Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Khansa Luqyana Hapsari
"Anaerobic digestion (AD) seringkali mengalami ketidaksabilan proses akibat keberadaan inhibitor, diantaranya adalah ion natrium. Magnesium diketahui dapat mereduksi toksisitas natrium terhadap metanogen. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penambahan magnesium terhadap parameter kualitas efluen diantaranya Volatile Solids Reduction (VSD), Reduksi COD dan produksi biogas pada fase metanogenesis AD. Penelitian ini dilakukan selama 192 hari menggunakan reaktor AD skala pilot dengan kapasitas aktif 848 L dengan rata-rata suhu dan pH pada tahap operasional sebesar 27,59ºC ± 2,37; 7,84 ± 0,68 secara berurutan. Reaktor dioperasikan dengan Organic Loading Rate (OLR) 10 Kg VS/m3.hari. Parameter yang diuji pada penelitian AD skala pilot adalah pH, TS, VS, COD, dan Konsentrasi CH4 pada biogas. Penelitian dilakukan dalam dua fase yaitu fase kontrol dan fase uji. Penelitian pada fase kontrol menunjukkan rata-rata reduksi COD, VSD, pH, Methane yield dan TS hingga 80,93% ± 0,12; 87,59% ± 0,03; 8,09± 0,41; 339,79 ± 156,45; dan 3,69% ± 0,02 secara berurutan. Sedangkan penambahan magnesium pada fase uji menunjukan rata-rata reduksi COD, VSD, pH, Methane yield dan TS hingga 78,53% ± 0,2; 83,87% ± 0,04 ; 7,48 ± 0,79; 125.06 ± 107,18; dan 3,69% ± 0,02 secara berurutan. Sementara itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan magnesium memiliki pengaruh yang signifikan terhadap VSD dan methane yield. Penambahan magnesium menyebabkan fluktuasi pada nilai VSD dan methane yield yang mengindikasikan ketidakstabilan sistem AD. Namun demikian, hasil penelitian tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan terhadap efisiensi reduksi COD."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hapsari Dewi
"Motor induksi dengan teknologi slip ring telah banyak digunakan dalam bidang industri sebagai satu dari komponen elektrikal yang sangat penting untuk menghasilkan energi mekanik. Konstruksi motor ini jauh lebih kompleks dibandingkan motor induksi standar squirrel cage. Kompleksitas motor slip ring terletak pada sambungan antara cincin-cincin slip dan sikat-sikat yang membutuhkan lebih banyak pemeliharaan. Sementara itu, motor squirrel cage yang bekerja dengan dukungan variable speed drive dapat membuat aplikasi berjalan dengan lebih baik dan pengaturan kecepatan motor lebih efisien. Pada studi ini, penulis secara khusus meneliti kemungkinan mengganti teknologi lama dengan motor standar squirrel cage berdasarkan pada kesesuaian kemampuan teknis dan pertimbangan keekonomian. Pemilihan motor baru dan VSD harus mengikuti kebutuhan sistem existing agar tidak terjadi kendala saat sistem baru bekerja memenuhi kebutuhan beban. Data teknis beban yang sedang terpasang diambil dari SCADA pemilik serta nameplate dari motor dan fan. Perhitungan keekonomian dianalisa dengan menggunakan metoda payback period. Dari hasil penelitian yang dilakukan, payback period proyek penggantian ini dapat dicapai sebelum dua tahun dan nilai penghematan energi dapat mencapai sebesar 69% namun bisa bervariasi berdasarkan pada pola operasional. Modifikasi motor induksi slip ring pada sistem terpasang bisa dilakukan dengan menghubungsingkat resistansi eksternal agar dapat dihubungkan dengan VSD dan menghasilkan payback period yang lebih cepat, namun harus ditinjau kembali nilai torsi dan sisa life time motor existing tersebut. Berdasarkan pada sudut pandang penulis, motor induksi standar squirrel cage dan VSD sangat berpotensi untuk menggantikan motor slip ring, dimana hasilnya tidak hanya karena membuat operasi lebih sederhana, namun juga biaya pemeliharaan lebih sedikit dan biaya energi lebih murah. 
