Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Muhammad Singgih Zulfikar Ansori
"Perusahaan teknologi yang bergantung pada aplikasi sebagai bisnis utama tentu memperhatikan proses pengembangan produknya. Agar tetap unggul dalam persaingan dengan kompetitor, perusahaan teknologi begitu memperhatikan kelincahan (agile) dalam perkembangan produk sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar secara adaptif. Proses yang berkualitas dan agile tentu dapat menghasilkan produk yang berkualitas tinggi dan tepat sesuai kebutuhan. Pendekatan dalam proses pengembangan perangkat lunak yang agile salah satunya ialah dengan kerangka kerja Scrum. Scrum merupakan kerangka kerja yang terus mengalami pembaruan dan tertuang dalam Scrum Guide.
Penelitian ini fokus pada penilaian kematangan Scrum dan penyusunan rekomendasi perbaikan implementasi Scrum dengan tempat studi kasus di PT Sepulsa Teknologi Indonesia. Sepulsa telah menerapkan Scrum selama tiga tahun terakhir. Rekomendasi mengenai perbaikan implementasi Scrum diperlukan sebagai langkah lanjutan hasil evaluasi kematangan Scrum dengan melakukan Aprraisal mengikuti Standard CMMI Appraisal Method for Process Improvement (SCAMPI C) berbasis Scrum Maturity Model (SMM) yang telah diperbarui dengan Scrum Guide 2017, lalu membentuk instrumen mengikuti format PST Tools. Penilaian tingkat kematangan di Sepulsa dilakukan pada produk bisnis Archipelago dan produk bisnis BPA. Selanjutnya, praktik- praktik yang belum terpenuhi dari hasil penilaian akan akan disusun rekomendasi perbaikannya dengan pendekatan Demings Plan, Do, Check, Act (PDCA) Cycle dan didasarkan dari Scrum Guide 2017.
Hasilnya tingkat kematangan dinilai mencapai Level 2 dengan nilai pencapaian di sub-goals 2.1 Basic Scrum sebesar 91,67% (Fully Achieved); 2.2 Software Requirements Engineering sebesar 100% (Fully Achieved); 3.1 Customer Relationship Management sebesar 95,46% (Fully Achieved); dan, 3.2 Iteration management sebesar 94,74% (Fully Achieved). Kemudian rekomendasi yang akan dilakukan adalah praktik 3.1.3.4 menjelaskan kondisi Product Backlog Items yang telah selesai oleh Product Owner saat Sprint Review dan praktik 3.2.2.4 Sprint dengan Sprint Goal yang sudah kedaluarsa akan di akhiri segera.

ABSTRACT
Technology companies in which application is the main business certainly focus on the product development process. In order to be excellent in competition with competitors, technology companies concern to agility in the development of products so that they can adaptively to meet the market needs. Great and agile process will produce high-quality and precise products as needed. One of the approaches to reach agile software- development process is the Scrum framework. Scrum is a framework that is continously updated and is contained in the Scrum Guide.
This study focuses on the Scrum maturity assessment and the making of recommendations for improving Scrum implementation at PT Sepulsa Teknologi Indonesia as the case study site. Sepulsa has been implementing Scrum for the past three years. Recommendations for improving Scrum implementation are needed as a further step in the results of Scrum maturity evaluation using the Standard CMMI Appraisal Method for Process Improvement (SCAMPI C) based on the Scrum Maturity Model (SMM) that has been updated with the Scrum Guide 2017 and formed with PST Tools format. Maturity level assessment at Sepulsa was conducted on business products which are called Archipelago and BPA. Furthermore, the mapping of gaps found from the assessment will be compiled using the Scrum Guide 2017 to form improvement recommendations using the Demings Plan, Do, Check, Act (PDCA) Cycle method.
