Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
Sukirman
"Suatu mekanisme kinetika kimia terinci untuk pembakaran toluena telah dilakukan dan dievaluasi pada rentang yang lebar dari suatu reaksi pembakaran. Dalam hal ini mencakup beberapa diantaranya adalah diterapkan dalam alat uji shock tubes, perfectly stirred reactor (PSR) dan plug flow reactor (PFR). Mekanisme reaksi yang dihasilkan dengan menggunakan program aplikasi Chemkin terdiri dari 617 reaksi elementer dan 107 spesies yang mana membutuhkan keahlian yang cukup untuk mengembangkan suatu mekanisme kinetika kimia yang bisa diaplikasikan pada reaksi oksidasi dengan temperaratur sedang hingga temperature tinggi. Dekomposisi termal dari toluene dan reaksi reaksi serangan spesies radikal yang mengarah pada terbentunya spesies teroksigenasi (oxygenated species) diberikan perhatian khusus.
Model kinetika toluena yang menyeluruh akan mendukung untuk mendapatkan profil konsumsi bahan bakar yang effisien baik itu untuk aplikasi shock tubes, perfectly stirred reactor maupun plug flow reactor. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang dipakai sebagai acuan untuk validasi adalah hasil percobaan yang dilakukan terhadap campuran homogen pada rentang tertentu nisbah kesetaraan (equivalence ratios) pada tekanan yang dimampatkan dari 25 sampai 45 bar dan temperature 920 K hingga 1100 K. Data yang dipakai untuk validasi ini adalah data sekunder dari hasil percobaan Davidson [D.F. Davidson, B.M. Gauthier, R.K. Hanson, Proc. Combust. Inst. 30 (2005) 1175 - 1182] dengan memvariasikan konsentrasi oksigen, sementara konsentrasi toluenanya dijaga tetap untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh dari oksigen dalam berkontribusi terhadap pola ignisi.
Percobaan tambahan dengan memvariasikan fraksi mol dari bahan bakar pada harga nisbah kesetaraan tertentu menunjukkan bahwa waktu tunda ignisi menjadi lebih pendek dengan makin tingginya konsentrasi bahan bakar. Prakiraan dari berbagai mekanisme kinetika rinci juga diperbandingkan dimana hasilnya menunjukkan belum didapatkannya keakuratan data mekanisme kinetika untuk toluene terhadap data percobaan untuk penentuan waktu tunda ignisi maupun jumlah panas yang dilepaskan. Analisa fluks dilakukan untuk mengidentifikasi arah reaksi yang paling dominan dan reaksi mana yang menunjukkan penyimpangan dari data yang bersumber dari percobaan dan data hasil simulasi.
A detailed chemical kinetic mechanism for the combustion of toluene has been assembled and investigated for a wide range of combustion regimes. The later includes shock tubes, perfectly stirred reactor (PSR) and Plug Flow Reactor (PFR). The reaction mechanism features 617 elementary reactions and 107 species and represents an attempt to develop a chemical kinetic mechanism applicable to intermediate and high temperature oxidation. Toluene thermal decomposition and radical attack reactions leading to oxygenated species are given a particular attention.The final toluene kinetic model results in excellent fuel consumption profiles in both flame and plug flow reactors and sensible predictions of temporal evolution of hydrogen radical and pyrolysis products in shock tube experiments. Experiments are conducted for homogeneous mixtures over a range of equivalence ratios at compressed pressures from 25 to 45 bar and compressed temperatures from 920 to 1100 K. Experiments varying oxygen concentration while keeping the mole fraction of toluene constant reveal a strong influence of oxygen in promoting ignition.Additional experiments varying fuel mole fraction at a fixed equivalence ratio show that ignition delay becomes shorter with increasing fuel concentration. Moreover, autoignition of benzene shows significantly higher activation energy than that of toluene. In addition, the experimental pressure traces for toluene show behavior of heat release significantly different from the results of Davidson et al. [D.F. Davidson, B.M. Gauthier, R.K. Hanson, Proc. Combust. Inst. 30 (2005) 1175'1182]. Predictability of various detailed kinetic mechanisms is also compared. Results demonstrate that the existing mechanisms for toluene fail to predict the experimental data with respect to ignition delay and heat release. Flux analysis is further conducted to identify the dominant reaction pathways and the reactions responsible for the mismatch of experimental and simulated data."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2008
S49616
UI - Skripsi Open Universitas Indonesia Library
Krisna Adi Nugroho
"Pencemaran nitrogen anorganik seperti amonia, nitrit, dan nitrat di Danau Mahoni, Universitas Indonesia, menjadi perhatian utama akibat aktivitas domestik dan lingkungan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas tiga pendekatan pemodelan: Metode Beda Hingga (Finite Difference Method/FDM), Complete-Mix Flow Reactor (CMFR), dan Plug Flow Reactor (PFR), dalam memodelkan distribusi spasial-temporal pencemar nitrogen. Danau dibagi ke dalam beberapa segmen berdasarkan distribusi sumber pencemar dan arah aliran dominan. Data yang digunakan berupa data sekunder hasil pengukuran konsentrasi parameter kualitas air selama tiga hari berturut-turut pada enam titik, dengan dua kali pengamatan harian (pagi dan siang). Ketiga pendekatan dijalankan dengan masukan dan kondisi batas yang sama, dan dilakukan evaluasi terhadap kinerja pemodelan. Namun, validasi model terhadap data observasi menggunakan nilai Mean Absolute Percentage Error (MAPE) hanya dilakukan untuk pendekatan FDM dan CMFR. Hasil menunjukkan bahwa FDM memberikan akurasi lebih baik untuk parameter amonia (MAPE: 10,72%) dan nitrit (34,00%), sementara CMFR lebih unggul dalam pemodelan nitrat (MAPE: 9,27%). Meskipun belum mempertimbangkan difusi lateral dan sedimentasi, pendekatan FDM dinilai paling mampu menangkap dinamika spasial pencemar nitrogen di danau tertutup.
Inorganic nitrogen pollution, such as ammonia, nitrite, and nitrate, in Mahoni Lake at Universitas Indonesia has become a major concern due to domestic and surrounding environmental activities. This study aims to evaluate the effectiveness of three modeling approaches: the Finite Difference Method (FDM), the Complete Mix Flow Reactor (CMFR), and the Plug Flow Reactor (PFR), in simulating the spatial and temporal distribution of nitrogen pollutants. The lake was divided into several segments based on the distribution of pollutant sources and dominant flow directions. The data used were secondary data obtained from water quality measurements conducted over three consecutive days at six sampling points, with two observations taken daily (morning and afternoon). All three approaches were executed using the same input and boundary conditions, and their modeling performance was comparatively evaluated. However, model validation against observational data using the Mean Absolute Percentage Error (MAPE) was only applied to the FDM and CMFR approaches. The results showed that FDM provided better accuracy for ammonia (MAPE: 10.72%) and nitrite (34.00%), while CMFR was superior in modeling nitrate (MAPE: 9.27%). Although lateral diffusion and sedimentation processes were not yet considered, the FDM approach was found to be the most capable of capturing the spatial dynamics of nitrogen pollutants in a closed lake system."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library