......Induction motor slip ring-type technology has been widely used in industrial as one of the crucial electrical components to convert energy mechanically. The construction of this motor is more complex than other standardized induction motors such as squirrel cage. The complexity lies in the connection between the rings and brushes which requires more maintenance. Meanwhile, Squirrel cage motor that is supported by a Variable Speed Drive allows its user to start motor smoothly and adjusts the speed more efficiently. In this study, we exclusively investigate the possibility of the outdated technology replacement by using squirrel cage standardized induction motor based on its compatibility and the financial perspective as well. To prevent any coming up problems, the selections of new motor and VSD must fulfil the requirement of the existing system. Technical data were collected from customer`s SCADA and nameplates. While the financial calculation was made based on the payback period. In this case, the payback period is projected within two years and the energy saving could reach 69% that basically depends on operation patterns. Modification of the slip ring induction motor on an installed system can be done by connecting the external resistance so that it can be connected to the VSD as a result it has faster payback period, but the torque value and the remaining life time of the existing motor must be reviewed. According to our perspective, standard squirrel cage motor potentially replaces the slip ring motor in which it is not only having a simple operation but also less maintenance and energy cost."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2019
T53412
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Auto Hartanto
"Electric Submersible Pump ESP sebagai salah satu metode pengangkatan buatan artificial lift minyak bumi yang dianggap paling efektif dan efisien, semakin banyak diterapkan oleh industri minyak dan gas. Begitupula dengan PT. Medco E P Indonesia yang sedang melakukan perubahan metode artificial lift gas lift menjadi ESP untuk Blok Rimau, Kaji, Sumatera. Dalam proses kerjanya ESP membutuhkan Variable Speed Drive VSD untuk mengendalikan putaran motor submersible sehingga dapat mengatur debit fluida yang dapat diangkat. Namun, saat populasi ESP semakin bertambah, tentunya jumlah dari VSD, sebagai sumber harmonisa beban non-linier , akan semakin bertambah pula. Sehingga kadar harmonisa pada sistem ketenagalistrikan akan semakin mengingkat.
Berdasarkan penelitian dalam skripsi ini, penerapan dari transformator penggeser fasa ini mampu menurunkan kadar harmonisa di Kaji, khususnya arus harmonisa orde ke-5 mencapai 61,97, orde ke-7 mencapai 75,67 , orde ke-17 mencapai 90,90, orde ke-19 mencapai 57,14, dan total harmonisa arus mencapai 58 pada titik hubung listrik PCC. Oleh karena itu, transformator penggeser fasa menjadi pilihan metode untuk mengendalikan harmonisa agar dampaknya tidak mengganggu sistem sehingga menurunkan hasil produksi minyak.

ESP is a one of artificial lift as a considered to be a most effective and efficient methods. The same with PT. Medco E P Indonesia which is doing transformation artificial methods from gas lift to ESP in Rimau Block, Kaji, Sumatera. In the operation system, ESP needs VSD to adjust the speed of induction motors so that can be used to control the flowrate of fluid lifted by the ESP. However, when the population of ESP is increasing, certainly quantity of VSD, as a nonlinear load, is increasing too. Futhermore level of harmonics in electric power system more increasing.
Based on a research in this thesis, implementation of phase shifting transformers can be decreased level of harmonics in Kaji, especially for harmonic current level order 5 up to 61,97, order 7 up to 75,67, order 17 up to 90,90, order 19 up to 57,14, and total harmonic distortion current up to 58 in the point of common coupling PCC. Therefore, phase shifting transformers as a choice methods for handling harmonics so that doesn't make descrease production of oil.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2016
S66222
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Indra Kusuma
"Meningkatkan sistem metode dan teknis implementasikan untuk efisiensi energy konsep green pada chiller. Secara umum, building management memiliki target management mutu energi (ISO 50001), seperti penghematan energi untuk meminimalisasi biaya pada pemeliharaan peralatan unit yang tersedia, terutama penggunaan yang erat kaitannya dengan mekanik dan komponen listrik. Pemeliharaan rutin sangat penting dalam komponen mekanik dan listrik dimana sangat terkait dengan fungsi kerja peralatan. Pengatur suhu udara (AHU/HVAC/CHILLER), Heater (steam boiler), pompa hidran dan air (WTP). Pada bagian tersebut menggunakan motor induksi 3 fase serta kebutuhan konsumsi daya listrik cukup besar saat start awal motor, karena arus inrust meningkat (6x lipat) dari kapasitasnya. Inverters atau variable speed drive (VSD) adalah perangkat elektronik yang berfungsi sebagai pengendali putaran motor induksi 3 fase. Variable start-stop pada inverter bisa di setting untuk mendorong fan atau AC motor induksi 3 fase, aliran udara untuk mentransfer aliran CFM (cubic feet per minute), tujuan efisiensi mesin pendingin untuk Penghematan Energi dan Biaya Efektif)."
Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2017
600 TEK 1:14 (2017)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library