The end result is that achievement scores at sub-goals 2.1 Basic Scrum of 91.67% (Fully Achieved); 2.2 Software Requirements Engineering for 100% (Fully Achieved); 3.1 Customer Relationship Management by 95.46% (Fully Achieved); and, 3.2 Iteration management of 94.74% (Fully Achieved) and level of maturity is considered to reach Level 2. Then the recommendation that will be practiced are practice 3.1.3.4 explaining the condition of the Product Backlog Items that have been completed by the Product Owner when the Sprint Review and practice 3.2.2.4 Sprint with Sprint Goal that has expired will be terminated immediately."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2019
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Miftaffudin Yusuf Pratama
"Manajemen risiko pada organisasi non profit khususnya instansi pemerintah sering kali hanya berfokus pada aspek teknis tanpa mempertimbangkan keterkaitannya dengan tata kelola dan strategi bisnis secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk merancang kerangka kerja hybrid manajemen risiko dan tata kelola teknologi informasi melalui integrasi berbagai kerangka kerja yang memiliki fokus berbeda. Integrasi yang diusulkan menggabungkan ISO/IEC 27005, NIST SP 800-30, NIST SP 800-39 untuk aspek teknis dalam identifikasi, analisis, dan mitigasi risiko, COBIT 2019 untuk memberikan perspektif strategis dan tata kelola, serta ISO/IEC 27002 untuk implementasi kontrol keamanan. Selain itu, penelitian ini menambahkan tahapan continuous improvement berbasis siklus PDCA (Plan-Do-Check-Act) guna memastikan keberlanjutan efektivitas manajemen risiko. Perancangan desain kerangka kerja dilakukan melalui tahapan identifikasi kerangka kerja, pemetaan kerangka kerja, dan analisis perbandingan kerangka kerja. Desain kerangka kerja yang dirancang memiliki 6 tahapan, dengan 17 aktivitas, serta terdapat 34 rekomendasi penerapan kerangka kerja. Validasi kerangka kerja dilakukan menggunakan dua metode, yaitu uji penerapan kerangka kerja dan expert judgement. Dari hasil uji penerapan kerangka kerja didapatkan 41 aset organisasi dengan 7 aset prioritas yang memiliki tingkat risiko dengan kategori Very High dan High. Validasi expert judgement yang dilakukan terhadap 7 orang pakar mendapatkan hasil seluruh rekomendasi disetujui. Kemudian dilakukan penghitungan kuantitatif menggunakan CVI (Content Validity Index) menunjukkan nilai sebesar 1.00, melampaui nilai kritis 0.99 sesuai Lawshe Table untuk 7 validator. Hasil ini menunjukkan bahwa seluruh rekomendasi dinilai relevan dan layak oleh para ahli, sehingga kerangka kerja yang diusulkan dianggap valid dan dapat diaplikasikan dalam konteks instansi pemerintah untuk mendukung manajemen risiko dan tata kelola TI yang lebih adaptif dan berkelanjutan.

Risk management in non-profit organizations, especially government agencies, often focuses solely on technical aspects without considering their relationship to overall governance and business strategy. This study aims to design a hybrid framework for risk management and information technology governance through the integration of various frameworks with different focuses. The proposed integration combines ISO/IEC 27005, NIST SP 800-30, and NIST SP 800-39 for technical aspects in risk identification, analysis, and mitigation; COBIT 2019 to provide a strategic and governance perspective; and ISO/IEC 27002 for the implementation of security controls. Additionally, this study incorporates a continuous improvement phase based on the PDCA (Plan-Do-Check-Act) cycle to ensure the sustained effectiveness of risk management. The framework design was developed through three stages: framework identification, framework mapping, and framework comparison analysis. The designed framework has 6 stages, 17 activities, and 34 recommendations for framework implementation. Framework validation was conducted using two methods: framework implementation testing and expert judgment. From the framework implementation testing results, 41 organizational assets were identified, with 7 priority assets having risk levels categorized as Very High and High. The expert judgment validation conducted on 7 experts resulted in all recommendations being approved. A quantitative calculation using the Content Validity Index (CVI) showed a value of 1.00, exceeding the critical value of 0.99 according to the Lawshe Table for 7 validators. These results indicate that all recommendations were deemed relevant and appropriate by the experts, thereby validating the proposed framework as applicable in the context of government institution to support more adaptive and sustainable risk management and IT governance."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2025
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library