indonesia, it is caused by human and nature. In order to identify the victim of the disaster, police have their own procedures. A common way to identify is by using finger print identification, but it is not often that the victims have badly body decay. The alternate way is using dental matching process. This process is very time consuming because the matching processes have to compare one by one the dental condition of the victim manually. Using dental x-ray as an input, an application to do matching process is developed. The application can automatically identify the victim by doing dental matching process. In this application, Zernike moments are used as feature extraction. Zernike moments are chosen because it has ability to recognize image accurately, even the image has rotated or distorted. The experiment also compare binary and grayscale image as input for Zernike moments. The application can 100% recognize the victim for some case, so it is powerful tool according to its ability to identify victim fast and accurately."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2009
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5   >>