Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Dini Maulidina
"

Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA) merupakan bagian dari kurikulum program Profesi Apoteker yang bertujuan untuk mempersiapkan para lulusan apoteker yang berkompeten di bidangnya. Fakultas Farmasi Universitas Indonesia berkerjasama dengan berbagai  instansi  dan  fasilitas  pelayanan  kesehatan agar calon  apoteker dapat melaksanakan PKPA di tempat tersebut. PKPA sebagai salah satu upaya untuk menyiapkan calon apoteker agar siap terjun di masyarakat setelah lulus. PKPA ini dilaksanakan di tiga fasilitas pelayanan kesehatan yaitu dilakukan di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo, Apotek Atrika dan Puskesmas Kecamatan Cengkareng yang terletak di daerah Jakarta dan dilaksanakan selama Periode Bulan Agustus hingga November tahun 2019. PKPA ini bertujuan agar calon apoteker mampu memahami peranan, tugas, dan tanggungjawab apoteker dalam praktek pelayanan kefarmasian di fasilitas pelayanan kesehatan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan dan etika farmasi yang berlaku, dan dalam bidang kesehatan lain. Selain itu apoteker diharapkan memiliki pengetahuan, keterampilan sikap dan perilaku serta wawasan dan pengalaman nyata untuk melakukan praktik profesi dan pekerjaan kefarmasian di fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di Indonesia. Mahasiswa juga diharapkan memiliki gambaran nyata tentang permasalahan dan cara mengatasi masalah tersebut dalam praktik dan pekerjaan kefarmasian  di  fasilitas  pelayanan  kesehatan,  serta mampu  berkomunikasi  dan berinteraksi yang baik dengan tenaga kesehatan lain yang bertugas agar terjalin kolaborasi yang baik antar sesama tenaga kesehatan.

 


Pharmacist Professional Work Practices (PKPA) as part of the Pharmacist Professional Curriculum program aims to prepare competent pharmacist graduates. The Faculty of Pharmacy, Universitas Indonesia collaborates with various agencies and health service facilities so that prospective pharmacists can carry out work practices at the venue. PKPA as an effort to prepare the pharmacist's human resources who are ready to enter the community after graduation. PKPA is implemented in three health service facilities at Dr. Cipto Mangunkusumo Central National hospital, Atrika Pharmacy, and Public Health Center of Kecamatan Cengkareng during the August until November 2019 period. PKPA aims to enable prospective pharmacists to understand the roles, duties and responsibilities of pharmacists in pharmacy service practices in service facilities. Health in accordance with statutory provisions and applicable pharmaceutical ethics, and in other health fields. In addition, pharmacists are expected to have knowledge, skills, attitudes and behaviors and insight and real experience to do professional practice and pharmacy work in health care facilities. Students are also expected to have a real picture of the problem and how to solve problems in real life in the practice and work of pharmacy in health care facilities and be able to good communicate and good interact with other health workers on duty so that there is good collaboration between fellow health workers.

 

"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia , 2020
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Endah Zuraidah
"LATAR BELAKANG: Salah satu penyebab kematian bagi penderita kanker pada wanita adalah kanker serviks. Secara histopatologik kanker leher rahim yang banyak ditemukan adalah jenis karsinoma sel skuamosa. Pada penelitian diteliti beberapa faktor risiko yang berkaitan dengan karsinoma sel skuamosa.
METODE: Desain studi ialah kasus-kontrol dengan subyek penderita kanker leher rahim jenis karsinoma sel skuamosa berdasarkan pemeriksaan histopatologik yang datang ke RSUPNCM Jakarta dan belum mendapatkan pengobatan.
HASIL: Dari 302 wanita penderita kanker leher rahim jenis karsinoma sel skuamosa yang diteliti terdapat 34,4% pada golongan umur 52 tahun sampai 62 tahun yang memiliki risiko tinggi, dengan rasio odd suaian (OR) 24,05 dan 95% interval kepercayaan 6,34 ; 91,24. Umumnya wanita berpendidikan tingkat SD dan wanita tidak sekolah memiliki risiko tinggi dibandingkan dengan wanita yang berpendidikan SMP ke atas, dengan rasio odd suaian berturut-turut 17,97 dan 12,91 dan 95% interval kepercayaan berturut-turut 2,82 ; 114,66 dan 1,96 ; 84,92. Jenis kontrasepsi yang digunakan yang dapat meningkatkan risiko adalah kontrasepsi hormonal jika dibandingkan dengan yang tidak memakai kontrasepsi, dengan rsio odd suaian 2,83 dan 95% interval kepercayaan 1,34 ; 6,00.
KESIMPULAN: Pada penelitian ini terlihat bahwa faktor-faktor risiko dominan yang berhubungan dengan terjadinya kanker leher rahim jenis karsinoma sel skuamosa adalah umur yang lebih tua, tingkat pendidikan rendah dan penggunaan kontrasepsi hormonal.

Risk Factors of Cervical Squamous Cell Carcinoma in Dr. Cipto Mangunkusumo National Central Hospital Jakarta 1997-1998BACKGROUND: Mortality of cervical cancer is highest among cancer in women. The histological type of cervical cancer is mostly squamous cell carcinoma. The purpose of this study is to show the risk factors of cervical squamous cell carcinoma.
METHOD: The design is a case control study carried out in patients from Dr. Cipto Mangunkusumo National Central Hospital Jakarta during 1997-1998 confirmed histologically with cervical squamous cell carcinoma, who has not started any treatment.
RESULT: From 302 women with squamous cell carcinoma of cervix examined, the high risk groups were found to be as follows : 1) 52-62 year age group (34,4%) with adjusted odds ratio (OR) 24,05 and 95% confidence interval (95% CI) 6,34 ; 91,24 2) low education level, elementary 1 no education compare with women with higher education level showed adjusted odds ratio (OR) 17,97 and 12,91, and 95% confidence interval (95% CI) 2,82 ; 114,66 and 1,96 ; 84,92 3) hormonal contraception compared with those who didn't use any contraception showed adjusted odds ratio (OR) 2,83 and 95% confidence interval (95% CI) 1,34 ; 6,00.
CONCLUSION: This study showed that older age group, low education and hormonal contraception were dominant risk factors of cervical squamous cell-carcinoma."
2001
T10520
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library